Loading...
    Banner Artikel Operasi Caesar Kedua, Apakah Lebih Sulit?
    Kesehatan

    Operasi Caesar Kedua, Apakah Lebih Sulit?

    Disusun oleh: Tim Penulis

    Diterbitkan: 01 November 2021

    Diperbarui: 08 Juni 2026


    • Mengapa Dokter Menyarankan Operasi Caesar Kedua?
    • Operasi Caesar Kedua, Apakah Aman untuk Ibu dan Bayi?
    • Berapa Jarak Aman untuk Operasi Caesar Kedua?
    • Apakah Operasi Caesar Kedua Lebih Sulit daripada yang Pertama?
    • Efek Operasi Caesar 2 Kali yang Perlu Diketahui
    • Persiapan Operasi Caesar Kedua yang Perlu Mama Ketahui
    • Cara Menghadapi Operasi Caesar Kedua agar Lebih Tenang
    • Berapa Kali Maksimal Operasi Caesar Bisa Dilakukan?
    • Apakah Bisa Melahirkan Normal Setelah Caesar?

    Operasi caesar kedua adalah prosedur persalinan bedah pada ibu yang sebelumnya pernah menjalani operasi caesar. Secara mental, banyak ibu merasa lebih siap karena sudah memahami prosesnya, meski rasa nyeri fisik bisa sama atau lebih terasa dibanding operasi pertama. Pemulihan umumnya lebih cepat karena ibu lebih aktif bergerak dan didukung teknik bius modern seperti ERACS. Risiko perlengketan jaringan tetap ada, namun komplikasi serius jarang terjadi.

    Mengapa Dokter Menyarankan Operasi Caesar Kedua?

    Menurut American Pregnancy Association, sebanyak 90% perempuan yang sebelumnya pernah melahirkan secara sesar bisa dan boleh melahirkan normal untuk kehamilan kedua.

    Beberapa alasan caesar kedua bisa dilakukan, di antaranya:

    1. Riwayat Operasi Caesar Sebelumnya

    Mama yang sudah pernah menjalani operasi caesar ketika melahirkan pertama kali mungkin sedang mempertimbangkan melakukannya lagi untuk kehamilan yang kedua ini.

    Salah satu alasannya mungkin karena Mama sudah terbayang apa yang akan terjadi selama operasi. 

    2. Risiko Robeknya Rahim Saat Persalinan Normal

    Alasan operasi caesar kedua juga mempertimbangkan risiko rahim robek. Hal ini terjadi karena dinding rahim sudah memiliki bekas luka operasi caesar sebelumnya. 

    Jika melahirkan secara pervaginam atau normal, timbul tekanan pada bekas luka operasi caesar dan dikhawatirkan rahim robek.

    Meskipun risiko ini jarang terjadi, rahim robek merupakan kasus serius dan perlu penanganan operasi segera.

    Baca Juga: Benarkah Kecerdasan Bayi Normal & Caesar Berbeda?

    3. Posisi Bayi yang Tidak Memungkinkan Lahir Normal

    Posisi bayi sungsang atau posisi janin terbalik dengan kaki di bagian bawah rahim merupakan salah satu alasan penting operasi caesar kedua.

    Pasalnya, kaki atau bokong bayi dapat terlilit tali pusar dan menyebabkan tali pusar keluar sebelum janin lahir. Hal ini menghambat pasokan oksigen janin sehingga menimbulkan kerusakan permanen pada otaknya.

    Selain itu, tubuh bayi bisa keluar, tetapi kepala bayi tersangkut di jalan lahir akibat pembukaan rahim yang belum lengkap. Akibatnya, bayi tercekik dan kekurangan oksigen.

    4. Kondisi Kesehatan Ibu atau Bayi

    Kondisi kesehatan Mama dan janin juga menentukan cara persalinan. Beberapa alasan caesar kedua untuk kehamilan berikutnya, di antaranya: 

    • Panggul ibu kecil.
    • Bayi dalam kandungan berukuran besar (makrosomia). 
    • Plasenta yang menutupi jalan lahir.
    • Ada abnormalitas pada bayi.
    • Tekanan darah tinggi saat kehamilan.
    • Gangguan detak jantung pada ibu.
    • Tingginya risiko rahim robek.
    • Persalinan terhambat.

