Stimulasi motorik anak bisa didukung dari berbagai aktivitas sehari-hari. Mulai dari berlari, melompat, melempar, hingga menangkap penting untuk perkembangan fisik maupun kognitifnya. Intip rekomendasi kegiatan fisik untuk stimulasi motorik si Kecil, Ma!
Apa Itu Stimulasi Motorik Anak?
Stimulasi motorik anak adalah kemampuan tubuh yang melibatkan fungsi otot untuk melakukan berbagai gerakan. Stimulasi motorik dibagi menjadi dua, yakni motorik kasar dan motorik halus.
Kegiatan pada motorik kasar melibatkan fungsi otot-otot besar pada tubuh, seperti berguling, merangkak, berdiri, dan berjalan. Sementara motorik halus melibatkan otot-otot kecil, terutama di tangan dan pergelangan tangan.
Contohnya kemampuan menggenggam benda dan koordinasi antara mata dan tangan. Stimulasi motorik penting karena membantu meningkatkan koordinasi tubuh, sekaligus mendukung fungsi kognitif serta kemampuan memproses informasi.
Manfaat Aktivitas Fisik untuk Perkembangan Anak
Aktivitas fisik bukan hanya mendukung tubuh anak agar bergerak, tapi juga menawarkan berbagai manfaat seperti:
- Meningkatkan fokus dan daya ingat.
- Membangun otot dan daya tubuh yang kuat.
- Mendukung kemampuan sosial dan emosi anak saat bermain bersama.
- Meningkatkan koordinasi dan keseimbangan tubuh.
- Membantu menjaga kadar gula darah normal
- Menurunkan risiko depresi.
- Mengurangi risiko beberapa penyakit kronis, termasuk diabetes tipe 2 dan obesitas.
- Memperkuat tulang.
- Membantu menjaga berat badan ideal dan mengurangi lemak tubuh.
Baca Juga: Kenali Perkembangan Psikomotorik pada Anak dan Cara Stimulasinya
Contoh Aktivitas Fisik untuk Stimulasi Motorik Kasar Anak
Melihat begitu pentingnya peran dan manfaat stimulasi motorik anak, Mama bisa melatih motorik kasar anak melalui kegiatan seru. Berikut rekomendasinya:
1. Melompat di Atas Trampolin
Trampolin adalah aktivitas yang disukai anak dan bermanfaat untuk meningkatkan koordinasi serta keseimbangan tubuh.
Saat bermain trampolin, anak menggunakan kedua sisi tubuh dan merangsang aktivitas otak secara bersamaan.
Hal ini membantu meningkatkan keterampilan motorik, kontrol otot, dan kesadaran tubuh (kinestetik) si Kecil.
2. Bermain Bola
Mama bisa melatih stimulasi motorik anak dengan bermain bola. Kegiatan ini sangat bermanfaat untuk mengasah kemampuan melempar, menangkap, menendang, atau memantulkan bola.
Sebab saat bermain bola, anak dituntut untuk menggunakan otot-otot besar tubuhnya agar mampu melakukan berbagai gerakan tersebut.
Selain itu, bermain bola juga membantu meningkatkan koordinasi mata-tangan anak.
3. Bermain Hula Hoop Rintangan
Tak hanya diputar di pinggang, hula hoop bisa digunakan dengan berbagai cara. Misalnya, Mama dapat membuat variasi permainan, seperti menjadikannya rintangan.
Ajak anak melompat dari satu lingkaran ke lingkaran lain atau merangkak melalui jalur hula hoop. Aktivitas ini sangat bermanfaat untuk merangsang perkembangan kemampuan motorik si Kecil.
4. Berenang
Berenang adalah aktivitas motorik kasar yang baik untuk anak karena membantu menguatkan otot dan inti tubuh. Selama proses berenang, hampir semua gerakan yang dilakukan oleh anak akan bermanfaat untuk menguatkan otot-otot dan inti tubuh si Kecil.
Kegiatan berenang melibatkan berbagai gerakan seperti mengayuh kaki dan tangan, menggerakkan lengan dan bahu, serta menggunakan otot perut untuk menjaga keseimbangan dan stabilitas di dalam air.
Namun, anak tetap harus diawasi selama berenang, terutama jika belum terampil. Keselamatan harus menjadi prioritas utama selama aktivitas ini.
5. Freeze Dance
Menari adalah aktivitas yang menyenangkan dan membuat tubuh anak bergerak aktif. Mama bisa mengajak si Kecil menari bebas agar ia dapat berekspresi melalui gerakan yang disukainya.
