Loading...
    Banner Artikel Penyebab ASI Belum Keluar Setelah Operasi Caesar & Solusinya
    Kesehatan

    Penyebab ASI Belum Keluar Setelah Operasi Caesar & Solusinya

    Disusun oleh: Tim Penulis

    Diterbitkan: 27 Februari 2026

    Diperbarui: 13 Maret 2026


    • Apakah Normal ASI Tidak Langsung Keluar Setelah Caesar?
    • Penyebab ASI Tidak Keluar Setelah Melahirkan Caesar
    • Kapan ASI Biasanya Mulai Keluar Setelah Caesar?
    • Cara Membantu ASI agar Keluar Setelah Operasi Caesar
    • Kapan Mama Perlu Berkonsultasi?

    Mama mungkin sempat bertanya-tanya, kenapa ASI belum keluar setelah melahirkan caesar. Tenang, kondisi ini cukup sering terjadi dan masih sangat normal.

    Setelah persalinan, tubuh Mama memang membutuhkan waktu untuk beradaptasi sebelum produksi ASI meningkat. Meski jumlahnya masih sedikit, biasanya tubuh sudah mulai menghasilkan kolostrum yang kaya nutrisi untuk si Kecil.

    Apakah Normal ASI Tidak Langsung Keluar Setelah Caesar?

    Ya, ASI tidak langsung keluar setelah operasi caesar adalah hal yang normal, terutama dalam 48–120 jam pertama atau 2–5 hari setelah melahirkan. Tubuh Mama hanya membutuhkan waktu untuk menyesuaikan diri, terlebih pasca operasi. 

    Pada masa ini, tubuh Mama sedang menjalani proses transisi dari produksi kolostrum menuju ASI matang. Beberapa hal penting yang perlu Mama tahu terkait proses transisi ini adalah:

    • Kolostrum memang keluar sangat sedikit, bahkan hanya beberapa tetes.
    • Jumlah kecil ini sudah cukup untuk kebutuhan bayi baru lahir.
    • Lambung bayi di hari pertama hanya seukuran buah ceri.

    Jadi, walaupun Mama merasa ASI belum keluar banyak, bisa jadi tubuh sebenarnya sudah mulai memproduksinya.

    Penyebab ASI Tidak Keluar Setelah Melahirkan Caesar

    Ada beberapa faktor medis dan fisiologis yang membuat kenapa ASI tidak keluar setelah melahirkan caesar, antara lain:

    1. Pengaruh Operasi Caesar pada Hormon ASI

    Studi dari Journal of Ginekologia Polska (2016) menyebutkan, operasi caesar bisa membuat tubuh membutuhkan waktu lebih lama untuk menyesuaikan hormon menyusui, terutama prolaktin (hormon yang memproduksi ASI) dan oksitosin (hormon yang membantu ASI keluar)

    Selain itu, beberapa kondisi lain yang ikut memengaruhi proses ini antara lain:

    • efek obat anestesi
    • proses persalinan yang berbeda dari persalinan normal
    • tubuh yang masih fokus pada pemulihan pasca operasi

    Semua ini adalah bagian normal dari proses pemulihan tubuh Mama.

    2. Skin-to-Skin yang Tertunda

    Riset dari International Journal of Nursing Studies menyebutkan, kontak kulit antara Mama dan bayi (skin-to-skin) setelah caesar membantu merangsang hormon oksitosin yang merangsang produksi ASI.

    Pada persalinan caesar, kontak ini kadang baru dilakukan setelah Mama lebih stabil secara medis. Meski sedikit tertunda, skin-to-skin tetap bisa dilakukan dan tetap bermanfaat untuk membantu produksi ASI meningkat.

    Baca Juga: 8 Cara Menyusui yang Benar dan Nyaman

    3. Tubuh Sedang Fokus pada Pemulihan

    The Journal of Nutrition menunjukkan, setelah operasi, tubuh Mama bekerja keras untuk:

    • memulihkan luka operasi.
    • menyeimbangkan hormon.
    • menyesuaikan diri dengan proses menyusui.

