Loading...
    Banner Artikel Cara Mengatasi Kulit Bayi Kering agar Tetap Lembap dan Sehat
    Kesehatan

    Cara Mengatasi Kulit Bayi Kering agar Tetap Lembap dan Sehat

    Disusun oleh: Tim Penulis

    Diterbitkan: 12 Juni 2025

    Diperbarui: 02 September 2026


    • Apa Penyebab Kulit Bayi Kering?
    • Apakah Kulit Bayi Kering dan Mengelupas Normal?
    • Tanda Kulit Bayi Kering yang Perlu Diperhatikan
    • Cara Mengatasi Kulit Bayi Kering
    • Bagaimana Memilih Pelembap untuk Kulit Bayi Kering?
    • Kebiasaan yang Sebaiknya Dihindari
    • Kapan Kulit Kering Bayi Harus Diperiksakan ke Dokter?
    • Cara Mencegah Kulit Bayi Kering

    Kulit bayi kering umum dialami bayi baru lahir, karena mereka mengalami fase kulit mengelupas selama dua minggu pertama kehidupannya. Mama bisa mulai dari rutinitas yang sederhana untuk mengatasi kulit kering pada bayi, seperti mandi singkat dengan air suam-suam kuku, pilih pembersih yang lembut, lalu oleskan pelembap khusus bayi setelah mandi.

    Apa Penyebab Kulit Bayi Kering?

    Kulit bayi kering sering dialami karena kulit si Kecil masih beradaptasi dengan lingkungan luar rahim. Kulit kering juga bisa disebabkan cuaca, kebiasaan mandi, atau kondisi kulit tertentu.

    1. Kulit Bayi Masih Beradaptasi Setelah Lahir

    Menurut jurnal Frontiers in Molecular Biosciences (2022), lapisan pelindung kulit bayi mulai berubah hanya dalam hitungan jam setelah lahir, disertai penurunan kelembapan alami.

    Itu sebabnya, Ma, kulit bayi baru lahir perlu menyesuaikan diri dari lingkungan rahim yang berair ke udara yang lebih kering. 

    Jadi, jika Mama melihat sisik tipis atau pengelupasan ringan pada awal kehidupannya, kondisi itu belum tentu menandakan penyakit.

    2. Cuaca Dingin atau Udara Kering

    Udara dingin atau ruangan dengan kelembapan rendah bisa membuat kulit bayi kering.

    Coba perhatikan apakah keluhannya lebih jelas saat AC menyala lama atau ketika cuaca sedang dingin, ya, Ma.

    3. Mandi Terlalu Lama atau Sering Menggunakan Air Panas

    Dari panduan Nationwide Children’s Hospital, mandi berlebihan tanpa pelembap sesudahnya dan kelembapan udara yang rendah termasuk faktor yang dapat mengganggu skin barrier.

    Mandi terlalu lama juga dapat meluruhkan minyak alami (sebum) yang melindungi kulit bayi sehingga kulitnya rentan semakin kering.

    Selain itu, mandi dengan air panas dapat terasa tidak nyaman pada kulit sensitif. Mama bisa mempersingkat waktu mandi dan memilih air yang hangat suam-suam kuku.

    4. Menggunakan Sabun dan Produk Perawatan yang Salah

    Pastikan Mama memilih pembersih bayi yang lembut dan tanpa pewangi, ya. American Academy of Dermatology juga menyarankan sabun serta sampo bayi yang lembut dan fragrance-free saat mandi.

    Kalau kulit si Kecil justru makin merah atau kasar setelah mencoba produk baru, hentikan dulu pemakaiannya dan amati perubahan kulitnya.

    5. Paparan AC, Kipas Angin, dan Lingkungan

    AC bukan berarti harus selalu dihindari. Mama dan Papa bisa mengatur suhu ruangan agar tetap nyaman.

    Pastikan hembusan AC atau kipas tidak terus-menerus mengarah langsung ke tubuh si Kecil. 

    6. Kondisi Kulit Tertentu 

    Kulit kering yang disertai gatal dan peradangan dapat berkaitan dengan dermatitis atopik atau eksim. 

    Menurut American Academy of Dermatology, dermatitis atopik memang dapat membuat kulit terasa gatal, kering, dan meradang.

