Tahapan perkembangan fisik motorik anak usia dini meliputi kemampuan mengangkat kepala, berguling, duduk, merangkak, berjalan, hingga menulis sendiri. Semua ini akan terus berkembang seiring bertambahnya usia si Kecil.
Apa Itu Perkembangan Fisik Motorik Anak Usia Dini?
Perkembangan fisik adalah perkembangan yang berkaitan dengan berat badan, tinggi badan, lingkar kepala, hingga kemampuan fisik anak.
Sementara perkembangan motorik adalah kemampuan anak dalam mengontrol gerakan tubuh, baik motorik kasar maupun motorik halus. Motorik kasar melibatkan gerakan besar seperti berjalan, berlari, dan melompat.
Motorik halus fokus pada kekuatan otot-otot kecil, terutama di jari tangan, pergelangan tangan, maupun tangan. Contohnya seperti memegang, menulis, menjepit, atau memindahkan benda.
Perkembangan fisik dan motorik saling mendukung satu sama lain untuk membentuk kemandirian anak dan memudahkannya dalam beraktivitas sehari-hari.
Pentingnya Pengembangan Fisik Motorik Anak Usia Dini
Mama perlu tahu tahapan perkembangan fisik motorik anak usia dini, sebab ada banyak manfaat mengembangkan fisik motorik anak meliputi:
- Membantu kekuatan otot dan koordinasi tubuh.
- Mendukung kemampuan belajar anak, seperti menulis, fokus, serta bahasa.
- Meningkatkan rasa percaya diri dan kemandirian.
- Membentuk pondasi kemampuan sosial melalui interaksi sosial.
- Mengurangi risiko obesitas serta gangguan postur.
Mendukung perkembangan fisik motorik anak usia dini membantu si Kecil tumbuh dengan baik di segala aspek kehidupan, baik secara fisik, mental, sosial, dan emosional.
Baca Juga: Tahap Perkembangan Motorik Bayi 0-12 bulan dan Stimulasinya
Tahapan Perkembangan Motorik Anak Usia Dini (0–6 Tahun)
Berikut tahapan perkembangan fisik motorik anak usia dini seiring bertambahnya usia:
0–1 Tahun (Bayi)
Motorik kasar
- Mengangkat kepala.
- Berguling.
- Duduk tanpa bantuan.
- Merangkak.
- Berdiri.
- Mulai belajar berjalan.
Motorik halus
- Menggenggam benda.
- Meraih benda.
- Memindahkan objek dari satu tangan ke tangan lain.
- Memegang dua benda di kedua tangan, lalu memukulnya satu sama lain.
1–2 Tahun (Toddler Awal)
Motorik kasar
- Jalan lebih stabil.
- Naik turun kursi kecil.
- Menarik dan mendorong mainan.
- Melempar dan menendang bola.
Motorik halus
- Menyusun 2-4 balok.
- Menggenggam krayon atau pensil.
- Mencoret-coret kertas.
- Minum dari gelas.
- Makan dengan sendok dan garpu.
- Membantu berpakaian, melepas kaos kaki, dan sepatunya.
2–3 Tahun (Toddler Akhir)
Motorik kasar
- Berlari lebih jauh tanpa mudah terjatuh.
- Memanjat dan melompat.
- Semakin mahir melempar, menangkap, dan menendang bola.
- Mulai berjalan naik turun tangga sendiri sambil berpegangan.
Motorik halus
- Menyusun menara 6 balok.
- Membalik halaman buku satu per satu.
- Menggambar garis lurus dan lingkaran sederhana.
- Mampu menekan tombol atau saklar.
3–4 Tahun (Pra-PAUD)
Motorik kasar
- Berdiri satu kaki.
- Melompat lebih jauh.
- Mengendarai sepeda roda tiga.
- Lebih mahir naik turun tangga.
- Melempar, menangkap, dan menendang bola.
- Berlari dan memanjat.
- Melompat, berjingkat, dan menyeimbangkan diri dengan satu kaki.
Motorik halus
- Menggunting garis sederhana.
- Menggambar bentuk dasar.
- Memegang pensil/krayon dengan lebih stabil.
- Membangun menara besar menggunakan balok atau lego.
- Menggunakan gunting yang aman untuk anak.
- Senang menggunakan krayon, pensil, dan kuas cat.
- Meniru beberapa huruf pada usia 4 tahun.
- Mampu membuka tutup toples.
Baca Juga: 10 Stimulasi Bayi 8 Bulan untuk Motorik, Bahasa, dan Kognitif
4–6 Tahun (Usia PAUD)
Motorik kasar
- Koordinasi tubuh makin baik.
- Melompat tali, meniti garis.
- Berlari cepat dan menangkap bola.