    Saat Mama mulai lebih rileks dan nyaman, biasanya refleks pengeluaran ASI juga semakin baik. 

    Jika saat ini Mama sedang mempersiapkan persalinan caesar atau ingin lebih memahami proses pemulihannya, Mama bisa membaca panduan lengkapnya di laman C-section Ready yang berisi informasi seputar persiapan operasi, pemulihan, hingga dukungan menyusui setelah melahirkan.

    4. ASI Masih Berupa Kolostrum 

    Di hari-hari pertama, yang diproduksi tubuh adalah kolostrum, yaitu ASI pertama yang sangat kaya nutrisi.

    Jumlah kolostrum yang keluar memang sangat sedikit, mungkin hanya beberapa tetes sehingga bisa jadi Mama beranggapan ASI tidak keluar sebanyak yang diharapkan. Namun, sebenarnya jumlah kecil ini sudah cukup untuk kebutuhan bayi baru lahir.

    Kolostrum juga memiliki keistimewaan lain, yaitu mengandung sinbiotik alami. Sinbiotik adalah kombinasi dari prebiotik yang menjadi makanan bakteri baik dan probiotik yang membantu menjaga keseimbangan mikrobiota usus bayi.

    Kombinasi ini membantu membangun sistem imun dan kesehatan pencernaan si Kecil sejak hari pertama kehidupannya.

    Baca Juga: 5 Vitamin untuk Ibu Menyusui yang Wajib Dipenuhi

     

    Kapan ASI Biasanya Mulai Keluar Setelah Caesar?

    Secara umum, timeline keluarnya ASI setelah operasi caesar adalah:

    • 0–24 jam: Kolostrum mulai diproduksi
    • 24–72 jam: ASI mulai meningkat bertahap
    • Hari ke-3 hingga ke-5: ASI transisi dan ASI matur mulai keluar lebih banyak

    Setiap Mama memiliki pengalaman yang berbeda. Yang terpenting adalah terus memberi stimulasi pada payudara.

    Cara Membantu ASI agar Keluar Setelah Operasi Caesar

    Banyak Mama yang bisa tetap berhasil memberikan ASI eksklusif meski melahirkan secara caesar. Berikut adalah beberapa cara yang bisa Mama lakukan untuk melancarkan produksi ASI setelah melahirkan:

    1. Lakukan Skin-to-skin Sesegera Mungkin

    Jika kondisi memungkinkan, lakukan inisiasi menyusui dini (IMD) dan skin-to-skin sesering mungkin untuk merangsang hormon oksitosin dan mempercepat refleks pengeluaran ASI.

    Kontak kulit membantu:

    • meningkatkan hormon oksitosin
    • membuat bayi lebih mudah menyusu
    • membantu produksi ASI meningkat

    2. Menyusui atau Memompa Secara Teratur

    Semakin sering payudara distimulasi, semakin kuat sinyal ke otak untuk memproduksi ASI. Untuk itu, Mama bisa melakukan cara berikut:

    • Menyusui langsung setiap 2–3 jam
    • Memompa ASI jika bayi belum bisa menyusu optimal

    3. Gunakan Posisi Menyusui yang Nyaman

    Beberapa posisi menyusui yang nyaman setelah operasi caesar antara lain:

    • Posisi menyamping (side-lying)
    • Football hold (bayi di samping tubuh Mama)
    • Duduk di tempat tidur

    Posisi yang nyaman membantu Mama lebih rileks, sehingga ASI lebih mudah keluar.

