Kenali Tanda Bahaya Ketika Berpuasa di Masa Kehamilan - Nutriclub

Riwayat Pencarian

Pencarian Populer

Kesehatan

Kenali Tanda Bahaya Ketika Berpuasa di Masa Kehamilan

Meski tidak diwajibkan, Ibu hamil boleh memilih untuk menjalani puasa di bulan ramadan. Namun ada baiknya Ibu mengenali beberapa tanda bahaya yang muncul ketika berpuasa di masa kehamilan. Berikut adalah tanda bahaya ketika berpuasa di masa kehamilan dari Tim Ahli Nutriclub.

Saat menjalani puasa di masa kehamilan, kunci terpentingnya adalah memenuhi kebutuhan nutrisi harian Ibu dan menyadari kondisi fisik Ibu. Jika Ibu merasa ada gangguan maupun rasa tidak nyaman pada tubuh ketika menjalani puasa, sebaiknya Ibu tidak memaksakan diri.

Tanda Bahaya Berpuasa Saat Hamil

Ibu sebaiknya mengenali beberapa tanda bahaya, yang menandakan adanya gangguan pada tubuh Ibu saat sedang berpuasa di masa kehamilan. Jika Ibu mengalami tanda-tanda berikut ini, sebaiknya Ibu segera menghubungi dokter. Antara lain:

- Ada perubahan drastis pada pergerakan janin di dalam perut Ibu. Jika Ibu merasa si Kecil tidak bergerak atau menendang-nendang sebaiknya Ibu langsung menghubungi dokter.

- Berat badan Ibu tidak naik maupun turun di masa kehamilan.

- Ibu mengalami dehidrasi.

- Ibu merasa sakit yang rasanya seperti kontraksi, ini bisa jadi tanda kelahiran prematur.

- Merasa pusing, lemah, lelah meskipun sudah banyak menghabiskan waktu untuk beristirahat.

- Merasakan sakit kepala maupun demam.

- Muntah-muntah.

Did you know?

”Mengonsumsi makanan manis saat sahur dapat merangsang produksi hormon insulin yang membakar gula darah. Akibatnya, kadar gula darah menurun sehingga Ibu merasa lemas dan cepat lapar. Ketahui selengkapnya di sini.“

LIHAT LENGKAP

 

Tips Membuat Puasa di Masa Kehamilan Lebih Mudah

 

Beberapa tips di bawah ini akan membantu Ibu untuk tetap merasa nyaman saat menjani puasa di masa kehamilan:

- Tetap berada di tempat yang sejuk. Ibu hamil akan cepat mengalami dehidrasi, dan ini bisa berdampak buruk bagi janin.

- Jadwalkan rutinitas harian Ibu dan tempatkan lebih banyak porsi untuk beristirahat di saat berpuasa.

- Hindari berjalan jauh atau membawa sesuatu yang berat.

- Pilih makanan bernutrisi seimbang untuk pilihan menu buka puasa dan sahur.

- Kurangi aktivitas dan pekerjaan apapun sebisa mungkin.

 Jika Ibu memiliki kondisi medis seperti mengalami diabetes gestasional ataupun anemia, sebaiknya Ibu mengonsultasikan kondisi Ibu bila ingin menjalani puasa di bulan Ramadan

 

 

Sumber:

- Preeti Dubey. Asian journal of obs & gynae practice, 11(2), 2007, 30-33.

- Sharma A. International of gynaecology & obstetrics, 8(2), 2001, 28-31.