Loading...

Riwayat Pencarian

Pencarian Populer

burger menu
Trimester 1: Perkembangan Janin dan Tips Jaga Kehamilan

Kesehatan

Trimester 1: Perkembangan Janin dan Tips Jaga Kehamilan

Article By : Annisa Amalia Ikhsania

Hamil trimester 1 bisa jadi momen yang paling menggembirakan bagi para calon Mama, apalagi jika ini adalah kehamilan pertama. 

Lantas, seperti apa perubahan tubuh Mama selama kehamilan trimester 1? Bagaimana pula perkembangan janin pada masa awal kehamilan ini?

Yuk, kita bahas satu per satu dalam artikel ini, sekaligus mencari tahu hal-hal apa saja yang perlu dilakukan Mama agar masa awal kehamilan ini bisa berjalan lancar. 

Apa yang Dirasakan Mama Saat Hamil Trimester 1?

Trimester pertama adalah tahapan kehamilan yang terjadi selama 13 minggu atau kira-kira 3 bulan. Hamil trimester 1 terhitung dari hari pertama haid terakhir sampai akhir minggu ke-13 dalam siklus menstruasi.

Di awal kehamilan ini, perut Mama memang belum terlihat besar. Terkadang, Mama mungkin tidak langsung bisa menyadari kalau sedang mengandung. 

Meski begitu, Mama sudah mulai merasakan berbagai tanda awal kehamilan yang umum, seperti: 

  • Mual dan muntah (morning sickness).

  • Muncul flek atau bercak darah. 

  • Perubahan suasana hati (mood swings).

  • Sembelit.

  • Merasa lebih lelah dari biasanya.

  • Sering buang air kecil.

  • Ngidam. 

  • Nyeri payudara.

  • Keputihan. 

  • Penambahan berat badan.

  • Heartburn (refluks asam lambung).

  • Perubahan kondisi kulit. 

  • Pembuluh darah vena berwarna biru di area perut, payudara, dan kaki terlihat.

Bagaimana Perkembangan Janin di Trimester 1 Kehamilan?

Pada trimester 1 kehamilan, bisa dibilang janin sudah berkembang cukup pesat. Perkembangan janin selama trimester pertama tiap bulannya, antara lain:

1. Bulan Pertama (Kehamilan Minggu 1-4)

Di satu bulan pertama kehamilan, zigot sudah berkembang menjadi embrio. Ketika embrio sudah menempel pada dinding rahim, janin akan mulai terbentuk. 

Pada usia kehamilan 4 minggu, sejumlah organ vital janin mulai tumbuh, termasuk mata, telinga, otak, sumsum tulang belakang, jantung, sistem peredaran darah, dan sistem pencernaan. 

Jantung janin juga sudah mulai berdetak, lho, Ma! 

2. Bulan Kedua (Kehamilan Minggu 5-8)

Di bulan kedua kehamilan, organ tubuh yang tadinya sudah terlihat tumbuh mulai berfungsi walaupun belum optimal.

Sejumlah organ utama tubuh, seperti peredaran darah, saraf, pencernaan, dan saluran kemih terus berkembang dan berfungsi. 

Beberapa anggota tubuh lainnya, termasuk hidung, mata, mulut, telinga, lengan, dan kaki mulai terbentuk sempurna. Kemudian, kuncup gigi janin sudah mulai muncul. Hebat, ya, Ma?

3. Bulan Ketiga (Kehamilan Minggu 9-13)

Tahukah, Mama? Pada usia kehamilan 9-13 minggu, alat kelamin janin sudah mulai terbentuk. Tapi, Mama masih belum bisa menentukan jenis kelamin calon bayi.

Lalu, bagian tubuh lain janin, seperti kelopak mata serta kuku jari tangan dan kaki sudah mulai terlihat. 

Lengan dan kaki Si Kecil juga sudah dapat berkembang sempurna sesuai dengan fungsinya. 

Di akhir trimester pertama kehamilan, janin Mama akan berkembang kurang lebih sepanjang 5.08 - 7.62 sentimeter. 

Baca Juga: Perkembangan Janin dari Minggu 21-40

Apa Risiko yang Mungkin Terjadi pada Kehamilan Trimester Pertama?

