Loading...
    Banner Artikel 10 Camilan Tinggi Protein untuk Anak yang Praktis dan Bergizi
    Nutrisi

    10 Camilan Tinggi Protein untuk Anak yang Praktis dan Bergizi

    Disusun oleh: Tim Penulis

    Diterbitkan: 29 April 2025

    Diperbarui: 09 September 2026


    • Mengapa Protein Penting untuk Anak?
    • Ciri Camilan Tinggi Protein yang Baik untuk Anak
    • Rekomendasi Camilan Tinggi Protein untuk Anak
    • Sumber Protein Hewani vs Nabati, Mana yang Lebih Baik?
    • Kapan Waktu Terbaik Memberikan Camilan?
    • Tips Menyajikan Camilan Tinggi Protein agar Anak Lahap
    • Kesalahan yang Sebaiknya Dihindari

    Camilan tinggi protein membantu memenuhi kebutuhan protein harian si Kecil untuk mendukung tumbuh kembangnya. Pilihannya pun beragam, mulai dari telur rebus hingga edamame yang praktis dan mudah disiapkan di rumah.

    Mengapa Protein Penting untuk Anak?

    Protein adalah nutrisi makro krusial yang membangun dan memperbaiki hampir semua struktur dalam tubuh si Kecil. Berikut peran dari protein yang penting untuk anak. 

    • Pertumbuhan otot: membangun dan memperbaiki jaringan otot anak yang aktif bergerak. 
    • Pembentukan sel: bahan dasar pembentukan sel-sel baru di seluruh tubuh.
    • Produksi hormon: bahan pembentuk berbagai hormon yang mengatur fungsi tubuh.
    • Pembentukan enzim: mendukung proses pencernaan dan metabolisme. 
    • Pembentukan antibodi: memperkuat sistem imun untuk melawan infeksi. 
    • Perkembangan otak: mendukung pembentukan sel saraf dan neurotransmitter yang berperan dalam perkembangan kognitif anak. 

    Berikut kebutuhan protein harian anak berdasarkan Angka Kecukupan Gizi (AKG) Indonesia, sesuai Peraturan Menteri Kesehatan No. 28 Tahun 2019. 

    Usia

    Kebutuhan Protein Harian

    1–3 tahun

    20 gram

    4–6 tahun

    25 gram

    7–9 tahun

    40 gram

     

    Ciri Camilan Tinggi Protein yang Baik untuk Anak

    Tidak semua camilan berlabel 'tinggi protein' otomatis baik untuk anak. Berikut beberapa kriteria yang perlu Mama perhatikan saat memilih atau membuat camilan tinggi protein. 

    • Mengandung sumber protein berkualitas untuk membantu memenuhi kebutuhan protein harian dan mendukung pertumbuhan anak.
    • Batasi gula tambahan agar anak tidak mendapat kalori berlebih dengan sedikit manfaat gizi.
    • Pilih camilan dengan kandungan natrium rendah agar asupan garam harian tetap terkontrol.
    • Sebaiknya juga mengandung vitamin dan mineral dari buah, sayur, susu, atau kacang-kacangan.
    • Utamakan camilan dari bahan segar dan minim proses karena umumnya lebih bernutrisi serta lebih rendah gula dan garam tambahan.

    Rekomendasi Camilan Tinggi Protein untuk Anak

    Berikut beberapa pilihan camilan tinggi protein yang praktis, bergizi, dan bisa Mama buat sendiri di rumah. 

    1. Telur Rebus Mini

    Telur rebus praktis dan padat protein untuk anak. Satu butir telur mengandung sekitar 6 gram protein dengan semua asam amino esensial yang dibutuhkan untuk pertumbuhan dan perkembangan otak si Kecil.

    Cara membuatnya pun mudah. Rebus telur selama 10–12 menit hingga matang sempurna, lalu dinginkan, kupas, dan potong sesuai ukuran yang nyaman untuk anak.

    Agar gizinya semakin lengkap, sajikan bersama irisan alpukat. Kombinasi ini menambah asupan lemak sehat yang baik untuk tumbuh kembang.

