Mama mungkin sempat bertanya-tanya, kenapa ASI belum keluar setelah melahirkan caesar. Tenang, kondisi ini cukup sering terjadi dan masih sangat normal.
Setelah persalinan, tubuh Mama memang membutuhkan waktu untuk beradaptasi sebelum produksi ASI meningkat. Meski jumlahnya masih sedikit, biasanya tubuh sudah mulai menghasilkan kolostrum yang kaya nutrisi untuk si Kecil.
Apakah Normal ASI Tidak Langsung Keluar Setelah Caesar?
Ya, ASI tidak langsung keluar setelah operasi caesar adalah hal yang normal, terutama dalam 48–120 jam pertama atau 2–5 hari setelah melahirkan. Tubuh Mama hanya membutuhkan waktu untuk menyesuaikan diri, terlebih pasca operasi.
Pada masa ini, tubuh Mama sedang menjalani proses transisi dari produksi kolostrum menuju ASI matang. Beberapa hal penting yang perlu Mama tahu terkait proses transisi ini adalah:
- Kolostrum memang keluar sangat sedikit, bahkan hanya beberapa tetes.
- Jumlah kecil ini sudah cukup untuk kebutuhan bayi baru lahir.
- Lambung bayi di hari pertama hanya seukuran buah ceri.
Jadi, walaupun Mama merasa ASI belum keluar banyak, bisa jadi tubuh sebenarnya sudah mulai memproduksinya.
Penyebab ASI Tidak Keluar Setelah Melahirkan Caesar
Ada beberapa faktor medis dan fisiologis yang membuat kenapa ASI tidak keluar setelah melahirkan caesar, antara lain:
1. Pengaruh Operasi Caesar pada Hormon ASI
Studi dari Journal of Ginekologia Polska (2016) menyebutkan, operasi caesar bisa membuat tubuh membutuhkan waktu lebih lama untuk menyesuaikan hormon menyusui, terutama prolaktin (hormon yang memproduksi ASI) dan oksitosin (hormon yang membantu ASI keluar)
Selain itu, beberapa kondisi lain yang ikut memengaruhi proses ini antara lain:
- efek obat anestesi
- proses persalinan yang berbeda dari persalinan normal
- tubuh yang masih fokus pada pemulihan pasca operasi
Semua ini adalah bagian normal dari proses pemulihan tubuh Mama.
2. Skin-to-Skin yang Tertunda
Riset dari International Journal of Nursing Studies menyebutkan, kontak kulit antara Mama dan bayi (skin-to-skin) setelah caesar membantu merangsang hormon oksitosin yang merangsang produksi ASI.
Pada persalinan caesar, kontak ini kadang baru dilakukan setelah Mama lebih stabil secara medis. Meski sedikit tertunda, skin-to-skin tetap bisa dilakukan dan tetap bermanfaat untuk membantu produksi ASI meningkat.
Baca Juga: 8 Cara Menyusui yang Benar dan Nyaman
3. Tubuh Sedang Fokus pada Pemulihan
The Journal of Nutrition menunjukkan, setelah operasi, tubuh Mama bekerja keras untuk:
- memulihkan luka operasi.
- menyeimbangkan hormon.
- menyesuaikan diri dengan proses menyusui.
Saat Mama mulai lebih rileks dan nyaman, biasanya refleks pengeluaran ASI juga semakin baik.
Jika saat ini Mama sedang mempersiapkan persalinan caesar atau ingin lebih memahami proses pemulihannya, Mama bisa membaca panduan lengkapnya di laman C-section Ready yang berisi informasi seputar persiapan operasi, pemulihan, hingga dukungan menyusui setelah melahirkan.
4. ASI Masih Berupa Kolostrum
Di hari-hari pertama, yang diproduksi tubuh adalah kolostrum, yaitu ASI pertama yang sangat kaya nutrisi.
Jumlah kolostrum yang keluar memang sangat sedikit, mungkin hanya beberapa tetes sehingga bisa jadi Mama beranggapan ASI tidak keluar sebanyak yang diharapkan. Namun, sebenarnya jumlah kecil ini sudah cukup untuk kebutuhan bayi baru lahir.
Kolostrum juga memiliki keistimewaan lain, yaitu mengandung sinbiotik alami. Sinbiotik adalah kombinasi dari prebiotik yang menjadi makanan bakteri baik dan probiotik yang membantu menjaga keseimbangan mikrobiota usus bayi.
Kombinasi ini membantu membangun sistem imun dan kesehatan pencernaan si Kecil sejak hari pertama kehidupannya.
