Loading...

Riwayat Pencarian

Pencarian Populer

burger menu
Ibu Hamil Wajib Tahu! Ini 3 Posisi Janin Sungsang

Kesehatan

Ibu Hamil Wajib Tahu! Ini 3 Posisi Janin Sungsang

Article By : dr. Kristian WG

Di akhir masa kehamilan, tubuh janin di dalam rahim sudah bertambah besar dan posisinya yang berubah-ubah dapat menyebabkan terjadinya posisi sungsang. Kenali tiga jenis posisi janin sungsang dan bagaimana cara mencegah letak sungsang pada bayi dalam kandungan.

3 Posisi Janin Sungsang

Posisi janin dapat berubah-ubah pada usia awal kehamilan. Sebelum mencapai usia kehamilan 28 minggu, ukuran janin masih cukup kecil bila dibandingkan dengan ruang rahim. Berikut ini adalah 3 jens posisi bayi sungsang yang perlu diketahui:

1. Footling Breech

Posisi bayi sungsang dalam kandungan digambarkan dengan satu kaki ke bawah, satu kaki ke atas, atau di dekat jalan lahir. Sungsang jenis footling breech juga disebut sungsang tidak sempurna.

2. Frank Breech

Sungsang jenis frank breech digambarkan dengan posisi bokong janin berada di bagian bawah, dan tungkainya berada di atas hampir menyentuh telinga. Nah, frank breech adalah jenis posisi sungsang yang paling umum terjadi pada bumil.

3. Complete Breech

Terakhir adalah jenis complete breech atau sungsang sempurna. Posisi ini digambarkan dengan posisi bokong bayi yang berada di atas mulut rahim. Sementara itu, kedua kakinya terlipat dengan sempurna. 

Cara Memahami Posisi Janin Sungsang

Untuk  memahami posisi janin sungsang, perlu diketahui terdapat empat istilah yang digunakan untuk mendeskripsikan kondisi janin dalam hubungannya dengan jalan lahir yaitu presentasi, posisi, letak, dan sikap.

Posisi bayi sungsang atau kepala di bawah mengacu pada presentasi. Posisi bergantung pada presentasi, semisal presentasi bokong atau sungsang maka posisi dilihat dari acuannya yaitu tulang ekor. Contohnya posisi pada presentasi sungsang bisa menghadap depan tulang ekor atau menghadap belakang tulang ekor. Kebanyakan janin pada akhir masa kehamilan menunjukkan posisi presentasi kepala (kepala di posisi terbawah).

Cara Membedakan Kepala dan Bokong Janin

Jika Mama merasakan ada sesuatu berbentuk bulat dan keras, maka bisa dipastikan bahwa itulah kepala bayi. Sebaiknya perabaan ini dilakukan saat tidak kontraksi.

Cara membedakan kepala dan bokong janin dapat dilakukan oleh Mama sendiri dengan mudah seiring berjalannya waktu kehamilan.

Posisi kepala di bawah merupakan hasil adaptasi janin. Bagian puncak rahim lebih lapang dibandingkan dengan bagian bawah rahim. Hal ini menyebabkan bagian puncak rahim lebih cocok terisi dengan bagian janin yang berukuran lebih besar, yaitu bokong dan kaki.

Macam-macam Letak Bayi Sungsang

Ada macam-macam letak sungsang, antara lain:

  1. Sungsang murni, ketika bokong sebagai posisi terbawah dan kedua lutut dalam posisi lurus mendekati kepala.
  2. Sungsang komplit, ketika bokong sebagai posisi terbawah dan salah satu atau kedua lutut tertekuk.
  3. Sungsang sebagian, ketika salah satu atau kedua kaki berada di bawah bokong.

Jumlah kejadian sungsang menurun sesuai usia kehamilan. Pada usia kehamilan dua puluh empat minggu, posisi sungsang ditemukan pada hampir 45% kehamilan. Jumlah ini akan terus menurun hingga di bawah 5% pada usia kehamilan tiga puluh enam minggu.

Did you know?

”Ada beberapa gerakan yang bisa Mama coba untuk memutar posisi janin secara alami dari posisi sungsang ke posisi normal, seperti bersujud, berenang, melakukan pijat ringan, dan yoga. Ketahui selengkapnya di sini.“

Cara Mengubah Agar Posisi Kepala Bayi Sungsang di Bawah

Cara mengubah posisi kepala bayi agar berada di bawah bisa dilakukan dengan berbagai cara. Sehingga Mama tidak perlu panik atau khawatir terlebih dulu ya. Berikut ini terdapat cara mengubah agar posisi kepala bayi di bawah yang tepat, yaitu:

1. Gerakan sujud

Dengan melakukan gerakan sujud (menungging) secara rutin selama 5-10 menit, sebanyak 3-5 kali sehari agar posisi kepala bayi di bawah.

