Istilah dalam USG kehamilan ada GA (usia kehamilan), GS (kantung kehamilan), BPD (diameter kepala), CRL (panjang janin), AC (lingkar perut), dan FL (panjang tulang paha). Semua istilah ini digunakan untuk memantau pertumbuhan janin serta memperkirakan waktu persalinan (EDD). Pemeriksaan USG juga mencakup detak jantung janin (FHR) dan estimasi berat janin (EFW) untuk memastikan kondisi kehamilan tetap optimal.
Mengapa Penting Memahami Istilah dalam USG?
Memahami istilah-istilah dalam hasil USG akan membantu Mama merasa lebih tenang saat membaca hasil pemeriksaan. Pengetahuan ini juga dapat mengurangi kecemasan karena Mama tahu apa yang sedang dipantau dokter.
Dengan memahami hasil USG, Mama bisa lebih aktif berdiskusi dan mengajukan pertanyaan yang tepat. Hal ini membuat Mama lebih terlibat dalam pengambilan keputusan penting selama kehamilan.
Selain itu, kemampuan membaca hasil USG membantu Mama dan Papa memahami pertumbuhan serta kesehatan janin. Jika ada perubahan yang tidak biasa, kondisi tersebut bisa dikenali lebih dini untuk penanganan cepat.
Cara Membaca Hasil USG Kehamilan Secara Umum
Sebelum mengenali istilah-istilah USG yang lebih spesifik, ada beberapa data umum yang umumnya tertera di hasil USG kehamilan. Berikut data-data yang biasanya tertera di hasil USG kehamilan:
- Identitas ibu. Berisi nama serta usia untuk memastikan hasil USG sesuai dengan pasien yang diperiksa.
- Tanggal pemeriksaan. Menunjukkan kapan USG dilakukan guna membandingkan perkembangan janin dari waktu ke waktu.
- Usia kehamilan. Perkiraan usia janin berdasarkan HPHT atau hasil pengukuran USG.
- Data pengukuran janin. Berisi ukuran tubuh janin seperti panjang tulang paha, lingkar kepala, atau perkiraan berat janin untuk menilai apakah pertumbuhannya sesuai usia kehamilan.
Baca Juga: 6 Manfaat Vitamin B6 untuk Ibu Hamil dan Sumber Makanannya
Arti Angka dan Satuan pada Hasil USG
Angka pada hasil USG menunjukkan ukuran bagian tubuh janin yang diukur dalam satuan sentimeter (cm) atau milimeter (mm), seperti lingkar kepala, lingkar perut, panjang tulang paha, dan diameter kepala.
Hasil USG juga menampilkan persentil untuk membandingkan ukuran janin dengan janin lain pada usia kehamilan yang sama. Nilai acuan umumnya adalah persentil 50 sebagai rata-rata.
Jika hasil USG menunjukkan persentil 75, artinya ukuran janin lebih besar dari rata-rata tapi masih normal. Dokter akan waspada bila ukuran berada di bawah persentil 10 atau di atas persentil 90.
Hal yang perlu Mama pahami, angka pada USG adalah perkiraan berdasarkan pengukuran, bukan ukuran pasti. Hasil bisa sedikit berbeda tergantung posisi janin dan alat yang digunakan.
Daftar Istilah dalam USG Kehamilan dan Artinya
Hasil USG kehamilan berisi berbagai istilah dan singkatan untuk menilai kondisi serta perkembangan janin. Berikut daftar istilah dalam USG yang perlu Mama ketahui artinya:
Istilah Terkait Usia dan Waktu Kehamilan
Berikut istilah dalam USG terkait usia dan waktu kehamilan:
- LMP (last menstrual period): hari pertama haid terakhir (HPHT) atau tanggal dimulainya menstruasi terakhir sebelum hamil.
- GA (gestational age): usia kehamilan.
- AUA (average ultrasound age): usia kehamilan berdasarkan USG.
- EDD (estimated due date): perkiraan tanggal kelahiran yang dihitung dari tanggal menstruasi terakhir atau dari pengukuran USG.
Istilah Ukuran dan Panjang Janin dalam USG
Berikut istilah dalam USG terkait ukuran dan panjang janin:
- CRL (crown rump length): panjang janin dalam USG yang diukur dari kepala sampai ke bokong.
- FL (femur length): panjang tulang paha.
- BPD (biparietal diameter): lebar kepala janin.
- HC (head circumference): lingkar kepala janin.
- AC (abdominal circumference): lingkar perut janin.
Istilah Berat dan Pertumbuhan Janin
Singkatan istilah dalam USG terkait pertumbuhan janin yakni:
- EFW (estimated fetal weight): perkiraan berat janin.
