Loading...
burger menu

Riwayat Pencarian

Pencarian Populer

15 Manfaat Daun Katuk untuk Ibu Menyusui

Menyusui

15 Manfaat Daun Katuk untuk Ibu Menyusui


Air susu ibu (ASI) eksklusif berperan penting dalam kesehatan bayi. Walaupun demikian, berdasarkan data World Health Organization (WHO) tahun 2020, hanya sekitar 44% bayi usia 0-6 bulan yang mendapat ASI eksklusif di dunia. Lebih menyedihkan lagi, terdapat sekitar 820.000 nyawa anak-anak balita yang seharusnya bisa diselamatkan bila pada usia 0-23 bulan diberikan ASI secara optimal. Selain itu, ASI mampu meningkatkan IQ, kehadiran di sekolah, dan berkorelasi terhadap penghasilan yang lebih tinggi pada usia dewasa.1 Mengapa demikian?

Bila ASI diberikan awal (dalam satu jam kelahiran), maka akan ASI melindungi neonatus dari infeksi dan menurunkan angka mortalitas bayi. Kemudian ASI melindungi bayi dari infeksi saluran pencernaan, sehingga ASI menurunkan risiko mortalitas anak terhadap diare dan infeksi lainnya.  Anak-anak dan remaja yang pernah diberikan ASI memiliki risiko rendah terhadap berat badan berlebih atau obesitas. Yang tak kalah penting juga, anak-anak yang pernah mendapat ASI memiliki kemampuan intelijen yang lebih tinggi dan kehadiran sekolah yang lebih banyak. Tak hanya bermanfaat bagi bayi, ASI eksklusif juga menurunkan risiko kanker payudara dan ovarium pada ibu.1

Dua hormon utama yang berperan dalam proses laktasi/menyusui ialah hormon prolaktin dan oksitosin. Kedua hormon ini memiliki fungsi yang berbeda. Prolaktin menstimulasi pembuatan ASI di dalam sel payudara dan oksitosin menstimulasi keluarnya ASI dari puting susu dengan kontraksi sel payudara. Pada keadaan normal, ASI mulai keluar pada 3-4 hari pasca-melahirkan. Isapan bayi akan menstimulasi hormon prolaktin dan mempertahankan produksi ASI.3

Mayoritas Ibu menghasilkan ASI yang cukup untuk bayinya. Produksi ASI dianggap rendah bila ASI yang dihasilkan tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan tumbuh kembang bayi. Banyak Ibu yang berhenti menyusui di awal karena menganggap ASI tidak cukup. Padahal, mayoritas Ibu memiliki ASI yang cukup untuk bayinya. Beberapa penyebab ASI berkurang antara lain:4

10 Penyebab ASI Berkurang

  1. Mulut bayi tidak menempel dengan baik pada payudara yang dapat menyebabkan nyeri dan kerusakan pada puting.
  2. Bayi tidak cukup sering menyusu. Hampir semua bayi perlu menyusu setidaknya 8-12 kali dalam 24 jam.
  3. Bayi tidak menyusu secara efektif di payudara.
  4. Ibu sudah mulai menggunakan susu formula sambil menyusui.
  5. Ibu telah menjalani operasi payudara yang memengaruhi suplai ASI.
  6. Ibu baru saja menderita infeksi payudara (mastitis).
  7. Ibu sedang mengonsumsi pil kontrasepsi oral yang mengandung estrogen.
  8. Ibu merokok.
  9. Ibu mengonsumsi beberapa obat, termasuk obat bebas dan obat herbal seperti tablet pilek/flu yang dapat mengurangi suplai ASI.
  10. Adanya penurunan atau tidak ada produksi susu karena kondisi medis. Hal ini terjadi pada kurang dari lima persen wanita.

15 Manfaat Daun Katuk untuk Ibu Menyusui

Galactagogues adalah makanan, herbal atau obat-obatan yang dapat membantu meningkatkan suplai ASI biasanya dengan meningkatkan kadar prolaktin. Meskipun ada banyak zat yang telah digunakan oleh para ibu selama berabad-abad yang diklaim dapat membantu mereka menghasilkan lebih banyak ASI, bukti ilmiah yang ada masih terbatas untuk membuktikan efektivitasnya. Setiap daerah memiliki makanan khusus yang dianggap dapat meningkatkan produksi ASI, termasuk di Indonesia.5

Daun katuk (Sauropus androgynus) sudah lama dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia. Manfaat daun katuk untuk ibu menyusui adalah meningkatkan produksi ASI. Kandungan alkaloid dan sterol pada daun katuk diduga dapat meningkatkan produksi ASI karena meningkatkan metabolisme glukosa melalui sintesis laktosa. Dari beberapa penelitian berskala kecil, daun katuk terbukti memiliki potensi dalam meningkatkan produksi ASI.