    Operasi Caesar Kedua, Apakah Aman untuk Ibu dan Bayi?

    Faktanya, ada banyak ibu yang melahirkan dengan cara caesar lebih dari sekali. Ibu dan bayi selamat dan bayi pun tumbuh dan berkembang dengan optimal.

    Dokter tentu memberi keputusan untuk operasi caesar karena mempertimbangkan manfaat yang lebih besar daripada risiko yang ditimbulkan.

    Maka itu, pastikan kontrol kehamilan secara rutin untuk mengetahui kondisi Mama dan janin. Dengan begitu, Mama akan mendapatkan rekomendasi cara persalinan yang sesuai.

    Sebab, C-Section bukan sekadar alternatif metode persalinan. Cari tahu dampaknya terhadap daya tahan tubuh anak di C-Section Ready.

    Berapa Jarak Aman untuk Operasi Caesar Kedua?

    Sebaiknya, jarak operasi caesar kedua adalah 18–24 bulan untuk hamil lagi. Namun, sebaiknya tidak menunggu persalinan caesar kedua lebih dari 5 tahun. 

    Jarak terlalu singkat mengganggu proses penyembuhan dan meningkatkan risiko rahim robek, diabetes gestasional, kelahiran prematur, dan berat bayi lahir rendah.

    Saat hamil pertama, tubuh mempersiapkan kehamilan kedua. Seiring bertambahnya jarak kehamilan, kemampuan mempersiapkan kehamilan akan menurun.

    Baca Juga: Penyebab ASI Belum Keluar Setelah Operasi Caesar & Solusinya

    Apakah Operasi Caesar Kedua Lebih Sulit daripada yang Pertama?

    Persalinan caesar kedua tidak selalu lebih sulit. Namun, dokter perlu mempertimbangkan adanya jaringan parut bekas sayatan dari operasi caesar pertama yang mungkin membuat tindakan lebih rumit.

    Namun, sebagian besar operasi caesar selanjutnya tetap bisa dilakukan dengan aman oleh dokter yang berkompetensi.

    Faktor yang Membuat Operasi Caesar Kedua Lebih Sulit

    Ada beberapa hal yang membuat persalinan caesar dua kali lebih rumit, yaitu:

    • Sayatan operasi berbentuk vertikal: sayatan yang berbentuk vertikal, apalagi terletak tepat di atas rahim, akan meningkatkan risiko rahim robek.
    • Perlengketan organ: Jaringan parut dari operasi caesar pertama dapat menyebabkan perlengketan organ dan meningkatkan risiko perdarahan.
    • Posisi plasenta: Posisi plasenta di bawah rahim akan menutupi jalan lahir sehingga mempersulit tindakan caesar kedua.

    Faktor yang Membuat Operasi Bisa Berjalan Lebih Mudah

    Operasi caesar yang kedua lebih mudah apabila bekas luka sayatan caesar pertama dilakukan secara horizontal dan di bawah rahim. Bekas sayatan ini lebih minim risiko rahim robek.

    Persalinan caesar kedua yang telah direncanakan juga mempermudah memprediksi berbagai kemungkinan yang terjadi. 

    Jadi, Mama lebih siap menghadapi persiapan, proses, dan penyembuhannya.

    Efek Operasi Caesar 2 Kali yang Perlu Diketahui

    Dua kali operasi caesar dapat meningkatkan risiko komplikasi jangka panjang akibat jaringan parut pada rahim. Komplikasi yang mungkin terjadi meliputi perlengketan organ, plasenta akreta, dan plasenta previa. Selain itu, risiko perdarahan hebat, robekan rahim, serta infeksi luka operasi juga meningkat.

    Berikut adalah beberapa dampak yang dapat terjadi pada tubuh setelah operasi caesar 2 kali:

    1. Risiko Plasenta Previa

    Operasi caesar yang dilakukan berulang kali dapat meningkatkan risiko munculnya masalah pada plasenta di kehamilan berikutnya, seperti plasenta menutupi jalan lahir bayi atau plasenta previa.

    Kondisi ini meningkatkan risiko kelahiran prematur, perdarahan berlebihan, hingga operasi pengangkatan rahim (histerektomi).