Memasuki usia hamil trimester 1, Mama perlu mewaspadai risiko bahaya kehamilan yang mungkin terjadi. Beberapa kondisi atau risiko yang perlu diwaspadai di antaranya: 

1. Keguguran 

Keguguran merupakan risiko kehamilan yang mungkin terjadi pada kehamilan trimester pertama, terutama sebelum janin memasuki usia 12 minggu

Umumnya, bercak atau flek darah dan kram perut merupakan gejala yang kerap muncul dari hamil trimester 1. 

Akan tetapi, jika perdarahannya keluar sangat banyak dan kramnya terasa amat sakit, disertai munculnya gumpalan jaringan dari vagina, bisa jadi ini menandakan gejala keguguran. 

2. Anemia

Di masa kehamilan, Mama yang tengah hamil memerlukan zat besi dua kali lipat lebih banyak dibandingkan saat tidak hamil. 

Pasalnya, tubuh akan menggunakan zat besi untuk menghasilkan lebih banyak asupan darah demi memberikan oksigen ke bayi yang berada di dalam kandungan. 

Namun, bila tubuh Mama justru kekurangan zat besi maka akan berisiko tinggi mengalami anemia. Anemia pada ibu hamil merupakan keluhan umum yang sering terjadi.

Anemia pada ibu hamil ditandai dengan beberapa gejala, seperti mudah merasa lelah, wajah pucat, hingga sesak napas. 

3. Hiperemesis Gravidarum

Morning sickness atau mual dan muntah parah yang berlangsung pada usia kehamilan di bawah 20 minggu bisa menandakan hiperemesis gravidarum. 

Kondisi ini tidak bisa dibiarkan karena dapat menyebabkan penurunan berat badan drastis, dehidrasi, hingga kekurangan nutrisi yang dapat memengaruhi kondisi janin dalam kandungan. Jika Mama mengalami gejala hiperemesis gravidarum, segera konsultasikan ke dokter.

Baca Juga: Masalah Umum Kehamilan dan Cara Tepat Mengatasinya

Pemeriksaan yang Perlu Dilakukan di Kehamilan Trimester 1

Pada dasarnya, pemeriksaan kehamilan trimester pertama mencakup tes darah Mama dan USG janin. Namun, pemeriksaan kehamilan ini juga bisa diikuti dengan tes lainnya, termasuk tes fisik. 

Berikut adalah jenis tes yang biasa dilakukan pada pemeriksaan kehamilan trimester 1:

1. Pemeriksaan Fisik

Pemeriksaan fisik meliputi pemeriksaan berat badan dan tekanan darah. Catatan fisik ini penting dilakukan untuk nantinya menentukan berat badan yang direkomendasikan untuk kehamilan yang sehat.

Pemeriksaan fisik lainnya yang mungkin dilakukan adalah pemeriksaan payudara dan panggul. Terkadang, dokter mungkin akan melakukan tes Pap untuk mendeteksi ada tidaknya gejala kanker serviks. 

2. Pemeriksaan Ultrasonografi (USG)

Pemeriksaan USG mulai bisa dilakukan pada awal trimester 1 hingga saat kehamilan memasuki 11 - 14 minggu. USG biasanya dilakukan untuk melihat bentuk dan posisi janin dalam kandungan. 

Tak hanya itu, pemeriksaan ultrasonografi dengan melihat tulang hidung juga bisa mendeteksi adanya kelainan kromosom tertentu, seperti down syndrome dan kemungkinan bayi cacat lahir. 

3.  Chorionic Villus Sampling (CVS)

Selain pemeriksaan fisik dan USG, pemeriksaan CVS juga dapat dilakukan untuk memeriksa sel-sel plasenta guna melihat apakah calon bayi Mama memiliki kelainan kromosom, seperti down syndrome. 

Pemeriksaan ini bisa dilakukan pada minggu ke 10 hingga ke 13 kehamilan. Tes ini juga berguna untuk mendeteksi kelahiran bayi dengan kelainan kromosom tertentu.

Nutrisi yang Perlu Dipenuhi Ibu Hamil di Kehamilan Trimester 1

Asupan nutrisi yang tepat untuk ibu hamil dapat mengurangi risiko anemia, serta gejala hamil yang membuat Mama merasa kurang nyaman, seperti kelelahan dan mual. 