Pada penelitian Purnani, et al., terhadap 14 ibu pasca-melahirkan di Gampengrejo, terdapat 13 ibu (81,3%) dengan aliran ASI yang lebih lancar setelah diberikan diberikan air rebusan campuran daun katuk dan daun kelor selama tujuh hari. Pada penelitian Ngadiarti, et al., dengan skala yang lebih besar, di mana melibatkan 60 ibu pasca-melahirkan, kelompok yang diberikan air rebusan campuran daun katuk, daun pepaya dan kacang hijau selama empat minggu, memiliki volume ASI yang lebih banyak pada minggu ke-3 dan ke-4 dibandingkan kelompok yang tidak diberikan air campuran daun katuk, daun papaya, dan kacang hijau setelah mendapat tiga kali konseling menyusui. Pada penelitian Soka, et al., di laboratorium, ekstrak daun katuk muda dan daun katuk tua diberikan kepada mencit. Pada mencit yang diberikan ekstrak daun katuk tua, gen prolaktin dan oksitosin diekspresikan 15 hingga 25 kali lebih banyak dibandingkan pada kelompok yang tidak diberikan daun katuk. Oleh karena itu, disimpulkan bahwa ekstrak daun katuk tua mampu meningkatkan ekspresi gen laktasi karena tingginya kandungan papaverin pada daun tersebut.7,8,9

Sejauh ini, cara yang terpenting dan sudah teruji untuk memproduksi dan mempertahankan suplai ASI adalah dengan mengeluarkan ASI secara sering dan benar. Hal ini sering disebut “suplai dan permintaan menyusui” – yaitu semakin banyak ASI dikeluarkan dari payudara Ibu (dan semakin sering), maka semakin banyak ASI yang akan dihasilkan dan sebaliknya. Bila ibu hamil ingin mengonsumsi galactogogues, perlu diingat bahwa galactagogues hanya bekerja ketika ASI sering dikeluarkan dari payudara ibu. Ketika semua faktor yang berkontribusi terhadap rendahnya suplai ASI telah diidentifikasi dan ditangani untuk meningkatkan teknik menyusui dan/atau memerah ASI, maka galactagogues dapat membantu mempercepat prosesnya. Sebelum mengonsumsi, Ibu perlu konsultasi dengan konsultan laktasi dan/atau tenaga medis.5

Selain itu, ada beberapa manfaat daun katuk yang baik bagi Ibu menyusui selain memperlancar ASI. Berikut beberapa di antaranya.

  1. Menstimulasi hormon wanita
  2. Mencegah kanker
  3. Meningkatkan daya tahan tubuh Ibu hamil dan menyusui
  4. Mengandung protein tinggi
  5. Mengobati flu
  6. Menurunkan tekanan darah
  7. Menjaga kesehatan mata
  8. Menjaga kesehatan tulang
  9. Mengatasi anemia
  10. Meningkatkan energi
  11. Mempunyai zat antibakteri dan virus
  12. Membantu memelihara kesehatan dan kecantikan kulit
  13. Mencegah obesitas
  14. Mengatasi radang
  15. Mempercepat penyembuhan luka

Itulah seputar manfaat daun katuk untuk ibu menyusui. Semoga bermanfaat, ya Ma!

  1. World Health Organization (WHO). Infant and young child feeding [internet]. Geneva: World Health Organization; 2021 [updated June 2021; cited 2021 Sep 16]. Available from: https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/infant-and-young-child-feeding
  2. WHO. Breastfeeding [internet]. Geneva: World Health Organization; 2021 [updated June 2021; cited 2021 Sep 16]. Available from: https://www.who.int/health-topics/breastfeeding#tab=tab_1
  3. King J. Contraception and lactation. J Midwifery Wom Heal. 2007;52(6):614-620.
  4. The Royal Women’s Hospital. Low milksupply [internet]. Melbourne: The Royal Women’s Hospital; 2021 [updated 2021; cited 2021 Sep 16]. Available from: https://www.thewomens.org.au/health-information/breastfeeding/breastfeeding-problems/low-milk-supply#:~:text=Most%20mothers%20produce%20enough%20milk,the%20early%20stages%20of%20breastfeeding.
  5. Australian Breastfeeding Association. Galactogogues (substances claimed to increase supply) [Internet]. Melbourne: Australian Breastfeeding Association; 2012 [updated 2012; cited 2021 Sep 16]. Available from: https://www.breastfeeding.asn.au/bfinfo/galactagogues-substances-claimed-increase-supply
  6. Agrawal SK, Karthikeyan V, Parthiban P, Nandhini R. Multivitamin plant: pharmacognostical standardization and phytochemical profile of its leaves. J Pharm Res. 2014;8(7):920-925.
  7. Purnani WT, Fitriasnani ME, Rohmawati H, Afifi DN. The combination of boiled katuk and kelor leaves towards breast milk launch ournal for quality in public health. J Qual Public Health. 2020;4(1):169-174. 
  8. Ngadiarti I, Agestika L, Srimiati M, Fayasari A. Sauropus androgynus, Papaya Leaves, and Mung Beans as Mixed Galactagogue Drink for Urban Postpartum Mothers. Jurnal Gizi dan Pangan. 2021;16(2):101-108. 
  9. Soka S, Alam H, Boenjamin N, Agustina TW, Suhartono MT.  Effect of Sauropus androgynus leaf extracts on the expression of prolactin and oxytocin genes in lactating BALB/C mice. Lifestyle Genomics. 2010;3(1):31-36.
comment-icon comment-icon