    American Academy of Dermatology menjelaskan bahwa psoriasis dapat dimulai saat anak masih bayi. Karena tampilannya bisa menyerupai masalah kulit lain, biarkan dokter yang memastikan diagnosisnya. 

    Baca Juga: 8 Penyebab Alergi pada Bayi dan Cara Mengatasinya

    Apakah Kulit Bayi Kering dan Mengelupas Normal?

    Kulit bayi kering dan mengelupas ringan umumnya normal pada bayi baru lahir. Pengelupasan biasanya mulai terlihat pada hari kedua hingga minggu pertama setelah lahir, terutama di tangan, kaki, dan pergelangan.

    Kondisi ini adalah bagian dari proses kulit menyesuaikan diri dengan udara luar setelah lapisan vernix, lapisan putih mirip lilin yang menutupi kulit bayi baru lahir hilang. Pada sebagian besar bayi, pengelupasan membaik sendiri dalam 1–3 minggu tanpa perlu pengobatan khusus.

    Namun, waspadai bila kulit bayi kering disertai kemerahan yang meluas, luka basah, nanah, kulit pecah sampai berdarah, atau si Kecil tampak sangat gatal dan rewel. Tanda-tanda ini tidak lagi tergolong normal dan sebaiknya diperiksakan.

    Tanda Kulit Bayi Kering yang Perlu Diperhatikan

    Coba perhatikan tekstur, warna, dan respons si Kecil dari hari ke hari. Jika kulit bayi kering disertai pengelupasan, gatal, kemerahan, bahkan pecah-pecah, segera periksa ke dokter.

    1. Kulit Bersisik

    Permukaan kulit terlihat seperti memiliki serpihan putih yang halus. Mama biasanya lebih mudah melihatnya pada bagian yang sering terbuka atau bergesekan dengan pakaian.

    2. Mengelupas

    Lapisan kulit terluar tampak terlepas tipis. Pada bayi baru lahir, pengelupasan ringan dapat menjadi bagian dari adaptasi, tetapi pengelupasan yang basah, berdarah, atau terus meluas sebaiknya diperiksa.

    3. Kulit Terasa Kasar

    Dikutip dari Seattle Children’s, kulit pecah serta kulit kering dan kasar termasuk salah satu bentuk keluhan kulit pada anak. Saat disentuh perlahan, kulit terasa tidak sehalus biasanya. 

    Jangan menggosok bagian yang kasar, ya, Ma, karena Mama cukup membersihkannya dengan lembut lalu mengoleskan pelembap.

    4. Kemerahan

    Kulit bisa tampak lebih merah daripada area sekitarnya, terutama ketika sedang teriritasi. 

    Pada dermatitis atopik, tanda yang dapat terlihat antara lain kulit gatal, area yang kering dan bersisik, serta ruam kemerahan.

    5. Bayi Rewel karena Gatal

    Menurut American Academy of Dermatology, eksim yang gatal dapat membuat bayi rewel dan mengganggu tidur.

    Si Kecil memang belum bisa mengatakan bahwa kulitnya gatal. Jadi, Mama dapat memperhatikan apakah ia terlihat tidak nyaman atau lebih sulit tidur dari biasanya.

    6. Kulit Pecah-Pecah

    Kekeringan yang lebih berat dapat terlihat sebagai garis retak pada kulit. Bila tanda ini terlihat pada si Kecil, Mama bisa mencatat lokasi dan perubahannya dari hari ke hari. 

    Jika retakan berdarah, mengeluarkan cairan, atau tampak nyeri, Mama sebaiknya tidak menunda konsultasi.

    Baca Juga: 11 Cara Mengatasi Biang Keringat pada Bayi yang Aman

    Cara Mengatasi Kulit Bayi Kering

    Mama bisa mulai dengan kebiasaan sederhana seperti menggunakan pelembap setiap setelah mandi. Kebiasaan ini dapat membantu menjaga skin barrier si Kecil.

    1. Gunakan Pelembap Khusus Bayi

    Menurut American Academy of Pediatrics, pelembap menjadi cara utama merawat dermatitis atopik. Pilih pelembap yang dibuat untuk kulit bayi, tanpa pewangi, dan memiliki petunjuk usia yang jelas.

    Untuk kulit yang sangat kering, Mama dapat mempertimbangkan tekstur krim kental atau salep karena umumnya lebih efektif daripada losion atau minyak.