    Baca Juga: Kebutuhan Protein Anak 1–5 Tahun dan Manfaatnya

    2. Puding Telur ala Chawanmushi

    Jika anak suka tekstur yang lembut, puding telur ala chawanmushi bisa jadi pilihan. Satu porsinya mengandung sekitar 5 gram protein sekaligus kolin yang baik untuk perkembangan otak anak.

    Campurkan telur dengan kaldu ayam tawar, lalu saring agar hasilnya halus. Setelah itu, kukus selama 10–15 menit dengan api kecil hingga matang.

    Supaya lebih menarik, tambahkan wortel atau jamur cincang halus sebelum dikukus. Selain memperkaya rasa, kandungan gizinya pun bertambah.

    3. Edamame Rebus

    Edamame bukan hanya kaya serat, tetapi juga mengandung sekitar 9 gram protein per setengah cangkir. Oleh karena itu, camilan ini cocok dijadikan alternatif protein nabati untuk anak.

    Cukup rebus edamame selama sekitar 5 menit hingga matang, kemudian tiriskan. Sajikan selagi hangat agar rasanya lebih nikmat.

    Butuh insight dari ahli di tengah kesibukan? Jangan ragu untuk diskusi langsung dengan Nutriclub Expert Advisor, tim ahli terpercaya kami di bidang nutrisi, parenting, dan tumbuh kembang anak. Hadir 24/7 untuk bantu Mama, gratis dan tanpa perlu buat janji.

    4. Smoothies Pisang Stroberi

    Satu porsi smoothies pisang stroberi mengandung sekitar 8 gram protein. Berkat susu dan yogurt, menu ini bisa jadi camilan tinggi protein. Buah pisang dan stroberi menambah vitamin serta serat.

    Masukkan pisang, stroberi, susu, dan yogurt plain ke dalam blender. Haluskan hingga teksturnya lembut dan siap diminum.

    Untuk anak di atas 1 tahun, tambahkan sedikit madu bila ingin rasa yang lebih manis. Hindari penggunaan gula tambahan agar tetap lebih sehat.

    5. Frozen Yogurt

    Frozen yogurt atau yogurt beku bisa jadi variasi camilan sehat yang disukai anak. Dalam satu porsi terdapat sekitar 6 gram protein serta probiotik yang bermanfaat bagi pencernaan.

    Bekukan greek yogurt selama minimal satu jam hingga cukup padat. Setelah itu, hancurkan dan campurkan dengan potongan buah beri.

    Sebaiknya langsung disajikan setelah dibuat. Teksturnya akan terasa lebih lembut dan lebih mudah dinikmati anak.

    6. Peanut Butter Jelly Sandwich

    Perpaduan roti gandum, selai kacang, dan selai stroberi menghasilkan camilan yang mengenyangkan. Satu porsinya mengandung sekitar 7 gram protein.

    Oleskan selai pada kedua lembar roti, lalu tutup dan potong sesuai selera. Gunakan roti gandum utuh agar kandungan seratnya lebih tinggi.

    7. Orak-Arik Ayam Udang

    Ingin memberikan variasi camilan tinggi protein? Coba orak-arik ayam udang yang mengandung sekitar 9 gram protein per porsi dari kombinasi telur, ayam, dan udang.

    Campurkan telur dengan udang cincang, jamur, serta bawang putih halus. Masak di atas teflon sambil diaduk hingga matang merata.

    Nikmati selagi hangat sebagai camilan sore atau lauk pendamping makan utama. Teksturnya yang lembut juga cocok untuk anak.

    8. Rolade Udang

    Rolade udang menawarkan kombinasi protein dan sayuran dalam satu sajian. Setiap porsinya mengandung sekitar 8 gram protein, ditambah serat dari wortel dan brokoli.

    Campurkan telur, udang halus, wortel, brokoli, dan keju parut hingga rata. Kukus adonan sampai matang, lalu biarkan agak dingin sebelum dipotong.

