Loading...
    Banner Artikel Bayi Tersedak? Ini Pertolongan Pertama yang Harus Dilakukan
    Kesehatan

    Bayi Tersedak? Ini Pertolongan Pertama yang Harus Dilakukan

    Disusun oleh: Tim Penulis

    Diterbitkan: 17 Juni 2025

    Diperbarui: 29 Juni 2026


    • Apa Itu Tersedak pada Bayi?
    • Normalkah Bayi Sering Tersedak?
    • Penyebab Bayi Tersedak
    • Ciri-Ciri Bayi Tersedak yang Harus Diwaspadai
    • Cara Mengatasi Bayi Tersedak
    • Cara Mengatasi Bayi Tersedak Saat Menyusu
    • Apa yang Tidak Boleh Dilakukan Saat Bayi Tersedak?
    • Bahaya Bayi Tersedak Jika Tidak Segera Ditangani
    • Cara Mencegah Bayi Tersedak
    • Kapan Bayi Tersedak Harus Dibawa ke Dokter?

    Cara mengatasi bayi tersedak adalah dengan segera menilai apakah bayi masih bisa batuk, menangis, atau bernapas. Jika jalan napas tersumbat, lakukan 5 tepukan punggung dan jika belum berhasil berikan 5 tekanan dada secara bergantian pada bayi di bawah 1 tahun. Segera cari bantuan medis bila sumbatan tidak keluar, bayi sulit bernapas, atau tampak lemas.

    Apa Itu Tersedak pada Bayi?

    Tersedak pada bayi adalah ketika jalan napas bayi tersumbat oleh ASI, makanan, cairan, atau benda kecil. Bahaya bayi tersedak dapat mengganggu aliran udara dan membuatnya sulit bernapas.

    Gag reflex normal saat bayi belajar mengunyah dan menelan, ditandai dengan suara seperti batuk, mual, atau melepeh. Choking lebih senyap dan perlu diwaspadai bila bayi sulit bernapas atau bibir, gusi, kuku, atau kulit tampak kebiruan.

    Bayi mudah tersedak karena kemampuan mengunyah, menelan, dan mengontrol benda di mulutnya belum sempurna. Ukuran jalan napas bayi juga masih kecil sehingga sumbatan kecil pun bisa berisiko serius. 

    Normalkah Bayi Sering Tersedak?

    Bayi sering tersedak tidak selalu berbahaya, terutama bila terjadi sesekali saat belajar menyusu, awal MPASI, atau aliran ASI terlalu deras. Kondisi ini akan membaik seiring kemampuan menelan si Kecil meningkat.

    Namun, tersedak perlu diwaspadai bila bayi sering membiru, batuk pada bayi terus-menerus, tampak sulit bernapas, atau berat badannya sulit naik. 

    Jika tersedak terjadi berulang dan membuat bayi tampak lemas atau tidak nyaman saat menyusu, segera konsultasikan ke dokter anak. Tanda ini bisa menunjukkan gangguan menelan, masalah pernapasan, atau kondisi lain.

    Penyebab Bayi Tersedak

    Sebelum tahu cara mengatasi bayi tersedak, mari simak penyebab tersedak pada bayi, Ma. Ini penjelasan lengkapnya!

    1. Tersedak Saat Menyusu

    Ciri-ciri bayi tersedak saat menyusu bisa berupa batuk tiba-tiba, melepas payudara, napas terdengar berat, atau tampak panik saat minum ASI. 

    Kondisi ini dapat terjadi ketika posisi menyusui kurang tepat atau bayi minum terlalu cepat. Aliran ASI yang terlalu deras atau let-down reflex yang kuat juga bisa membuat bayi kewalahan mengatur hisapan, napas, dan menelan. 

    Pada beberapa bayi, reflux atau GERD dapat memicu ASI naik kembali sehingga bayi lebih mudah tersedak saat atau setelah menyusu.

    2. Tersedak MPASI

    Bayi bisa tersedak MPASI jika tekstur makanan belum sesuai usia, potongan terlalu besar, atau proses menyuapi dilakukan terlalu cepat. 

    Risiko juga meningkat bila bayi makan sambil berbaring, menangis, tertawa, atau belum duduk dengan posisi tegak. 

    Selalu berikan MPASI secara perlahan, dalam posisi duduk tegak, dan sesuaikan tekstur makanannya untuk mengurangi risiko tersedak.

