Durasi tidur balita yang ideal adalah 11–14 jam per hari. Namun, balita bisa sulit tidur karena kurang bergerak di siang hari, jadwal tidur yang berantakan, atau kondisi kamar yang kurang nyaman. Untuk membantu mereka tidur lebih mudah, buat rutinitas malam yang teratur, hindari penggunaan gadget sebelum tidur, dan pastikan kamar tenang serta nyaman. Pastikan juga anak cukup aktif di siang hari dan tidak memiliki masalah kesehatan yang mengganggu kualitas tidurnya.
Penyebab Anak Susah Tidur di Malam Hari
Balita rentan mengalami perubahan pola tidur karena perkembangan otak, emosi, dan kebiasaan hariannya. Yuk, Ma, pahami faktor penyebab balita susah tidur:
1. Jam Tidur Tidak Teratur
Anak butuh pola tidur yang sama setiap hari agar tubuhnya tahu kapan harus rileks dan mengantuk. Jadwal tidur yang teratur membantu anak tidur lebih cepat dan lama.
Ketika jam tidur sering berubah, si Kecil bisa mengalami kesulitan menenangkan diri sebelum tidur. Akhirnya ia butuh waktu lebih lama untuk bisa benar-benar tertidur.
2. Overstimulasi Sebelum Tidur
Terlalu aktif bermain, suara bising, atau screen time sebelum tidur dapat membuat otak anak tetap terjaga.
Saat otaknya masih terlalu aktif, anak akan sulit fokus menenangkan diri dan menjadi lebih gelisah saat dibaringkan.
Inilah mengapa overstimulasi bisa menjadi penyebab anak tidak bisa tidur malam hari.
3. Separation Anxiety
Di usia 1–3 tahun, sangat wajar bila anak takut berpisah dengan Mama (separation anxiety). Ia bisa menangis, memanggil terus, atau menolak tidur sendiri.
Rasa takut ditinggal membuat anak sulit merasa aman dan rileks menjelang tidur.
Kelekatan yang kuat dengan Mama membuat ia membutuhkan waktu lebih lama untuk tenang saat Mama tidak bersamanya.
4. Lingkungan Tidur Tidak Nyaman
Balita susah tidur bisa jadi karena lingkungan kamar yang tidak nyaman, Ma. Misalnya kamar yang terlalu terang, panas, atau berisik serta kasur yang terlalu empuk atau terlalu keras.
Bukan cuma tak bisa tidur, lingkungan yang tidak nyaman pun bisa menjadi penyebab anak tidur gelisah di malam hari, hingga ia sering terbangun dan sulit tidur kembali.
5. Pola Tidur Tidak Konsisten
Durasi tidur siang yang terlalu panjang atau terlalu sore membuat anak tidak mengantuk saat malam tiba. Ini karena tubuhnya masih memiliki energi sehingga sulit rileks untuk tidur malam.
Jika pola ini berulang, jadwal tidur anak di malam hari bisa jadi mundur terus hingga akhirnya anak susah tidur malam secara konsisten.
Baca Juga: Apa Saja yang Harus Diajarkan pada Anak di Usia 1 Tahun?
6. Lapar atau Kembung Sebelum Tidur
Pastikan anak sudah makan sebelum tidur, Ma. Sebab, perut lapar bisa membuat ia tidak nyaman, sehingga jadi penyebab anak susah tidur malam.
Namun, jangan sampai anak makan terlalu dekat dengan waktu tidur, ya. Makan terlalu mepet jam tidur membuat perut terasa penuh dan kembung, sehingga ia gelisah dan sering terbangun.
7. Sedang Mengalami Growth Spurt
Ketika memasuki masa growth spurt (percepatan pertumbuhan), anak cenderung lebih rewel, cepat lapar, dan akhirnya sering terbangun di malam hari.
Growth spurt tidak hanya terjadi pada bayi, tetapi juga saat berusia 12 bulan, 18 bulan, hingga 2 tahun, sehingga sering jadi penyebab balita susah tidur.
8. Masalah Kesehatan
Pilek, batuk, alergi, GERD, refluks, infeksi telinga, hingga cacingan bisa membuat anak sulit tidur malam.
Misalnya, infeksi telinga (otitis media) dapat menyebabkan rasa nyeri saat berbaring. Saat tubuhnya tidak nyaman, tidur anak otomatis menjadi lebih singkat dan tidak berkualitas.
9. Sleep Regression
Ma, apakah si Kecil jadi sering terbangun atau menolak tidur padahal sebelumnya selalu tidur nyenyak? Bisa jadi, sleep regression yang jadi penyebab anak susah tidur malam.
Sleep regression (perubahan signifikan dalam kualitas dan kuantitas tidur) umum terjadi di usia 18–24 bulan. Kondisi ini sering terjadi saat anak mengembangkan keterampilan baru.
10. Terlalu Banyak Screen Time
Paparan gadget melebihi 1 jam per hari untuk balita (usia 1–3 tahun) bertentangan dengan rekomendasi WHO. Apalagi jika dilakukan tepat sebelum tidur.
Sebab, cahaya biru dari gadget menghambat produksi melatonin, yang membantu mengontrol pola tidur. Akibatnya, balita susah tidur, gelisah, dan sulit fokus saat hendak beristirahat.
Baca Juga: 8 Jenis Gangguan Tumbuh Kembang Anak yang Harus Diwaspadai
Cara Mengatasi Balita Susah Tidur (Terbukti Efektif)
Untuk membantu anak tidur lebih nyenyak, Mama bisa melakukan langkah-langkah sederhana yang sesuai perkembangan balita.
1. Terapkan Bedtime Routine 20–30 Menit
Rutinitas yang sama setiap sebelum tidur malam membantu tubuh si Kecil merasa rileks, aman, dan siap tidur.
