Loading...
Banner Artikel Siapa Itu Generasi Alpha dan Mengapa Mereka Berbeda?
Tumbuh Kembang

Siapa Itu Generasi Alpha dan Mengapa Mereka Berbeda?

Disusun oleh: Tim Penulis

Diterbitkan: 12 Januari 2026


  • Apa Itu Generasi Alpha?
  • Ciri-Ciri Generasi Alpha
  • Perbedaan Gen Z dan Gen Alpha
  • Tantangan Generasi Alpha di Era Digital
  • Kelebihan Generasi Alpha
  • Cara Mendidik Gen Alpha agar Optimal di Era Digital
  • Contoh Kegiatan Harian yang Cocok untuk Gen Alpha
  • Potensi Masa Depan Generasi Alpha

Generasi alpha adalah kelompok generasi yang sejak lahir sudah akrab dengan teknologi digital. Cara mereka belajar, bermain, dan berinteraksi pun berbeda, penuh visual, interaktif, dan stimulasi tinggi. Memahami karakter generasi ini penting agar Mama dan Papa bisa mendampingi tumbuh kembang si Kecil dengan tepat.

Apa Itu Generasi Alpha?

Generasi Alpha adalah generasi setelah Gen Z, yaitu generasi yang tumbuh di era digital sejak dini dan sangat dekat dengan teknologi. Cara mereka belajar dan berinteraksi sosial pun sangat dipengaruhi oleh perangkat digital dan teknologi.

Gen Alpha tahun berapa? Generasi Alpha merujuk pada anak-anak yang lahir mulai tahun 2010 hingga tahun 2024. Mereka adalah generasi yang saat ini sedang berada di fase emas tumbuh kembang, dari bayi hingga usia sekolah.

Penetapan tahun 2010 didasarkan pada pesatnya perkembangan smartphone, aplikasi digital, media sosial, serta platform belajar berbasis teknologi. Perubahan ini membentuk cara berpikir, gaya belajar, dan interaksi sosial anak sejak usia sangat dini.

Ciri-Ciri Generasi Alpha

Karakteristik Gen Alpha dapat terlihat dari ciri-ciri berikut:

1. Digital Native Sejak Lahir

Generasi Alpha tumbuh sebagai digital native sejak lahir, di mana teknologi sudah menjadi bagian dari kehidupan mereka. 

Mereka terbiasa berkomunikasi lewat pesan teks, media sosial, dan platform digital, sehingga interaksi online terasa lebih nyaman dibandingkan tatap muka. 

Itulah mengapa anak Gen Alpha dikenal sangat melek teknologi, meski tetap perlu Mama dan Papa latih agar mampu berinteraksi sosial di dunia nyata.

Baca Juga: 18 Ciri Anak Pintar dan Cara Efektif Mengasah Kecerdasannya

2. Multitasking dalam Lingkungan High-Stimulation

Anak yang lahir sebagai Generasi Alpha terbiasa belajar di lingkungan yang penuh stimulasi karena dunia digital dan aktivitas hariannya berjalan berdampingan. 

Bahkan sejak kecil, anak sudah mampu fokus pada beberapa hal berbeda, seperti layar gadget, buku, dan interaksi sosial dengan lebih cepat dibanding generasi sebelumnya.

Kemampuan multitasking ini bisa Mama dan Papa lihat saat mereka belajar melalui aplikasi interaktif, video, atau permainan edukatif sambil tetap menyerap informasi. 

3. Ketergantungan Visual dan Video Learning

Karena tumbuh di lingkungan dengan teknologi yang sudah maju, Generasi Alpha cenderung lebih mudah memahami informasi melalui gambar, video, dan animasi dibandingkan teks panjang. 

Konten visual membantu mereka menangkap pesan dengan cepat dan membuat proses belajar terasa lebih menarik. Maka itu, video pembelajaran dan media visual sering menjadi pilihan utama saat anak belajar hal baru. 

Meski begitu, Mama dan Papa tetap perlu membiasakan si Kecil membaca dan diskusi secara langsung agar kemampuan berpikirnya berkembang lebih optimal.

4. Lebih Cepat Adaptasi Teknologi Baru

Pernah mengamati si Kecil yang tampak lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi? 

