Loading...
burger menu

Riwayat Pencarian

Pencarian Populer

Perkembangan Janin dalam Kandungan Hingga 9 Bulan

Stimulasi

Perkembangan Janin dalam Kandungan Hingga 9 Bulan


Dalam artikel ini, Tim Ahli Nutriclub, akan menjelaskan kepada Mama tentang tahapan tumbuh kembang janin selama berada di dalam kandungan. Yuk, simak proses perkembangan janin selama dalam kandungan.

Bulan Pertama (Minggu ke 1-4)

Minggu pertama kehamilan dihitung sejak hari pertama menstruasi terakhir Mama. Pada minggu pertama, belum ada janin yang terbentuk di dalam rahim Mama. Dokter akan menghitung usia kehamilan Mama dari hari terakhir menstruasi hingga minggu ke 40. Memasuki minggu kedua, Mama mengalami ovulasi, yaitu lepasnya sel telur yang sudah matang ke saluran tuba falopi dan siap dibuahi oleh sel sperma.

Rahim Mama mempersiapkan kehamilan dengan mempertebal dinding rahim untuk tempat menempelnya embrio. Memasuki minggu ketiga, janin sudah berbentuk blastokista yang merupakan hasil pertemuan sel telur dengan sel sperma, dan siap melakukan perjalanan dari tuba fallopi untuk menempel di rahim Mama. Minggu keempat, terjadi penempelan (implantasi) embrio di dinding rahim Mama. Embrio telah membelah dan memiliki tiga lapisan yang kelak akan menjadi organ-organ tubuh si Kecil, ectoderm, mesoderm, dan endoderm.

Bulan Kedua (Minggu ke 5-8)

Masuk bulan ke 2, mulai ada fetus dalam perut Mama. Fetus adalah janin yang berkembang perkembangan setelah fase pembuahan. Janin dalam kandungan telah berukuran sebesar biji jeruk, dan terus tumbuh dengan cepat. Saat ini, jantung dan pembuluh darahnya mulai terbentuk.

Memasuki kehamilan minggu ke 5 dan 6, si Kecil akan berukuran kurang lebih 5 seperempat inci dari kepala hingga bokong. Rahang, pipi, dan dagunya mulai terbentuk, titik hitam di wajah akan terbentuk menjadi mata si Kecil kelak. Selain itu, organ ginjal, hati dan paru-paru akan mulai terbentuk dan jantungnya sudah mulai berdetak. Minggu ke 7, si Kecil berukuran sebesar bluberi (10.000 kali lebih besar dari ukurannya saat pembuahan), dan otak si Kecil mulai terbentuk.

Di periode yang sama, perkembangan janin dalam kandungan mulai membentuk kaki dan tangannya akan mulai terbentuk, dan ginjal akan bergeser ke posisinya dan mulai membentuk urin. Memasuki minggu ke 8, si Kecil berukuran sebesar buah raspberry. Bibir, hidung, alis mata dan kaki mulai terbentuk. Dan meskipun Mama belum dapat merasakan gerakannya, si Kecil sudah bisa menggerakkan kakinya.

Bulan Ketiga (Minggu ke 9-13)

Pada minggu ke 9, perkembangan janin dalam kandungan selanjutnya yaitu telah berubah dari embrio menjadi fetus atau janin, dengan ukuran kurang lebih 1 inci, kira-kira sebesar buah zaitun dan berbentuk seperti bayi. Otot-ototnya pun sudah mulai terbentuk, hingga gerakannya semakin kuat, meskipun Mama belum bisa merasakannya. Memasuki minggu ke 10, janin berukuran 1 setengah inci dan sudah melompat di dalam rahim Mama dan berukuran sebesar buah prune. Rangka dan tulang rawannya sudah terbentuk, siku dan lengan mulai bisa digerakkan meskipun ukurannya masih sangat kecil dan calon giginya terbentuk di bawah gusinya. Jika si Kecil berjenis kelamin laki-laki, testisnya sudah mulai memproduksi hormon testosteron. 

