Loading...

Riwayat Pencarian

Pencarian Populer

burger menu
7 Tanda-Tanda Melahirkan yang Wajib Mama Cermati

Kesehatan

7 Tanda-Tanda Melahirkan yang Wajib Mama Cermati

Article By : Annisa Amalia Ikhsania

Tanda-tanda melahirkan umumnya akan muncul sebelum 38 minggu. Indikasi mau melahirkan juga mungkin berbeda pada tiap ibu hamil. Oleh karena itu, sangat penting bagi Mama mengenali semua tandanya agar bisa mempersiapkan diri dengan baik menjelang D-day persalinan.

Ketahui selengkapnya di artikel ini.

Tanda-Tanda Mau Melahirkan

Prediksi hari perkiraan lahir (HPL) si Kecil biasanya sudah bisa Mama ketahui sejak pemeriksaan USG di trimester pertama. Namun, tetap penting untuk Mama lebih aware terhadap setiap perubahan tubuh yang menandakan proses persalinan sudah dimulai.

Pasalnya, prediksi tanggal lahir bisa berubah-ubah. Kadang, hari melahirkan bisa maju jadi lebih awal atau mundur beberapa hari dari waktu yang diperkirakan. 

Baca Juga: Perkembangan Janin Minggu ke-38

Biasanya perubahan hormon dan fisik dapat menunjukkan tanda-tanda Mama mau melahirkan. Adapun berbagai tanda mau melahirkan yang paling umum terjadi adalah sebagai berikut.

1. Kontraksi Makin Konsisten dan Kuat

Tanda mau melahirkan yang paling pertama muncul biasanya adalah kontraksi terus-menerus. Kontraksi biasanya terjadi beberapa bulan terakhir menjelang persalinan, yang akan menjadi lebih kuat, lebih teratur, dan lebih sering semakin dekat dengan hari kelahiran.

Kontraksi adalah cara tubuh mempersiapkan persalinan dengan menyebabkan serviks terbuka (membesar) dan melunak serta memendek dan menipis (efface) untuk memungkinkan bayi Mama bergerak menuju jalan lahir.

Namun, Mama juga harus bisa membedakan mana kontraksi asli tanda mau melahirkan dan mana yang palsu.

Di awal trimester ketiga, kontraksi bisa muncul sesekali dengan pola acak yang rasa nyerinya mirip PMS. Kondisi ini sering disebut kontraksi Braxton Hicks atau kontraksi palsu. Kontraksi palsu atau Braxton Hicks bukan merupakan tanda-tanda mau melahirkan. Maka dari itu, Mama perlu memperhatikan kontraksi yang terjadi dari awal hingga terjadi kontraksi berikutnya.

Lantas, apa perbedaan kontraksi asli ingin melahirkan dan kontraksi palsu?

  • Jika kontraksi terjadi secara teratur, semakin kuat, dan sering terjadi, ini merupakan kontraksi asli tanda ingin melahirkan. Sementara itu, kontraksi persalinan palsu terjadi tidak teratur. 

  • Kontraksi persalinan asli biasanya berlangsung sekitar 30 hingga 70 detik.

  • Kontraksi persalinan asli terus berlanjut terlepas dari bagaimana posisi dan seberapa intens aktivitas Mama saat itu. Kontraksi palsu biasanya berhenti ketika sedang melakukan aktivitas ringan seperti beristirahat, berjalan, atau mengubah posisi.

Did you know?

Untuk kelahiran bayi pertama, Mama harus menghubungi dokter dan segera pergi ke rumah sakit saat mengalami kontraksi setiap 5 menit dan berlangsung selama 30-40 detik. Ketahui selengkapnya di sini.

Baca Juga: Cara Atasi Kontraksi Saat Hamil

2. Bayi Masuk ke Panggul

Sekitar 2-4 minggu menjelang hari-H persalinan, bayi akan berputar agar posisi kepalanya di bawah dan mulai bergerak turun menuju panggul. Ketika kepala janin sudah masuk ke rongga panggul, tandanya sebentar lagi Mama mau melahirkan. Kondisi ini disebut juga sebagai lightening.