    4. Penuhi Nutrisi dan Cairan Tubuh

    Tubuh membutuhkan energi dan cairan cukup untuk memproduksi ASI. Pastikan:

    • Makan teratur dengan gizi seimbang yang kaya karbohidrat sehat, protein, vitamin, dan mineral
    • Minum air putih yang cukup, hindari minuman manis dan kafein agar tubuh tetap terhidrasi

    5. Kelola Nyeri & Istirahat yang Cukup

    Jika Mama masih merasa nyeri setelah operasi dan khawatir untuk mengonsumsi obat yang aman, jangan ragu mengonsumsi obat pereda nyeri, seperti paracetamol dan ibuprofen sesuai anjuran dokter.

    Nyeri yang terkendali membantu tubuh lebih rileks dan mendukung pelepasan hormon oksitosin.

    Baca Juga: 14 Makanan untuk Ibu Menyusui agar Bayi Cerdas dan Gemuk

     

    Kapan Mama Perlu Berkonsultasi?

    Sebagian besar Mama akan mulai melihat peningkatan produksi ASI dalam beberapa hari. Namun, Mama bisa berkonsultasi dengan dokter atau konselor laktasi jika:

    • ASI belum keluar sama sekali setelah lebih dari 5 hari
    • Payudara terasa sangat nyeri, bengkak, atau disertai demam atau menggigil (tanda infeksi/mastitis)
    • Bayi jarang buang air kecil
    • Berat badan bayi tidak naik
    • Bayi tampak lemas, mengantuk terus, atau sulit menyusu

    Melahirkan dengan operasi caesar tidak berarti Mama gagal menyusui. Berikan waktu untuk tubuh berproses, dan jangan ragu mencari bantuan dokter atau konselor laktasi bila dibutuhkan. Pendampingan profesional bisa membantu Mama menemukan solusi paling tepat.

    Mama juga bisa diskusi langsung dengan Nutriclub Expert Advisor, tim ahli terpercaya di bidang nutrisi, parenting, dan tumbuh kembang anak. Hadir 24/7 untuk bantu Mama, gratis dan tanpa perlu buat janji. 

    Jika Mama ingin lebih siap menghadapi persalinan caesar dan masa menyusui setelahnya, Mama bisa mengunduh E-Book Panduan Bagi Mama dan si Kecil yang Lahir Caesar secara gratis untuk menemani perjalanan Mama dan si Kecil.

    Di dalamnya terdapat panduan lengkap tentang persiapan operasi caesar, proses pemulihan pasca persalinan, hingga panduan nutrisi penting untuk Mama dan bayi

