Riwayat Pencarian

Pencarian Populer

Stimulasi

Pentingnya Karakter Untuk Menyiapkan Si Kecil Hadapi Masa Depan

Pada era sekarang saja, perkembangan dunia semakin maju, bahkan era digital semakin pesat. Bisa Mama bayangkan tantangan dunia sekian tahun lagi, kelak saat si Kecil dewasa? Tentu semakin berat, semakin tidak bisa diprediksi, dan semakin rumit. Inilah yang disebut tantangan VUCA, yaitu Volatility (bergejolak), Uncertainty (ketidakpastian), Complexity (kompleks atau rumit) dan Ambiguity (ketidakjelasan).

Lantas, apa itu VUCA?

  • Volatility atau Votalitas, ditandai dengan munculnya berbagai tantangan baru yang tidak terbaca sebelumnya. Perkembangan zaman berubah sangat cepat, hal ini dipengaruhi oleh cepatnya perkembangan teknologi dan pertukaran informasi. Misalnya, sebelum ditemukannya transportasi online, bisnis taxi merajai dunia transportasi. Namun karena sudah adanya transportasi online maka transportasi onlinelah yang lebih digunakan saat ini. Mama sekarang pun pasti lebih sering memanfaatkan transportasi online bukan? Nah, dalam menghadapi perubahan, penting sekali melatih Si Kecil untuk memiliki sikap adaptif yang mudah beradaptasi dengan hal-hal baru serta sikap banyak akal untuk selalu berinovasi menciptakan sesuatu yang baru mengikuti perkembangan zaman.
  • Uncertainty atau ketidakpastian, adalah kondisi umum masa kini yang suka tidak suka harus diterima. Pada tantangan ini, diperlukan karakteristik banyak akal untuk selalu menciptakan ide serta solusi baru, dan sikap berani untuk menghadapi tantangan dan berani untuk bangkit kembali apabila jatuh ke dalam masalah.
  • Complexityatau rumit, dalam suatu kondisi kita akan dihadapkan dengan situasi yang penyebabnya sangat sulit dipahami secara langsung. Kerumitan masalah yang dihadapi juga dapat menjadikan seseorang frustasi. Dalam menyelesaikan tantangan tersebut, diperlukan sikap dan karakteristik gigih serta berani mengurai satu persatu masalah atau situasi rumit dan tidak melemparkan masalah atau tanggung jawab keapda orang lain.
  • Ambiguity atau ketidakjelasan, kondisi ini dapat diumpamakan seperti kaca buram yang membuat para pengambil keputusan kesulitan dengan apa yang ada di depan mata mereka.

Volatility

  • Si Kecil kecewa liburannya batal karena cuaca hujan. Mama dapat memberikan alternatif kegiatan lain, misalnya berkemah di halaman rumah saja. Lewat cara ini, anak dilatih menjadi seorang yang fleksibel.

Uncertainty

  • Saat anak akan menghadapi ujian di sekolah, Mama bisa mendampinginya saat belajar di rumah. Beri pemahaman bahwa soal-soal ujian yang akan diberikan guru tidak dapat diprediksi, si Kecil harus siap menghadapi beragam pertanyaan. Hal ini melatih si Kecil agar siap menghadapi segala sesuatu yang serba tidak pasti.

Complexity

  • jika selama ini Si Kecil selalu Mama bantu untuk menyelesaikan puzzle, coba berikan tantangan (puzzle baru) padanya TANPA arahan dari Mama. Puzzle yang tampak rumit bagi anak usia 1 – 6 tahun tersebut, melatihnya agar ia tekun, gigih dan bertanggungjawab menyelesaikan tugas.

Ambiguity

  • Ketika diajak ke toko mainan, Mama membolehkan si Kecil membeli 1 mainan. Lalu ia bingung memilih antara 2 atau 3 mainan yang disukai. Di sinilah peran Mama memberi kesempatan si Kecil mengambil keputusan, serta memberi pemahaman konsekuensi dari pilihan yang ia putuskan tersebut. Kelak diharapkan si Kecil mandiri serta berani dalam mengambil keputusan agar kelak ia tidak plin-plan dalam menentukan langkah.

 

Nah, mengingat tantangan-tantangan yang kelak akan dijumpai si Kecil cukup berat, oleh karena itu sangat penting bagi Mama untuk menyiapkan si Kecil agar kelak siap menghadapi aneka tantangan masa depan. Namun, tahukah Mama kalau para ahli mengatakan bahwa kesuksesan seorang anak saat mereka dewasa dipengaruhi dari 98% attitude (kepribadian dan karakter) dan 2% cognitive(kecerdasan dan intelektual), sehingga dapat disimpulkan bahwa kesuksesan tidak hanya terbatas dari IQ (kecerdasan) maupun nutrisi serta simulasi semata, namun pembentukan sikap dan karakter lah yang terpenting untuk menghadapi segala tantangan kelak.

 

Karakteristik yang diperlukan agar si Kecil siap hadapi masa depan adalah berani, mandiri, banyak akal, gigih serta adaptif. Peran Mama dalam mengembangkan karakter tangguh si Kecil sedini mungkin sangat penting dalam menentukan kesuksesannya di kemudian hari.

facebook-logo twitter-logo