Beda Kebutuhan Nutrisi Ibu Hamil dan Nutrisi Ibu Menyusui - Nutriclub

Riwayat Pencarian

Pencarian Populer

Menyusui

Beda Kebutuhan Nutrisi Ibu Hamil dan Nutrisi Ibu Menyusui

Ibu merupakan satu satunya sumber nutrisi bagi janin dalam kandungan saat Ibu hamil, demikian juga saat Ibu menyusui bayinya dengan ASI eksklusif selama enam bulan pertama kelahiran bayi.

Jadi asupan nutrisi Ibu harus benar benar diperhatikan, karena semua yang Ibu makan akan diserap dan dibawa melalui plasenta untuk pertumbuhn dan perkembangan janin, sama halnya saat mama menyusui makin baik nutrisi Ibu maka ASI mama pun lebih berkualitas tentunya bayi Ibu akan sehat

Dengan adanya janin dalam kandungan mama maka kebutuhan nutrisi Ibu pun bertambah dari asupan nutrisi harian sebelum Ibu hamil, yaitu penambahan Energi sebesar 300 kkal/hari, tentunya demikian juga dengan Ibu menyusui pun ada penambahan asupan Energi sebesar 500 kkal/hari (AKG 2004).

Selain energy, ada beberapa zat nutrisi yang bertambah saat Ibu hamil maupun menyusui.

Kebutuhan protein saat Ibu hamil meningkat menjadi 67 gram/hari. Protein sangat penting bagi Ibu untuk membantu dan membangun jaringan tubuh sedangkan untuk janin protein sebagain komponen esensial dalam pertumbuhan dan perkembangan Janin. Sumber protein bisa diperoleh Ibu dari susu, daging sapi, daging ayam, telur, ikan, tempe dan tahu

Kebutuhan asam folat sebesar 600 ug/hari dan seng 11-11,5 mg/hari, asupan asam folat saat Ibu hamil sangat berguna untuk janin agar terhindar dari cacat tabung saraf sedangkan untuk Ibu salah satu fungsi asam folat adalah membantu pembentukan sel darah merah sehingga Ibu dapat terhindar dari anemia. Asam folat banyak terkandung pada hati ayam, ikan, pisang dan bayam.

Vitamin D pun sangat penting bagi Ibu hamil dan menyusui, walaupun tidak ada penambahan kebutuhan vitamin D, tapi vitamin D sangat bermanfaat bagi janin untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh sedangkan vitamin D bagi Ibu untuk memelihara kesehatan tulang dan memperkuat fungsi otot. Vitamin D banyak terkandung pada makanan ikan, susu, telur, jamur, keju dan sinar matahari pagi

Zat besi penting sekali peranannya saat Ibu hamil karena berguna untuk mencegah anemia dan pendarahan saat lahir sedangkan untuk janin untuk mecegah bayi lahir prematur atau berat badan lahir rendah di bawah 2,5 kg. Kebutuhan zat besi saat hamil meningkat terutama saat trimester ketiga menjadi 2,6 mg/ hari.

Sedangkan kebutuhan zat besi saat Ibu menyusui sebesar 2,8 mg/ hari. Setiap Ibu menyusui akan mengeluarkan 0,3 mg zat besi yang dikeluarkan dalam bentuk ASI.

Sumber makanan yang mengandung zat besi diantaranya daging berwarna merah, sayuran hijau, kacang, alpukat

Kalsium berfungsi untuk pertumbuhan tulang dan gigi pada janin sedangkan untuk Ibu hamil untuk mencegah osteoporosis atau rapuh tulang. Kebutuhan kalsium saat hamil meningkat, sehingga perlu tambahan sebesar 950 mg/ hari. Sedangakan saat mama menyusui asupan kalsium harus tetap terpenuhi untuk ASI, bila kekurangan kalsium akan diambil dari persediaan yang ada pada tubuh Ibu, bahkan dari tulang. Penambahan kalsium pada Ibu menyusui sama dengan Ibu hamil. Sumber kalsium banyak terdapat pada susu dan kacang kacangan.

Kebutuhan mikro nutrisi (vitamin) meningkat saat menyusui yaitu vitamin C sebesar 120 mg/ hari, vitamin E sebesar 19 mg/ hari dan vitamin B1 sebesar 1,3 mg/ hari

Sedangkan mikro nutrisi (mineral) seperti seng 13,9 mg/ hari dan selenium sebesar 40 ug/ hari berfungsi untuk mendukung sistem kekebalan tubuh agar Ibu sehat setelah melahirkan.

Air walaupun bukan zat nutrisi tapi sangat besar manfaatnya bagi kesehatan Ibu baik saat hamil maupun menyusui. Air bisa didapat dari air minum maupun dari jus buah. Kebutuhan air pada Ibu hamil sebesar 2,3 liter/hari atau 10 gelas sedangkan untuk Ibu menyusui kebutuhan air meningkat menjadi 2,7 liter/hari atau 13 gelas/air. Air berfungsi untuk mencegah dehidrasi serta terhindar dari sulit buang air besar.

Untuk itu semua, Ibu sebaiknya tetap menjaga asupan nutrisi dengan tetap mengkonsumsi makanan bernutrisi seimbang sehingga untuk Ibu hamil tetap sehat, prima serta janin yang dikandungnya pun sehat, sedangkan bagi Ibu menyusui tetap memberi ASI agar mama dapat memberi ASI eksklusif sehingga bayi Ibu pun sehat.