Tak hanya penting untuk Mama yang hamil, nutrisi dari makanan juga diperlukan untuk mendukung perkembangan janin, lho! Adapun berbagai nutrisi yang perlu dipenuhi ibu hamil di kehamilan trimester 1, yakni: 

  • Asam folat (kacang-kacangan, biji-bijian, ikan salmon).

  • Kalsium (produk olahan susu, susu hamil, sayuran hijau, jus jeruk terfortifikasi).

  • Zat besi (sayuran hijau, daging tanpa lemak).

  • Zinc (produk olahan susu, sayuran hijau, kacang-kacangan).

  • Serat (buah-buahan, sayur-sayuran, dan gandum).

  • Protein (telur, daging ayam, daging ikan).

  • Asam lemak omega-3 (alpukat, ikan salmon, jambu biji).

Baca Juga: Ketahui Pola Hidup Sehat yang Tepat untuk Ibu Hamil

Apa yang Harus Dilakukan Ibu Hamil pada Trimester Pertama?

Selain memenuhi asupan nutrisi selama hamil, Mama juga perlu melakukan beberapa hal sebagai cara menjaga kehamilan saat hamil trimester 1, seperti:

1. Memilih Bidan atau Dokter Kandungan yang Tepat

Jika sudah mengetahui bahwa tengah hamil, Mama perlu membuat janji konsultasi dengan dokter kandungan atau bidan. Namun, pastikan dulu Mama telah memilih dokter kandungan atau bidan yang tepat dan membuat Mama nyaman. 

Bila ini merupakan kehamilan pertama Mama, tak ada salahnya meminta rekomendasi dokter kandungan atau bidan yang tepat saudara atau rekan terdekat. 

2. Buat Janji Konsultasi dengan Bidan atau Dokter Kandungan

Setelah menemukan bidan atau dokter kandungan yang tepat, Mama bisa melakukan janji konsultasi. Saat berkonsultasi, dokter akan memeriksa riwayat kesehatan dan melakukan pemeriksaan fisik Mama secara menyeluruh. 

Mama mungkin akan diminta menjalani serangkaian tes, termasuk tes urin, Pap smear, cek darah, tes kadar hCG, serta pemeriksaan USG awal.

3. Makan makanan sehat

Pemenuhan nutrisi dari makanan sehat selama kehamilan adalah bekal utama yang bisa Mama berikan untuk si Kecil di masa depannya.

​​Menurut laman American Pregnancy Association, ibu hamil wajib memenuhi asupan makanan yang tinggi vitamin C, protein, kalsium, zat besi, dan asam folat. Semua zat gizi tersebut bisa mendukung kesehatan tubuh dan perkembangan janin hingga waktunya kelahiran nanti.

Jadi, mulailah untuk lebih cermat memilih makanan apa yang Mama konsumsi sehari-hari. Termasuk lebih hati-hati dengan makanan yang seharusnya dihindari. Beberapa makanan yang dilarang dimakan selama kehamilan trimester pertama, yaitu:

  • Ikan yang mengandung merkuri, seperti ikan todak, king mackerel, dan hiu.

  • Kerang dan telur mentah atau setengah matang.

  • Daging dan unggas mentah.

  • Susu yang tidak dipasteurisasi.

4. Minum Vitamin Kehamilan

Salah satu cara menjaga kehamilan trimester 1 adalah dengan mengonsumsi suplemen vitamin, khususnya asam folat. 

Manfaat asam folat untuk ibu hamil sangat penting untuk mengurangi risiko cacat lahir dan kelainan tulang belakang, seperti spina bifida, pada bayi.

Mama membutuhkan 400 mikrogram (mcg) suplemen asam folat (vitamin B9) setiap harinya selama trimester pertama.

Selain asam folat, Mama juga perlu mencukupi kebutuhan vitamin D minimal 10 mcg per hari.

Mama perlu mengonsumsi suplemen tambahan untuk mendapatkan vitamin dan mineral yang sekiranya tidak bisa didapatkan dari makanan.

