Loading...

Riwayat Pencarian

Pencarian Populer

burger menu
6 Cara agar Berat Badan Anak yang Kurus Cepat Naik

Rutinitas Anak

6 Cara agar Berat Badan Anak yang Kurus Cepat Naik

Article By : Eka Rahmawati

Selain tinggi badan, berat badan adalah salah satu tolak ukur pertumbuhan seorang anak. Itu kenapa anak yang terlalu kurus pasti menjadi kekhawatiran banyak orang tua.

Agar berat badan anak bisa naik mencapai standar ideal sesuai usianya, Mama sebetulnya tidak perlu sampai beralih ke cara drastis yang justru bisa merisikokan kesehatannya dalam jangka panjang. Misalnya seperti memberikan makan dalam porsi yang berlebihan atau memberi mereka makanan yang tinggi kalori tapi tidak sehat, seperti permen, cokelat, kue, minuman bergula, dan makanan berlemak.

Jadi, apa yang harus dilakukan jika berat badan anak masih kurang ideal? Kunci untuk mencapai berat badan anak yang ideal adalah dengan menerapkan pola makan yang sehat dan bergizi seimbang. Cobalah terapkan beberapa tips di bawah ini.

Cara agar Berat Badan Anak Naik Drastis

Mengutip dari Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2020 Tentang Standar Antropometri, kisaran berat ideal anak di rentang usia 1-3 tahun adalah sebagai berikut:

  • Usia 1 tahun: sekitar 9,6 kg untuk anak laki-laki, sementara anak perempuan adalah sekitar 8,9 kg.

  • Usia 2 tahun: antara 9.7-15.6 kg untuk anak laki-laki, sedangkan perempuan berkisar 9.0 kg-15.1 kg.

  • Usia 3 tahun: sekitar 14,3 kg untuk anak laki-laki, dan 13,9 kg untuk anak perempuan. 

Jika Mama khawatir anak terlalu kurus atau berat badannya tidak ideal sesuai kisaran di atas, berikut adalah beberapa cara yang bisa Mama lakukan agar berat badan si Kecil cepat naik drastis dengan sehat:

1. Jadwalkan Pemberian Makan 

Dalam sehari anak perlu makan besar 3 kali sehari yang dilengkapi dengan 1-2 kali makanan selingan (snack) dan pemberian susu 2-3 kali. Namun, berat badan yang kurang mungkin bisa dipengaruhi oleh anak yang sulit makan. 

Agar berhasil menaikkan berat badan anak yang susah makan, selalu beri makan saat anak merasa lapar. Karenanya, sangatlah penting untuk membuat jadwal makan yang teratur dan terencana. Contohnya seperti:

  • 06.00     Susu.

  • 08.00     Makan pagi.

  • 10.00     Makanan selingan (buah, roti, dll).

  • 12.00     Makan siang

  • 14.00     Susu.

  • 16.00     Makanan selingan (biskuit, sandwich, dll).

  • 18.00     Makan malam.

  • 21.00     Susu.

Namun selain mempertimbangkan jadwal, Mama juga sebaiknya menerapkan prinsip feeding rules dari IDAI agar anak mau makan teratur, yaitu:

  • Jadwal makanan utama dan makanan selingan (snack) selalu teratur.

  • Waktu makan tidak boleh lebih dari 30 menit.

  • Berikan makanan utama dulu, baru diakhiri dengan minum air putih.

  • Hanya boleh mengonsumsi air putih atau susu di antara waktu makan. 

  • Tidak boleh ada paksaan untuk makan.

  • Tidak boleh ada distraksi (mainan, televisi, perangkat permainan elektronik) saat makan.

  • Jangan memberikan makanan sebagai hadiah.

  • Dorong anak untuk makan sendiri.

  • Bila anak menunjukkan tanda tidak mau makan (mengatupkan

  • mulut, memalingkan kepala, menangis), tawarkan kembali makanan tanpa membujuk ataupun memaksa. Bila setelah 10-15 menit anak tetap tidak mau makan, akhiri proses makan. Jangan mengganti makanan besar dengan susu atau cemilan.

  • Jangan biasakan anak ngemil terlalu sering dan terlalu dekat waktu makan karena akan menyebabkan anak tidak merasa lapar ketika waktu makan besar tiba.

Yang paling utama, jangan pernah memberikan makanan utama dalam porsi besar melebihi kemampuan anak. Lebih baik pastikan ia tidak melewatkan waktu makan besarnya dengan memberikan porsi sesuai kemampuan si Kecil supaya ia mau menghabiskan makanannya.

Baca Juga: Pola Makan Balita dengan Nutrisi Tinggi

2. Berikan Makanan dan Camilan Berkalori Tinggi

Untuk tumbuh optimal, anak membutuhkan energi (kalori) yang berasal dari makanan bervariasi dan seimbang. Jika anak kekurangan berat badan, mereka mungkin tidak mendapatkan cukup kalori.

Lalu, makanan apa yang bikin anak cepat gemuk?

  1. Karbohidrat
  • Jagung.

  • Kentang dan ubi jalar.

  • Nasi.

  • Roti gandum utuh.

  • Spageti.

  • Sereal tinggi protein dan serat.

 

  1. Protein

  • Daging merah (daging sapi, kambing, domba).

  • Daging ayam.

  • Ikan berlemak (tuna, salmon, kakap, makarel) dan makanan laut (kerang, udang, tiram, dst).

  • Telur.

  • Protein kedelai, seperti tahu dan tempe, kacang-kacangan dan biji-bijian, termasuk almond, biji chia, kenari, dan biji rami, selai kacang. 

