Riwayat Pencarian

Pencarian Populer

7 Mitos dan Fakta Seputar Hamil 7 Bulan

Mitos Fakta

7 Mitos dan Fakta Seputar Hamil 7 Bulan

Article By : Nadia Mulya, Ahli Gaya Hidup Ibu Care

Tujuh bulan merupakan angka yang dinanti karena Mama sudah resmi memasuki trimester terakhir dan semua organ vital janin sudah terbentuk. Kalaupun ia harus lahir pada bulan ini, besar kemungkinan dapat bertahan. Bahkan masyarakat Jawa mengatakan tujuh bulan sudah “tua” dan delapan kembali “muda”. Maka dari itu, banyak suku yang melakukan upacara adat merayakan kehamilan tujuh bulan ini.

Tujuh bulan juga sarat dengan ritual yang tidak semuanya masuk akal. Yuk kita bahas, mana yang fakta dan mana yang mitos ibu hamil di bulan ketujuh berikut ini!

7 bulan “pamali” berbelanja kebutuhan si Kecil

MITOS! Tidak semua mitos tanpa dasar yang rasional, contohnya mitos Ibu hamil ini. Dahulu, para Mama sulit mendapatkan akses USG atau alat medis lain, sehingga tidak bisa mengetahui secara pasti jenis kelamin si Kecil. Kini, banyak Mama yang mulai mencicil membeli perlengkapan si Kecil sejak awal kehamilan. Belilah yang berwarna netral dan bermodel klasik, sehingga dapat dilungsurkan untuk adik-adiknya.

7 bulan adalah waktu yang tepat untuk melakukan USG 4 Dimensi

FAKTA! Ultrasonografi memiliki beberapa berbagai macam tipe, yaitu 2D, 3D dan 4D; 2D menampilkan dimensi panjang dan lebar, 3D menambah dimensi ketebalan (depth), sementara 4D merekam gambaran janin dengan visualisasi bagian tubuh yang lebih jelas dan lebih representatif dibandingkan pemeriksaan USG 2D dan 3D.

7 bulan harus rajin ngepel

MITOS/FAKTA? Tergantung bagaimana posisi bayi. Lain halnya saat usia kandungan 7 minggu, di usia 7 bulan apabila kepala bayi belum berbalik (kepala masih diatas) maka Mama harus banyak melakukan gerakan menungging. Ngepel boleh dilakukan dengan posisi bokong lebih tinggi dari kepala. Lelah, ya?

Jika Mama biasa melakukan yoga, lakukanlah gerakan “downward dog” untuk membantu kepala bayi berbalik. Manakala kepala bayi sudah berbalik dan memasuki jalan lahir, janganlah menungging lagi. Lebih baik berjongkok dengan lutut dan kaki terbuka lebar, untuk itu mengepel boleh dilakukan dengan posisi jongkok.

Ngepel adalah gerakan aktif seperti olahraga sehingga sangat baik untuk Mama. Bila bergerak aktif maka tubuh memompa oksigen segar dalam darah ke seluruh tubuh Mama termasuk ke janin, dan melatih paru-paru yang akan membantu proses persalinan normal.

7 bulan waktunya untuk rajin minum minyak kletik agar persalinan nanti lancar

MITOS! Saat di awal kehamilan, terutama di usia kandungan 7 minggu, minum air kelapa tentunya jadi pro kontra. Minyak kelapa konotasinya licin, namun saluran pencernaan dan persalinan adalah dua hal yang berbeda. Mitos ibu hamil ini tidak rasional karena tidak ada pengaruh minyak kelapa dapat memperlancar persalinan. Minyak kelapa mengandung kalori tinggi, sehingga sebaiknya dihindari.

7 bulan tidak boleh berhubungan karena dapat memicu persalinan prematur

MITOS! Hormon prostaglandin yang ada di cairan semen (cairan yang dikeluarkan pria ketika ejakulasi), dapat menimbulkan kontraksi rahim dan melembutkan leher rahim. Dengan demikian, proses persalinan mungkin saja terjadi lebih cepat. Tetapi jangan khawatir, kontraksi hanya akan terjadi apabila reseptor sudah aktif. Reseptor adalah yang mengirimkan sinyal ke otak bahwa sudah mendekati waktunya melahirkan. Bila Mama khawatir, mintalah suami untuk ejakulasi di luar. Jadi, hiraukan mitos Ibu hamil yang satu ini, ya!