5. Perbanyak Waktu Istirahat

Di usia trimester pertama kehamilan, Mama biasanya akan merasa sering lelah. Kondisi ini disebabkan oleh adanya perubahan hormon yang terjadi selama masa kehamilan, Ma. 

Oleh karena itu, perbanyaklah waktu istirahat agar Mama tetap fit. Cobalah untuk mengatur jadwal tidur dan bangun di waktu yang sama setiap hari, Ma. 

Jangan tergoda untuk bangun lebih siang walaupun di akhir pekan. Mama juga bisa membuat jadwal tidur siang selama 30 menit di antara pukul 14.00 - 16.00.

6. Minum Susu Hamil

Penting juga bagi Mama melengkapi kebutuhan nutrisi dengan minum susu hamil

Mama bisa minum Lactamil Pregnasis, yakni susu Lactamil dengan ACTIDuobio+, yang diformulasikan khusus untuk dukung pemenuhan kebutuhan nutrisi Mama dan Si Kecil sejak masa persiapan kehamilan hingga menyusui.

Manfaat ganda dari kandungan ACTIDuobio+ ini adalah:

  • Meningkatkan perkembangan otak berkat kandungan asam folat, DHA, dan Omega-6.

  • Meningkatkan ketahanan tubuh yang berasal dari vitamin C, D3, E, dan sumber protein.

  • Nutrisi makro dan mikro untuk Mama dan Si Kecil.

7. Kurangi Konsumsi Kafein

Apa yang harus dihindari saat hamil trimester pertama? Jawabannya adalah kafein.

Sebenarnya, ibu hamil masih boleh minum teh atau kopi favorit. Akan tetapi, Mama perlu membatasi konsumsi kafein agar tidak lebih dari 200 miligram (mg) per hari, atau setara dengan 1-2 gelas. Hal ini berlaku untuk kafein yang terkandung pada kopi, teh (termasuk teh hijau), cokelat, dan minuman bersoda. 

Mengonsumsi kafein saat hamil lebih dari takaran yang dianjurkan dapat meningkatkan risiko keguguran. 

Ingin dapatkan lebih banyak artikel soal cara menjaga kehamilan yang sudah diverifikasi oleh dokter? Ayo daftarkan diri Mama MyNutriclub untuk mengakses semua artikel terbaru dan fitur menarik lainnya secara gratis.

  1. Pregnancy Birth Baby. https://www.pregnancybirthbaby.org.au/first-trimester. Diakses pada 31 Agustus 2022. 
     
  2. What to Expect. https://www.whattoexpect.com/first-trimester-of-pregnancy.aspx. Diakses pada 31 Agustus 2022. 
     
  3. Web MD. https://www.webmd.com/baby/guide/first-trimester-of-pregnancy#1. Diakses pada 31 Agustus 2022. 
     
  4. Web MD. https://www.webmd.com/baby/your-first-prenatal-visit. Diakses pada 31 Agustus 2022. 

  5. Baby Center. https://www.babycentre.co.uk/a1051123/first-trimester-your-essential-pregnancy-to-do-list. Diakses pada 31 Agustus 2022. 
     
  6. E Medicine Health. https://www.emedicinehealth.com/what_happens_to_the_baby_in_the_first_trimester/article_em.htm. Diakses pada 31 Agustus 2022. 
     
  7. National Institutes of Health. https://www.nichd.nih.gov/health/topics/preconceptioncare/conditioninfo/health-problems. Diakses pada 31 Agustus 2022. 
     
  8. Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/pregnancy-loss-miscarriage/symptoms-causes/syc-20354298. Diakses pada 31 Agustus 2022. 

  9. Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/tests-procedures/first-trimester-screening/about/pac-20394169. Diakses pada 31 Agustus 2022. 
     
  10. Family Doctor. https://familydoctor.org/changes-in-your-body-during-pregnancy-first-trimester/. Diakses pada 31 Agustus 2022. 
     
  11. Kids Health. https://kidshealth.org/Humana/en/parents/tests-first-trimester.html. Diakses pada 31 Agustus 2022. 
     
  12. Parents. https://www.parents.com/pregnancy/my-body/nutrition/nutrition-during-pregnancy-10-dos-and-donts/. Diakses pada 31 Agustus 2022.
     
comment-icon comment-icon