Cukupi Nutrisi Ini Selama Hamil Terhindar dari Alergi - Nutriclub - Nutriclub

Riwayat Pencarian

Pencarian Populer

Nutrisi

Cukupi Nutrisi Ini Selama Hamil agar Si Kecil Terhindar dari Alergi

Saat hamil, setiap makanan dan minuman yang Bumil konsumsi juga akan diserap oleh janin dan akan memengaruhi tumbuh kembangnya. Tak hanya itu, mencukupi kebutuhan nutrisi selama hamil juga diyakini dapat mengurangi risiko terjadinya alergi pada si Kecil.

Tak sedikit ibu hamil yang sengaja menghindari jenis makanan tertentu karena khawatir bayinya nanti akan memiliki alergi setelah lahir. Padahal, membatasi konsumsi makanan tertentu selama hamil, misalnya kacang atau telur, tidak mengurangi risiko bayi untuk menderita alergi.

Justru sebaliknya, membatasi konsumsi makanan selama hamil dapat membuat janin kekurangan nutrisi dan lebih rentan terkena alergi nantinya. Oleh sebab itu, mencukupi nutrisi selama kehamilan sangat penting dalam upaya pencegahan alergi pada anak.

Panduan Nutrisi Selama Hamil untuk Menurunkan Risiko Bayi Terkena Alergi

Bumil boleh makan apa saja, asalkan tidak memiliki alergi terhadap makanan apa pun dan tidak menderita penyakit tertentu, seperti diabetes atau tekanan darah tinggi. Ibu hamil yang tidak memiliki riwayat alergi sebaiknya tidak memantang makanan, apalagi jika makanan tersebut bernutrisi tinggi.

Membatasi makanan hanya akan mengurangi asupan gizi yang dibutuhkan oleh ibu hamil dan janin. Padahal, ibu hamil perlu mendapatkan nutrisi yang cukup agar janinnya dapat tumbuh dan berkembang dengan sehat.

Selain itu, beberapa penelitian menunjukkan bahwa tercukupinya nutrisi ibu selama kehamilan juga mampu menurunkan risiko bayi yang dikandungnya mengalami alergi setelah lahir. Itulah sebabnya, tidak bijak jika Bumil memantang makan dengan alasan agar Si Kecil terhindar dari alergi.

Berikut ini adalah panduan mencukupi kebutuhan nutrisi di masa kehamilan untuk bantu menurunkan risiko bayi terkena alergi:

     1. Asupan bergizi seimbang

Untuk memperoleh nutrisi yang cukup, Bumil perlu mengonsumsi makanan dari berbagai kelompok makanan yang berbeda. Makanan tersebut idealnya terdiri dari beragam jenis nutrisi, termasuk karbohidrat, protein, lemak, serat, vitamin, dan mineral.

Nutrisi tersebut bisa Bumil dapatkan dari nasi, roti gandum, daging tanpa lemak, ikan, telur, sayur dan buah, kacang-kacangan, serta susu. Selain baik untuk memenuhi kebutuhan nutrisi selama hamil, konsumsi sayur, buah, dan telur secara rutin di masa kehamilan juga terlihat terlihat dapat menurunkan risiko bayi terkena alergi.

     2. Porsi makan cukup

Meski sedang berbadan dua, bukan berarti Bumil harus makan dengan porsi dua kali lebih banyak. Ibu hamil umumnya membutuhkan asupan tambahan 300 kalori per hari. Upayakan makan secukupnya dengan menu makanan bergizi seimbang, serta hindari mengonsumsi makanan cepat saji, daging olahan, dan makanan tinggi gula, karena jika mengonsumsi jenis makanan tersebut berlebihan disebut dapat meningkatkan risiko janin terkena alergi.

     3. Air minum cukup

Selama masa kehamilan, Bumil disarankan untuk mengonsumsi air putih kurang lebih 2 liter per hari atau setara dengan 8 gelas. Memenuhi kebutuhan cairan dengan minum air putih yang cukup dapat mencegah Bumil dari dehidrasi. Selain air putih, asupan cairan bisa Bumil dapatkan dari jus, susu, atau buah-buahan. Hindari konsumsi minuman ringan yang mengandung soda dan terlalu banyak gula, serta minuman berkafein tinggi, seperti kopi.

     4. Suplemen kehamilan

Suplemen kehamilan dapat dikonsumsi sebagai asupan nutrisi tambahan, karena meskipun sudah mengonsumsi berbagai jenis makanan, mungkin saja Bumil masih kekurangan nutrisi tertentu. Kekurangan asupan nutrisi tertentu saat hamil, seperti protein dan omega-3, diketahui dapat meningkatkan risiko bayi terkena alergi. Namun, tanyakan dulu kepada dokter kandungan mengenai jenis dan dosis suplemen kehamilan yang sesuai dengan kebutuhan Bumil.

     5. Menjaga berat badan ideal saat hamil

Ada studi yang menyatakan bahwa peningkatan berat badan yang berlebihan atau obesitas saat hamil dapat meningkatkan risiko anak untuk mengalami alergi. Kenaikan berat badan ibu hamil yang ideal adalah 11-16 kg. Khusus untuk ibu yang hamil kembar, kenaikan berat badan yang disarankan adalah 16-20 kg. Untuk ibu hamil yang memiliki berat badan berlebih, target kenaikan berat badan selama kehamilan adalah 7-11 kg.

Selain mengonsumsi makanan sehat, Bumil juga disarankan untuk rutin melakukan olahraga ringan, agar kenaikan berat badan tetap stabil. Kenaikan berat badan yang ideal saat hamil adalah sekitar 0,5 kg per minggunya.