Memasuki 7 bulan Mama harus lebih intensif memeriksa kehamilan

FAKTA! Sebelumnya Mama mungkin memeriksa kandungan sebulan sekali. Kini, Mama akan diminta kontrol dua kali sebulan serta memeriksa setiap minggu saat memasuki bulan terakhir. Alasannya adalah karena bayi memang bisa lahir kapan saja, jadi obgyn ingin memantau agar kondisi bayi optimal, posisi bayi sudah benar (mendekati persalinan sudah berbalik dan masuk jalan lahir), persalinan sesuai waktu (saat bayi full term) dan memantau kesehatan umum Mama.

Hal yang dikhawatirkan adalah Mama bisa terkena preeklamsia (umumnya gejala muncul di usia kehamilan 20 minggu ke atas). Oleh karena itu, jangan sampai mitos Ibu hamil ini membuat Mama khawatir, ya. Pasalnya, hal ini akan memperburuk pengalaman Mama saat mengandung buah hati!

Pada perayaan 7 bulanan secara adat, harus mengikuti semua aturan yang berlaku

  • Berjalan diatas tujuh kain batik yang berbeda - Menuju ke lokasi siraman, Mama yang hamil muncul dari sebuah ruangan dan langkahnya dialasi tujuh kain batik yang (sebaiknya) memiliki arti. Misalnya kain batik kala dirinya masih kecil, atau motifnya menandakan sesuatu yang baik, seperti motif sido asih (harapan yang akan terlaksana dan saling mengasihi).
  • Siraman - Tradisi ini dilakukan pada berbagai acara adat seperti pernikahan. Maknanya sangat bagus, yaitu “membersihkan” diri dan meminta restu dari orang tua dan kerabat yang dihormati dan dituakan. Terkadang untuk 7 bulanan, air siraman berasal dari tujuh sumber mata air yang beda, atau air tersebut disiram melalui ayakan berisi perhiasan agar Mama dan si janin selalu dilimpahi hal-hal yang baik.
  • Sungkeman - Sama halnya dengan siraman, sungkeman juga adalah tradisi sarat makna. Yaitu meminta maaf dan restu kepada orang tua, terutama Mama yang telah melahirkan kita, karena tidak lama lagi kita akan mengikuti jejak beliau. Selain itu diharapkan tali silaturahmi tidak akan terputus walau sang anak akan membentuk keluarganya sendiri.
  • Kelapa untuk mengetahui jenis kelamin - Disiapkan dua kelapa hijau dengan ukiran sepasang tokoh dengan sifat-sifat luhur, seperti Kamajaya dan Dewi Ratih. Ketika Mama memilih salah satunya secara tidak sengaja dipercaya menjadi langkah mengetahui jenis kelamin janin.
  • Rasa rujak - Calon Mama dan Papa akan “menjual” rujak racikan mereka kepada tamu. Saat menerima koin dari tanah liat, Papa akan memberikannya kepada Mama, yang melambangkan semua penghasilannya untuk keluarga.

Konon rasa rujak juga menentukan jenis kelamin si kecil; segar-manis artinya perempuan, sepat-pedas artinya lelaki. Apakah hal ini merupakan mitos Ibu hamil atau justru metode yang efektif, ya? Pasalnya, tradisi ini masih dilakukan, loh, Ma!

  • Belut - Salah satu variasi dari perayaan tujuh bulanan adalah menghadirkan berbagai simbol yang melambangkan persalinan “licin”, seperti memindahkan tujuh belut dari satu wadah ke wadah lain.
  • Ganti kebaya tujuh kali - Mama yang hamil akan mengganti kebaya tujuh kali. Setiap mencoba kebaya, ia akan bertanya kepada tamu apakah sudah cocok dan tamu akan menjawab tidak. Terus dilakukan hingga kebaya ketujuh yang telah dipersiapkan kebaya yang paling cantik dan tamu akan menjawab cocok.

Semua adalah MITOS!

Metode di atas dianggap menjadi mitos Ibu hamil lantaran tidak adanya penelitian ilmiah yang membuktikannya. Tetapi ini semua adalah kearifan lokal dengan makna indah yang tidak ada ruginya bila dilaksanakan. Bahkan, justru Mama turut melestarikan tradisi. Tetapi, pastikan agar maknanya menjadi sugesti positif yang semakin mendorong Mama meyakini akan menjalani persalinan yang lancar.

Yang pasti, Ma, tujuh bulan artinya tidak lama lagi si kecil akan hadir ke dunia! Nikmatilah setiap momen kehamilan (nanti akan merindukan lho masa-masa hamil) dan lakukan semua hal yang membuat fisik dan psikis Mama sehat serta bahagia.

Selain itu, selama masa kehamilan, Mama perlu terus mencukupi kebutuhan nutrisi dan rutin mengonsumsi Lactamil Pregnasis Acti Duobio+ yang diformulasikan khusus untuk dukung pemenuhan kebutuhan nutrisi Mama dan si Kecil.

comment-icon comment-icon