Ini memang karena anak yang lahir di generasi ini cenderung terbiasa belajar di lingkungan yang dinamis dan terus berubah, Ma. 

Akses informasi yang luas membuat mereka mudah mengeksplorasi hal baru dan memahami cara kerja teknologi sebagai hal yang seru dan menyenangkan. 

5. Sensitif pada Lingkungan Sosial & Emosional

Generasi Alpha cenderung lebih peka terhadap perasaan, suasana, dan respons sosial di sekitarnya. 

Paparan konten digital dan interaksi sosial sejak dini membuat mereka cepat menangkap emosi, baik dari orang terdekat maupun lingkungan sekitar.

Meski baik, tapi kemampuan ini juga membuat anak mudah terpengaruh secara emosional. Mama Papa perlu membantu anak mengenali dan mengelola emosinya agar mampu tumbuh dengan empati yang sehat.

6. Tingkat Kemandirian Tinggi

Sadarkah, Ma, kalau si Kecil terlihat cukup mandiri? Hal ini bisa karena anak terbiasa mencari informasi dan solusi sendiri, terutama melalui teknologi. 

Misalnya, mulai dari terbiasa menentukan pakaiannya sendiri sampai nantinya ia mampu memimpin tugas sekolah. 

Kebiasaan ini membuat anak lebih percaya diri dalam mengambil keputusan sederhana, seperti memilih aktivitas atau menyelesaikan tugas. 

Hal-hal sederhana ini yang sebenarnya membantu si Kecil belajar untuk menentukan pilihan dan membangun kepercayaan dirinya.

7. Preferensi Pembelajaran Interaktif

Tumbuh di dunia digital, anak Gen Alpha umumnya lebih menyukai cara belajar yang melibatkan interaksi langsung, seperti bermain sambil belajar, diskusi, atau penggunaan media digital interaktif. 

Metode ini membuat anak lebih fokus dan mudah memahami hal baru. Pembelajaran yang memancing keaktifan anak dan kemampuan bereksplorasi juga membantu menumbuhkan rasa ingin tahu dan semangat belajar sejak dini.

8. Fokus Pendek (Short Attention Span)

Paparan teknologi sejak dini membuat banyak anak Gen Alpha memiliki rentang fokus yang lebih pendek. Anak cenderung cepat bosan dan sulit bertahan lama pada satu aktivitas. 

Karena itu, anak lebih mudah fokus saat kegiatan dibuat singkat, variatif, dan melibatkan dirinya dibandingkan duduk lama di depan layar. Misalnya, menyusun puzzle, bermain peran, eksperimen sederhana, menggambar, atau permainan fisik.

Butuh keseimbangan antara penggunaan gadget dengan aktivitas fisik dan kegiatan nyata agar kemampuan konsentrasi anak berkembang semakin optimal.

Perbedaan Gen Z dan Gen Alpha

Sebelum kehadiran generasi alpha, ada Generasi Z yang tumbuh di masa peralihan dari kehidupan yang banyak mengandalkan aktivitas offline menuju era digital. 

Secara spesifiknya, berikut perbedaan Gen Z dan Gen Alpha:

Aspek

Gen Z (1997–2009)

Gen Alpha (2010–2025)

Perkembangan teknologi

Tumbuh saat internet berkembang dan smartphone mulai populer.

Lahir ketika gadget dan internet sudah berkembang baik.

Hubungan dengan teknologi

Melek digital, tetapi masih mengalami transisi.

Digital native sejak bayi.

Cara belajar

Perpaduan teks dan visual.

Dominan visual, interaktif, dan video learning.

Media sosial favorit

Instagram, Twitter.

YouTube, TikTok, ataupun platform video-first.

Kekuatan utama

Kreatif dan ekspresif.

Adaptif, cepat belajar, sangat melek teknologi.

Tantangan utama

Over-sharing di media sosial.

Screen time tinggi dan risiko overstimulasi.

Gaya komunikasi

Teks, chat,

Video pendek, emoji, voice note.

Preferensi konten

Artikel dan video panjang.

Video singkat dan konten interaktif.

Lingkungan tumbuh

Teknologi berkembang bertahap.