    2. Oleskan Pelembap Setelah Mandi

    Setelah mandi, tepuk kulit si Kecil dengan handuk lembut sampai tidak menetes, tetapi jangan menunggu hingga terasa sangat kering. Oleskan pelembap dalam tiga menit setelah mandi, ya, Ma.

    Hindari mengoleskan obat, krim steroid, atau bahan racikan pada bayi tanpa arahan dokter. Jika kulit sedang luka, basah, atau meradang, konsultasikan terlebih dahulu sebelum mencoba produk baru.

    3. Batasi Waktu Mandi 5–10 Menit

    Mama tidak perlu memandikan si Kecil terlalu lama. Batasi sekitar 5–10 menit agar rutinitas mandi tetap singkat dan nyaman.

    4. Gunakan Air Suam-Suam Kuku

    Gunakan air yang hangat suam-suam kuku, bukan panas. Sebelum si Kecil masuk ke bak mandi, Mama bisa menguji air dengan bagian dalam pergelangan tangan.

    5. Pilih Sabun Tanpa Pewangi

    Pastikan Mama memilih pembersih bayi yang lembut dan berlabel fragrance-free, ya. Gunakan secukupnya pada bagian tubuh yang memang perlu dibersihkan, bukan berulang kali di seluruh permukaan kulit.

    6. Gunakan Pakaian Berbahan Katun

    Pilih baju yang lembut dan longgar agar si Kecil tetap nyaman. Dari panduan Nationwide Children’s Hospital, bahan katun dapat dipertimbangkan sebagai pengganti wol atau nilon.

    7. Jaga Kelembapan Ruangan

    Jika ruangan ber-AC terasa sangat kering, Mama dan Papa bisa mempertimbangkan humidifier yang dibersihkan sesuai petunjuk pabrik.

    Menurut Cleveland Clinic, udara yang lembap dapat membantu mencegah kulit bayi makin kering.

    Letakkan humidifier jauh dari jangkauan si Kecil dan hentikan bila ruangan terasa terlalu lembap atau mulai berjamur.

    8. Hindari Menggosok Kulit Terlalu Keras

    Saat membersihkan kulit, gunakan tangan yang bersih atau kain yang sangat lembut. Setelah mandi, cukup tepuk-tepuk dengan handuk; jangan digosok, ya, Ma.

    Royal Children’s Hospital juga menganjurkan bayi segera diselimuti handuk dan ditepuk hingga kering.

    Bagaimana Memilih Pelembap untuk Kulit Bayi Kering?

    Mulailah dari tiga hal: produk memang ditujukan untuk bayi, tidak mengandung pewangi, dan memiliki petunjuk usia yang jelas. 

    1. Kandungan yang Disarankan

    Tidak semua bahan yang melembapkan harus ada dalam satu pelembap, kok. Yang penting, pilih formula khusus bayi dan perhatikan respons kulit si Kecil.

    • Ceramide atau glycerin: Boleh dipertimbangkan bila tercantum dalam formula khusus bayi. Jangan menjadikan satu nama bahan sebagai satu-satunya patokan kecocokan.
    • Shea butter: Pilih yang sudah berada dalam formula produk khusus bayi, bukan bahan mentah atau campuran buatan sendiri.
    • Petroleum jelly atau petrolatum: Dapat dipertimbangkan untuk bagian kulit yang kering.
    • Colloidal oatmeal: Dapat membantu meredakan kulit kering dan gatal.
    • Bila kulit sedang meradang, terluka, basah, atau dugaan eksim konsultasikan dahulu ke dokter sebelum Mama mencoba bahan baru.

    2. Kandungan yang Sebaiknya Dihindari

    Perawatan kulit neonatal dan bayi sebaiknya bebas dari bahan yang berpotensi mengiritasi, seperti: 

    • Fragrance atau parfum, terutama bila kulit si Kecil mudah merah setelah memakai produk berpewangi.
    • Alcohol denat atau ethanol yang tercantum di awal daftar bahan. Ini berbeda dari fatty alcohol, seperti cetyl alcohol atau stearyl alcohol, yang dapat memiliki fungsi berbeda dalam formula.
    • Essential oil atau bahan botanical yang digunakan langsung pada kulit. Label natural bukan jaminan pasti cocok untuk kulit bayi.
    • Detergen keras, termasuk sodium lauryl sulfate (SLS), terutama bila pembersih membuat kulit terasa makin kesat.