2. Inversi condong ke depan 

Selama 10 hingga 15 menit sebelum tidur, atau saat menonton TV, istirahatlah dalam child pose (seperti dalam yoga) atau goyangkan tangan dan lutut Mama ke depan dan belakang, jika merasa nyaman. Ini membantu mengendurkan otot panggul dan tarikan gravitasi di dalam rahim kita.

3. Posisi tidur miring

Cara agar posisi kepala bayi di bawah yang bisa dilakukan selanjutnya pun dengan melakukan posisi tidur miring. Tidur miring dengan bantal di antara lutut dan pergelangan kaki, sebagai upaya mengubah posisi bayi yang sungsang.

4. Latihan memiringkan bokong

Latihan memiringkan bokong adalah rutinitas mengangkat pinggul di atas jantung kita, menggunakan gaya gravitasi untuk memutar bayi.

5. Bantuan dokter

Metode ini hanya boleh dilakukan oleh tenaga medis, yaitu dokter spesialis kebidanan dan kandungan di fasilitas kesehatan yang memiliki fasilitas lengkap.

Penyebab Posisi Janin Sungsang

Ada beberapa keadaan yang dapat menyebabkan posisi janin menjadi sungsang, seperti cairan ketuban yang terlalu banyak atau terlalu sedikit, janin lebih dari satu (janin kembar dua atau lebih), hidrocephalus (kepala membesar karena ada bendungan cairan otak), anencephalus (tidak terbentuk otak) dan riwayat sungsang pada persalinan sebelumnya.

Presentasi sungsang terjadi karena ada gangguan pada gerakan putar janin dalam rahim. Misalkan akibat ukuran janin yang sudah cukup besar atau dapat pula terjadi karena proses persalinan sebelum waktunya; saat janin belum sempat berputar. Kelainan bentuk rahim juga dapat memengaruhi posisi janin.

Cara Mengetahui Posisi Janin

Bila janin berada dalam posisi sungsang, maka dapat dipertimbangkan untuk melakukan versi luar. Tindakan ini dilakukan dengan memijat perut Mama dengan teknik tertentu, sehingga perlahan-lahan merubah posisi janin.

Versi luar hanya dilakukan bila usia kehamilan telah mencapai 36 minggu, karena setelah usia kehamilan demikian, kemungkinan janin berputar sendiri terbilang kecil, yakni 1:20.

Bila tidak ada penyulit (misalkan panggul Mama sempit dan plasenta menutupi jalan lahir), maka tindakan ini dapat dilakukan dengan penuh kehati-hatian untuk menghindari komplikasi yang mungkin dapat terjadi.

Sebelumnya harus dipastikan ada monitor denyut jantung janin dan tersedia akses segera untuk operasi Caesar bila sewaktu-waktu terjadi komplikasi. Teknik ini oleh sebagian ahli masih dinilai kontroversial karena mengandung risiko yang dapat sangat membahayakan.

Jika hingga akhir kehamilan posisi janin tetap sungsang, maka Mama dapat mendiskusikan rencana cara persalinan dengan dokter spesialis kandungan. Perlu diketahui bahwa posisi sungsang bukan berarti mutlak harus operasi Caesar.

Proses persalinan normal dapat dilakukan pada kondisi tanpa penyulit. Tentunya diperlukan keahlian khusus dalam proses persalinan normal ini. Keputusan akhir mengenai cara persalinan sepenuhnya berada di pihak Mama.

Sebagaimana operasi Caesar yang memiliki risiko, proses persalinan normal terhadap bayi sungsang juga memiliki risiko, seperti gangguan nafas (asfiksia), pendarahan otak, patah dan salah posisi (dislokasi) tulang dan memar pada bagian kelamin bayi. Selalu konsultasikan dengan dokter mengenai kehamilan Mama.

Review Expert: dr. Jimmy Panji W, Sp.OG

Persiapkan kelahiran si Kecil dengan mengetahui metode kelahiran yang tepat termasuk besar potensi Mama melahirkan Caesar hanya dalam 2 menit! Ambil tes sekarang.

Nutriclub akan membantu Mama memantau faktor risiko persalinan prematur melalui Preterm Risk Sceener berdasarkan hasil penelitian expert. Yuk, identifikasi faktor risiko persalinan prematur pada Mama dengan tool Nutriclub.

Mama juga harus cerdas menyikapi mitos kehamilan bersama Lactamil Expert.

  • DeCherney A. Current diagnosis and treatment: obstetics and gynecology. 10Th ed. New York: McGraw-Hill Medical; 2006.
  • Cunningham F, Williams J. Williams obstetrics. 23rd ed. New York: McGraw-Hill Medical; 2010.
  • Stables D, Rankin J, Stables D. Physiology in childbearing. 3rd ed. Edinburgh: Baillière Tindall; 2010.
  • Dewhurst J, Edmonds D. Dewhurst's textbook of obstetrics & gynaecology. 8Th ed. Chichester, U.K.: Wiley-Blackwell; 2012.
  • James D. High risk pregnancy. 4Th ed. Philadelphia, PA: Saunders/Elsevier; 2011.
comment-icon comment-icon