Pada minggu ke 11, perkembangan janin dalam kandungan sudah berukuran kurang lebih 2 inci. Kuku tangan dan kakinya pun mulai terbentuk. Jika si Kecil berjenis kelamin perempuan, maka indung telurnya mulai berkembang.  Memasuki minggu ke 12, si Kecil telah tumbuh hingga 2,5 inci dan memiliki berat kurang lebih setengah ons dengan ukuran sebesar buah plum. Sistem pencernaannya mulai bekerja, sumsum tulang mulai membentuk sel darah, dan kelenjar pituitary di otaknya mulai memproduksi hormon. Pada minggu ke 13 Mama memasuki trimester kedua perkembangan si Kecil. Ia telah berukuran sebesar buah peach, dengan ukuran kepalanya setengah dari ukuran seluruh tubuh.  

Did you know?

”Janin atau fetus adalah nama yang diberikan untuk si Kecil yang belum lahir dari minggu ke-8 setelah pembuahan hingga saat kelahiran.“

Bulan Keempat (Minggu ke 14-17)

Di periode perkembangan janin dalam kandungan ini, Mama memasuki trimester kedua kehamilan. Mulai periode ini, perkembangan janin dalam kandungan tumbuh lebih cepat atau lebih lambat dari teman-teman sebayanya.

Saat ini si Kecil berukuran sebesar kepalan tangan Mama. Lehernya mulai memanjang dan kepalanya semakin tegak. Rambut kepala dan alisnya mulai tumbuh, seperti juga rambut halus di seluruh tubuhnya yang disebut lanugo yang berfungsi sebagai selimut penghangat untuk si Kecil sebelum deposit lemak dibawah kulitnya terbentuk.

Di minggu ke 15, si Kecil telah berukuran sebesar jeruk navel. Saat ini, si Kecil mulai bisa melakukan gerakan bernafas dan menelan, dan bahkan bisa menghisap Mama jarinya. Meskipun mungkin Mama belum bisa merasakan gerakannya, si Kecil semakin aktif menendang, menekuk tangan dan kaki, dan menggerakkan lengan dan kaki. Di minggu ke 16, si Kecil berukuran 4 sampai 5 inci dan beratnya kurang lebih 3 sampai 5 ons. Ototnya semakin kuat dan wajahnya terlihat semakin menggemaskan, dengan mata dan telinga yang sudah tepat pada posisinya.

Mata si Kecil mulai berfungsi, dan bisa bergerak ke kanan dan kiri.  Memasuki minggu ke 17 si Kecil sudah seukuran telapak tangan Mama. Jaringan lemaknya mulai berkumpul di bawah kulitnya, meskipun si Kecil masih tampak kurus, dan kulitnya masih transparan. Keterampilan penting untuk menghisap dan menelan sudah mulai berkembang agar si Kecil bisa menyusu saat sudah ia lahir.

Bulan Kelima (Minggu ke 18-22)

Minggu ke 18 si Kecil berukuran 5,5 inci dan beratnya kurang lebih 5 ons. Saat ini Mama bisa merasakan gerakan si Kecil, karena dia mulai aktif berputar, meninju dan menendang. Si Kecil juga mulai bisa menguap dan cegukan dan Mama mungkin mulai bisa merasakan gerakannya. Memasuki minggu ke 19, si Kecil sudah berukuran sebesar buah mangga. Lapisan lemak (vernix caseosa) di atas kulitnya mulai terbentuk untuk melindunginya dari cairan amnion. Jika tidak, maka si Kecil akan tampak keriput saat lahir. Saat minggu ke 20, si Kecil sudah tumbuh seukuran buah blewah. Jika Mama melakukan pemeriksaan USG, maka Mama bisa melihat jenis kelamin si Kecil.