    3. Tersedak Benda Asing

    Bayi dapat tersedak benda asing karena ia sedang aktif mengeksplorasi lingkungan dengan memasukkan benda ke mulut. 

    Benda kecil seperti koin, potongan plastik, manik-manik, atau bagian mainan yang mudah lepas bisa menyumbat jalan napas.

    Untuk mencegahnya, pastikan area bermain bayi selalu bersih dan bebas dari benda kecil yang mudah tertelan. Pilih mainan sesuai usia, periksa bagian yang longgar, dan selalu awasi bayi saat bermain.

    Baca Juga: 6 Cara Mengatasi Kulit Kering pada Bayi, Ciri, dan Penyebabnya

    Ciri-Ciri Bayi Tersedak yang Harus Diwaspadai

    Ciri-ciri bayi tersedak dapat dibedakan menjadi tersedak ringan dan tersedak berat.

    Tersedak ringan

    Tersedak berat

    Batuk

    Tidak bisa menangis

    Masih bersuara

    Bibir dan wajah membiru

    Masih bernapas

    Napas berhenti

    Rewel

    Tidak responsif

    Cara mengatasi bayi tersedak saat ia bisa batuk dan bernapas, biarkan ia mencoba mengeluarkan sumbatan sambil tetap diawasi. 

    Jika bayi tidak bisa menangis, membiru, atau tidak responsif, segera lakukan pertolongan pertama dan hubungi bantuan medis. 

    Dengan informasi kesehatan yang tepat, Mama bisa lebih tenang dalam mendampingi si Kecil. Yuk, bergabung juga sebagai member Nutriclub untuk dapatkan akses ke panduan kesehatan anak yang terlengkap dan terpercaya. Mama juga bisa akses NutriShop dengan lebih mudah.

    Cara Mengatasi Bayi Tersedak

    Cara mengatasi bayi tersedak perlu dilakukan dengan cepat, tenang, dan sesuai kondisi bayi agar jalan napasnya kembali terbuka. Berikut pertolongan pertama yang aman untuk bayi usia 0-6 bulan.

    1. Jika Bayi Masih Bisa Batuk atau Menangis

    Jika bayi masih bisa batuk, menangis, atau mengeluarkan suara, biarkan ia terus batuk untuk membantu mengeluarkan sumbatan. 

    Cara mengatasi bayi tersedak bila benda terlihat jelas di mulut, keluarkan perlahan, tapi jangan memasukkan jari sembarangan karena bisa mendorong benda masuk lebih dalam. 

    Posisikan bayi tetap nyaman dan hindari menepuk punggung terlalu keras bila ia masih bisa bernapas. Segera cari bantuan medis jika batuk tidak membaik, napas makin sulit, atau bayi tampak lemas.

    2. Jika Bayi Tidak Bisa Bernapas

    Jika bayi tidak bisa bernapas, menangis, atau batuk, segera lakukan pertolongan pertama. Posisikan bayi telungkup di lengan dengan kepala lebih rendah, lalu berikan 5 tepukan punggung di antara tulang belikat.

    Jika sumbatan belum keluar, balikkan bayi telentang dengan kepala tetap lebih rendah dari dada. Letakkan dua jari di tengah dada, tepat di bawah garis puting, lalu berikan 5 tekanan dada cepat. 

    Ulangi 5 tepukan punggung dan 5 tekanan dada sampai sumbatan keluar atau hingga bantuan medis datang. Segera hubungi layanan gawat darurat bila bayi tetap sulit bernapas, tampak membiru, atau tidak responsif. 

    Baca Juga: Pertolongan saat Bayi Jatuh dari Tempat Tidur & Tanda Bahaya

    3. Cara Tepuk Punggung dan Chest Thrust yang Benar 

    Cara mengatasi bayi tersedak bisa dengan tepuk punggung dan tekan dada (chest thrust). Berikut ini adalah cara tepuk punggung dan chest thrust yang benar dan bisa Mama ikuti:

    Tepuk punggung

    • Posisikan bayi telungkup di lengan atau paha.
    • Topang kepala dan leher bayi.
    • Pastikan posisi kepala lebih rendah dari dada.
    • Berikan hingga 5 tepukan tegas dan cepat di antara tulang belikat dengan pangkal telapak tangan. 