Baca Juga: 5 Vitamin untuk Ibu Menyusui yang Wajib Dipenuhi
Kapan ASI Biasanya Mulai Keluar Setelah Caesar?
Secara umum, timeline keluarnya ASI setelah operasi caesar adalah:
- 0–24 jam: Kolostrum mulai diproduksi
- 24–72 jam: ASI mulai meningkat bertahap
- Hari ke-3 hingga ke-5: ASI transisi dan ASI matur mulai keluar lebih banyak
Setiap Mama memiliki pengalaman yang berbeda. Yang terpenting adalah terus memberi stimulasi pada payudara.
Cara Membantu ASI agar Keluar Setelah Operasi Caesar
Banyak Mama yang bisa tetap berhasil memberikan ASI eksklusif meski melahirkan secara caesar. Berikut adalah beberapa cara yang bisa Mama lakukan untuk melancarkan produksi ASI setelah melahirkan:
1. Lakukan Skin-to-skin Sesegera Mungkin
Jika kondisi memungkinkan, lakukan inisiasi menyusui dini (IMD) dan skin-to-skin sesering mungkin untuk merangsang hormon oksitosin dan mempercepat refleks pengeluaran ASI.
Kontak kulit membantu:
- meningkatkan hormon oksitosin
- membuat bayi lebih mudah menyusu
- membantu produksi ASI meningkat
2. Menyusui atau Memompa Secara Teratur
Semakin sering payudara distimulasi, semakin kuat sinyal ke otak untuk memproduksi ASI. Untuk itu, Mama bisa melakukan cara berikut:
- Menyusui langsung setiap 2–3 jam
- Memompa ASI jika bayi belum bisa menyusu optimal
3. Gunakan Posisi Menyusui yang Nyaman
Beberapa posisi menyusui yang nyaman setelah operasi caesar antara lain:
- Posisi menyamping (side-lying)
- Football hold (bayi di samping tubuh Mama)
- Duduk di tempat tidur
Posisi yang nyaman membantu Mama lebih rileks, sehingga ASI lebih mudah keluar.
4. Penuhi Nutrisi dan Cairan Tubuh
Tubuh membutuhkan energi dan cairan cukup untuk memproduksi ASI. Pastikan:
- Makan teratur dengan gizi seimbang yang kaya karbohidrat sehat, protein, vitamin, dan mineral
- Minum air putih yang cukup, hindari minuman manis dan kafein agar tubuh tetap terhidrasi
5. Kelola Nyeri & Istirahat yang Cukup
Jika Mama masih merasa nyeri setelah operasi dan khawatir untuk mengonsumsi obat yang aman, jangan ragu mengonsumsi obat pereda nyeri, seperti paracetamol dan ibuprofen sesuai anjuran dokter.
Nyeri yang terkendali membantu tubuh lebih rileks dan mendukung pelepasan hormon oksitosin.
Baca Juga: 14 Makanan untuk Ibu Menyusui agar Bayi Cerdas dan Gemuk
Kapan Mama Perlu Berkonsultasi?
Sebagian besar Mama akan mulai melihat peningkatan produksi ASI dalam beberapa hari. Namun, Mama bisa berkonsultasi dengan dokter atau konselor laktasi jika:
- ASI belum keluar sama sekali setelah lebih dari 5 hari
- Payudara terasa sangat nyeri, bengkak, atau disertai demam atau menggigil (tanda infeksi/mastitis)
- Bayi jarang buang air kecil
- Berat badan bayi tidak naik
- Bayi tampak lemas, mengantuk terus, atau sulit menyusu
Melahirkan dengan operasi caesar tidak berarti Mama gagal menyusui. Berikan waktu untuk tubuh berproses, dan jangan ragu mencari bantuan dokter atau konselor laktasi bila dibutuhkan. Pendampingan profesional bisa membantu Mama menemukan solusi paling tepat.
Mama juga bisa diskusi langsung dengan Nutriclub Expert Advisor, tim ahli terpercaya di bidang nutrisi, parenting, dan tumbuh kembang anak. Hadir 24/7 untuk bantu Mama, gratis dan tanpa perlu buat janji.
Jika Mama ingin lebih siap menghadapi persalinan caesar dan masa menyusui setelahnya, Mama bisa mengunduh E-Book Panduan Bagi Mama dan si Kecil yang Lahir Caesar secara gratis untuk menemani perjalanan Mama dan si Kecil.
Di dalamnya terdapat panduan lengkap tentang persiapan operasi caesar, proses pemulihan pasca persalinan, hingga panduan nutrisi penting untuk Mama dan bayi