 

  1. Lemak Sehat
  • Keju.

  • Mentega.

  • Krim.

  • Susu.

  • Yogurt.

  • Hati ayam dan hati sapi.

  • Mentega.

  • Minyak alpukat.

  • Minyak canola.

  • Minyak zaitun.

  1. Sayur dan buah tinggi kalori

  • Alpukat.

  • Pisang.

  • Anggur.

  • Mangga.

  • Pir. 

  • Wortel.

  • Jagung.

  • Kentang.

  • Kelapa.

  • Kurma.

  • Ubi jalar.

Supaya anak mau makan, cobalah kreasikan jenis-jenis makanan ini menjadi hidangan baru. Misalnya, sebagai pengganti susu di siang hari Mama bisa memberikan smoothie atau milkshake yang memadukan buah favorit si Kecil dengan yogurt, selai kacang, dan biji-bijian.

Dan ingat, jangan berikan makanan yang tinggi kalori kosong seperti keripik, fast food, permen, dan minuman ringan pasti sangat disukai si Kecil. Sayangnya asupan ini tidak disarankan untuk diberikan pada anak karena nutrisinya tidak ada. Selalu pastikan anak terbiasa mengonsumsi makanan yang padat energi, tinggi protein, kaya lemak sehat, dan lengkap kandungan mineral serta vitaminnya. 

3. Ajak Anak Berolahraga

Olahraga ternyata bisa membantu agar berat badan anak naik drastis secara sehat. Karena, rutin beraktivitas fisik akan menambah massa otot tubuh yang berkontribusi pada peningkatan berat badan. Jadi, Mama perlu juga mendorong si Kecil tetap aktif di kesehariannya dengan melakukan olahraga setiap hari.

4. Lebih Fleksibel saat Anak Merasa Lapar

Cara lain yang bisa Mama coba untuk menaikkan berat badan anak 2 tahun adalah membiarkannya makan kapan pun  jika anak sekarang sering merasa lapar.

Namun, pastikan jika makanan yang diberikan adalah makanan yang baik bagi tubuh dan jumlahnya jangan berlebihan.

5. Berikan Susu 

Susu adalah sumber protein, kalori, dan lemak sehat yang baik untuk menambah berat badan anak.

Susu diketahui memiliki profil dan mutu protein yang lebih tinggi dibandingkan dengan protein nabati. Ini artinya, tubuh anak dapat menyerap dan menggunakan sumber protein tersebut dengan lebih efisien sehingga bisa lebih memaksimalkan pertambahan berat badannya.

Selain itu, susu juga mengandung berbagai jenis vitamin dan mineral penting lain seperti omega 3 dan 6 yang bukan hanya bagus untuk mendukung tumbuh kembangnya, tapi juga mendukung kesehatannya seiring berat badannya bertambah. 

IDAI merekomendasikan untuk memberikan susu sebanyak 2-3 kali dalam sehari.

6. Konsultasikan pada Dokter Ahli

Agar berat badan anak naik drastis dengan cara yang tepat, Mama bisa bertanya langsung pada dokter anak atau ahli gizi untuk meminta saran terbaik mereka. Nantinya dokter ahli akan memandu Mama membuat pilihan terbaik untuk menu makanan si Kecil yang disesuaikan dengan usianya.

Mama juga perlu konsultasikan pada dokter jika setelah melakukan berbagai cara di atas tapi berat badan anak tidak kunjung bertambah. Hal ini dilakukan untuk memeriksa apakah si Kecil memiliki gangguan atau kondisi kesehatan tertentu yang menghambat perkembangannya. 

Bicarakan pula pada dokter jika si Kecil sedang mengonsumsi obat tertentu. Alasannya karena obat-obatan dapat mempengaruhi kenaikan berat badan yang seharusnya.

Nah, Mama juga bisa memperkaya wawasan terkait perkembangan si Kecil dan kebutuhan makanan di setiap fase usia bayi dengan mengunduh Parenting E-book eksklusif dari MyNutriclub yang materinya diberikan langsung oleh para ahli di bidangnya. Gratis!

  1. https://www.verywellfamily.com/gaining-weight-2633287Diakses pada 18 Oktober 2022
     
  2. http://hukor.kemkes.go.id/uploads/produk_hukum/PMK_No__2_Th_2020_ttg_Standar_Antropometri_Anak.pdf Diakses pada 18 Oktober 2022
     
  3. https://www.healthline.com/health/childrens-health/weight-gain-foods-for-kids#weight-gain-tips Diakses pada 18 Oktober 2022
     
  4. https://www.momjunction.com/articles/healthy-foods-will-make-child-gain-weight_0075344/ https://www.eatright.org/health/wellness/your-overall-health/safe-weight-gain-tips-for-underweight-kids Diakses pada 18 Oktober 2022
     
  5. https://my.clevelandclinic.org/health/articles/16555-snack-ideas-for-weight-gain#:~:text=Examples%20of%20calorie%2Drich%20foods,whole%20grains%2C%20whole%20grain%20breads  Diakses pada 18 Oktober 2022
     
  6. https://www.nhs.uk/live-well/healthy-weight/childrens-weight/underweight-children-2-5-advice-for-parents/ Diakses pada 19 Oktober 2022
     
  7. https://www.healthline.com/nutrition/milk-and-weight-gain#nutrition  Diakses pada 19 Oktober 2022
     
  8. https://www.unlockfood.ca/en/Articles/Childrens-Nutrition/Children%E2%80%99s-Nutrition-Raising-Healthy-Kids/How-Can-I-Help-My-Child-Gain-Weight.aspx Diakses pada 19 Oktober 2022
     
comment-icon comment-icon