    Kebiasaan yang Sebaiknya Dihindari

    Untuk bayi baru lahir, American Academy of Dermatology menyebut mandi dua sampai tiga kali seminggu umumnya sudah cukup.

    • Memandikan bayi terlalu sering atau membiarkannya berendam terlalu lama.
    • Menggunakan air panas saat mandi.
    • Memakai bedak berlebihan, terutama dekat wajah atau pada kulit yang sedang merah dan basah.
    • Menggunakan produk perawatan orang dewasa pada kulit bayi.
    • Memakaikan pakaian wol atau bahan kasar langsung pada kulit.

    Kapan Kulit Kering Bayi Harus Diperiksakan ke Dokter?

    American Academy of Dermatology mengingatkan bahwa infeksi kulit dapat terlihat mirip eksim; keduanya dapat menyebabkan kulit bengkak, gatal, berair, atau berkerak.

    Karena itu, segera konsultasikan bila kulit si Kecil tampak terluka atau menunjukkan tanda infeksi.

    • Kulit pecah-pecah hingga berdarah.
    • Muncul cairan, kerak basah, lepuh, atau nanah.
    • Bayi berusia di bawah 3 bulan memiliki suhu 38°C atau lebih. American Academy of Pediatrics menyarankan agar kondisi ini segera ke dokter.
    • Si Kecil sangat rewel, tampak kesakitan, sulit tidur, atau sulit ditenangkan.
    • Kemerahan atau bengkak meluas dengan cepat.
    • Ruam berulang, sangat gatal, atau menebal sehingga Mama mencurigai eksim, dermatitis atopik, psoriasis, atau kondisi lain.

    Jika Mama masih ragu membedakan kulit kering biasa dari ruam yang perlu diperiksa, konsultasikan dengan Nutriclub Expert Advisor. Tim ahli terpercaya kami di bidang nutrisi, parenting, dan tumbuh kembang anak. Hadir 24/7 untuk bantu Mama, gratis dan tanpa perlu buat janji.

    Baca Juga: Ruam Popok Bayi: Penyebab & Cara Atasi

    Cara Mencegah Kulit Bayi Kering

    Kuncinya adalah menjaga rutinitas tetap lembut dan konsisten. Mama dan Papa bisa membagi tugas, misalnya Papa menyiapkan air mandi, sementara Mama menyiapkan handuk serta pelembap, agar perawatan si Kecil terasa lebih mudah.

    • Oleskan pelembap khusus bayi setelah mandi dan saat bagian kulit tertentu mulai terasa kering.
    • Mandikan si Kecil secukupnya selama 5–10 menit dengan air suam-suam kuku.
    • Gunakan pembersih lembut tanpa pewangi hanya pada bagian yang memang perlu dibersihkan.
    • Pilih pakaian katun yang longgar dan terasa lembut.
    • Perhatikan kelembapan ruangan, terutama saat AC digunakan dalam waktu lama.
    • Untuk bayi usia 0–3 bulan, lanjutkan ASI eksklusif. NICHD merekomendasikan ASI eksklusif selama enam bulan pertama setelah lahir.

    Kesehatan si Kecil adalah prioritas utama. Dengan menjadi member Nutriclub, Mama bisa mendapatkan panduan kesehatan terpercaya, artikel expert-verified, serta tips praktis untuk menghadapi berbagai kondisi anak dengan lebih tenang. Mama juga bisa akses NutriShop dengan lebih mudah. 

