Atasi Nyeri Keram di Masa Kehamilan - Nutriclub

Riwayat Pencarian

Pencarian Populer

Kesehatan

Atasi Nyeri Keram di Masa Kehamilan

Rasa sakit atau nyeri keram di perut Ibu saat hamil, merupakan hal yang umum dialami oleh ibu hamil. Ketahui lebih banyak soal nyeri keram di masa kehamilan juga cara untuk mengatasinya.

 

Keram di bagian perut merupakan salah satu keluhan umum yang dialami para ibu hamil. Ini wajar terjadi, karena terdapat banyak tekanan di otot, sendi dan nadi di tubuh Ibu. Hal itu dapat membuat Ibu sering merasakan hal yang tidak nyaman di area perut.

 

Namun sebaiknya Ibu memahami keram seperti apa yang Ibu rasakan, karena meskipun ini sering terjadi. Namun, keram perut juga bisa menjadi indikasi terjadinya gangguan pada kehamilan Ibu.

 

Gejala Lain yang Muncul Saat Keram

Keram perut dapat menjadi indikasi adanya gangguan kesehatan atau gangguan pada kehamilan Ibu. Jika Ibu mengalami keram dan setelah beberapa menit rasa sakitnya tidak hilang, sebaiknya Ibu langsung meminta pertolongan. Ibu juga perlu menghubungi tenaga medis, jika keram juga diikuti oleh beberapa geala lain, seperti di bawah ini:

 

-Rasa nyeri di ulu hati

-Terdapat flek atau darah

-Muntah-muntah

-Demam

-Sakit kepala

Did you know?

”Waspadai gejala lain yang muncul bersama nyeri perut karena hal tersebut bisa menandakan masalah serius pada kehamilan, seperti keguguran atau persalinan prematur. Ketahui selengkapnya di sini.“

LIHAT LENGKAP

Tips Menangani Keram di Masa Kehamilan

Beristirahat saat nyeri keram datang adalah langkah pertama yang sebaiknya Ibu lakukan. Ikuti beberapa langkah di bawah ini untuk meradakan keram di masa kehamilan:

 

-Duduk perlahan

-Mulai tidurkan tubuh Ibu, dengan posisi berlawanan dari rasa keram yang menyerang dan naikan kaki ke atas

-Sebaiknya Ibu mandi air hangat

-Gunakan wadah hangat seperti botol berisi air panas dan letakan di bagian yang sakit

-Rileksasi tubuh Ibu.

  

Kadang melakukan hubungan seksual dan mencapai orgasme dapat membuat Ibu merasa keram dan nyeri di punggung. Namun Ibu bisa menghindari risiko terjadinya keram akibat berhubungan seksual dengan melakukannya secara lembut dan perlahan.