Loading...
burger menu

Riwayat Pencarian

Pencarian Populer

Apa Saja Alternatif Susu untuk Si Kecil di Atas 1 Tahun yang Alergi Susu Sapi?

Nutrisi

Apa Saja Alternatif Susu untuk Si Kecil di Atas 1 Tahun yang Alergi Susu Sapi?


Alergi susu sapi adalah reaksi alergi terhadap protein yang ditemukan di dalam susu sapi dan sangat sering dijumpai pada Si Kecil. Si Kecil dengan alergi susu sapi ini sering kali rewel dan menunjukkan beberapa gejala yang mengkhawatirkan Mama.  Untuk itu, Mama perlu mengetahui mengenai alternatif susu untuk Si Kecil yang alergi susu sapi agar Mama dapat memberi pilihan susu alternatif lain bagi Si Kecil yang terkena alergi susu sapi.

Alergi susu sapi merupakan salah satu reaksi ketika tubuh bereaksi berlebihan terhadap paparan zat tertentu dan menimbulkan gejala klinis Dalam hal ini adalah protein yang ada dalam susu sapi. Banyak faktor mengapa Si Kecil mengalami alergi terhadap protein susu sapi, misalnya faktor keturunan, dan faktor dari luar, seperti polusi udara, asap rokok, cuaca dan binatang peliharaan.3 Berikut akan dijelaskan, ya, Ma, gejala Si Kecil yang alergi susu sapi dan alternatif susu untuk Si Kecil yang alergi susu sapi.

Gejala Si Kecil mengalami alergi susu sapi

Terdapat dua tipe alergi susu sapi berdasarkan seberapa cepat waktu munculnya gejala, Ma. Alergi susu sapi tipe cepat, yaitu gejala muncul dalam hitungan menit setelah Si Kecil diberi atau terpapar protein susu sapi, dan tipe lambat dimana gejala muncul dalam beberapa jam, atau bahkan dalam beberapa hari setelah Si Kecil diberi atau terpapar protein susu sapi.

Gejala alergi yang muncul dapat berbeda-beda karena alergi protein susu sapi dapat mengenai berbagai organ tubuh Si Kecil. Mama perlu mengetahui berbagai gejala yang dapat muncul agar lebih waspada dan bersiap memikirkan alternatif susu untuk si Kecil. Gejalanya adalah sebagai berikut:

  • Reaksi di kulit seperti kulit yang kemerahan dan biduran yang gatal, sehingga Si Kecil akan lebih sering rewel. 

  • Bengkak di bibir, wajah dan daerah sekitar mata Si Kecil. 

  • Kulit wajah bisa mengalami eksim yang tidak sembuh walau telah diobati.

  • Gangguan pencernaan seperti kolik, nyeri perut, muntah, diare atau konstipasi. 

  • Gangguan pernapasan seperti batuk dan pilek yang berulang.

Pada reaksi alergi yang lebih berat, alergi susu sapi juga dapat menyebabkan batuk yang berat, suara napas yang berisik, hingga sesak napas. Mama perlu waspada bila hal ini terjadi segera bawa Si Kecil ke rumah sakit terdekat.

Alternatif Susu untuk Si Kecil yang Alergi Susu Sapi

Apabila terdapat riwayat alergi dalam keluarga, Mama perlu juga melakukan tindakan pencegahan agar Si Kecil terhindar dari reaksi alergi akibat susu sapi. Pencegahan yang paling baik adalah dengan menghindari makanan berpotensi menyebabkan alergi yaitu yang mengandung protein susu sapi.

Pada si Kecil berusia di atas 1 tahun yang mengalami gejala alergi susu sapi, maka Mama dapat mengganti susu Si Kecil yang alergi dengan alternatif susu lain. Pemberian susu atau formula alternatif untuk si Kecil di atas 1 tahun yang alergi dilakukan berdasarkan rekomendasi dari Dokter dengan melihat gejala klinis Si Kecil, usia, serta biaya. Menurut rekomendasi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), berikut ini beberapa pilihan formula alternatif untuk Si Kecil di atas 1 tahun yang alergi susu sapi.

  • Formula hidrolisat ekstensif 
    Susu Formula ini adalah susu formula yang berbasis susu sapi, namun proteinnya telah dipecah menjadi partikel yang kecil-kecil, sehingga imun tubuh tidak mengenalinya sebagai sesuatu yang berbahaya. Protein yang sudah dipecah menjadi partikel kecil ini juga mudah dicerna oleh tubuh Si Kecil.Formula jenis ini biasanya direkomendasikan oleh tenaga kesehatan untuk diberikan pada Si Kecil yang alergi susu sapi dengan derajat ringan-sedang.

  • Formula asam amino 
    Susu Formula ini mengandung asam amino bebas tanpa peptida.  Formula ini digunakan biasanya sebagai  formulatif alternatif bagi Si Kecil dengan gejala alergi susu sapi yang berat, alergi banyak makanan, pertumbuhan yang terhambat dan sebagainya.

  • Formula isolat protein kedelai 
    Formula ini mengandung isolat protein kedelai yang sudah diformulasikan untuk Si Kecil untuk mendukung kebutuhan nutrisi si Kecil.

Nah, itu dia, Ma, beberapa alternatif susu untuk Si Kecil yang alergi susu sapi. Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, konsultasikan gejala dan pilihan susu alternatif untuk si Kecil dengan dokter tentang alergi yang dimiliki Si Kecil Mama, ya. Selain itu, agar Si Kecil tidak gampang sakit, Mama perlu mengoptimalkan imunitas tubuhnya. Informasi seputar imunitas memang penting untuk diketahui agar Mama tahu bagaimana cara meningkatkan kualitas imun tubuh Si Kecil. Yuk, Ma, unduh e-book ini untuk informasi lengkap terkait imunitas dan nutrisi tepat yang mampu mengoptimalkan imunitas Si Kecil di https://www.nutriclub.co.id/ebook-balita/nutrisi/gizi/nutrition-for-immunity

Referensi:

  1. Asian girl with rash from milk allergy [Internet]. Available from: https://www.dreamstime.com/asian-girl-rash-milk-allergy-asian-girl-rash-milk-allergy-image177788697

  2. Edwards CW, Younus MA. Cow Milk Allergy. [Updated 2021 Jun 29]. In: StatPearls [Internet]. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing; 2022 Jan-. Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK542243/

  3. Hegar B. Mengenali Alergi Susu Sapi pada Anak [Internet]. Jakarta: IDAI; 2013 [Updated 2013; cited 2022 April 4]. Available from: https://www.idai.or.id/artikel/seputar-kesehatan-anak/mengenali-alergi-susu-sapi-pada-anak

  4. NHS. What should I do if I think my baby is allergic or intolerant to cows' milk? [Internet]. London: NHS; 2019 [Updated 2019; cited 2022 April 4]. Available from: https://www.nhs.uk/common-health-questions/childrens-health/what-should-i-do-if-i-think-my-baby-is-allergic-or-intolerant-to-cows-milk/#:~:text=Symptoms%20of%20cows'%20milk%20allergy&text=skin%20reactions%20%E2%80%93%20such%20as%20a,does%20not%20improve%20with%20treatment

  5. Ikatan Dokter Anak Indonesia. Diagnosis dan Tatalaksana Alergi Susu Sapi. Jakarta: Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia; 2014.

comment-icon comment-icon