Teknologi sudah berkembang sejak lahir.

Perbedaan utama Gen Z dan Gen Alpha dipengaruhi oleh paparan teknologi sejak dini. Gen Z masih mengalami peralihan dari sebelum dan sesudah era smartphone, sedangkan Gen Alpha tumbuh di dunia yang sepenuhnya digital.

Tak hanya itu, pola parenting modern yang lebih terbuka terhadap teknologi serta lingkungan sekolah yang semakin digital dan interaktif membentuk cara Gen Alpha dalam belajar, berpikir, dan berinteraksi. 

Tantangan Generasi Alpha di Era Digital

Di balik keuntungan lahir di era teknologi modern, generasi ini juga punya beberapa tantangan selama masa tumbuh kembangnya, seperti:

1. Screen Time Tinggi

Screen time pada anak dapat membawa dampak positif maupun negatif, Ma. Jika berlebihan, screen time berpengaruh pada fokus, motorik, prestasi belajar, serta kemampuan bahasa si Kecil. 

Ini karena anak kurang berinteraksi dengan orang-orang di sekitarnya. Terlalu banyak menghabiskan waktu di depan gadget juga berisiko memicu masalah emosi dan sosial. 

Mulai dari menimbulkan gangguan tidur, berat badan berlebih, mudah cemas, hingga kesulitan memahami emosi dan berinteraksi dengan orang lain.

Baca Juga: 5 Faktor yang Memengaruhi Pertumbuhan dan Perkembangan Anak

2. Fokus Pendek

Sebuah studi terbaru menunjukkan bahwa terlalu banyak screen time sejak bayi dapat memengaruhi aktivitas otak dan kemampuan anak di kemudian hari. 

Contohnya, anak susah fokus serta sulit mengendalikan emosi dan perilaku saat usia sekolah. Para ahli menjelaskan bahwa otak anak sejak bayi dapat berkembang optimal melalui interaksi langsung dengan lingkungan dan orang terdekat. 

Jika terlalu sering mendapat paparan gadget, kesempatan anak untuk bermain, berinteraksi, dan belajar secara nyata bisa berkurang. 

3. Minim Aktivitas Fisik

Tahukah Mama penelitian tahun 2025 menemukan, semakin banyak waktu anak dihabiskan di depan layar, semakin berkurang pula aktivitas fisiknya? 

Ya, anak yang terlalu sering duduk menonton atau bermain gadget cenderung jarang bergerak, sehingga kemampuan motorik dan kebugaran tubuhnya bisa terhambat.

Jika kebiasaan ini berlangsung lama, anak berisiko mengalami masalah kesehatan seperti berat badan berlebih, kurang stamina, dan perkembangan fisik yang tidak optimal.

4. Overstimulasi

Menurut American Psychological Association (2025), terlalu banyak waktu di depan layar dapat memicu masalah emosi dan perilaku pada anak, seperti mudah marah, gelisah, atau sulit mengendalikan diri. 

Rangsangan digital berlebihan membuat anak cepat lelah secara emosional. Masalahnya, saat anak tidak nyaman secara emosi, mereka sering kembali mencari layar sebagai pelarian. Siklus inilah yang bisa memperparah overstimulasi. 

Kelebihan Generasi Alpha

Menjadi generasi alpha juga punya berbagai kelebihan lho, Ma. Berikut di antaranya:

1. Cepat Beradaptasi dengan Teknologi Baru

Teknologi memberi banyak manfaat bagi Generasi Alpha, terutama dalam membuka akses belajar yang lebih luas dan fleksibel. 

Sebab, anak bisa jadi cepat beradaptasi menggunakan berbagai perangkat dan aplikasi untuk belajar, termasuk bagi anak dengan kebutuhan khusus.

Namun, penggunaan teknologi tetap perlu diarahkan agar tidak berlebihan dan memberi manfaat baik untuk diri si Kecil ya, Ma.

2. Kreatif dan Imajinatif

Generasi Alpha dikenal kreatif dan imajinatif karena mampu menggunakan berbagai media, baik digital maupun non-digital. 

