Loading...

Riwayat Pencarian

Pencarian Populer

Cara menjadi ibu yang baik
Untuk Mama

9 Cara Menjadi Ibu yang Baik dan Penyabar

Article Oleh : Ajeng Quamila 12 Juni 2024

Menjalani peran sebagai seorang ibu tidak pernah mudah. Apalagi jika sudah urusan anak, pastinya Mama ingin memberi segala yang terbaik bahkan jika harus mengeluarkan effort lebih. 

Namun ketika Mama sudah merencanakan segala hal dari A-Z sesempurna mungkin agar si Kecil bisa terus Menang di Setiap Langkahnya, seringkali ada hal yang mungkin tidak sesuai dengan harapan. 

Si Kecil lebih membutuhkan Mama yang sehat dan bahagia lahir batin, bukan sosok Mama yang sempurna. Jadi alih-alih bersikeras mencari cara menjadi sosok ibu sempurna, lebih baik belajarlah cara menjadi ibu yang baik. Yuk, simak tipsnya di bawah ini!

Cara Menjadi Ibu yang Baik dan Penyabar

Di dunia ini tidak ada buku panduan tentang bagaimana cara menjadi ibu yang sempurna. Menjadi ibu yang baik lebih mengacu pada growth mindset Mama untuk terus membekali diri dan mengembangkan kapasitas diri sebagai orang tua agar bisa terus Menang di Setiap Langkah.

Lalu, bagaimana cara menjadi ibu yang baik dan sabar?

1. Dukung Minat dan Bakat Anak

Setiap anak mempunyai karakter, minat dan hobi, serta bakat yang berbeda-beda.

Sebagai ibu yang baik, langkah paling tepat untuk Mama mendukung si Kecil menang adalah membantunya mewujudkan impian dan tujuan mereka. Dukung si Kecil mengembangkan minat apa pun yang ia miliki terhadap keterampilan dan hobi tertentu.

Dukung mereka dan beri tahu mereka bahwa Mama bangga dengan usaha mereka, meski mereka menunjukkan minat pada hal-hal yang menurut Mama “tidak menguntungkan bagi masa depannya.” Misalnya si Kecil suka bermain di luar, tapi Mama sebetulnya ingin si Kecil mulai les balet dan belajar bahasa Mandarin.

Sebagai orang tua, Mama mungkin memiliki visi dan misi tertentu untuk masa depan si Kecil. Namun jika si Kecil memiliki minat dan tujuan yang berbeda dari rencana Mama, jangan biarkan hal ini membuat Mama patah semangat. 

2. Jadi Cheerleader untuk si Kecil

Jika si Kecil sewaktu-waktu menghadapi kesulitan atau kegagalan, terus dampingi si Kecil dan semangati mereka. Bantu si Kecil memahami bahwa kegagalan adalah bagian biasa dari kehidupan dan tidak mendefinisikan ia sebagai manusia.

Anak yang dibesarkan oleh Mama suportif dan penyemangat akan mampu belajar dari kegagalan dan mau mencoba lagi tanpa penyesalan. Ini adalah sifat yang akan mereka bawa seiring mereka bertumbuh dewasa.

Si Kecil yang tumbuh besar dalam rumah yang suportif juga akan suka memberi semangat dan mendukung orang lain di sekitarnya.

3. Belajar dari Ahlinya

Mama bukan orang pertama dan satu-satunya yang menjadi seorang ibu. Di sekitar Mama ada banyak sekali orang yang sudah pernah atau sedang menjalani peran yang sama dengan Mama sebagai seorang ibu.

Belajarlah cara menjadi ibu yang baik dan sabar dari pengalaman sesama ibu-ibu. Amati bagaimana gaya parenting mereka memengaruhi pembentukan karakter dan perilaku anak-anak mereka.

Hal ini bisa menjadi pembelajaran yang sangat berharga bagi Mama. Jika masih merasa bingung atau kewalahan, tidak usah segan apalagi malu untuk berkonsultasi pada pakar tumbuh kembang anak yang lebih berpengalaman.

Alternatif lainnya, Mama juga bisa mengikuti berbagai webinar dari para pakar mengenai cara mengasuh anak atau dengan membaca berbagai artikel parenting yang tervalidasi expert seperti yang ada di Nutriclub.

Dengan jadi member di Nutriclub, Mama berkesempatan mendapatkan akses ke berbagai konten edukatif yang eksklusif seputar pola asuh dan panduan tumbuh kembang si Kecil!