    2. Plasenta Akreta

    Operasi caesar 2 kali juga meningkatkan risiko plasenta akreta, yaitu plasenta menempel terlalu dalam pada dinding rahim.

    Normalnya, plasenta akan terlepas dari dinding rahim setelah bayi lahir. Namun, pada plasenta akreta, plasenta menempel dan tidak mudah terlepas setelah persalinan, sehingga dapat menyebabkan perdarahan yang mengancam nyawa ibu.

    2. Perlengketan Organ di dalam Perut

    Jaringan fibrosis atau jaringan parut yang terbentuk setelah operasi dapat memicu perlengketan pada organ lain di sekitar perut, seperti usus maupun kandung kemih.

    Kondisi ini mempersulit operasi caesar kedua dan meningkatkan risiko perdarahan.

    3. Pemulihan Luka yang Lebih Lama

    Penyembuhan luka operasi kedua bisa lebih lama karena Mama sudah memiliki bekas luka sebelumnya.

    Susunan bekas luka ini lebih kompleks sehingga memperlambat proses penyembuhan dibandingkan dengan jaringan yang belum terkena sayatan.

    Persiapan Operasi Caesar Kedua yang Perlu Mama Ketahui

    Pengalaman persalinan pertama bisa membantu persiapan operasi caesar selanjutnya. Namun, ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan lagi untuk operasi caesar berikutnya, yaitu:

    1. Puasa Sebelum Operasi

    Dokter akan menginstruksikan Mama untuk puasa 8-12 jam sebelum pembedahan. Tujuannya adalah untuk menghindari kemungkinan mual, muntah, hingga komplikasi paru-paru.

    Minum air putih sampai 2 jam sebelum operasi dilakukan masih diperbolehkan. Namun, Mama benar-benar tidak boleh mengonsumsi makanan dan minuman apa pun 2 jam sebelum operasi.

    2. Tidak Mencukur Rambut Kemaluan

    Mencukur rambut kemaluan dapat meningkatkan risiko infeksi setelah persalinan caesar. Tidak mencukur rambut justru menjaga kebersihan selama masa pemulihan pasca operasi caesar.

    Jika perlu mencukur rambut kemaluan, sebaiknya minta bantuan perawat atau dokter sebelum tindakan pembedahan. Jangan melakukannya sendiri tanpa pengawasan tenaga ahli.

    3. Mandi dengan Sabun Antiseptik

    Di malam atau pagi hari sebelum menjalani operasi caesar, dokter atau perawat di rumah sakit biasanya akan meminta Mama agar mandi dengan sabun khusus antiseptik. 

    Persiapan operasi kedua ini bertujuan untuk membunuh bakteri di kulit dan menurunkan risiko infeksi akibat tindakan pembedahan.

    4. Diskusi Jenis Anestesi

    Pilihan tipe anestesi umumnya adalah anestesi spinal dan anestesi umum. Anestesi spinal adalah pilihan anestesi yang paling umum digunakan untuk operasi caesar terencana. 

    Anestesi spinal dilakukan dengan menyuntikkan bius melalui celah tulang punggung. Anestesi ini menghilangkan rasa sakit dari bagian dada hingga kaki. Namun, Mama tetap sadar dan dapat bernapas normal. 

    Sementara itu, anestesi umum biasanya digunakan bila si Kecil perlu dilahirkan segera. Selama operasi, Mama akan tertidur dan bernapas dengan bantuan masker oksigen.

    Baca Juga: Penyebab Perut Buncit Setelah Melahirkan Caesar dan Cara Aman Mengatasinya

    5. Konsultasi dengan Dokter

    Untuk operasi caesar kedua, umumnya proses penyembuhan luka bekas operasi cenderung lebih lama sehingga nyeri akan lebih terasa. Efek obat setelah operasi dan ukuran sayatan juga memengaruhi rasa nyeri. 

    Sama seperti caesar pertama, Mama perlu menginap di rumah sakit selama 3–5 hari sampai kondisi tubuh stabil. Setelah efek anestesi menghilang, Mama mungkin akan merasa nyeri di area bekas sayatan. 

    Tidak perlu khawatir, Mama bisa bertanya kepada dokter tentang pengelolaan rasa sakit dan pemulihan pasca operasi. Umumnya, dokter akan memberikan obat pereda nyeri. 