     Chest thrust

    • Balikkan bayi telentang untuk chest thrust.
    • Baringkan bayi menghadap ke atas dengan kepala tetap lebih rendah.
    • Letakkan dua jari di tengah dada, tepat di bawah garis puting.
    • Berikan 5 tekanan dada, lalu ulangi siklusnya kembali ke tepuk punggung.

    Hubungi bantuan darurat bila sumbatan tidak keluar atau bayi tidak responsif.

    4. Cara CPR Bayi Singkat Saat Darurat

    CPR untuk cara mengatasi bayi tersedak dilakukan bila bayi tidak responsif, tidak bernapas normal, dan nadi tidak teraba. Segera hubungi layanan gawat darurat, lalu baringkan bayi telentang di permukaan datar dan keras. 

    Secara umum, CPR bayi dilakukan dengan 30 tekanan dada menggunakan 2 jari di bagian tengah dada, lalu 2 napas bantuan bila terlatih melakukannya. Tekanan dada dilakukan cepat dan teratur, sekitar 100-120 kali per menit. 

    Ini hanya gambaran singkat dan bukan pengganti pelatihan CPR resmi. Orang tua sebaiknya mengikuti kelas pertolongan pertama bayi agar dapat melakukan CPR dengan teknik yang benar saat darurat. 

    Baca Juga: 15 Cara Mengatasi Hidung Bayi Tersumbat dengan Aman

    Cara Mengatasi Bayi Tersedak Saat Menyusu

    Berikut cara mengatasi bayi tersedak saat menyusu:

    1. Hentikan proses menyusu sebentar dan lepaskan bayi dari payudara dengan lembut. 
    2. Tegakkan posisi bayi agar ia lebih mudah mengatur napas dan membersihkan jalan napasnya. 
    3. Sendawakan bayi selama beberapa menit dengan menopang kepala dan lehernya. Jika ASI mengalir terlalu deras, posisi menyusui semi-reclined atau laid-back dapat membantu bayi lebih mudah mengontrol aliran ASI. 
    4. Evaluasi posisi perlekatan agar mulut bayi melekat dengan baik dan ia tidak minum terlalu cepat.

    Jika si Kecil tidak bisa bernapas, tidak menangis, atau tampak membiru, segera lakukan pertolongan pertama tersedak dan cari bantuan medis. 

    Apa yang Tidak Boleh Dilakukan Saat Bayi Tersedak?

    Cara mengatasi bayi tersedak memerlukan kehati-hatian. Beberapa tindakan yang sering dilakukan justru bisa memperburuk keadaan dan harus dihindari.

    1. Jangan Menepuk Punggung Terlalu Keras

    Menepuk punggung bayi dengan keras berisiko menyebabkan cedera pada tulang belikat atau jaringan lunak. Pukulan yang kasar dapat membuat bayi semakin kesakitan dan stres.

    Oleh karena itu, tepukan harus dilakukan dengan lembut tapi tegas, tepat di area antara kedua tulang belikat. Fokus pada teknik yang benar untuk membantu mengeluarkan benda asing.

    2. Jangan Menggunakan Alat

    Jangan gunakan sendok, jari, atau benda lain untuk mengorek mulut bayi saat tersedak. Cara ini berisiko melukai mulut bayi atau mendorong benda masuk lebih dalam.

    Jika benda terlihat jelas dan mudah dijangkau, keluarkan dengan hati-hati. Namun, bila tidak terlihat, lakukan teknik pertolongan pertama tersedak yang benar.

    3. Jangan Mengocok Bayi

    Jangan mengocok atau mengguncang tubuh bayi saat ia tersedak. Gerakan ini tidak membantu mengeluarkan sumbatan dan justru berisiko menyebabkan cedera serius pada kepala, leher, atau otak bayi.

    Jika bayi tidak bisa bernapas atau tampak membiru, lakukan teknik tepuk punggung dan chest thrust sesuai panduan pertolongan pertama. Segera hubungi bantuan medis bila kondisi bayi tidak membaik.

    4. Jangan Memasukkan Jari Secara Sembarangan

    Jangan memasukkan jari ke mulut bayi secara sembarangan tanpa melihat posisi benda atau makanan saat ia tersedak. 

    Cara mengatasi bayi tersedak ini salah karena dapat mendorong benda asing masuk lebih dalam dan membuat sumbatan semakin sulit keluar.