Agar lebih asyik, Mama bisa menerapkan permainan "freeze dance". Ajak anak untuk menari dengan semangat, dan pada saat musik berhenti, ia harus cepat-cepat "membeku" dalam posisi terakhirnya.
Aktivitas ini tidak hanya membuat anak bergerak, tetapi juga melatih kontrol gerak dan kemampuan mengikuti instruksi.
Baca Juga: 4 Ciri Kecerdasan Visual Spasial pada Anak dan Cara Mengoptimalkannya
Contoh Aktivitas Fisik untuk Stimulasi Motorik Halus Anak
Sama halnya seperti motorik kasar, penting juga untuk melatih motorik halus demi mengoptimalkan perkembangan anak. Berikut contoh aktivitas seru yang bisa dilakukan di rumah:
1. Memotong dan Menempel Kertas
Aktivitas memotong dan menempel kertas origami memiliki manfaat untuk meningkatkan koordinasi antara tangan dan mata, serta mengembangkan kontrol motorik halus pada anak-anak.
Melalui proses memotong kertas, si Kecil akan melatih kemampuannya dalam mengendalikan gerakan tangan dengan presisi sesuai dengan bentuk yang diinginkan.
Nantinya, anak dapat merasakan peningkatan dalam kemampuannya mengendalikan gerakan tangan dan mata, sehingga dapat mendukung kemampuan anak dalam aktivitas sehari-hari.
2. Memasak Bersama
Ternyata memasak juga bisa menjadi kegiatan yang berkontribusi pada stimulasi motorik anak, Ma.
Aktivitas seperti memotong bahan-bahan, mengoles saus, mengaduk adonan, atau mengiris sayuran memerlukan ketelitian dan koordinasi yang detail antara tangan dan jari.
Meskipun terlihat sederhana, kegiatan fisik ini sebenarnya membantu mengembangkan keterampilan motorik halus anak secara tidak langsung.
3. Memakai Baju Sendiri
Mampu berpakaian sendiri adalah pencapaian penting yang mendukung perkembangan motorik halus anak.
Proses berpakaian seperti memasang kancing, menarik resleting, atau mengikat tali sepatu melatih koordinasi tangan dan memperkuat otot jari. Meskipun awalnya si Kecil membutuhkan bantuan, tapi kemampuan ini akan berkembang seiring waktu.
Keterampilan ini juga meningkatkan kepercayaan diri dan membantu anak lebih mandiri dalam melakukan aktivitas sehari-hari.
4. Bermain Puzzle/Balok
Buat kegiatan stimulasi motorik anak jadi lebih seru dan menantang dengan bermain puzzle dan balok, Ma. Puzzle membantu melatih daya ingat anak, serta kemampuan memecahkan masalah dan menyusun strategi.
Sementara bermain balok membuat anak belajar tentang bentuk, ukuran, dan struktur sembari mempraktikkannya langsung.
Pengalaman ini menjadi dasar penting untuk memahami konsep matematika dan sains di kemudian hari.
5. Menyusun Manik-Manik atau Meronce
Mulai sekarang, Mama bisa coba buat si Kecil lebih anteng dengan meronce manik-manik.
Kegiatan ini melatih motorik halus anak karena ia belajar menggenggam dan mengontrol pergerakan jari-jari tangannya. Saat memasukkan tali ke lubang, ketelitian dan koordinasi mata-tangan anak ikut terlatih.
Meronce juga membantu mengenalkan pola, warna, dan konsep hitungan, sehingga secara tidak langsung mendukung kemampuan visual serta konsep awal matematika.
Baca Juga: 10 Jenis Olahraga yang Baik untuk Tumbuh Kembang Anak
Nah, itu dia berbagai rekomendasi kegiatan fisik yang dapat menstimulasi perkembangan motorik anak.
Untuk dukung daya tangkap dan perkembangan kognitif si Kecil, Mama bisa berikan Nutrilon Royal 3 satu-satunya formula teruji klinis yang dirancang secara saintifik dengan Double Biotics FOS:GOS dan DHA EPA yang lebih tinggi, menjadikannya nutrisi optimal sebagai "The Formula to Win".
Dukung daya tahan tubuh dan kemampuan berpikir si Kecil demi persiapkan anak untuk menang. Dapatkan benefit eksklusif dengan belanja Nutrilon Royal hanya di NutriShop.
Jangan lupa gabung jadi member Nutriclub untuk dapatkan ratusan expert-verified parenting content yang terkurasi sesuai usia si Kecil, akses ke call center yang terhubung langsung dengan ahli seputar nutrisi dan tumbuh kembang anak, serta beragam exclusive rewards khusus untuk Mama dan si Kecil dari setiap pembelian produk Nutrilon. Daftar gratis, sekarang!