Mahir dalam teknologi memberi anak-anak di generasi ini banyak pilihan untuk mengekspresikan ide, mulai dari menggambar, bercerita, hingga membuat konten sederhana.

Kebebasan berekspresi ini dapat membantu anak berpikir lebih terbuka, berani mencoba hal baru, hingga belajar memecahkan masalah. 

3. Mudah Belajar Hal Baru

Penggunaan teknologi yang tepat dapat membantu Generasi Alpha lebih mudah mempelajari hal baru dan prosesnya terasa menyenangkan sesuai dengan dunianya. 

Melalui screen time yang terarah, anak bisa mengembangkan berbagai keterampilan, seperti mengedit video, menggambar digital, hingga mencoba desain atau coding sederhana.

Penggunaan teknologi juga melatih anak berpikir, merencanakan, dan berkomunikasi. Anak dapat belajar bahasa baru, bekerja sama saat bermain game, atau berinteraksi lewat video call.

4. Peka terhadap Masalah Sosial

Anak Gen Alpha cenderung lebih peka terhadap masalah sosial karena sejak dini mereka terpapar berbagai isu melalui media digital, cerita, dan konten edukatif. 

Hal ini membantu anak mengenal perbedaan, empati, dan kepedulian terhadap orang lain. Kepekaan ini membuat mereka lebih mudah memahami perasaan orang lain dan tertarik untuk membantu.

5. Potensi Tinggi dalam Future Skills

Generasi Alpha memiliki potensi besar dalam future skills karena sejak kecil sudah terbiasa dengan informasi digital dan cara belajar yang fleksibel. 

Keunggulan ini mendukung si Kecil dalam menguasai keterampilan yang dibutuhkan di masa depan, seperti berpikir kritis, kreativitas, dan pemecahan masalah.

Paparan teknologi sejak dini membuat anak dengan generasi ini lebih siap menghadapi perubahan dunia yang terus berkembang. 

Baca Juga: 20 Cara Mendidik Anak di Era Digital agar Cerdas dan Mandiri

Cara Mendidik Gen Alpha agar Optimal di Era Digital

Supaya perkembangan anak Generasi Alpha lebih maksimal di dunia teknologi sekarang, berikut tips mendidik yang bisa Mama dan Papa terapkan mulai dari rumah:

1. Berikan Pembelajaran Visual Interaktif

Pembelajaran visual interaktif membantu Gen Alpha lebih mudah memahami informasi karena melibatkan gambar, video, dan aktivitas yang menarik. 

Buku bergambar, video edukasi, atau aplikasi belajar dapat membuat anak lebih fokus dan antusias saat belajar.

Agar manfaatnya optimal, pilih media yang sesuai usia dan dampingi anak saat menggunakannya supaya ia bisa aktif bertanya, berpikir, dan memahami apa yang dipelajari.

2. Atur Screen Time dengan Konsisten

Penting untuk membuat aturan waktu dalam penggunaan screen time untuk melatih kedisiplinan si Kecil dan mendukung penggunaan teknologi dengan lebih sehat. 

Mama dan Papa bisa mulai dengan menentukan aktivitas rutin tanpa gadget, seperti saat makan bersama atau menjelang tidur, agar anak tetap fokus pada interaksi langsung.

Penting juga untuk membatasi durasi layar dan pilih konten yang berkualitas serta sesuai usia. Rutinitas jelas dan teratur membuat anak memahami kapan boleh menggunakan gadget dan kapan waktunya beristirahat.

3. Sediakan Aktivitas Offline Setiap Hari

Di samping menerapkan waktu screen time secara konsisten, Mama juga perlu ajak si Kecil terlibat dalam aktivitas offline

Mengajak anak bermain di luar, bergerak aktif, atau melakukan permainan fisik dapat membantu menjaga kesehatan tubuh sekaligus menyalurkan energi mereka.

Mama dan Papa juga bisa membiasakan anak melakukan kegiatan seperti bermain puzzle, sensory play, dan bermain bersama teman untuk merangsang kreativitas dan kemampuan sosialnya.

4. Latih Kemampuan Sosial

Melalui tatap muka langsung, anak belajar memahami ekspresi wajah, kontak mata, dan bahasa tubuh. Kemampuan ini sulit didapat jika anak hanya berinteraksi lewat layar.