- Percentile: ukuran yang menunjukkan posisi pertumbuhan janin dibandingkan standar pertumbuhan janin dengan usia kehamilan yang sama.
Istilah Kondisi dan Posisi Janin
Singkatan istilah dalam USG terkait kondisi dan posisi janin yakni:
- Presentation: posisi janin di dalam kandungan, seperti kepala berada di bawah (posisi normal) atau bokong, bahu, maupun wajah yang di bawah (sungsang).
- Lie: arah posisi tubuh janin di dalam rahim.
- Longitudinal Lie: Posisi tulang belakang bayi sejajar dengan tulang belakang ibu. Posisi ini mencakup Cephalic/Vertex (kepala di bawah, posisi ideal) dan Breech (kepala di atas).
- Transverse Lie: Janin berada dalam posisi melintang secara horizontal di dalam rahim.
- Oblique Lie: Janin berada dalam posisi miring atau diagonal di dalam rahim.
- Placenta anterior/posterior: letak plasenta di dalam rahim apakah berada di bagian depan (anterior) atau belakang (posterior) rahim.
- AFI (amniotic fluid index): jumlah air ketuban.
Baca Juga: Cara Menentukan Hari Perkiraan Lahir (HPL) dan Tanda Lahiran
Istilah Detak Jantung dan Aktivitas Janin
Berikut istilah dalam USG terkait aktivitas janin di dalam kandungan:
- FHR (fetal heart rate): denyut jantung janin sebagai indikator penting kesehatan dan kesejahteraan janin. Normalnya, FHR berkisar 120–160 kali per menit (bpm) yang dipantau melalui USG atau alat fetal Doppler.
FM (fetal movement): gerakan janin. Catatan "FM terasa" atau “FMF” (fetal movement felt) pada hasil USG menunjukkan bayi aktif bergerak.
Contoh Cara Membaca Hasil USG
Hasil USG tidak selalu 100% akurat karena dipengaruhi beberapa faktor.
Posisi janin yang sulit, perbedaan alat USG, keterampilan dan pengalaman pemeriksa, serta kondisi tubuh ibu (body mass index/BMI) dapat membuat hasil pengukuran sedikit berbeda.
Selain itu, angka pada USG memiliki rentang toleransi medis, sehingga selisih kecil masih dianggap normal.
Jadi, dokter spesialis obstetri dan ginekologi akan menilai hasil USG secara keseluruhan dan tidak berdasarkan satu angka saja.
Kapan Harus Khawatir dengan Hasil USG?
Hasil USG memberikan gambaran perkiraan tentang pertumbuhan dan kondisi janin di dalam kandungan. Namun, Mama dan Papa perlu waspada bila USG menunjukkan hasil berikut:
- Ukuran janin jauh di bawah atau di atas persentil normal. Misalnya berada di bawah persentil 10 atau di atas persentil 90 yang menandakan pertumbuhan janin terlalu lambat atau terlalu cepat.
- Nilai AFI terlalu rendah atau terlalu tinggi menunjukkan jumlah air ketuban di dalam kandungan tidak berada dalam kadar normal.
- Detak jantung janin tidak normal pertanda adanya gangguan yang perlu segera dievaluasi.
Posisi janin tidak normal mendekati waktu persalinan, seperti posisi sungsang atau melintang pada trimester akhir.
Tips agar Tidak Salah Menafsirkan Hasil USG
Terapkan tips berikut agar Mama tetap tenang dan tidak salah memahami hasil pemeriksaan USG:
- Jangan membandingkan hasil USG antar ibu karena setiap kehamilan memiliki kondisi dan pola pertumbuhan yang berbeda.
- Fokus pada tren pertumbuhan janin, bukan hanya satu angka hasil USG.
- Selalu diskusikan hasil USG dengan dokter agar mendapatkan penjelasan yang sesuai dengan kondisi kehamilan.
Semoga artikel ini dapat membantu Mama memahami berbagai istilah dalam hasil USG kehamilan dengan lebih baik dan tenang, ya!
Download E-Book Persiapan Melahirkan Caesar untuk membantu Mama mempersiapkan persalinan dengan lebih tenang dan percaya diri. Dapatkan panduan lengkap seputar persiapan kelahiran, masa pemulihan, serta rekomendasi nutrisi terbaik untuk mendukung kesehatan Mama dan tumbuh kembang si Kecil. Gratis!
Gabung jadi member Nutriclub untuk dapatkan ratusan expert-verified parenting content yang terkurasi sesuai usia si Kecil, akses ke call center yang terhubung langsung dengan ahli seputar nutrisi dan tumbuh kembang anak, serta beragam exclusive rewards khusus untuk Mama dan si Kecil dari setiap pembelian produk Nutrilon. Daftar gratis, sekarang!