Baca Juga: 7 Tips Mengelola Waktu bagi Mama Baru

4. Jangan Terlalu Kaku

Hasrat menjadi seorang ibu yang sempurna mungkin berakar dari karakter Mama yang ambisius dan perfeksionis, alias ingin semuanya berjalan sempurna. Padahal, menjadi ibu yang sabar merawat anak adalah sebuah proses trial and error yang berlangsung sepanjang hidup Mama.

Maka dalam prosesnya, bersikaplah baik dan lembut pada diri sendiri. Mama juga perlu belajar bersikap fleksibel untuk mengimbangi tingkah dan polah anak. Sikap kaku Mama justru akan membuat si Kecil merasa terkungkung sehingga ia tidak bisa berkembang optimal sebagaimana mestinya.

Jadi ketika segalanya tampak kacau di luar kendali, penting untuk memiliki selera humor yang baik agar Mama bisa melihat dunia dari sudut pandang yang berbeda. Melihat sisi lucu dari suatu hal dapat mengubah situasi menjadi tidak terlalu menegangkan dan lebih mudah dikelola.

5. Sayangi Diri Sendiri

Menjadi Mama yang bisa terus bahagia dan Menang di Setiap Langkah adalah hal yang paling dibutuhkan oleh keluarga dan si Kecil. Jadi, apapun yang orang lain katakan, tetaplah fokus pada diri Mama sendiri.

Jadi jika belakangan Mama mulai sering jatuh sakit atau lebih gampang stres, ini sudah saatnya Mama meluangkan waktu untuk merawat kesehatan mental dan fisik diri sendiri. 

Memiliki kehidupan pribadi dan koneksi dengan teman, minat, dan aktivitas yang terpisah dari anak sangat penting agar Mama bisa menjalani peran sebagai ibu yang baik. Ingat, ibu yang sehat lahir batin berarti anak juga tumbuh sehat dan terawat secara lahir batin.

Setiap kali ada waktu luang, cobalah gunakan waktu berharga itu untuk istirahat barang tidur siang 10-30 menit atau melakukan aktivitas dan hobi yang Mama sukai sebelum punya anak.

Misalnya, booking janji spa, pergi nonton bioskop, atau sekadar berkumpul di kafe dengan teman-teman lama tanpa membawa anak. Sempatkan juga berolahraga sesekali, misalnya dengan yoga atau pilates.

Selama Mama melakukan me time, si Kecil bisa bermain bersama Papa atau dititipkan ke orang tua atau mertua.

Baca Juga: 7 Tips Mengelola Waktu bagi Mama Baru

6. Jangan Gengsi untuk Minta Maaf

Menjadi ibu yang baik dan penyabar artinya Mama mampu menunjukkan perasaan Mama dengan jujur. Sebab, memberi teladan tentang bagaimana caranya mengungkapkan perasaan itu adalah pelajaran penting bagi anak.

Ketika Mama bergulat dengan suatu emosi, misalnya mengalami hari yang buruk, akui perasaan itu jika memang memengaruhi perilaku Mama. Tapi, jangan lupa juga untuk meminta maaf pada si Kecil apabila ia tidak sengaja kena imbas dari “emosi” Mama.

Misalnya, berkata pada si Kecil “Maafin Mama, ya, Nak, karena tadi Adik Mama marahin tiba-tiba. Mama bukan marah ke Adik kok, Mama hanya sedang kesal karena tadi pekerjaan Mama nggak sengaja kehapus di laptop.. 

Karena ia belum sepenuhnya mengerti tentang situasi dan kondisi di sekitarnya, anak-anak sering kali berasumsi bahwa itu adalah kesalahan mereka. Jadi dialog dan interaksi seperti ini tidak hanya membantu mencontohkan pengelolaan emosi yang sehat, tapi juga memungkinkan anak memahami bahwa perilaku dan perasaan Mama bukanlah akibat dari perbuatannya. 

7. Luangkan Waktu dengan Anak

Bukan hadiah mahal atau perayaan ulang tahun besar-besaran yang akan membuat anak bahagia. Coba lihat segalanya dari sudut pandang si Kecil. Ia sebenarnya tidak peduli dengan seberapa sempurna Mama melakukan sesuatu untuk mereka. 

Di usia ini anak-anak mungkin belum memahami nilai dari harga yang mahal, tapi mereka tahu bagaimana caranya menikmati hari-hari mereka sendiri dan bagaimana menemukan kegembiraan dalam hal-hal kecil. 

Si Kecil justru lebih mendambakan cinta dan perhatian Mama. Kehadiran dan kehangatan Mama adalah yang paling si Kecil butuhkan saat ini dan akan terus ingat selama bertahun-tahun yang akan datang.