Maka itu, biarkan anak banyak menghabiskan waktu bermain dengan teman sebaya, melakukan role-play, atau membaca cerita interaktif bersama. 

Aktivitas ini dapat membantu si Kecil melatih kemampuan sosial dan berkomunikasi dengan lebih percaya diri.

5. Dampingi Penggunaan Teknologi

Sebisa mungkin, Mama dan Papa perlu mendampingi anak saat mereka menonton atau bermain gadget. 

Dengan menemani, Mama dan Papa bisa mengetahui konten yang dinikmati anak sekaligus menjelaskan hal-hal yang belum dipahaminya.

Selain mempererat hubungan, pendampingan juga membantu anak menggunakan teknologi dengan lebih bijak. Anak tidak sekadar melihat layar, tapi juga belajar memahami makna dari apa yang ditontonnya.

6. Ajarkan Regulasi Emosi

Anak perlu dibantu untuk mengenali dan mengelola emosinya sejak dini, terutama karena paparan stimulasi digital yang tinggi. 

Mama dan Papa bisa mengajarkan cara sederhana seperti menarik napas dalam saat anak mulai kesal atau gelisah.

Libatkan juga si Kecil dalam kegiatan seperti storytelling dan mindful play untuk membantunya menenangkan diri dan memahami perasaannya. 

7. Kembangkan Critical Thinking

Kemampuan berpikir kritis membantu anak memahami informasi, bukan sekadar menerima apa yang dilihat atau didengar. 

Mama Papa dapat melatihnya dengan mengajukan pertanyaan terbuka saat beraktivitas, seperti “Menurut kakak, kenapa dia bisa sampai seperti ini?” atau “Apa yang akan kamu lakukan kalau ada di posisi itu?”.

Ajak anak berdiskusi dan mengeksplorasi ide tanpa langsung menyalahkan atau membetulkan. Cara ini membuat anak terbiasa berpikir, berpendapat, dan mencari solusi sejak dini.

Baca Juga: 10 Stimulasi Anak 2 Tahun untuk Kembangkan Kecerdasannya

Contoh Kegiatan Harian yang Cocok untuk Gen Alpha

Berikut contoh kegiatan harian yang cocok untuk Generasi Alpha:

  • Permainan sensorik, seperti bermain pasir, air, beras, atau adonan.
  • Eksperimen sains sederhana dengan mencampur warna, mengapung–tenggelam, atau menanam biji tanaman.
  • Aktivitas outdoor, seperti berlari, bersepeda, atau bermain di taman.
  • Storytelling interaktif, seperti membaca buku sambil bertanya dan bermain peran.
  • Permainan sosial dengan bermain bersama teman, board game, atau role-play
  • Bermain menyusun balok, lego, atau puzzle.
  • Melakukan kegiatan seni dan kreativitas, seperti menggambar, mewarnai, melukis, kolase, atau meronce, membuat kerajinan sederhana.

Potensi Masa Depan Generasi Alpha

Gen Alpha diprediksi memiliki peluang besar di bidang AI, data, dan teknologi kreatif karena terbiasa dengan dunia digital. Teknologi juga membentuk pola kerja yang lebih fleksibel, kolaboratif, dan berbasis keterampilan.

Generasi ini berpeluang tumbuh sebagai generasi yang berpikiran terbuka, mudah beradaptasi, dan nyaman berinteraksi dengan orang dari berbagai latar belakang. 

Didikan yang tepat mendukung anak agar siap menghadapi tantangan dan peluang masa depan. 

Namun, Mama perlu ingat, potensi besar Gen Alpha tidak tumbuh dengan sendirinya, tetapi perlu didukung dari lingkungan rumah dan pemenuhan gizi sejak dini. Salah satunya dari makanan dan susu pertumbuhan.

Nutrilon Royal 3
Teruji Klinis dengan kandungan double biotics
FOS:GOS dan DHA & EPA. Bantu dukung daya
Tahan tubuh dan Daya Pikir si Kecil
Pelajari Lebih Lanjut!