Alat reproduksi si Kecil mulai terbentuk, misalnya indung telur dan vagina untuk bayi perempuan dan testis dan kantung kemaluan pada bayi laki-laki. Memasuki kehamilan minggu ke 21, si Kecil mulai bisa menelan cairan ketuban, dan dia bisa merasakan apa yang Mama makan. Di minggu ke 22, si Kecil berukuran 1 pon dan panjang 8 inci, kira-kira seukuran boneka kecil. Indera perasa, penglihatan, pendengaran dan pengecapan mulai berfungsi. Si Kecil mulai bisa mendengar suara Mama, ayah, aliran darah Mama, tv dan suara lain di sekitar Mama.

Bulan Keenam (Minggu ke 23-27)

Memasuki minggu ke 23, si Kecil berukuran panjang 8 inci dan berat 1 pon lebih.  Pada minggu ke 24, si Kecil semakin menumpuk lemak di tubuhnya, sebagaimana tumbuhnya tulang, otot dan organ-organ tubuhnya. Saat ini wajah si Kecil sudah hampir sempurna terbentuk dengan helai rambut masih berwarna putih dan belum terbentuk pigmen. Pada minggu ke 25, paru-parunya mulai mulai membentuk kantung-kantung udara, tetapi belum siap untuk berfungsi menghirup udara. Lubang hidungnya telah terbentuk dan si Kecil mulai dapat berlatih untuk "bernafas".

Pada minggu ke 26, berat si Kecil kira-kira 2 pon dan panjangnya 9 inci. Si Kecil sudah bisa membuka matanya di minggu ini, setelah retina matanya berkembang, walau bagian mata yang berwarna (iris) masih belum punya pigmen, sehingga Mama belum bisa mengetahui warna matanya. Pada minggu ke 27, si Kecil sudah memiliki organ pengecapan di lidahnya lebih banyak dari saat dia lahir. Sehingga dia lebih bisa merasakan apa yang Mama makan melalui rasa air ketuban.

Bulan Ketujuh (Minggu ke 28-31)

Pada minggu ke 28, si Kecil berukuran panjang 16 inci dengan berat badan 2,5 pon. Si Kecil saat ini mulai bisa mengedip, dan dia juga mulai bisa tertidur dan bermimpi.  Memasuki minggu ke 29, si Kecil akan lebih banyak menumpuk lemak di dalam tubuhnya, dan rahim Mama mungkin semakin sempit baginya untuk bergerak. Mama mungkin bisa merasakan tendangan dan sikutan yang lebih kuat saat ini.  Di minggu ke 30, si Kecil berukuran panjang 17 inci, dan berat 3 pon lebih.

Minggu ini, otak si Kecil berkembang pesat dan lipatan-lipatan pada otaknya semakin banyak dan besar. Si Kecil akan mulai kehilangan rambut-rambut halusnya seiring dengan semakin banyaknya lemak di dalam tubuhnya. Pada minggu ke 31, otak si Kecil mulai tumbuh pesat, dan membuat sambungan antar sel saraf (neuron) semakin banyak dan kompleks agar ia siap untuk mempelajari hal-hal baru kelak. Saat ini si Kecil lebih sering tertidur dan Mama bisa merasakan pola tidurnya, di mana ia akan lebih sedikit bergerak saat ia tertidur.

Bulan Kedelapan (Minggu ke 32-35)

Memasuki perkembangan janin dalam kandungan minggu ke 32, si Kecil semakin sering berlatih untuk bertahan hidup di luar rahim, misalnya dengan melakukan gerakan menghisap, menelan, bernafas dan menendang. Minggu ini kulit si Kecil semakin tebal dan tidak lagi transparan. Pada minggu selanjutnya, antibodi dari Mama mulai mengalir kepada si Kecil melalui tali pusatnya. Antibodi ini berguna untuk melindunginya dari berbagai kuman penyakit.

