Loading...

Riwayat Pencarian

Pencarian Populer

burger menu
Kehamilan & Menyusui

8 Cara Menyusui yang Benar dan Nyaman untuk Mama dan Bayi

Article Oleh : Mauliyana Puspa Adityasari 06 Juli 2023

Pertama kali melahirkan si Kecil tentu menjadi sebuah pengalaman berharga bagi setiap orang tua. Tak heran bila ibu baru pasti mempunyai banyak sekali kebingungan saat merawat si Kecil, terutama saat hendak menyusui. Sebab, menyusui merupakan fase terpenting dalam merawat bayi. Maka dari itu, penting untuk Mama mengetahui bagaimana cara menyusui bayi yang benar agar si Kecil pun nyaman dan mendapatkan ASI dengan optimal. Yuk, simak penjelasannya berikut ini, Ma.

Cara Menyusui Bayi yang Benar​​​​​​​

Bagi bayi baru lahir tidak ada yang lebih baik selain dari ASI. Di enam bulan pertama sejak lahir, pemberian ASI sudah mencukupi kebutuhan nutrisi bagi pertumbuhan dan perkembangan optimal si Kecil. ASI juga mengandung zat kekebalan yang sangat efisien untuk melindungi tubuh bayi dari berbagai risiko infeksi.

Selain itu, menyusui bukan hanya baik untuk kesehatan bayi secara keseluruhan, tetapi juga menjadi cara untuk menciptakan hubungan emosional yang kuat antara Mama dan bayi. Dengan demikian, ikatan ini akan selalu dirasakan walaupun Mama sudah tidak lagi menyusui si Kecil.

Untuk itu, penting bagi Mama memberikan ASI kepada si Kecil sejak dia lahir. Karena proses menyusui bukanlah hal yang mudah, setiap Mama pasti mempunyai kesulitan sendiri saat menyusui si Kecil. Untuk itu, Mama perlu memahami bagaimana cara menyusui dengan baik dan benar agar ibu nyaman serta si Kecil juga mendapatkan seluruh manfaat dari ASI.

Menyusui yang benar melibatkan posisi yang tepat bagi Mama dan bayi, serta memastikan posisi perlekatan mulut bayi dan isapan yang baik pada payudara. Jika teknik menyusui tidak dilakukan dengan benar, hal ini dapat memengaruhi produksi pada ASI dan pertumbuhan bayi jadi terhambat. 

Lantas, seperti apa cara menyusui yang benar? Berikut beberapa cara tepat dalam menyusui yang perlu Mama ketahui:

1. Cari Posisi yang Nyaman

Penting bagi Mama untuk mencari posisi duduk atau berbaring yang nyaman saat menyusui. Posisi yang baik dapat mencakup duduk tegak dengan punggung yang bisa ditopang menggunakan bantal dan posisi kaki yang rileks. Selain itu, bisa juga Mama memanfaatkan bantal di pangkuan untuk meletakkan bayi sambil digendong.

Pilihlah posisi yang membuat Mama merasa santai dan mendukung kenyamanan selama proses menyusui. Bagi Mama yang baru melakukan operasi caesar, biasanya dokter akan menyarankan untuk menyusui dengan cara berbaring miring dan meletakkan si Kecil di samping saat menyusui.

Bagaimanapun posisi saat menyusui, jangan sampai Mama membungkukkan tulang belakang ketika berbaring atau duduk. Sebab, hal ini dapat mengganggu kenyamanan dan menimbulkan rasa sakit.

Baca Juga: Ciri-Ciri ASI Basi yang Perlu Mama Ketahui

2.  Kuasai Cara Gendong Bayi

Menyusui akan terasa lebih nyaman jika Mama sudah menguasai cara dan posisi menggendong bayi yang paling nyaman untuk diri sendiri. Adapun posisi menyusui yang benar dan bisa Mama coba adalah:

  • Gendong bayi dengan salah satu lengan.

  • Letakkan kepalanya pada bagian dalam lengkungan siku Mama.

  • Tahan bokong si Kecil dengan telapak tangan.

  • Gunakan satu tangan lagi untuk mendekap si Kecil.

  • Tempelkan perut bayi dengan perut Mama.

  • Posisikan mulut bayi di hadapan puting Mama.

  • Pastikan telinga dan lengan bayi yang di atas berada dalam satu garis lurus.

Saat menggendong, pastikan posisi kepala si Kecil di-support lebih tinggi daripada badannya agar ia lebih mudah menelan ASI tanpa tersedak ataupun gumoh.

3. Posisikan Bayi Dekat dengan Payudara

Saat bibir bayi terbuka dengan lebar ketika akan menyusui, dekatkan bayi ke payudara dengan lembut. Namun, jangan langsung memasukkan puting ke dalam mulut bayi, supaya ia dapat berinisiatif untuk “mencarinya” sendiri.