Nutrilon Royal 3 satu-satunya formula teruji klinis yang dirancang secara saintifik dengan Double Biotics FOS:GOS dan DHA EPA yang lebih tinggi, menjadikannya nutrisi optimal sebagai "The Formula to Win". Dukung daya tahan tubuh dan kemampuan berpikir si Kecil demi persiapkan anak untuk menang.

Gabung jadi member Nutriclub untuk dapatkan ratusan expert-verified parenting content yang terkurasi sesuai usia si Kecil, akses ke call center yang terhubung langsung dengan ahli seputar nutrisi dan tumbuh kembang anak, serta beragam exclusive rewards khusus untuk Mama dan si Kecil dari setiap pembelian produk Nutrilon. Daftar gratis, sekarang!

Informasi yang Wajib Mama Ketahui

Pilih Artikel Sesuai Kebutuhan Mama
  1. Mccrindle Editorial Team. (2022, July 5). Understanding Generation Alpha - McCrindle. McCrindle. https://mccrindle.com.au/article/topic/generation-alpha/generation-alpha-defined/
  2. UnisHanoi Editorial Team. (2024, February 21). 8 Generation Alpha Characteristics to Know for 2025. Article UnisHanoi. https://articles.unishanoi.org/characteristics-of-generation-alpha/
  3. ‌Spurlin, M. (2025). Meet Generation Alpha: Who Are They, and How Do We Educate Them? Atpe.org. https://www.atpe.org/Special-Pages/ATPE-News/ATPE-News-Summer-2024/Generation-Alpha
  4. ‌Sudheer Kumar Muppalla, Sravya Vuppalapati, Apeksha Reddy Pulliahgaru, & Himabindu Sreenivasulu. (2023). Effects of Excessive Screen Time on Child Development: An Updated Review and Strategies for Management. Cureus, 15(6), e40608–e40608. https://doi.org/10.7759/cureus.40608
  5. ‌Fliesler, N. (2023, February 3). Screen time caution for babies - Boston Children’s Answers. Boston Children’s Answers. https://answers.childrenshospital.org/screen-time-infants/
  6. ‌Kolle, E., Steene-Johannessen, J., & Anderssen, S. A. (2025). The Impact of Screen Time and Social Media Use on Physical Activity. Nordic Journal of Digital Literacy, 20(1), 40–44. https://doi.org/10.18261/njdl.20.1.7
  7. American Psychological Association Editorial Team. (2025, June 9). Screen time and emotional problems in kids: A vicious circle? Https://Www.apa.org. https://www.apa.org/news/press/releases/2025/06/screen-time-problems-children
  8. McCrindle Editorial Team. (2015, February). Gen Z and Gen Alpha Infographic Update - McCrindle. McCrindle. https://mccrindle.com.au/article/topic/generation-z/gen-z-and-gen-alpha-infographic-update/
  9. ‌Andres, M. (2022, January 18). Children and Technology: Positive and Negative Effects. Maryville University Online. https://online.maryville.edu/blog/children-and-technology/
  10. Raising Children Editorial Team. Using Screen Time and Digital Technology for Learning: Children and Pre-Teens. https://raisingchildren.net.au/school-age/school-learning/learning-ideas/screen-time-helps-children-learn
  11. Healthy Children Editorial Team. ‌Kids & Tech: 12 Tips for Parents in the Digital Age. (2024, January 16). HealthyChildren.org. https://www.healthychildren.org/English/family-life/Media/Pages/Tips-for-Parents-Digital-Age.aspx
  12. ‌Akalanka. (2023, October 27). Maintaining a Healthy Balance Between Online and Offline Activities For Kids - Kids Safe. Kids Safe. https://kidssafe.lk/2023/10/27/balancing-act-effective-screen-time-management-for-kids/
  13. Raising Children Editorial Team. Using Screen Time and Digital Technology to Socialise: Children and Teenagers. ‌https://raisingchildren.net.au/pre-teens/entertainment-technology/digital-life/screen-time-social-life
  14. Today’s Parent Editorial Team. (2025, September 15). A Parent’s Guide To Understanding Your Child’s Learning Style - Today’s Parent. Today’s Parent. https://www.todaysparent.com/kids/school-age/understanding-your-childs-learning-style/
Artikel Terkait