- Berjalan menuruni tangga menggunakan kedua kaki secara bergantian dengan lebih mahir.
- Berlari dan memanjat.
- Melompat, berjingkat, dan menyeimbangkan diri dengan satu kaki.
- Melompat mundur, melompat sambil berlari.
- Belajar mengendarai sepeda roda dua atau lompat tali di usia lebih dari 5 tahun.
- Menyeimbangkan diri dengan satu kaki untuk waktu singkat.
- Turun tangga tanpa perlu berpegangan.
Motorik halus
- Menulis huruf besar.
- Menggambar orang 4-6 bagian.
- Meronce manik-manik kecil.
- Memotong dengan gunting yang aman untuk anak.
- Mengancingkan kancing dan menulis nama panggilan serta beberapa huruf.
- Membuat gambar detail orang dengan bagian tubuh dan pakaian.
- Mengikat tali sepatu.
- Menggunakan resleting dan kancing.
- Memotong makanan dengan pisau di atas usia 5 tahun.
Berikut ringkasan tahapan perkembangan fisik motorik anak usia dini:
|
Usia |
Motorik Kasar |
Motorik Halus |
|
0-1 tahun |
Berguling, duduk, merangkak, mulai berjalan. |
Memegang, meraih, dan memindahkan benda. |
|
1-2 tahun |
Berjalan lebih stabil, naik turun kursi, melempar dan menendang bola. |
Menyusun 2-4 balok, mencoret di kertas. |
|
2-3 tahun |
Berlari, melompat, naik turun tangga dengan salah satu kaki. |
Menggambar garis, menyusun 6 balok. |
|
3-4 tahun |
Berdiri dan melompat dengan 1 kaki, menggunakan sepeda roda 3. |
Menggunting sederhana, menggambar bentuk dasar. |
|
4-6 tahun |
Melompat tali, menangkap bola, belajar menggunakan sepeda roda 2. |
Menulis nama, meronce, memasang kancing baju. |
Cara Menstimulasi Perkembangan Fisik Motorik Anak
Mama bisa dukung dan optimalkan tahapan perkembangan fisik motorik anak usia dini dengan rutin stimulasi lewat kegiatan sehari-hari di rumah.
Stimulasi Motorik Kasar
Cara mudah stimulasi untuk dukung perkembangan motorik kasar anak:
- Bermain bola.
- Merambat di sofa.
- Dance dan gerak lagu.
- Meniti garis.
- Main trampolin mini.
Baca Juga: Kenali Tanda-Tanda Overstimulasi pada Bayi dan Cara Mengatasinya
Stimulasi Motorik Halus
Cara mudah stimulasi untuk dukung perkembangan motorik halus anak:
- Meronce.
- Memeras spons.
- Mencubit plastisin.
- Menanam.
- Melukis.
- Menggunting kertas tebal.
- Main puzzle.
- Menyusun balok atau lego.
Kapan Harus Konsultasi ke Dokter atau Terapis?
Di samping memberikan stimulasi rutin sehari-hari pada setiap tahapan perkembangan fisik motorik anak usia dini, Mama Papa juga perlu waspada bila muncul ciri berikut di usia si Kecil:
- 9 bulan belum bisa duduk.
- 12 bulan belum berdiri sama sekali.
- 18 bulan belum bisa berjalan.
- 2 tahun belum bisa berlari.
- 2 tahun belum bisa naik turun tangga sama sekali.
- 4 tahun mengalami kesulitan memegang benda kecil, seperti pensil atau krayon.
- 4 tahun masih sering terjatuh saat berjalan atau berlari.
- Tidak mampu memegang pensil atau sendok di usia 3 tahun.
- Sulit memanjat, melompat, atau naik tangga di usia 4 tahun.
Penting untuk memberikan nutrisi yang optimal melalui asupan makanan bergizi dan dilengkapi dengan susu pertumbuhan.
Nutrilon Royal 3 satu-satunya formula teruji klinis yang dirancang secara saintifik dengan Double Biotics FOS:GOS dan DHA EPA yang lebih tinggi, menjadikannya nutrisi optimal sebagai "The Formula to Win". Dukung daya tahan tubuh dan kemampuan berpikir si Kecil demi persiapkan anak untuk menang. Temukan Nutrilon Royal 3 hanya di NutriShop, official store dengan pengalaman belanja terpercaya.
Jangan lupa gabung jadi member Nutriclub untuk dapatkan ratusan expert-verified parenting content mengenai tahapan perkembangan fisik motorik anak usia dini sesuai usianya, akses ke call center yang terhubung langsung dengan ahli seputar nutrisi dan tumbuh kembang anak, serta beragam exclusive rewards khusus untuk Mama dan si Kecil dari setiap pembelian produk Nutrilon. Daftar gratis, sekarang!