     6. Hindari konsumsi makanan yang tidak aman bagi ibu hamil

Makanan dan minuman yang perlu Bumil hindari adalah susu yang tidak dipasteurisasi atau susu mentah, minuman beralkohol, telur mentah atau setengah matang, daging mentah, dan makanan laut mentah, seperti sushi, sashimi, atau tiram.

Pilihan Makanan yang Mengandung Nutrisi Penting untuk Ibu Hamil

Berikut ini adalah beberapa jenis makanan dan minuman yang disarankan untuk dikonsumsi selama hamil, agar janin tidak kekurangan nutrisi dan tidak berisiko mengalami alergi setelah lahir:

     1. Buah dan sayur

Buah dan sayur adalah sumber nutrisi penting untuk ibu hamil. Bumil disarankan untuk mengonsumsi setidaknya 5 porsi sayur dan buah yang berbeda setiap harinya untuk memenuhi kebutuhan vitamin, mineral, dan serat. Berbagai jenis buah, seperti apel, pisang, pepaya, mangga, tomat, dan alpukat, serta sayuran hijau, seperti bayam, brokoli, dan wortel, sangat baik untuk dikonsumsi oleh ibu hamil.

     2. Telur, ikan, dan daging tanpa lemak

Kelompok makanan ini kaya akan protein yang penting untuk pertumbuhan dan perkembangan janin, termasuk perkembangan otaknya. Untuk menghindari bahaya merkuri, ibu hamil disarankan tidak mengonsumsi lebih dari 340 gram ikan laut dalam seminggu. Pastikan daging, ikan, atau telur yang Bumil konsumsi sudah dimasak hingga benar-benar matang. Hal ini penting untuk mencegah infeksi bakteri atau parasit.

     3. Kacang-kacangan

Kacang-kacangan merupakan sumber serat, vitamin, karbohidrat, dan protein yang baik untuk ibu hamil. Selain itu, kelompok makanan ini kaya akan kalsium, folat, zat besi, dan seng. Bumil dapat mengonsumsi kacang-kacangan sebagai snack atau mengolahnya menjadi masakan untuk menu makanan utama.

     4. Makanan sumber karbohidrat

Karbohidrat merupakan sumber energi utama untuk ibu hamil, yang juga berperan dalam tumbuh kembang janin. Asupan karbohidrat bukan hanya dari nasi putih. Ada beberapa jenis makanan sumber karbohidrat yang juga baik untuk ibu hamil, antara lain oatmeal, roti gandum, bubur gandum, dan nasi merah.

     5. Susu dan produk olahannya

Susu dan produk olahan susu, seperti yoghurt dan keju, kaya akan kalsium yang membantu pembentukan tulang dan gigi bayi serta menjaga kesehatan tulang ibu. Mencukupi kebuhan nutrisi selama kehamilan dan menerapkan pola makan yang baik dapat menekan risiko terjadinya alergi pada bayi. Selain itu, agar kehamilan tetap sehat, Bumil juga perlu berolahraga secara rutin, beristirahat yang cukup, menghindari stres, serta melakukan pemeriksaan secara berkala ke dokter kandungan.

Referensi:

Baïz, et al. (2019). Maternal Diet Before and during Pregnancy and Risk of Asthma and Allergic Rhinitis in Children. Allergy, Asthma & Clinical Immunology. 15, 40.

Fujimura, et al. (2019). Influences of Maternal Factors Over Offspring Allergies and the Application for Food Allergy. Frontiers in Immunology. 10, pp. 1933.

Garcia-Larsen, et al. (2018). Diet during Pregnancy and Infancy and Risk of Allergic or Autoimmune Disease: A Systematic Review and Meta-analysis. PLoS Medicine. 15(2), e1002507.

Jeurink, et al. (2018). Importance of Maternal Diet in the Training of the Infant's Immune System during Gestation and Lactation. Critical Reviews in Food Science and Nutrition. 59 (8), pp. 1311-1319.

Socha-Banasiak, et al. (2018). Trends in Folic Acid Supplementation during Pregnancy – the Effect on Allergy Development in Children. Postepy Dermatologii i Alergologii. 35(2), pp. 139–144.

Venter, et al. (2017). Maternal Dietary Intake in Pregnancy and Lactation and Allergic Disease Outcomes in Offspring. Pediatric Allergy and Immunology. 28 (2), pp. 135-143.

Ekström, et al. (2015). Maternal Body Mass Index in Early Pregnancy and Offspring Asthma, Rhinitis and Eczema up to 16 Years of Age. Clinical and Experimental Allergy: Journal of the British Society for Allergy and Clinical Immunology. 45(1), pp. 283–291.

American Pregnancy Association. Diet During Pregnancy.

American Pregnancy Association. Foods to Avoid During Pregnancy

American Pregnancy Association. Pregnancy Weight Gain.

Herbert, C. Baby Centre UK (2017). How Will I Know if I'm Dehydrated and What Can I Do About it?

Baby Center India (2019). Diet For a Healthy Pregnancy.

KidsHealth, Nemours (2018). For Parents. I'm Pregnant. Can I Lower My Baby's Food Allergy Risk?

Sonnenberg, E. Parents. Baby Food Allergies: Fact and Fiction.

National Health Service UK (2017). Healthy Lifestyle. Have a Healthy Diet in Pregnancy.

Jacobson, J.D. National Institutes of Health (2020). U.S. National Library of Medicine MedlinePlus. Eating Right During Pregnancy.

Mayo Clinic (2019). Pregnancy Nutrition: Healthy-Eating Basics.

Bjarnadottir, A. Healthline (2018). 13 Foods to Eat When You’re Pregnant.

Fischer, K. Healthline (2018). Mom’s Diet in Pregnancy Can Affect Child’s Allergies.

Preidt, R. WebMD (2019). No Link In Mom-to-Be's Diet, Baby's Allergy Risk.