    Iris tipis agar mudah digigit anak. Jika perlu, sajikan bersama saus favoritnya untuk menambah selera makan.

    9. Bola-Bola Tempe

    Tempe bisa diolah menjadi camilan yang lebih menarik tanpa mengurangi nilai gizinya. Satu porsi bola-bola tempe menyediakan sekitar 6 gram protein nabati.

    Parut tempe, lalu campurkan dengan telur dan bumbu hingga merata. Bentuk bulat, balur tepung panir, kemudian goreng sebentar sampai keemasan.

    Hasilnya renyah di luar, tetapi tetap lembut di dalam. Sajikan camilan tinggi protein ini hangat-hangat dengan saus tomat rendah gula sebagai pelengkap.

    10. Sandwich Salad Tuna

    Sandwich salad tuna merupakan salah satu camilan sehat dengan kandungan sekitar 10 gram protein per porsi. Protein berasal dari tuna dan telur rebus yang sama-sama berkualitas tinggi.

    Campurkan tuna, mayones, telur rebus cincang, dan kacang polong hingga merata. Setelah itu, oleskan pada roti atau kraker gandum utuh.

    Bila masih ada sisa, simpan dalam wadah tertutup di kulkas. Sebaiknya habiskan dalam waktu maksimal satu hari agar kualitas dan kesegarannya tetap terjaga.

    Baca Juga: Tips Nutrisi untuk Anak Alergi Susu

    Sumber Protein Hewani vs Nabati, Mana yang Lebih Baik?

    Protein anak bisa berasal dari sumber hewani maupun nabati, dan keduanya sama-sama punya peran penting.

    Sumber Protein Hewani

    Sumber Protein Nabati

    Telur

    Tempe

    Ayam

    Tahu

    Ikan & Udang

    Edamame

    Greek yogurt

    Kacang-kacangan

    Protein hewani umumnya mengandung asam amino lengkap, sedangkan protein nabati menyumbang serat dan lemak sehat tambahan.

    Kombinasi keduanya membantu memastikan anak mendapat manfaat protein yang lebih lengkap dan bervariasi.

    Kapan Waktu Terbaik Memberikan Camilan?

    Berikan camilan di antara waktu makan utama dengan jeda sekitar 2 jam sebelum makan berikutnya. Jadwal yang teratur bantu anak merasa lapar saat waktu makan tiba sehingga nafsu makannya tetap terjaga. 

    Porsi camilan tidak perlu berlebihan, tetapi pilihlah camilan bergizi yang dapat melengkapi kebutuhan nutrisi harian anak. 

    Hindari memberikan camilan terlalu dekat dengan waktu makan utama atau menjadikannya pengganti makan utama agar pola makan si Kecil tetap seimbang.

    Background of Nutrilon Royal 3
    Nutrilon Royal 3
    Teruji Klinis dengan kandungan double biotics
    FOS:GOS dan DHA & EPA. Bantu dukung daya
    Tahan tubuh dan Daya Pikir si Kecil
    Pelajari Lebih Lanjut!

    Mama bisa juga berikan susu pertumbuhan Nutrilon Royal 3 sebagai satu-satunya formula teruji klinis yang dirancang secara saintifik dengan Double Biotics FOS:GOS dan DHA EPA yang lebih tinggi, menjadikannya nutrisi optimal sebagai "The Formula to Win". Dukung daya tahan tubuh dan kemampuan berpikir si Kecil demi persiapkan anak untuk menang.

    Tips Menyajikan Camilan Tinggi Protein agar Anak Lahap

    Berikut beberapa tips yang perlu Mama perhatikan saat menyajikan camilan tinggi protein untuk anak.

    1. Gunakan Bahan Segar

    Bahan makanan segar lebih kaya nutrisi, lebih minim pengawet, dan lebih aman untuk dikonsumsi anak setiap hari. Pilih bahan yang baru dibeli dan simpan dengan benar untuk mempertahankan kualitasnya.