Apa yang Mama bisa saat kepala bayi sudah masuk panggul? Umumnya, perut Mama akan terlihat turun dan Mama kini akan bisa bernapas lebih mudah bernapas karena bayi tidak lagi menekan diafragma.

Meski begitu, perubahan posisi bayi ini justru dapat menekan area panggul sehingga Mama mungkin akan mengalami sakit pinggang bawah. Tekanan di area panggul juga akan membuat Mama lebih sering buang air kecil karena posisi bayi yang menekan kandung kemih.

3. Leher Rahim Menipis dan Melebar (Pembukaan)

Di masa kehamilan 9 bulan atau trimester akhir kehamilan, dokter biasanya sudah melihat terdapat perubahan pada serviks Mama.

Serviks atau leher rahim akan mulai menipis dan melebar sebagai tanda-tanda persalinan semakin dekat. Semakin tipis leher rahim, maka semakin mudah melebar dan membuka selama proses persalinan berlangsung nantinya.

Inilah yang disebut sebagai proses bukaan lahiran. Proses pelebaran atau “bukaan” leher rahim diukur dalam skala sentimeter (cm). 

Leher rahim terbuka biasanya mulai muncul beberapa minggu atau hari sebelum hari persalinan tiba. Pada awalnya, proses bukaan terjadi dengan sangat lambat dan ketika persalinan sudah masuk ke fase aktif, pembukaan leher rahim akan terjadi sangat cepat.

Untuk mengetahui apakah leher rahim sudah mulai melebar atau belum, dokter biasanya akan memeriksanya menggunakan jari. 

Apabila 10 jari sudah bisa dimasukkan atau lebarnya kurang lebih sekitar 10 cm, artinya pembukaan sudah lengkap sehingga Mama dan bayi sudah siap untuk menjalani proses persalinan. 

4. Keluar Cairan dari Vagina

Keluarnya cairan kental dari vagina yang berwarna bening seperti keputihan juga bisa menjadi salah satu tanda persalinan akan terjadi sebentar lagi. Pada beberapa ibu hamil, cairan yang keluar bisa juga berwarna merah muda atau kemerahan mirip darah.

Tanda-tanda melahirkan yang satu ini biasanya akan muncul beberapa menit, jam, atau beberapa hari sebelum Mama melahirkan.

Mengutip dari laman American Pregnancy, cairan lendir kental itu sebenarnya adalah lendir yang terbentuk sejak awal kehamilan untuk menyumbat leher rahim atau serviks. Sumbatan ini akan mencegah bakteri penyebab infeksi memasuki rahim dan menginfeksi bayi Mama.

Ketika serviks mulai menipis dan Mama mengalami bukaan, sumbatan lendir itu akan terlepas supaya bayi bisa bergerak melewati jalur lahir.

Baca Juga: Tips Menghadapi Rasa Takut dan Cemas Jelang Persalinan

5. Perubahan Energi Tubuh

Mama merasa lebih bersemangat dan berenergi mendekati kelahiran sang buah hati? Kemungkinan besar ini merupakan tanda persalinan sudah semakin dekat.

Ya! Tidak seperti bulan-bulan sebelumnya, sebagian besar Mama merasakan adanya ledakan energi dan semangat yang besar jelang waktu persalinan tiba.

Mama merasa lebih bersemangat dalam melakukan aktivitas yang berkaitan dengan keperluan si Kecil. Entah itu membeli pakaian dan peralatan bayi, hingga menyiapkan kamar tidurnya. 

Bahkan, saking semangatnya, ibu hamil yang mau melahirkan mungkin merasa seperti ada keinginan dan hasrat yang kuat untuk membersihkan dan merapikan segala sesuatu yang tampak di depan mata. 

6. Nyeri Punggung

Sebagian besar ibu hamil di usia trimester 3 kehamilan biasanya akan mengalami nyeri punggung, terutama di bagian punggung bawah, sebagai tanda-tanda mau melahirkan. Kondisi ini biasanya akan disertai dengan munculnya kontraksi. 