    Cara Menghadapi Operasi Caesar Kedua agar Lebih Tenang

    Meski sudah siap, tapi Mama bisa saja masih merasa cemas. Lakukan langkah-langkah ini agar Mama lebih yakin dan tenang sebelum operasi caesar lagi: 

    1. Persiapan Mental Sebelum Operasi

    Persiapan mental sebelum operasi caesar dua kali bisa dilakukan dengan mengetahui apa yang harus dilalui sebelum, saat, dan setelah operasi.

    Bila sudah mengetahui apa yang harus dilalui, coba cari tahu kemungkinan perbedaan yang akan terjadi.

    Dengan begitu, Mama bisa mengatasi ketidaktahuan yang membuat bingung dan khawatir.

    2. Menjaga Kondisi Kesehatan Selama Kehamilan

    Menjaga kondisi kesehatan selama kehamilan penting untuk menurunkan risiko masalah kehamilan yang mengkhawatirkan Mama.

    Selalu kelola stres, istirahat cukup, penuhi kebutuhan gizi harian, rutin berolahraga, dan rutin kontrol kehamilan.

    3. Menyiapkan Dukungan Keluarga

    Komunikasikan keluhan dengan keluarga dan orang-orang yang Mama percaya. Mintalah pertolongan bantuan untuk mempermudah persiapan dan pemulihan setelah operasi caesar.

    Ingat, Mama tidak sendiri. Dukungan keluarga memang berpengaruh terhadap kelancaran dan adaptasi kehidupan setelah operasi.

    4. Memahami Proses Pemulihan Pasca Operasi

    Setelah operasi caesar, Mama pasti lelah dan bekas luka terasa nyeri. Untuk itu, pastikan Mama memahami beberapa hal untuk mempermudah proses pemulihan, seperti:

    • Bergerak seperlunya dan istirahat cukup.
    • Hindari mengangkat beban berat lebih dari 5 kg.
    • Mengonsumsi obat pereda nyeri yang sesuai dengan kondisi Mama.
    • Pelajari cara perawatan bekas luka dan tanda-tanda infeksi.
    • Coba posisi menyusui yang nyaman.

    Mama juga bisa menyiapkan diri lebih tenang dan percaya diri jelang persalinan caesar dengan mengunduh E-book “Panduan Bagi Mama dan si Kecil yang Lahir Caesar” dari sekarang, yuk! Di E-Book ini Mama bisa dapatkan panduan lengkap seputar persiapan operasi, proses pemulihan, dan kebutuhan nutrisi terbaik bagi Mama dan si Kecil setelah persalinan caesar. Gratis! 

    Berapa Kali Maksimal Operasi Caesar Bisa Dilakukan?

    Hingga saat ini, tidak ada batas yang pasti. Namun, berbagai dokter menyarankan operasi caesar dilakukan maksimal tiga kali untuk mengurangi risiko komplikasi.

    Komplikasi biasanya berkaitan dengan plasenta, perdarahan pascapersalinan, perlengketan jaringan, dan luka sayatan.

    Apakah Bisa Melahirkan Normal Setelah Caesar?

    Bisa, asal Mama sudah memenuhi syarat-syarat lahir secara normal atau Vaginal Birth After Caesarean (VBAC). Syarat-syarat VBAC, yaitu:

    • Sayatan operasi caesar pertama berbentuk horizontal di bawah rahim.
    • Jarak kehamilan pertama dan kedua lebih dari 18 bulan.
    • Pernah melahirkan pervaginam sebelum operasi caesar pertama meningkatkan peluang VBAC.
    • Riwayat operasi caesar hanya sekali.
    • Tidak pernah menjalani operasi rahim lainnya seperti pengangkatan miom.
    • Tidak memiliki riwayat robekan rahim.
    • Persalinan spontan tanpa bantuan vakum, forsep, atau induksi.
    • Persalinan sesar sebelumnya bukan karena masalah kehamilan yang bisa berulang, seperti sungsang.