    Baca Juga: Pola Makan Sehat Anak: Panduan Gizi Seimbang

    2. Batasi Gula dan Garam

    Hindari sukrosa atau gula pasir berlebihan dalam camilan anak. Gunakan pemanis alami seperti buah matang atau madu (untuk anak di atas 1 tahun). Batasi garam karena rasa gurih alami dari bahan makanan sudah cukup untuk lidah anak.

    3. Sajikan dengan Bentuk Menarik

    Bentuk camilan menjadi karakter lucu, gunakan cetakan kue untuk memotong roti, atau susun buah menjadi wajah di atas mangkuk yogurt. Tampilan visual yang menarik meningkatkan ketertarikan anak terhadap makanan sebelum ia bahkan mencicipinya.

    4. Libatkan Anak Saat Menyiapkan Camilan

    Melibatkan anak saat menyiapkan makanan dapat meningkatkan minatnya untuk mencoba dan menghabiskan makanan. Anak juga cenderung lebih semangat makan karena merasa ikut berperan dalam proses menyiapkannya.

    Biarkan anak membantu mencuci buah, mengaduk adonan, atau menekan cetakan. Aktivitas ini juga melatih motorik halus dan rasa percaya diri si Kecil.

    5. Kombinasikan Protein dengan Buah atau Sayur

    Mengombinasikan protein dengan buah atau sayur membuat camilan lebih bergizi. Vitamin C dari buah juga membantu penyerapan zat besi dari protein nabati.

    Contohnya, padukan edamame dengan paprika merah, bola-bola tempe dengan saus tomat segar, atau sandwich tuna berisi selada dan tomat.

    Kesalahan yang Sebaiknya Dihindari

    Beberapa kebiasaan pemberian camilan yang tampak wajar ternyata bisa menghambat pola makan sehat dan pemenuhan nutrisi anak dalam jangka panjang. Berikut kesalahan yang sebaiknya Mama hindari. 

    • Terlalu banyak snack kemasan: banyak snack kemasan tinggi gula, garam, dan bahan tambahan. Lebih baik utamakan camilan dari bahan segar.
    • Porsi terlalu besar: Camilan berlebihan membuat anak cepat kenyang sehingga nafsu makan saat makan utama berkurang.
    • Terlalu dekat jam makan: Memberi camilan menjelang makan utama bisa membuat anak enggan menghabiskan makanannya.
    • Terlalu sering makan makanan manis: Anak bisa terbiasa dengan rasa manis dan lebih sulit menerima rasa makanan lain.
    • Hanya mengandalkan susu: Susu tidak cukup untuk memenuhi semua kebutuhan gizi. Anak tetap perlu camilan padat yang bervariasi.

    Itulah penjelasan pentingnya protein untuk anak serta ragam camilan tinggi protein yang mudah dibuat. Pastikan anak makan dalam keadaan tenang dan menyenangkan ya, Ma!

    Pemenuhan nutrisi yang tepat menjadi fondasi penting bagi tumbuh kembang optimal si Kecil. Daftar sebagai member Nutriclub untuk mendapatkan berbagai insight nutrisi, rekomendasi pola makan, dan artikel expert-verified yang dapat membantu mendukung kebutuhan harian anak. Nikmati juga berbagai keuntungan member eksklusif, mulai dari akses ke konten expert-verified, penawaran spesial, hingga kesempatan mengumpulkan poin dan menukarkannya dengan berbagai exclusive rewards dari Nutriclub.