Jadi, cobalah sering-sering luangkan waktu bersama untuk menciptakan kenangan indah yang akan diingat si Kecil selamanya. Jadikan ini prioritas setiap hari. Bahkan aktivitas sesederhana mengajak si Kecil pergi ke tempat wisata edukasi biota laut dan taman margasatwa pun bisa jadi kenangan indah karena Mama selalu ada di setiap langkah kemenangan si Kecil. 

8. Stop Bandingkan si Kecil dengan Anak Lain

Melihat anak tetangga yang mungkin terlihat lebih cepat mencapai milestone, misalnya sudah bisa bahasa inggris dasar sebelum preschool, mungkin jadi membuat Bunda bertanya-tanya sendiri dalam hati, “Apa yang aku lakukan belum cukup untuk si Kecil?”

Jawabannya, tidak, Ma! Jika tumbuh kembang si Kecil tidak sama dengan anak tetangga, bukan berarti keahlian Mama sebagai seorang ibu diragukan. Setiap anak adalah individu unik yang tumbuh dan berkembang dengan cara mereka sendiri. 

Cara menjadi ibu yang baik adalah dengan tidak pernah membandingkan pencapaian anak orang lain sendiri dengan anak sendiri. Karena apa yang mereka capai mungkin belum tentu sesuai dengan tujuan dan harapan Mama untuk si Kecil. Jangan pernah memaksa anak melakukan sesuatu yang tidak nyaman mereka lakukan secara terus menerus. Apalagi yang terkait dengan masa depannya.

Banggalah atas kenyataan bahwa Mama telah dan akan terus melakukan yang terbaik untuk si Kecil. Berbahagialah dan banggalah dengan apa yang sudah Mama lakukan selama ini dan semua yang telah si Kecil capai hingga detik ini atas dukungan serta kasih sayang Mama. 

9. Atur Prioritas

Baik itu saat bekerja atau mendampingi si Kecil belajar, pasti ada saja distraksi yang datang. Distraksi yang datang terus menerus bukan hanya membuat Mama jadi kurang produktif, tapi juga rentan stres. 

Sebagai cara menjadi ibu yang baik, Mama perlu melakukan beberapa hal berikut untuk mengurangi distraksi saat sedang fokus mendampingi si Kecil belajar:

  • Matikan push notification.

  • Luangkan waktu khusus untuk mengecek hal-hal terkait pekerjaan sekaligus secara berkala.

  • Aktifkan mode pesawat atau do not disturb saat Mama butuh fokus yang tinggi.

  • Manfaatkan tools manajemen waktu untuk membangun kebiasaan fokus dan disiplin terhadap waktu.

Meminta bantuan pada orang lain juga tidak akan membuat Mama terlihat lemah ataupun gagal untuk menjadi ibu yang baik, kok. Justru ini merupakan langkah tepat untuk membuat rumah tetap menjadi tempat tinggal yang sehat dan penuh cinta untuk si Kecil. 

Ingatlah bahwa tidak ada cara instan untuk menjadi ibu yang baik. Setiap hari adalah tantangan baru untuk bertumbuh bersama si Kecil. Tapi semoga dengan mengadopsi beberapa tips di atas, Mama dapat belajar menjadi orang tua yang lebih baik, ya! 

Jangan lupa daftarkan diri di Nutriclub sekarang! Karena dengan jadi member, Mama berkesempatan mendapatkan beragam hadiah eksklusif serta panduan pengasuhan anak terlengkap yang tervalidasi ahli agar bisa terus Menang di Setiap Langkah.

Pilih Artikel Sesuai Kebutuhan Mama
  1. How to be a good enough mom and let go of “perfect.” (2022, March 31). Motherly. https://www.mother.ly/parenting/how-to-be-a-good-mother/
     
  2. Lead Academy. (2022, September 20). How to be a Good Mother - Step by Step Guide. Lead Academy. https://lead-academy.org/blog/how-to-be-a-good-mother/#1_Do_not_compare_yourself_with_other_moms
     
  3. Pai, R. (2021, April 7). 21 Essential Tips To Be A Good Mother. MomJunction. https://www.momjunction.com/articles/how-to-be-a-good-mother_00723658/#how-to-be-a-good-mother-21-ways
     
  4. 9 Steps to More Effective Parenting (for Parents) - Nemours KidsHealth. (2023). Kidshealth.org. https://kidshealth.org/en/parents/nine-steps.html
Artikel Terkait