Kenali Perubahan Emosi Ibu Hamil di Tiap Trimester - Nutriclub

Riwayat Pencarian

Pencarian Populer

Psikologis

Kenali Perubahan Emosi Ibu Hamil di Tiap Trimester

Menjalani masa kehamilan merupakan tantangan sekaligus pengalaman berharga bagi seorang Ibu. Banyak hal yang terjadi selama proses tersebut termasuk perubahan dari segi fisik maupun emosional. Penting bagi Ibu untuk mengenali perubahan-perubahan emosi yang terjadi di tiap trimester kehamilan, agar Ibu dapat menjalani proses kehamilan tanpa kendala yang berarti.

Perubahan Emosi yang Tejadi Saat Trimester Pertama


Pada trimester pertama kehamilan, tubuh akan memproduksi hormon-hormon kehamilan seperti Human Chorionic Gonadotropin (hcG), progesterone, dan estrogen. Hormon-hormon tersebut sangat penting untuk mendukung perkembangan si Kecil di dalam kandungan Ibu. Namun, hormon tersebut juga berdampak pada kondisi Ibu seperti hormon hcG yang menyebabkan morning sickness, estrogen yang sering dikaitkan dengan moodswing, dan progesterone yang menjadikan emosi Ibu terasa lebih sensitif. Ibu juga akan merasakan letih secara fisik karena kondisi.


Bagi Ibu yang menjalani kehamilan untuk pertama kali, perasaan khawatir akan kesehatan si Kecil bisa jadi berlebihan karena adanya pengaruh hormon-hormon kehamilan dan kurangnya pengalaman. Konsultasikan kesehatan kehamilan Ibu secara berkala dengan dokter atau tenaga medis terkait. Pastikan perkembangan si Kecil tercatat dan terukur untuk mengantisipasi kekhawatiran berlebih. Melakukan riset sederhana atau mencari tahu informasi seputar kehamilan secara online dapat membantu mengenali perubahan emosi yang terjadi. Informasi yang Ibu peroleh nantinya dapat didiskusikan lebih lanjut dengan dokter pada saat pemeriksaan rutin kehamilan.


Perubahan Emosi yang Tejadi Saat Trimester Kedua


Trimester kedua kehamilan merupakan fase dimana Ibu akan merasa lebih terbiasa dengan kondisi kehamilan. Tubuh sudah beradaptasi dengan kelelahan fisik yang dialami pada trimester pertama kehamilan. Kadar hormon hcG  dalam tubuh pun  mulai menurun sehingga morning sickness tidak sering terjadi. Namun, secara emosional Ibu akan merasa lebih cemas karena usia kehamilan yang bertambah, perasaan khawatir kehamilan, dan emosi keibuan yang mulai terbentuk.


Kondisi kehamilan pada trimester kedua dapat mengakibatkan perubahan yang berdampak pada emosi yang cenderung lebih sensitif. Berat badan Ibu akan beranjak naik secara signifikan dan mulai kurang percaya diri dengan penampilan. Perasaan sensitif yang Ibu rasakan ini seringkali tidak disadari oleh suami, sehingga perlu adanya komunikasi yang baik antara Ibu dan Suami.(Menjaga Hubungan Harmonis antara Ibu dan Suami Selama Masa Kehamilan). Ibu bisa memulai dengan bercerita tentang apa yang Ibu rasakan selama menjalani masa kehamilan. Mengikutsertakan suami dalam aktifitas-aktifitas yang terkait dengan perkembangan kehamilan seperti kelas prenatal, melakukan olahraga bersama, dan menikmati makan malam romantis bisa menjadi pilihan untuk membangun keharmonisan hubungan sekaligus menurunkan stress selama kehamilan.


Perubahan Emosi yang Tejadi Saat Trimester Ketiga


Trimester ketiga merupakan fase yang dimana kadar hormone estrogen dan progesterone sangat tinggi. Pada fase ini Ibu akan sangat rentan mengalami moodswing. Berat badan Ibu juga berada pada titik puncak selama masa kehamilan berlangsung. Keletihan, kondisi susah tidur, dan rasa khawatir mendekati persalinan dapat memicu stress berlebih. Trimester ketiga seringkali disebut sebagai fase terberat sepanjang menjalani masa kehamilan.


Kelelahan fisik dan mental merupakan tantangan terbesar dalam menjalani kehamilan di trimester ketiga. Ibu harus lebih mengutamakan kesehatan Ibu dan si Kecil dibandingkan memikirkan hal-hal lain yang kurang terkait. Manfaatkan waktu istirahat sebaik mungkin ketika mood dan kondisi tubuh memungkinkan. Kondisi kekurangan tidur dapat diantasi dengan istirahat-istirahat kecil di sela-sela kegiatan harian. Pastikan perkembangan kehamilan tercatat dengan baik dan selalu sedia kontak dokter atau tenaga medis untuk mengantisipasi  kondisi darurat kehamilan. Trimester ketiga kehamilan juga bisa dinikmati dengan aktifitas-aktifitas positif seperti mencatat keperluan terkait persalinan, mengajak bicara si Kecil dalam kandungan, atau memdengarkan musik kesukaan. Selalu ada hal positif yang dapat dilakukan agar kondisi emosi dapat terus terjaga dan proses kehamilan dapat dilalui dengan lancar.