Kenali Masalah Keseimbangan Tubuh Balita - Nutriclub

Riwayat Pencarian

Pencarian Populer

Stimulasi

Kenali Masalah Keseimbangan Tubuh Balita

Keseimbangan merupakan salah satu hal penting dalam tumbuh kembang balita.

Pada usia balita, aktivitasnya semakin meningkat, ini artinya tantangan bagi balita untuk memiliki keseimbangan tubuh yang baik pun meningkat.

Keseimbangan merupakan gabungan antara panca indera dengan koordinasi tubuh. Telinga, mata, otot dan persendian si Kecil bekerja sama untuk membuat gerak tubuhnya seimbang. Bila terjadi gangguan pada salah satu unsur di atas, maka fungsi keseimbangan akan terganggu, si Kecil akan mengalami kesulitan untuk melakukan hal sederhana seperti berjalan, mengendarai sepeda, juga bermain. 

Terganggunya fungsi keseimbangan tubuh si Kecil bisa mempengaruhi prestasi si Kecil di sekolah. Gangguan keseimbangan bisa dibilang jarang terjadi pada balita, namun dalam beberapa kasus gangguan keseimbangan seringkali didiagnosa sebagai gejala penyakit yang lain. Maka Ibu perlu ketahui lebih mendalam soal gangguan keseimbangan tubuh si Kecil agar ia bisa belajar sekaligus bermain dan kelak bisa memiliki kualitas hidup terbaik. 

Did you know?

"Perkembangan anak perlu didukung agar seimbang antara motorik, kognitif, emosional, serta sosial."

dr. Marissa, SpA

Cara Kerja Keseimbangan

Untuk memahami gangguan keseimbangan, penting untuk Ibu mengetahui bagaimana cara kerja keseimbangan normal. Pada dasarnya, tubuh bergantung pada sistem yang berbeda, setiap bagian tubuh akan mengirimkan sinyal dari saraf ke otak:

  • Di leher, torso, lutut dan kaki terdapat sensor tekan yang mengirim informasi ke otak atau disebut sebagai proprioception. Pesan dikirim saat kita melakukan kegiatan seperti menoleh atau berjalan.
  • Telinga berperan penting pada keseimbangan tubuh. Di bagian telinga belakang terdapat kanal setengah lingkaran yang memengaruhi keseimbangan, saat bergerak telinga mengirimkan sinyal ke otak, kemudian otak mengirim perintah ke otot untuk menjaga keseimbangan dan supaya mata tetap fokus.
  • Saat ada sinar yang masuk ke retina mata, maka sel-selnya akan mengirimkan sinyal ke otak melalui saraf optik. Otak menggunakan sinyal ini untuk mengartikan apa yang kita lihat dan membuat visualisasinya. Mata juga mengartikan seberapa jauh suatu objek dan ini sangat penting dalam menjaga keseimbangan.

Gejala Gangguan Keseimbangan Si Kecil

Berikut ini adalah gejala gangguan keseimbangan si Kecil, antara lain:

  • Gerak mata sulit dikendalikan (disebut Nystagmus)
  • Kesulitan melihat cahaya atau sinar matahari langsung, sulit navigasi di dalam gelap
  • Kesulitan pada situasi dengan visual yang 'sibuk' (seperti melihat pola, kerumunan, kemacetan)
  • Sering menjatuhkan atau menabrak barang-barang
  • Sering merasakan sakit kepala atau migrain
  • Kelelahan
  • Ketakutan, panik dandepresi

Penyebab Gangguan Keseimbangan Si Kecil

Gangguan keseimbangan bisa disebabkan oleh beberapa hal, seperti di bawah ini:

  • Pernah mengalami trauma akibat benturan di bagian telinga, kepala dan leher.
  • Ototoksik (saat beberapa pengobatan, termasuk mengonsumsi antibiotik tertentu dan obat-obatan kemoterapi merusak bagian dalam telinga).
  • Terjadi infeksi atau radang di bagian telinga tengah, ini disebut juga sebagai otitis media.
  • Mengalami meningitis, campak maupun gondongan.

Diagnosa Gangguan Keseimbangan

Jika menurut Ibu si Kecil mengalami gangguan pada keseimbangan tubuhnya, hubungi dokter untuk pengecekan fisik. Jika si Kecil terdeteksi mengalami gangguan, maka dokter akan menyarankan Ibu melakukan tindakan lebih jauh ke audiologist (spesialis pendengaran), otolaryngologist (spesialis THT) atau neurolotologist (spesialis gangguan telinga)

 Si Kecil mungkin akan menjalani beberapa tes seperti di bawah ini: 

  • Tes citra, seperti MRI atau CT scan
  • Tesfungsi motorik
  • Tes perilaku pendengaran
  • Tes emisi otoakustik
  • Tes electronystagmogram
  • Tes videonystagmography

Perawatan untuk Atasi Gangguan Keseimbangan

Gangguan keseimbangan yang disebabkan oleh paroxysmal torticollis juga neuronitis vestibularis biasanya akan sembuh dengan sendirinya, saat si Kecil sudah menginjak usia lima tahun.

Namun ada beberapa langkah medis yang bisa diambil, seperti konsumsi obat yang dianjurkan dokter dan langkah pembedahan. Selain itu, terapi keseimbangan dengan didampingi oleh terapis vestibular juga dapat mempercepat proses penyembuhan gangguan keseimbangan.

Penting diingat, Ibu bisa periksakan si Kecil ke dokter bila ia secara rutin dan terpola mengalami gejala-gejala gangguan keseimbangan di atas. Mendiagnosa dan melakukan tahap penyembuhan dari gangguan keseimbangan akan membantu si Kecil untuk tumbuh normal dan memiliki tubuh yang terkordinasi dengan baik.

Cegah masalah kesehatan di masa perkembangan si Kecil dengan mengoptimalkan asupan gizinya di sini.

- Benner, G. J. et al. Journal of Behavior Assessment and Intervention in Children, 2010: 1; 85-100.

- Axelrad, M. E. et al. Journal of Clinical Psychology in Medical Settings, 2009:16; 263-269.