Pastikan kepala, leher, dan tubuh bayi berada dalam satu garis lurus. Biarkan posisi si Kecil sedikit miring ke belakang agar bibir atasnya bisa bersentuhan dengan puting. 

Mama dapat menggunakan bantal penyangga atau bantal menyusui untuk memberikan dukungan tambahan bagi posisi si Kecil. Untuk melakukan proses ini, diperlukan beberapa kali percobaan agar si Kecil dapat membuka mulut dengan lebar untuk memasukkan puting secara tepat.

4. Mengusap Bibir Bayi dengan Puting

Ketika ingin memulai menyusui, Mama dapat menggunakan puting payudara untuk mengusap atau menggelitik bibir bayi. Tujuannya adalah untuk merangsang refleks mulut bayi sehingga memudahkan si Kecil dalam mengambil puting. 

Mengarahkan puting di sekitar hidung bayi juga dapat memancing si Kecil untuk membuka mulut dengan lebar. Proses ini dapat membantu bayi untuk mengetahui posisi puting sehingga menyusui bisa menjadi lebih mudah.

5. Perhatikan Cara Bayi Mengisap Payudara

Selama proses menyusui, amati cara bayi mengisap payudara. Bayi yang menyusui dengan benar akan mengisap dengan ritme yang konstan dan perlahan. Mama akan melihat gerakan rahang bayi yang terkoordinasi dengan pernapasan. 

Jika Mama sudah merasa nyaman dan tidak ada rasa sakit berlebihan yang dirasakan, ini menunjukkan bahwa si Kecil mengisap dengan baik.

Namun, ketika bayi belum mengisap dengan benar, Mama harus kembali memposisikan bayi dengan baik. Mama dapat melepaskan payudara untuk mengusap kembali puting ke arah bibir si Kecil supaya menempel dengan tepat pada bagian areola. 

Hal yang wajar jika melakukan beberapa kali percobaan agar mendapatkan posisi menyusui yang tepat. Mama hanya perlu lebih bersabar dan terus mencoba dengan lembut.

6. Posisikan Mulut Bayi Menutup Areola

Pastikan mulut bayi membuka lebar dan menutupi sebagian besar areola. Areola adalah area dengan warna gelap di sekitar puting yang berperan penting dalam proses menyusui. Hal ini penting dilakukan untuk memastikan bayi mendapatkan perlekatan yang baik, di mana bibir bawah meliputi lebih banyak areola dibanding bibir bagian atas.

Jika bayi hanya mengisap bagian puting saja, ia tidak dapat merangsang kelenjar ASI dengan baik. Bahkan, hal ini juga dapat menyakitkan Mama karena payudara akan terasa nyeri dan lecet di bagian puting. Jika posisi, gerakan mulut, lidah, dan bibir bayi pada posisi tepat, akan merangsang ASI untuk keluar dari kelenjar payudara.

7. Mengosongkan Satu Payudara Sebelum Menggantinya

Di fase menyusui, payudara akan membuat zat tebal dan kekuningan yang disebut dengan kolostrum. Kolostrum mengandung nutrisi dan zat penting untuk membangun sistem kekebalan tubuh bayi. 

Maka dari itu, cara menyusui bayi yang benar adalah mengosongkan ASI di dalam payudara Mama terlebih dulu agar si Kecil mendapatkan seluruh nutrisinya secara maksimal.

Mengosongkan payudara juga dapat mengurangi pembengkakan yang membuat Mama tidak nyaman dan nyeri. Semakin sering mengosongkan payudara, produksi ASI jadi semakin lancar. Jika si Kecil sudah terlihat kenyang tapi payudara masih terasa penuh, Mama bisa memerasnya dan menampung ASI untuk disimpan.

8. Jangan Sampai Payudara Menutupi Hidung

Tips menyusui berikutnya adalah Mama harus memastikan apakah payudara tidak menutupi hidung bayi. Hal ini sangat penting agar si Kecil dapat bernapas dengan nyaman dan tidak terganggu selama proses menyusui. 

Ketika puting sudah masuk ke dalam mulut bayi, Mama bisa menekan payudara secara lembut dengan menggunakan jari untuk menjauhkannya dari hidung si Kecil.

9. Melepas Payudara Setelah Menyusui

Ketika bayi sudah selesai menyusu, Mama perlu mengetahui bagaimana melepas payudara yang benar. Sebab, jika melepas payudara secara langsung dengan cepat dapat membuat puting Mama menjadi sakit. 

Saat menyusui, perlekatan bayi sangatlah kuat, maka dari itu jangan coba memaksa saat melepaskan payudara dari mulut bayi. Sebaiknya, Mama lepaskan perlahan dari mulutnya dengan meletakkan jari kelingking secara perlahan di antara gusi bayi dan payudara.

Baca Juga: Agar ASI Berkualitas dan Banyak, Cek 7 Cara Mudah Berikut Ini!