Mama bisa mencoba beberapa rutinitas sebelum tidur di bawah ini selama kurang lebih 20–30 menit.
- Mandi air hangat
- Pakai piyama
- Minum susu
- Baca buku cerita
- Pelukan dan lampu yang diredupkan
2. Kurangi Screen Time Sebelum Tidur
Jangan sampai screen time menghambat waktu tidur si Kecil ya, Ma. Jadi, jauhkan segala bentuk gadget, baik itu televisi maupun smartphone, menjelang waktu tidurnya.
Sebaiknya, Mama menghentikan screen time minimal 1–2 jam sebelum tidur. Cara ini membantu tubuhnya kembali rileks dan siap memasuki waktu istirahat.
3. Ciptakan Lingkungan Tidur yang Nyaman
Balita susah tidur bisa karena suhu kamar yang terlalu panas atau dingin, atau suara bising.
Jadi, pastikan lingkungan tidur anak tenang dan nyaman ya, Ma, agar ia bisa tertidur lelap. Mama bisa siapkan lingkungan tidur dengan suasana:
- Kamar gelap atau redup
- Suhu ideal 24–26°C, tidak terlalu panas dan dingin
- Kasur empuk tapi tidak terlalu lembek
- Tidak ada suara berisik, bisa juga pakai white noise bila anak sensitif suara
4. Atur Durasi Tidur Siang
Untuk mengatasi anak susah tidur malam hari, pastikan tidur siangnya tidak terlalu lama atau terlalu sore.
Tidur siang yang terlalu panjang bisa membuat si Kecil tidak mengantuk di malam hari. Mama cukup menjaga durasinya agar seimbang dengan kebutuhan tidur malam.
Durasi ideal untuk balita adalah 1–2 jam dan sebaiknya tidak lewat dari jam 3 sore agar ritme tidur malam tidak terganggu.
5. Pastikan Anak Cukup Aktivitas Fisik
Balita yang aktif bergerak biasanya tidur lebih cepat dan lebih nyenyak. Ini karena aktivitas fisik membantu menyalurkan energi dan membuat tubuh siap beristirahat.
Menurut National Health Service (2025), balita usia 1–3 tahun setidaknya beraktivitas 3 jam sehari dalam bentuk permainan stimulasi anak ringan hingga sedang, seperti bermain bola, berlari kecil, atau outdoor play.
6. Berikan Makan Malam Bergizi
Perut terlalu kosong atau terlalu penuh bisa membuat balita susah tidur. Jadi, Mama bisa memberi makan malam bergizi dengan waktu yang cukup sebelum si Kecil tidur.
Sajikan makan malam 2–3 jam sebelum tidur dan hindari makanan berminyak, terlalu manis, serta minuman berkafein agar pencernaannya nyaman saat tidur.
Baca Juga: Berat Badan Anak 1 Tahun yang Ideal dan Cara Menaikkannya
7. Ajari Anak Tidur Mandiri Secara Bertahap
Mengajari si Kecil tidur sendiri juga bisa menjadi cara mengatasi anak susah tidur. Kemampuan tidur mandiri membuat anak lebih jarang terbangun di malam hari.
Mama bisa melatihnya secara perlahan tanpa membuat si Kecil merasa ditinggalkan.
Sebagai contoh, Mama bisa duduk di samping kasur sampai ia tertidur, lalu makin hari makin menjauh, hingga akhirnya si Kecil terbiasa tidur sendiri.
8. Lengkapi dengan Nutrisi Pendukung Tidur
Beberapa nutrisi berperan penting dalam membantu tubuh anak lebih rileks dan tidur lebih nyenyak.
Mama bisa menyajikan makanan bernutrisi seimbang setiap hari untuk mengatasi balita susah tidur, seperti:
- Omega-3, yang membantu menenangkan sistem saraf.
- Zat besi, kekurangan zat besi bisa memicu tidur gelisah dan terbangun di malam hari.
- Magnesium, yang membantu merelaksasi otot.
- Tryptophan, sebagai penghasil serotonin dan melatonin yang mengontrol pola tidur.
Asupan nutrisi tersebut bisa didapat dari makanan atau susu pertumbuhan yang mendukung tumbuh kembang optimal.
Nutrilon Royal 3 satu-satunya formula teruji klinis yang dirancang secara saintifik dengan Double Biotics FOS:GOS dan DHA EPA yang lebih tinggi, menjadikannya nutrisi optimal sebagai "The Formula to Win". Bantu dukung daya tahan tubuh dan kemampuan berpikir si Kecil demi mempersiapkannya untuk menang.
Kapan Mama Perlu Konsultasi ke Dokter?
Meskipun balita susah tidur adalah hal umum, ada kondisi tertentu yang perlu diperhatikan. Segera konsultasikan bila Mama menemukan tanda-tanda berikut:
- Anak berhenti napas sesaat ketika tidur (sleep apnea).
- Mendengkur keras setiap malam.
- Tidak tidur total selama 24 jam.
- Sangat gelisah atau berkeringat berlebihan saat tidur.
- Berat badan menurun atau anak susah makan.
- Menangis kesakitan saat bangun.
- Masalah tidur berlangsung lebih dari 2 minggu.
Dokter akan membantu menilai kondisi kesehatan anak dan memberikan rekomendasi terbaik sesuai usia dan kebutuhannya.
Gabung jadi member Nutriclub untuk dapatkan ratusan expert-verified parenting content yang terkurasi sesuai usia si Kecil, akses ke call center yang terhubung langsung dengan ahli seputar nutrisi dan tumbuh kembang anak, serta beragam exclusive rewards hanya untuk Mama dan si Kecil dari setiap pembelian produk Nutrilon. Daftar gratis, sekarang!