Pada minggu ke 33, si Kecil berukuran kurang lebih panjangnya 20 inci dan memiliki berat 5 pon, dengan kuku yang mulai memanjang. Pada minggu ke 34, si Kecil terus tumbuh dan berat badannya bisa baik setengah pon per minggu. Minggu ini, si Kecil dalam rahim Mama mungkin sudah berada di posisi kepala di bawah, atau jika bokong di bawah, ia mungkin akan berputar sebentar lagi.

Bulan Kesembilan (Minggu ke 35-40)

Akhirnya Mama sampai ke bulan ke sembilan. Saat ini si Kecil berukuran panjang 20 inci dan berat 6 pon. Sistem peredaran darah, otot dan tulangnya sudah matang untuk kehidupan diluar rahim. Tapi sistem pencernaannya belum siap, karena ia masih mendapat suplai nutrisi dari Mama melalui tali pusatnya. Memasuki minggu ke 37 si Kecil sudah siap dilahirkan, dan bisa disebut cukup bulan saat ini. Namun bukan berarti ia berhenti tumbuh. Si Kecil terus tumbuh kira-kira setengah pon per minggu (meskipun setiap bayi bisa berbeda-beda).

Pada minggu ke 38, semua sistem organ sudah siap berfungsi untuk si Kecil. Si Kecil masih terus meluruhkan lanugo (rambut halus) dan vernix caseosa (lapisan lemak di kulit) dan menimbun lemak dalam tubuhnya, sehingga Mama bisa menciumi pipi tembemnya kelak ia sudah lahir.  Paru-parunya akan memproduksi surfaktan, substansi yang berguna untuk pengembangan organ saat ia pertama kali bernafas. Pada minggu ke 39, kepala si Kecil sudah turun ke rongga panggul Mama, sehingga Mama bisa bernafas lebih lapang, tetapi mungkin sedikit tidak nyaman saat berjalan. Dan selamat untuk Mama, saat memasuki minggu ke 40, si Kecil sudah siap dilahirkan. Si Kecil mungkin belum mengenali wajah Mama, namun dia sudah familiar dengan suara Mamanya. Dan jika si Kecil belum juga lahir pada minggu ke 40, dokter biasanya akan menunggu sampai minggu ke 42.  

Semoga informasi terkait perkembangan janin dalam kandungan di atas bisa membantu Mama untuk memahaminya. 

Masih banyak informasi terkait kehamilan yang perlu Mama ketahui. Pastikan Mama selalu mendapat berbagai edukasi dari situs terpercaya seperti Nutriclub. Demi membantu Mama, sekarang di situs Nutriclub terdapat berbagai tools yang bisa diandalkan untuk mencari berbagai informasi terkait persiapan kehamilan, kehamilan, maupun Si Kecil.  

Adapun tools khusus kehamilan yang bisa digunakan yaitu:

Ensiklopedia Kehamilan untuk New Parents Tools yang akan membahas informasi terkait gaya hidup dan kesehatan, informasi terkait resep dan nutrisi untuk Mama maupun bayi, perkembangan si Kecil dalam kandungan dari minggu ke minggu melalui My Pregnancy Today!

Deteksi Potensi Mama Melahirkan Caesar –Membantu Mama mengetahui apakah ada kemungkinan potensi Mama melahirkan Si Kecil dengan metode Caesar.

Jangan Cemaskan Mitos Selama KehamilanMemberikan penjelasan dari Lactamil Expert yang membahas soal mitos seputar kehamilan yang berhubungan dengan berbagai hal seperti gaya hidup, nutrisi, perkembangan janin, dan psikologi. 

Deteksi Potensi Mama Melahirkan Prematur Membantu mencari jawaban terkait faktor risiko persalinan prematur pada Mama.

  • Murkoff, Heidi., et al. What To Expect When You're Expecting, 2008; 6: 120-338.
  • Indiarti, M.T., Panduan Klinis Paling Komplit Kehamilan, Persalinan, &Perawatan Bayi, 2012; 1: 42.
comment-icon comment-icon