Berapa Jam Waktu Menyusui yang Direkomendasikan?

Bayi bisa menyusu mulai dari 5 menit hingga 1 jam, tergantung kebutuhannya. Untuk bayi yang baru lahir, biasanya bayi perlu disusui setiap 2–3 jam dengan dengan waktu menyusu 10–15 menit setiap sesinya, tetapi juga bisa lebih lama.

Umumnya dibutuhkan beberapa waktu untuk adaptasi ibu dan bayi, agar proses menyusui berjalan lancar.

Tanda-tanda Bayi Sudah dalam Posisi yang Benar saat Menyusu

Menyusui benar-benar memberikan banyak manfaat bukan hanya bagi bayi, tetapi juga bagi Mama. Ketika menyusui si Kecil, penting untuk memastikan bahwa posisi dan perlekatan sudah benar. Berikut ini adalah beberapa tanda yang dapat menunjukkan bahwa bayi sudah dalam posisi yang benar saat menyusui:

  • Posisi tubuh berada di dekat dan terarah pada Mama.

  • Seluruh areola masuk ke dalam mulut.

  • Posisi mulut dan dagu berada dekat payudara.

  • Bayi mengisap dan menelan ASI secara perlahan namun konstan.

  • Bayi merasa tenang saat menyusu.

  • Payudara juga terasa nyaman dan tidak terasa sakit.

Apa Posisi yang Harus Dihindari saat Menyusui?

Selain mengetahui bagaimana cara yang benar dalam menyusui bayi, Mama juga harus tahu bahwa ada beberapa posisi yang sebaiknya dihindari saat menyusui. 

Jika menyusui dilakukan dengan posisi tidak tepat, dapat menghasilkan masalah seperti luka pada puting dan produksi ASI menjadi tidak optimal. 

Bahkan, hal ini dapat membuat si Kecil menolak ASI. Akibatnya, bayi mungkin akan mengalami kekurangan ASI dan tidak memperoleh nutrisi yang cukup.

Berikut ini beberapa posisi yang sebaiknya Mama hindari:

  • Posisi bayi jauh dari payudara.

  • Menyusui dengan posisi terlalu membungkuk.

  • Posisi tubuh dan kepala bayi menghadap ke arah berbeda.

Itu dia penjelasan mengenai cara menyusui bayi yang benar untuk Mama ketahui. Selama proses memberikan ASI ini, Mama bisa lho sambil mendengarkan podcast eksklusif Kolaborasi Parenthood Story dan @parentalk.id yang mengupas tentang seluk beluk pemberian ASI dan manfaatnya. Yuk, download dulu!

Ingat, Ma, jangan ragu untuk pergi ke dokter bila mengalami masalah saat memberikan ASI. Ini penting untuk memastikan bayi bisa mendapatkan manfaat ASI eksklusif secara optimal sesuai kebutuhannya. Dengan demikian, tumbuh kembangnya dapat berjalan optimal dan si Kecil terlindungi dari berbagai macam risiko infeksi penyakit.

Mama juga bisa dapatkan solusi untuk pemberian ASI yang tepat bagi si Kecil dengan mengunjungi Health Immune Checker, lho!

Semoga artikel ini bermanfaat, ya, Ma.

  1. Children’s Health Queensland. (2016, November 24). Breastfeeding: Increasing your breast milk supply fact sheet. Children’s Health Queensland. https://www.childrens.health.qld.gov.au/fact-sheet-increasing-your-breast-milk-supply/
  2. CDC. (2021, July 22). What to Expect While Breastfeeding. Centers for Disease Control and Prevention. https://www.cdc.gov/nutrition/infantandtoddlernutrition/breastfeeding/what-to-expect.html
  3. NHS Choices. (2023). Breastfeeding: positioning and attachment. https://www.nhs.uk/conditions/baby/breastfeeding-and-bottle-feeding/breastfeeding/positioning-and-attachment/
  4. ‌Hohman, M. (2016, October 5). Breastfeeding Positions. What to Expect; WhattoExpect. https://www.whattoexpect.com/first-year/breastfeeding/positions/
  5. ‌Wisner, W. (2021, May 25). Types of Breastfeeding Positions You and Baby Will Love. Healthline; Healthline Media. https://www.healthline.com/health/breastfeeding/breastfeeding-techniques#getting-a-good-latch
  6. ‌Chatterjee, T. (2019, June 11). How to Breastfeed a Baby. FirstCry Parenting; FirstCry Parenting. https://parenting.firstcry.com/articles/breastfeed-complete-visual-guide/
  7. Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan. (2022). Kemkes.go.id. https://yankes.kemkes.go.id/view_artikel/1321/teknik-menyusu-yang-benar
  8. ‌IDAI | Bagaimana menyusui dengan benar? (2013). Idai.or.id. https://www.idai.or.id/artikel/klinik/asi/bagaimana-menyusui-dengan-benar
comment-icon comment-icon