    Jari hanya boleh digunakan bila benda terlihat jelas dan mudah dijangkau. Jika tidak, lakukan teknik tepuk punggung dan chest thrust yang sesuai untuk bayi.

    5. Jangan Memberi Minum Saat Tersedak

    Jangan memberi air, ASI, atau cairan lain saat bayi sedang tersedak. Cairan bisa memperburuk sumbatan dan membuat bayi semakin sulit bernapas.

    Fokuskan pertolongan pada upaya membuka jalan napas dengan teknik yang benar. Jika bayi tidak bisa menangis, batuk, atau bernapas, segera lakukan tepuk punggung dan chest thrust.

    Bahaya Bayi Tersedak Jika Tidak Segera Ditangani

    Bahaya bayi tersedak antara lain:

    • Kekurangan oksigen akibat jalan napas tersumbat. Menurut Kemenkes, otak termasuk organ yang sensitif terhadap kekurangan oksigen sehingga kesadaran bayi dapat menurun. 
    • Bayi berisiko mengalami henti napas, lemas, tidak responsif, hingga kondisi mengancam nyawa. Risiko dapat terjadi lebih cepat bila sumbatan menutup seluruh saluran napas. 
    • Meningkatkan risiko aspirasi, yaitu masuknya cairan atau benda asing ke paru-paru. Kondisi ini perlu diperiksa dokter karena dapat memicu gangguan napas atau infeksi paru.

    Cara Mencegah Bayi Tersedak

    Tak hanya cara mengatasi bayi tersedak, pencegahan juga tak kalah penting. Mencegah bayi tersedak perlu dilakukan sejak bayi menyusu, mulai MPASI, hingga saat aktif mengeksplorasi benda di sekitarnya.

    1. Posisi Menyusui yang Tepat

    Pastikan kepala bayi sedikit lebih tinggi dari tubuhnya saat menyusu agar ia lebih mudah mengatur napas dan menelan. Posisi yang terlalu datar dapat membuat bayi lebih mudah tersedak.

    Jika aliran ASI terlalu deras, coba posisi menyusui semi-reclined atau laid-back. Posisi ini membantu bayi mengontrol aliran ASI dengan lebih nyaman.

    2. Pilih Tekstur MPASI Sesuai Usia 

    Saat bayi mulai MPASI, berikan tekstur makanan sesuai usia dan kemampuan menelannya. Untuk awal MPASI, makanan biasanya diberikan dalam tekstur lumat, halus, dan tidak menggumpal.

    Hindari potongan makanan yang keras, bulat kecil, licin, atau mudah menyumbat jalan napas. Berikan makan perlahan dan tunggu bayi menelan sebelum suapan berikutnya.

    3. Hindari Benda Kecil di Sekitar Bayi

    Jauhkan koin, manik-manik, tutup botol, potongan plastik, atau bagian mainan kecil dari jangkauan bayi. Bayi sering memasukkan benda ke mulut sebagai bagian dari eksplorasi.

    Periksa area bermain secara rutin sebelum bayi diletakkan di lantai atau play mat. Pastikan mainan tidak memiliki bagian longgar yang mudah lepas.

    4. Jangan Tinggalkan Bayi Saat Makan

    Selalu dampingi bayi saat menyusu atau makan MPASI. Pengawasan langsung membantu Mama Papa segera mengenali tanda tersedak dan memberi pertolongan bila diperlukan.

    Pastikan bayi makan dalam posisi duduk tegak dan tidak sambil berbaring, bermain aktif, atau tertawa. Kebiasaan ini membantu mengurangi risiko makanan masuk ke jalan napas.

    Kapan Bayi Tersedak Harus Dibawa ke Dokter?

    Segera hubungi layanan gawat darurat atau bawa bayi ke UGD jika bayi:

    • Tidak bisa bernapas
    • Tidak bisa menangis
    • Bibir membiru
    • Tampak lemas
    • Kehilangan kesadaran

    Kondisi ini menandakan jalan napas bisa tersumbat berat dan perlu pertolongan medis segera.

    Bayi juga perlu diperiksa dokter jika setelah tersedak:

    • Muncul mengi
    • Batuk tidak berhenti
    • Napas cepat
    • Demam
    • Tampak sulit bernapas

    Gejala ini dapat mengarah pada iritasi jalan napas, aspirasi, atau komplikasi lain yang perlu dievaluasi. 

