Jaga Kesehatan Pencernaan Balita - Nutriclub

Riwayat Pencarian

Pencarian Populer

Kesehatan

Jaga Kesehatan Pencernaan Balita

Jika Ibu berpikir bagaimana cara untuk menjaga kesehatan pencernaan si Kecil baik untuk sekarang hingga di masa depan, Ibu bisa mulai dengan menerapkan gaya hidup yang sehat untuk si Kecil.

Si Kecil akan mengalami beberapa masalah umum pada pencernaannya jika Ibu tidak menjaga kesehatan pencernaan si Kecil.

Ada cara mudah untuk membuat sistem pencernaan si Kecil selalu sehat, yakni dengan serat, cairan dan berolahraga. Seperti apa yang dipaparkan oleh Tim Ahli Nutricia di bawah ini.

Penuhi Kebutuhan Serat Si Kecil

Angka Kecukupan Gizi (AKG) Indonesia 2014, merekomendasikan balita yang berusia 1-3 tahun, mendapatkan asupan serat sebanyak 16 gram per hari.

Ada banyak sekali manfaat serat bagi kesehatan pencernaan si Kecil, antara lain:

  • Mencegah konstipasi
  • Mengurangi risiko terjadinya penyakit pada pencernaan seperti divertikula
  • Mencegah terjadinya masalah gangguan usus
  • Membantu mengurang berat badan pada anak yang mengalami obesitas
  • Mengurangi risiko terbentuknya batu ginjal

Did you know?

”Bahan makanan sumber energi seperti karbohidrat, protein, lemak, serta vitamin, mineral, dan serat wajib dikonsumsi si Kecil setiap hari. Ketahui selengkapnya di sini.“

LIHAT LENGKAP

Beberapa makanan kaya serat di bawah ini biasanya disukai oleh anak-anak,antara lain:

  • Apel dan pir yang dikonsumsi dengan kulitnya
  • Segala jenis kacang-kacangan
  • Sereal yang kaya akan serat
  • Roti gandum
  • Kentang rebus
  • Segala jenis buah beri       

Makanan yang harus dihindari jika si Kecil memiliki kencederungan untuk mengalami konstipasi, hindari beberapa makanan ini:

  • Sereal beras untuk bayi. Ini bukanlah asupan yang diperlukan si Kecil untuk makanan padat pertamanya, jadi jika si Kecil mengalami konstipasi, Ibu bisa mengganti sereal beras dengan puree buah atau sayuran.
  • Hindari makanan yang berwarna putih. Seperti gula, beras dan roti yang warnanya putih.
  • Keju dan produk susu olahan
  • Multivitamin juga bisa menyebabkan konstipasi pada beberapa anak.

 

Si Kecil Perlu Cairan

Selain fokus untuk memberikan si Kecil asupan serat yang seimbang, Ibu juga perlu memenuhi kebutuhan cairan tubuh si Kecil.

Saat Ibu memberikan si Kecil banyak serat namun tidak banyak memberikan cairan yang cukup, ini seperti menempelkan lem pada usus si Kecil. Hal tersebut bisa membahayakan kesehatan pencernaannya. Berikan si Kecil air mineral, susu atau smoothies buah.

Bila si Kecil tinggal di daerah yang cuacanya panas, mungkin si Kecil akan suka sekali bermain di luar rumah, namun ingat tubuhnya akan mengeluarkan banyak keringat dan ini artinya ia membutuhkan lebih banyak cairan. Untuk mencegah dehidrasi, si Kecil harus mendapatkan asupan cairan yang paling banyak dari air mineral.

Waktunya Berolah Raga

Olahraga sangat baik bagi kesehatan jantung Ibu dan si Kecil, juga bermanfaat bagi kesehatan paru-paru dan menjaga kesehatan sistem imun. Maka untuk menyempurnakan usaha Ibu dalam menjaga kesehatan sistem pencernaan si Kecil, ajak dia untuk melakukan aktivitas fisik yang sesuai dengan usianya.

Setiap aktivitas olahraga akan menstimulasi aktivitas di dalam sistem pencernaan dan membuatnya bisa mencerna makanan dengan lebih baik.

Jika si Kecil memiliki masalah buang air besar, jangan berikan ia tekanan atau paksaan. Kadang si Kecil sulit untuk buang air besar karena ia takut terhadap toilet training, atau ia merasakan sakit saat buang air besar dan membuatnya sedikit takut.

Sangat penting bagi si Kecil yang masih berada pada tahaptoilet traininguntuk tidak dipaksakan bisa atau diberikan tekanan yang besar, karena ini akan membuatnya gugup dan takut. Bicara kepada si Kecil dan bantu ia untuk tenang ketika sedang buang air besar dan konsultasikan kondisi si Kecil kepada dokter. Berikan si Kecil asupan nutrisi terbaik untuk menjaga kesehatan pencernaannya, informasi lengkapnya di sini.

Source:

- Ferry, GD. Journal of Pediatric Gastroenterology and Nutrition, 2004; 50(2): 230-233.

- Crockett SD, et al. Am J Gastroenterology, 2009;104:1097-1105.

facebook-logo twitter-logo