5 Karakter Penting Agar Si Kecil Siap Menghadapi Masa Depan - Nutriclub

Riwayat Pencarian

Pencarian Populer

Rutinitas Anak

5 Karakter Penting Agar Si Kecil Siap Menghadapi Masa Depan

Memiliki buah hati yang kelak bertumbuh menjadi sosok yang memiliki prestasi dan sukses, pastinya menjadi harapan serta doa Mama, bukan? Namun tahukah Anda bahwa di balik kunci kesuksesan, diperlukan karakter yang kuat. Ya, pembentukan karakter bagi si Kecil sejak usia dini sangatlah penting. Ada 5 karakter yang bisa membuat si Kecil siap menghadapi tantangan masa depan, berikut ulasannya:

BERANI

Mama, mungkin sebagian besar orang tua merasa khawatir apabila si Kecil menghadapi suatu kesulitan atau menghadapi tantangan dalam hidupnya kelak. Beberapa hal yang dapat dilakukan Mama untuk melatih Si Kecil tampil berani, yaitu:

  • Tunjukkan kepada si Kecil, apa yang dimaksud dengan berani dan berikan pujian bila si Kecil berani untuk melakukannya.

Apabila Mama menginginkan si Kecil berani, maka Mama harus menunjukkan contoh dari sikap berani, karena pada dasarnya seorang anak meniru kebiasaan dan karakter orang tuanya. Misalnya, apabila si Kecil takut bermain di luar, ajaklah si Kecil untuk main di luar bersama Mama, apabila si Kecil mulai berani jangan lupa berikan pujian.

  • Memberikan contoh sifat berani dalam kehidupan nyata.

Pada saat waktu luang, ajak si Kecil bercerita tentang pekerjaan-pekerjaan yang menunjukkan sikap berani. Misalnya, seorang pemadam kebakaran sangat berani untuk memadamkan api yang besar. Atau seorang polisi yang sangat berani menangkap seorang penjahat.

BANYAK AKAL

Mama, siapa yang tidak menginginkan anak dengan banyak akal? Tapi, apakah Mama sudah melatih si Kecil agar mereka tumbuh dengan banyak akal? Melihat si Kecil tumbuh dengan banyak akal, tentunya menjadi suatu kebanggaan tersendiri bagi mama. Berikut ini beberapa contoh yang dapat dilakukan Mama untuk menstimulasi akal si Kecil:

  • Latih Si Kecil untuk menyelesaikan masalahnya sendiri, jangan terburu-buru membantu Si Kecil.

Pastinya orang tua tidak menginginkan anaknya mengalami kesulitan. Namun, cobalah untuk memberikan kesempatan pada Si Kecil untuk menyelesaikan masalahnya sendiri. Misalnya, Si Kecil mau mengambil mainan di meja yang tinggi baginya, Mama jangan buru-buru membantunya, biarkan ia mencari akal untuk mengambilnya, entah itu dengan bantuan kursi kecil sebagai pijakan atau ide lain darinya.

  • Latih Si Kecil untuk mengambil keputusannya sendiri.

Biarkan Si Kecil untuk memutuskan apa yang harusnya dia lakukan. Misalnya, di rumah ada tanaman yang layu, Mama tanyakan kembali kepada Si Kecil, “Apa yang bisa kita lakukan untuk membantu tanaman ini segar kembali?” Biarkan si Kecil berpikir apa yang bisa dia lakukan.

  • Biarkan Si Kecil berekspresi, jangan terlalu sering melarangnya.

Biarkan Si Kecil mencoba hal-hal baru, karena hal ini akan menstimulasi kreativitasnya. Misal Si Kecil ingin bermain sepak bola atau kegiatan lain yang belum pernah mereka coba. Selain dapat menstimulasi kreativitasnya, hal ini menumbuhkan rasa berani dan percaya dirinya.

ADAPTIF

Kemampuan beradaptasi ini sangat penting karena si Kecil akan belajar untuk lebih fleksibel pada pilihan-pilihan yang ia temukan sehari-hari. Hal tersebut akan menjadi bekal saat ia tumbuh dewasa dan mulai terjun ke dunia sosial. Ada beberapa hal yang dapat Mama lakukan agar si Kecil mampu untuk menyesuaikan diri dan senang dalam setiap situasi serta tidak mudah rewel, yakni:

  • Dorong dan beri pujian saat si Kecil mau menyesuaikan diri dengan orang/lingkungan baru.

Misalnya, ketika si Kecil ikut Mama bertemu dengan teman-teman Mama (yang mungkin juga membawa anak), latih ia untuk berani berkenalan, bersalaman (menyebut namanya sendiri), memanggil sapaan yang sesuai (Om/Tante/Kakak, dll). Atau saat pertama kali masuk sekolah, bantulah si Kecil agar merasa senang di tempat baru bertemu teman-teman banyak, sehingga nantinya ia akan lebih luwes beradaptasi.

MANDIRI

  • Berikan contoh kepada si Kecil sikap-sikap mandiri secara sederhana.

Misalnya, tantang si Kecil untuk berani ke toilet sendiri tanpa ditemani orang tua atau latih si Kecil untuk mulai mandi sendiri, berikan pengarahan kepadanya bila mulai sekolah maka harus bisa mandiri. Dengan dilatih sikap mandiri, diharapkan si Kecil bisa mengandalkan kemampuannya sendiri dan tidak bergantung pada orang lain.

  • Berikan apresiasi seperti pujian saat si Kecil mampu melakukannya.

Ketika ia berhasil melakukannya sendiri, jangan lupa berikan apresiasi dengan memujinya “Kamu hebat!

GIGIH

Apa yang dimaksud dengan gigih? Si Kecil mampu untuk tekun dan teguh pada pendiriannya serta berusaha melakukan sesuatu sampai selesai atau tuntas. Berikut cara Mama agar dapat melatih Si Kecil:

  • Tantang si Kecil untuk menyelesaikan kegiatannya sampai selesai.

Mama dapat memulainya dengan hal sederhana, misalnya ajak si Kecil untuk menyelesaikan puzzle sendiri sampai selesai.

  • Berikan contoh agar si Kecil tidak mudah menyerah.

Misalnya, ajak si Kecil untuk belajar bersepeda. Mungkin awalnya ia takut atau tidak mau mencoba kembali setelah terjatuh saat belajar pertama kali, namun Mama harus tetap memberikan semangat sampai ia bisa bersepeda. Hal ini secara tidak langsung akan mengajarkan si Kecil untuk tetap gigih sampai tujuannya tercapai.