    Semoga panduan cara mengatasi bayi tersedak di atas membantu ya, Ma. Segera hubungi layanan gawat darurat bila si Kecil susah bernapas dan terlihat lemas saat tersedak!

    Informasi yang Wajib Mama Ketahui

    Pilih Artikel Sesuai Kebutuhan Mama
    1. Capra, M. E., Decarolis, N. M., Monopoli, D., Laudisio, S. R., Giudice, A., Stanyevic, B., Esposito, S., & Biasucci, G. (2024). Complementary Feeding: Tradition, Innovation and Pitfalls. Nutrients, 16(5), 737. https://doi.org/10.3390/nu16050737
    2. ‌Mayo Clinic Staff. (2025). Breastfeeding positions. Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/infant-and-toddler-health/in-depth/breast-feeding/art-20546815
    3. ‌Editorial Team. (2022). Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan. Kemkes.Go.Id. https://keslan.kemkes.go.id/view_artikel/1287/bahaya-tersedak-pada-bayi
    4. ‌Editorial Team. (2020, December). How to stop a child from choking. Nhs.Uk. https://www.nhs.uk/baby/first-aid-and-safety/first-aid/how-to-stop-a-child-from-choking/
    5. ‌Mayo Clinic Staff. (2026). Shaken baby syndrome - Symptoms and causes. Mayo Clinic;  . https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/shaken-baby-syndrome/symptoms-causes/syc-20366619
    6. ‌Editorial Team. (2025). Fast flow | Australian Breastfeeding Association. Breastfeeding.Asn.Au. https://www.breastfeeding.asn.au/resources/fast-flow
    7. ‌Editorial Team. (2025). Red Cross Training & Certification, and Store. Red Cross. https://www.redcross.org/take-a-class/cpr/performing-cpr/child-baby-cpr
    8. ‌Editorial Team. (2020, December). How to resuscitate a child. Nhs.Uk. https://www.nhs.uk/baby/first-aid-and-safety/first-aid/how-to-resuscitate-a-child/
    9. ‌Editorial Team. (2026). First aid for a baby who is choking | British Red Cross. British Red Cross. https://www.redcross.org.uk/first-aid/learn-first-aid-for-babies-and-children/choking-baby
    10. ‌Editorial Team. (2023, June). Choking and gagging on food - Best Start in Life - NHS. Nhs.Uk. https://www.nhs.uk/best-start-in-life/baby/weaning/safe-weaning/choking-and-gagging-on-food/
    11. ‌Thomas, D. L. (2026, February 10). Choking Baby First Aid. St John Ambulance. https://www.sja.org.uk/first-aid-advice/baby-choking/
    12. Choking (for Parents) | Nemours KidsHealth. (n.d.). Retrieved May 31, 2025 from https://kidshealth.org/en/parents/choking.html
    13. Nutrition - HealthyChildren.org. (2025). HealthyChildren.org. Retrieved May 31, 2025 from https://www.healthychildren.org/English/ages-stages/baby/feeding-nutrition/Pages/default.aspx
    14. Clothier, H. J., Lawrie, J., Russell, M. A., Kelly, H., & Buttery, J. P. (2019). Early signal detection of adverse events following influenza vaccination using proportional reporting ratio, Victoria, Australia - PMC. PLoS ONE, 14(11), e0224702. https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC6824574/.
    15. Babysitting & Child Care Training | Red Cross. (n.d.). Red Cross. Retrieved May 31, 2025 from https://www.redcross.org/take-a-class/babysitting-child-care
    16. 5. Choking: First aid - Mayo Clinic. (n.d.). Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/first-aid/first-aid-choking/basics/art-20056637.
    Artikel Terkait

    Keuntungan Daftar Nutriclub

    Icon Info & Tips Eksklusif via WA

    Info & Tips Eksklusif via WA

    Panduan tumbuh kembang bulanan si Kecil langsung di genggaman Mama

    Icon 24/7 Nutriclub Expert Advisor

    24/7 Nutriclub Expert Advisor

    Hubungi ahli untuk pertanyaan seputar nutrisi, tumbuh kembang, dan informasi terkait Nutriclub melalui Whatsapp/call center

    Gabung Nutriclub

    *yang sudah terhubung dengan WhatsApp
    Minimal 8 Karakter, Memiliki 1 angka (0-9) dan 1 karakter spesial (@#$%^&)
    *Usia si Kecil Maksimal 7 Tahun