    Informasi yang Wajib Mama Ketahui

    Pilih Artikel Sesuai Kebutuhan Mama
    1. Wisner, W. (2020, October 23). Breastfeeding After C-section: What You Should Know. Healthline. https://www.healthline.com/health/breastfeeding/breastfeeding-after-c-section#is-it-possible
    2. İsik, Y., Dag, Z. O., Tulmac, O. B., & Pek, E. (2016). Early postpartum lactation effects of cesarean and vaginal birth. Ginekologia Polska, 87(6), 426–430. https://doi.org/10.5603/gp.2016.0020
    3. Team, E. (n.d.). default - Stanford Children’s Health. Www.stanfordchildrens.org. https://www.stanfordchildrens.org/en/topic/default?id=breastfeeding-and-delayed-milk-production-90-P02655
    4. Martínez-Hortelano, J. A., Saz-Lara, A., González, J. L. G., Aguado, S. C., Iglesias-Rus, L., Martínez-Vizcaíno, V., & Garrido-Miguel, M. (2025). Skin-to-skin contact and breastfeeding after caesarean section: A systematic review and meta-analysis of intervention studies. International Journal of Nursing Studies, 166, 105038. https://doi.org/10.1016/j.ijnurstu.2025.105038
    5. Dewey, K. G. (2001). Maternal and Fetal Stress Are Associated with Impaired Lactogenesis in Humans. The Journal of Nutrition, 131(11), 3012S3015S. https://doi.org/10.1093/jn/131.11.3012s
    6. Wisner, W. (2020, October 23). Breastfeeding After a C-Section: What You Should Know. Healthline; Healthline Media. https://www.healthline.com/health/breastfeeding/breastfeeding-after-c-section#tips
    7. Team, E. (2023, August 30). Breastfeeding After Cesarean Delivery. HealthyChildren.org. https://www.healthychildren.org/English/ages-stages/baby/breastfeeding/Pages/Breastfeeding-After-Cesarean-Delivery.aspx
    8. CDC. (2024, February 9). Maternal diet and breastfeeding. Breastfeeding Special Circumstances. https://www.cdc.gov/breastfeeding-special-circumstances/hcp/diet-micronutrients/maternal-diet.html
    9. Hartshorn, J. (2023, September 5). 7 Facts About Breastfeeding After a C-Section. Parents. https://www.parents.com/pregnancy/giving-birth/cesarean/5-facts-about-breastfeeding-after-a-c-section/
    10. Restivo, J. (2025, May 5). Mastitis: What to do when your breasts are painfully inflamed - Harvard Health. Harvard Health. https://www.health.harvard.edu/womens-health/mastitis-what-to-do-when-your-breasts-are-painfully-inflamed
    11. Crider, C. (2020, March 29). No Breast Milk After Birth? Here’s Why You Shouldn’t Worry. Healthline; Healthline Media. https://www.healthline.com/health/breastfeeding/no-breast-milk-after-delivery-what-to-do#see-a-doctor
    12. Team, E. (2024, February 7). Lactation Supplements and Your Breastmilk Supply: Why To Be Cautious. Cleveland Clinic. https://health.clevelandclinic.org/lactation-supplements-to-increase-milk-supply
    13. Ndikom, C. M., Fawole, B., & Ilesanmi, R. E. (2014). Extra fluids for breastfeeding mothers for increasing milk production. Cochrane Database of Systematic Reviews. https://doi.org/10.1002/14651858.cd008758.pub2
    14. Yiğit, F., Çiğdem, Z., Temizsoy, E., Cingi, M. E., Korel, Ö., Yıldırım, E., & Ovalı, F. (2012). Does warming the breasts affect the amount of breastmilk production? Breastfeeding Medicine: The Official Journal of the Academy of Breastfeeding Medicine, 7(6), 487–488. https://doi.org/10.1089/bfm.2011.0142
    15. Pillay, J., & Davis, T. J. (2023, July 17). Physiology, Lactation. Nih.gov; StatPearls Publishing. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/sites/books/NBK499981/
    16. Mayo Clinic. (2022, April 27). Breast-feeding nutrition: Tips for moms. Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/infant-and-toddler-health/in-depth/breastfeeding-nutrition/art-20046912
    17. Team, E. (n.d.). Breastfeeding and Delayed Milk Production. Www.hopkinsmedicine.org. https://www.hopkinsmedicine.org/health/conditions-and-diseases/breastfeeding-and-delayed-milk-production
    18. World Health Organization. (2009). The Physiological Basis of Breastfeeding. National Library of Medicine; World Health Organization. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK148970/
    19. Li, S., Wupuer, T., & Hou, R. (2024). Factors Influencing Delayed Onset of Lactogenesis: A Scoping Review. International Journal of General Medicine, 17, 2311–2326. https://doi.org/10.2147/IJGM.S452108
    20. Can, V., Bulduk, M., Can, E. K., & Ayşin, N. (2025). Impact of social support and breastfeeding success on the self-efficacy levels of adolescent mothers during the postpartum period. Reproductive Health, 22(1), 19. https://doi.org/10.1186/s12978-025-01960-z
    21. Nagel, E. M., Howland, M. A., Pando, C., Stang, J., Mason, S. M., Fields, D. A., & Demerath, E. W. (2022). Maternal Psychological Distress and Lactation and Breastfeeding Outcomes: a Narrative Review. Clinical Therapeutics, 44(2), 215–227. https://doi.org/10.1016/j.clinthera.2021.11.007
    Artikel Terkait