    Dokter TIDAK menyarankan melahirkan secara normal apabila Mama memiliki kondisi berikut:

    • Sayatan operasi caesar sebelumnya berbentuk vertikal dan berada di atas rahim.
    • Riwayat dinding rahim robek.
    • Riwayat operasi rahim.
    • Pernah operasi caesar dua kali atau lebih.
    • Jarak kehamilan kurang dari 18 bulan.
    • Masalah plasenta.
    • Posisi janin mempersulit kelahiran normal.
    • Hamil kembar.
    • Perlu induksi saat persalinan.
    • Sudah melewati tanggal perkiraan lahir

    Operasi caesar kedua tetap aman untuk ibu dan janin. Ada banyak ibu hamil yang menjalani persalinan caesar kedua kali dengan selamat dan bayinya tumbuh sehat di kemudian hari.

    Berbagai risiko persalinan caesar yang kedua kali bisa diminimalkan apabila Mama rutin menjaga kesehatan, kontrol kehamilan, dan mempersiapkan proses persalinan hingga pemulihannya.

    Gabung jadi member Nutriclub untuk dapatkan ratusan expert-verified parenting content yang terkurasi sesuai usia si Kecil, akses ke call center yang terhubung langsung dengan ahli seputar nutrisi dan tumbuh kembang anak, serta beragam exclusive rewards khusus untuk Mama dan si Kecil dari setiap pembelian produk Nutrilon. Daftar gratis, sekarang! Mama juga bisa akses NutriShop dengan lebih mudah.

    Informasi yang Wajib Mama Ketahui

    Pilih Artikel Sesuai Kebutuhan Mama
    1. Editorial Team. (2023). Why Doctors Perform C-Sections for Babies in Breech. Parents. https://www.parents.com/health/parents-news-now/for-breech-babies-c-section-is-safest/
    2. Editorial Team. (2023, September 6). Umbilical Cord Prolapse: Causes, Diagnosis & Management. Cleveland Clinic. https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/12345-umbilical-cord-prolapse
    3. Editorial Team. (2021). Caesarean section. BetterHealth. https://www.betterhealth.vic.gov.au/health/healthyliving/caesarean-section
    4. Editorial Team. (2023). Deciding Between a VBAC and a Repeat Cesarean: 7 Questions to Ask. The American College of Obstetricians and Gynecologists. https://www.acog.org/womens-health/experts-and-stories/the-latest/deciding-between-a-vbac-and-a-repeat-cesarean
    5. Debras, E., Capmas, P., Maudot, C., & Chavatte-Palmer, P. (2024). Uterine wound healing after caesarean section: A systematic review. European Journal of Obstetrics & Gynecology and Reproductive Biology, 296, 83-90. https://doi.org/10.1016/j.ejogrb.2024.02.045
    6. Editorial Team. (2024). Birth/pregnancy spacing | North Bristol NHS Trust. NHS. https://www.nbt.nhs.uk/maternity-services/after-birth/post-birth-contraception/birthpregnancy-spacing
    7. Editorial Team. (2025). Planning Your Next Pregnancy? Here’s How Long to Wait. The American College of Obstetricians and Gynecologists. https://www.acog.org/womens-health/experts-and-stories/the-latest/planning-your-next-pregnancy-heres-how-long-to-wait
    8. Editorial Team. (2024). C-section recovery: What to expect. Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/labor-and-delivery/in-depth/c-section-recovery/art-20047310
    9. Editorial Team. (2024). Is there a limit to how many C-sections a person can have? (2026). Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/tests-procedures/c-section/expert-answers/c-sections/faq-20058380
    10. Editorial Team. (2025). VBAC: Know the pros and cons. Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/labor-and-delivery/in-depth/vbac/art-20044869
    11. Editorial Team. (2026). Vaginal Birth After Cesarean for Providers - Brigham and Women’s Hospital. https://www.brighamandwomens.org/obgyn/maternal-fetal-medicine/for-medical-professionals/vaginal-birth-after-cesarean-vbac-delivery
    12. Cleveland Clinic. (2018, April 18). Placenta Accreta: Types, Risks, Causes & Treatment. Cleveland Clinic. https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/17846-placenta-accreta
    13. Cleveland Clinic. (2021, August 23). Vaginal Birth After Cesarean (VBAC): Facts, Safety & Risks. Cleveland Clinic. https://my.clevelandclinic.org/health/articles/21687-vaginal-birth-after-cesarean-vbac
    Artikel Terkait