Terkadang, ibu hamil mungkin akan merasakan nyeri atau kram perut layaknya nyeri yang dirasakan saat mendekati masa menstruasi, hanya saja rasanya lebih sakit.

Namun, tanda-tanda persalinan sudah dekat tidak hanya itu. Mama mungkin juga akan mengalami peregangan otot-otot tubuh, terutama di area panggul. 

7. Air Ketuban Pecah

Air ketuban pecah merupakan tanda-tanda melahirkan sudah dekat. Saat cairan ketuban sudah pecah, maka secara otomatis cairan ini akan mengalir keluar melalui vagina Mama. 

Mungkin Mama mengira kalau air ketuban pecah akan menimbulkan semburan deras dalam jumlah yang banyak. Faktanya, air ketuban yang keluar tidak langsung dalam jumlah banyak, Ma.

Cairan ketuban yang bocor sebagai tanda awal persalinan akan keluar seperti tetesan dan bukan langsung banyak. Cairan ketuban ciri-ciri mau melahirkan akan keluar secara tidak beraturan dan berlangsung terus-menerus.

Jika Mama tidak yakin apakah cairan yang keluar melalui vagina merupakan air ketuban pecah atau urine, tak ada salahnya untuk memeriksakannya ke dokter guna mengetahui jawaban yang tepat. 

Kebanyakan Mama biasanya mengalami kontraksi terlebih dahulu sebelum air ketubannya pecah. Namun, pada beberapa kasus lainnya, air ketuban bisa pecah terlebih dahulu dan mengalir deras sebelum terjadi kontraksi. 

Bila dalam beberapa jam Mama belum mengalami kontraksi, sedangkan air ketubannya sudah pecah, segera pergi ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan persalinan. Biasanya, dokter kandungan akan menginduksi Mama. 

Mengapa demikian? Alasannya karena air ketuban selama ini berfungsi melindungi janin dari kuman. Nah, untuk menghindari janin terpapar infeksi setelah air ketubannya pecah, maka tindakan induksi perlu dilakukan.

Baca Juga: Berdamai Dengan Kontraksi Palsu

Kapan Mama Harus Menghubungi Dokter?

Saat yang tepat menghubungi dokter adalah ketika Mama merasakan tanda-tanda mau melahirkan. Dokter akan memantau waktu kontraksi dan gejala lain yang Mama alami. 

Mama perlu menghubungi atau menemui dokter segera apabila mengalami ciri-ciri melahirkan sebagai berikut. 

  • Kontraksi berlangsung tiap lima menit sekali dan berlangsung selama kurang lebih satu menit. 

  • Gerakan janin tidak sebanyak dari biasanya. 

  • Muncul perdarahan.

  • Mengalami pecah ketuban.

Baca Juga: Tips Perawatan Diri Pasca Melahirkan

Saat menginjak masa kehamilan 9 bulan, sebaiknya Mama sudah mempersiapkan beberapa perlengkapan menjelang melahirkan, agar selalu siap saat semua tanda-tanda melahirkan sudah muncul.

Semoga informasi di atas membantu ya, Ma, dan semoga lancar dalam proses persalinannya nanti!

  1. WebMD. https://www.webmd.com/baby/labor-signs#091e9c5e80008ba5-4-12. Diakses pada 14 September 2022. 
  2. Baby Center. https://www.babycentre.co.uk/signs-for-how-I-will-know-I-am-in-labour. Diakses pada 14 September 2022. 
  3. Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/labor-and-delivery/in-depth/signs-of-labor/art-20046184. Diakses pada 14 September 2022. 
  4. American College of Obstetricians and Gynecologist. https://www.acog.org/womens-health/faqs/how-to-tell-when-labor-begins?utm_source=redirect&utm_medium=web&utm_campaign=otn. Diakses pada 14 September 2022. 
  5. Medicine Net. https://www.medicinenet.com/early_signs_and_symptoms_of_labor/article.htm#4_the_cervix_dilates. Diakses pada 14 September 2022. 
  6. American Pregnancy. https://americanpregnancy.org/healthy-pregnancy/labor-and-birth/signs-of-labor/. Diakses pada 14 September 2022.
comment-icon comment-icon