Memperkenalkan Makanan Pencetus Alergi - Nutriclub

Riwayat Pencarian

Pencarian Populer

Kesehatan

Benarkah Memperkenalkan Makanan Pencetus Alergi Bisa Mencegah Si Kecil Mengalami Alergi?

Cukup banyak orang tua menunda untuk memperkenalkan makanan yang sering mencetuskan alergi, seperti kacang, keju, dan telur, saat memulai pemberian MPASI kepada Si Kecil. Alasannya adalah karena mereka khawatir Si Kecil akan mengalami reaksi alergi saat mengonsumsi makanan tersebut.

Kekhawatiran akan munculnya reaksi alergi saat memberikan Si Kecil makanan yang sering mencetuskan alergi tidak sepenuhnya salah, karena tentunya orang tua ingin melakukan tindakan pencegahan dan memastikan Si Kecil tetap sehat.

Namun, penjelasan berikut ini mungkin akan membuat Mama berpikir ulang sebelum menunda pemberian makanan tersebut.

Perhatikan Aturan Pemberian MPASI Si Kecil

Sebelum membahas pemberian makanan yang sering mencetuskan alergi pada Si Kecil, kita perlu membahas dulu aturan pemberian MPASI.

Si Kecil umumnya sudah boleh diberikan MPASI saat usianya 6 bulan. Usia ini dianggap paling ideal, karena Si Kecil sudah memiliki kemampuan menelan yang baik dan membutuhkan asupan nutrisi tambahan untuk mendukung pertumbuhannya.

Dalam pemberian MPASI pada Si Kecil 6 bulan, ada beberapa hal yang perlu Mama perhatikan, yaitu:

Berikan MPASI dalam porsi kecil

Untuk pertama kali, berikan MPASI dalam porsi yang kecil, yaitu 1-2 sendok teh, kemudian tingkatkan porsinya secara perlahan. Apabila Si Kecil menolak MPASI yang diberikan, coba berikan kembali keesokan harinya. Saat diperkenalkan makanan baru, Si Kecil biasanya memang memerlukan waktu untuk adaptasi. Jadi, Mama harus sabar dan jangan terburu-buru.

Mulai dengan satu jenis MPASI

Pada tahap awal pemberian MPASI, Mama disarankan untuk memperkenalkan makanan secara bertahap. Berikan satu jenis makanan dulu selama beberapa hari, sebelum memperkenalkan jenis makanan lain.

Berikan MPASI dengan tekstur yang lembut

Karena Si Kecil baru mulai belajar makan, berikanlah makanan dengan tekstur yang agak encer atau cair terlebih dahulu, kemudian tingkatkan tekstur dan kekentalannya secara bertahap dan perlahan. Dengan begitu, Si Kecil dapat beradaptasi dengan tekstur makanan barunya.

Memperkenalkan Makanan Pencetus Alergi pada Si Kecil

Saat memilih menu MPASI untuk Si Kecil, banyak orang tua yang masih bingung mengenai jenis makanan apa saja yang sebaiknya diberikan. Sebagian orang tua merasa perlu untuk menghindari jenis makanan tertentu, seperti kacang, keju, atau telur, karena dianggap sering menyebabkan alergi makanan pada Si Kecil. Benarkah demikian?

Memang benar bahwa kacang, produk olahan susu, dan telur sering kali mencetuskan alergi pada Si Kecil. Namun, bukan berarti makanan-makanan ini tidak boleh diberikan sama sekali.

Pada Si Kecil tanpa riwayat alergi sebelumnya atau belum diketahui risikonya untuk mengalami alergi, Mama justru disarankan untuk mulai memberikan makanan ini sejak Si Kecil memulai MPASI. Alasannya, semakin dini makanan pencetus alergi diberikan, akan semakin kecil risiko Si Kecil untuk mengalami alergi terhadap makanan tersebut di kemudian hari. Mama dapat mengecek besarnya risiko alergi si Kecil menggunakan Allergy Risk Screener by Nutriclub ya

Jadi, kapan makanan ini sebaiknya diberikan dan bagaimana cara pemberiannya?

Kacang

Untuk kacang, Mama dapat memperkenalkannya sejak Si Kecil berusia 6 bulan. Penelitian menunjukkan bahwa pemberian MPASI berbahan kacang pada Si Kecil berusia di bawah 1 tahun dapat mengurangi risikonya untuk menderita alergi kacang. Namun, olahlah kacang dengan tekstur yang sesuai usia dan kemampuan Si Kecil untuk mengunyah.

Produk olahan susu

Sama halnya dengan kacang, produk olahan susu, seperti keju yang sudah dipasteurisasi, sudah dapat diberikan saat Si Kecil berusia 6-9 bulan. Namun, saat mulai memasukkan produk olahan susu ke dalam menu MPASI Si Kecil, berikan dalam jumlah sedikit dulu.

Telur

Telur juga sudah mulai dapat diperkenalkan sejak Si Kecil berusia 6 bulan. Telur mengandung nutrisi yang penting untuk pertumbuhan Si Kecil, mulai dari protein, zat besi, hingga kolin. Namun, pastikan telur sudah dimasak hingga benar-benar matang ya.

Jadi pada Si Kecil tanpa faktor risiko alergi dan sudah mulai mengonsumsi MPASI memang benar dianjurkan untuk memberikan makanan-makanan yang sering memicu alergi. Namun, tetap imbangi dengan makanan lainnya, seperti sayur, buah, dan daging.

Saat memulai pemberian MPASI, apalagi bila Mama memberikan jenis makanan yang sering memicu alergi, selalu perhatikan ada tidaknya tanda atau gejala alergi makanan pada Si Kecil, seperti diare, mual, muntah, atau ruam yang gatal dan membengkak di kulitnya.

Jika muncul gejala-gejala di atas, segera hentikan pemberian makanan pencetus alergi tersebut dan bawa Si Kecil ke dokter untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan.

 

facebook-logo twitter-logo

Referensi:

Ferraro, V., Zanconato, S., & Carraro, S. (2019). Timing of Food Introduction and the Risk of Food Allergy. Nutrients, 11(5), pp. 1131.

Center for Disease Control and Prevention (2019). When, What, and How to Introduce Solid Foods.

Health Harvard (2016). The Latest on a Simple Way to Help Prevent Food Allergies in Kids.

Raising Children Network Australia (2019). Introducing Solids: Why, When, What, and How.

Robinson, L. Baby Center (2019). Introducing Solids.

Marcin, A. Healthline (2018). Is It Safe for Babies to Eat Eggs?

Hoecker, J. L. Mayo Clinic (2019). When's the Right Time to Start Feeding a Baby Solid Foods?

Mayo Clinic (2019). Solid Foods: How to Get Your Baby Started.

Parents. When Can My Baby Eat Dairy Products?

Brown, S. Very Well Family (2020). When Can Babies Have Peanut Butter?