    Informasi yang Wajib Mama Ketahui

    Pilih Artikel Sesuai Kebutuhan Mama
    1. Tim Percepatan Penurunan Stunting - Sekretariat Wakil Presiden. (2019). Kemenkes – Permenkes No 28 Tahun 2019 Angka Kecukupan Gizi yang Dianjurkan - TP2S. Stunting.Go.Id. https://stunting.go.id/kemenkes-permenkes-no-28-tahun-2019-angka-kecukupan-gizi-yang-dianjurkan/?btwaf=37582909
    2. ‌Editorial Team. (2020). Choosing Healthy Snacks for Kids. Healthy Children. https://www.healthychildren.org/English/healthy-living/nutrition/Pages/Choosing-Healthy-Snacks-for-Children.aspx
    3. ‌Editorial Team. (2019). Egg, whole, raw, fresh. US Department of Agriculture. https://fdc.nal.usda.gov/food-details/171287/nutrients
    4. Office of Dietary Supplements - Choline. (2025). Nih.Gov. https://ods.od.nih.gov/factsheets/Choline-HealthProfessional/
    5. ‌Editorial Team. (2025). Soy Foods: Benefits & Uses of Edamame, Soy Sauce, and More | Soy Connection. US Soy. https://www.soyconnection.com/soy-food-types
    6. ‌USDA Center for Nutrition Policy and Promotion. (2025,). Strawberry and Banana Fruit Smoothie. MyPlate.Food. https://myplate.food/recipes/fruit-smoothie-ii
    7. ‌Harvard T.H Chan. (2017). Yogurt • The Nutrition Source. The Nutrition Source - Harvard Chan School. https://nutritionsource.hsph.harvard.edu/food-features/yogurt/
    8. ‌Harvard T.H Chan. (2012). Protein • The Nutrition Source. The Nutrition Source - Harvard Chan School. https://nutritionsource.hsph.harvard.edu/what-should-you-eat/protein/
    9. ‌Powell, J. (2012). Fiber • The Nutrition Source. The Nutrition Source - Harvard Chan School. https://nutritionsource.hsph.harvard.edu/carbohydrates/fiber/
    10. ‌Powell, J. (2012). Fish: Friend or Foe? • The Nutrition Source. The Nutrition Source - Harvard Chan School. https://nutritionsource.hsph.harvard.edu/fish/
    11. Editorial Team. (2012). Making Sure Your Child is Eating Enough. Healthy Children. https://www.healthychildren.org/English/healthy-living/nutrition/Pages/Making-Sure-Your-Child-is-Eating-Enough.aspx
    12. ‌‌Muth, N. D. (2021). How do I help my picky eater try more healthy foods? Healthy Children. https://www.healthychildren.org/English/tips-tools/ask-the-pediatrician/Pages/How-Do-I-Help-My-Picky-Eater-Try-More-Foods.aspx
    13. ‌Editorial Team. (2025). Office of Dietary Supplements - Iron. Nih.Gov. https://ods.od.nih.gov/factsheets/Iron-HealthProfessional/
    14. ‌Editorial Team. (2020). Toddler Food and Feeding. American Academy of Pediatrics (AAP). https://www.aap.org/en/patient-care/healthy-active-living-for-families/toddler-food-and-feeding/
    15. ‌World Health Organization: WHO. (2019). Complementary feeding. WHO; World Health Organization: WHO. https://www.who.int/health-topics/complementary-feeding#tab=tab_1
    16. ‌World Health Organization: WHO. (2026). Healthy diet. WHO; World Health Organization: WHO. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/healthy-diet
    Artikel Terkait

    Keuntungan Daftar Nutriclub

    Icon Hadiah Eksklusif

    Hadiah Eksklusif

    Beragam hadiah eksklusif untuk dukung si Kecil jadi juara, siap Mama dapatkan!

    Icon Winning Parenting Content

    Winning Parenting Content

    Ratusan artikel dan konten tumbuh kembang untuk dukung si Kecil jadi juara

    Icon 24/7 Nutriclub Expert Advisor

    24/7 Nutriclub Expert Advisor

    Hubungi ahli untuk pertanyaan seputar nutrisi, tumbuh kembang, dan informasi terkait Nutriclub melalui Whatsapp/call center

    Icon Belanja di Nutrishop

    Belanja di Nutrishop

    Nikmati kemudahan belanja Nutrilon Royal di website NutriShop dengan layanan tepercaya dan benefit eksklusif untuk Mama

    Gabung Nutriclub

    *yang sudah terhubung dengan WhatsApp
    Minimal 8 Karakter, Memiliki 1 angka (0-9) dan 1 karakter spesial (@#$%^&)
    *Usia si Kecil Maksimal 7 Tahun