    Informasi yang Wajib Mama Ketahui

    Pilih Artikel Sesuai Kebutuhan Mama
    1. American Academy of Dermatology Association. (n.d.). Can a child have psoriasis? https://www.aad.org/public/diseases/psoriasis/treatment/could-have/child-have
    2. American Academy of Dermatology Association. (n.d.). Eczema types: Atopic dermatitis overview. https://www.aad.org/public/diseases/eczema/types/atopic-dermatitis
    3. American Academy of Dermatology Association. (n.d.). Eczema types: Atopic dermatitis symptoms. https://www.aad.org/public/diseases/eczema/types/atopic-dermatitis/symptoms
    4. American Academy of Dermatology Association. (n.d.). Home remedies: What can relieve itchy eczema? https://www.aad.org/public/diseases/eczema/childhood/itch-relief/home-remedies
    5. American Academy of Dermatology Association. (n.d.). How to reduce sleep loss. https://www.aad.org/public/diseases/eczema/childhood/health-concerns/sleep
    6. American Academy of Dermatology Association. (n.d.). How to bathe your newborn. https://www.aad.org/public/everyday-care/skin-care-basics/care/newborn-bathing
    7. American Academy of Dermatology Association. (n.d.). How to care for your baby’s skin, hair, and nails. https://www.aad.org/public/everyday-care/skin-care-basics/care/baby-care-skin-hair-nails
    8. American Academy of Dermatology Association. (n.d.). How to treat eczema in babies. https://www.aad.org/public/diseases/eczema/childhood/treating/treat-babies
    9. American Academy of Dermatology Association. (n.d.). Is that eczema or an infection on my child’s skin? https://www.aad.org/public/diseases/eczema/childhood/health-concerns/infection
    10. American Academy of Dermatology Association. (n.d.). 5 ways to use petroleum jelly for skin care. https://www.aad.org/public/everyday-care/skin-care-secrets/routine/petroleum-jelly
    11. American Academy of Pediatrics. (2026). Treatment of atopic dermatitis. https://www.aap.org/en/patient-care/atopic-dermatitis/treatment-of-atopic-dermatitis/
    12. American Academy of Pediatrics. (2022, December 2). Fever: When to call the pediatrician. https://www.healthychildren.org/English/health-issues/conditions/fever/Pages/When-to-Call-the-Pediatrician.aspx
    13. Cleveland Clinic. (2023, September 19). If your newborn has peeling skin, here’s what that means. https://health.clevelandclinic.org/newborn-skin-peeling
    14. Gupta, P., Nagesh, K., Garg, P., Thomas, J., Suryawanshi, P., Sethuraman, G., Hazarika, R. D., Verma, R. J., Kumar, C. S., Kumari, S., Taneja, S., Chavhan, V., Thakor, P., & Pandita, A. (2023). Evidence-based consensus recommendations for skin care in healthy, full-term neonates in India. Pediatric Health, Medicine and Therapeutics, 14, 249–265. https://doi.org/10.2147/PHMT.S414091
    15. National Institute of Child Health and Human Development. (n.d.). About infant care and infant health. https://www.nichd.nih.gov/health/topics/factsheets/infantcare
    16. Nationwide Children’s Hospital. (2023). Atopic dermatitis clinical pathway. https://www.nationwidechildrens.org/-/media/nch/for-medical-professionals/clinical-pathways/atopic-dermatitis-clinical-pathway.pdf
    17. Royal Children’s Hospital Melbourne. (n.d.). Neonatal & infant skin care. https://www.rch.org.au/rchcpg/hospital_clinical_guideline_index/neonatal___infant_skin_care/
    18. Schachner, L., Andriessen, A., Benjamin, L., Bree, A., Lechman, P., Pinera-Llano, A., Kircik, L., & Hebert, A. (2021). The importance of skincare for neonates and infants: An algorithm. Journal of Drugs in Dermatology, 20(11), 1195–1205. https://doi.org/10.36849/JDD.6219
    19. Seattle Children’s Hospital. (n.d.). Cracked or dry skin. https://www.seattlechildrens.org/conditions/a-z/dry-skin/
    20. Visscher, M. O., Carr, A. N., & Narendran, V. (2022). Epidermal immunity and function: Origin in neonatal skin. Frontiers in Molecular Biosciences, 9, 894496. https://doi.org/10.3389/fmolb.2022.894496
    Artikel Terkait

    Keuntungan Daftar Nutriclub

    Icon Info & Tips Eksklusif via WA

    Info & Tips Eksklusif via WA

    Panduan tumbuh kembang bulanan si Kecil langsung di genggaman Mama

    Icon 24/7 Nutriclub Expert Advisor

    24/7 Nutriclub Expert Advisor

    Hubungi ahli untuk pertanyaan seputar nutrisi, tumbuh kembang, dan informasi terkait Nutriclub melalui Whatsapp/call center

    Gabung Nutriclub

    *yang sudah terhubung dengan WhatsApp
    Minimal 8 Karakter, Memiliki 1 angka (0-9) dan 1 karakter spesial (@#$%^&)
    *Usia si Kecil Maksimal 7 Tahun