Riwayat Pencarian

Pencarian Populer

Mempersiapkan Kelahiran Si Kecil

Masa Penantian

Mempersiapkan Fisik dan Mental Mama

Menjelang akhir masa kehamilan, tubuh Mama dan si Kecil mulai bersiap untuk hari spesial yang sudah Mama nantikan. Yuk, simak artikel berikut untuk tahu apa persiapan persalinan yang bisa Mama persiapkan mulai sekarang, juga apa yang perlu Mama konsultasikan pada dokter kandungan—termasuk kemungkinan jika si Kecil tidak lahir sesuai HPL.

Menulis Rencana Persalinan

Di masa ini, persiapan melahirkan yang Mama bisa lakukan adalah menulis rencana persalinan yang Mama inginkan untuk melahirkan si Kecil kelak. Menulis rencana persalinan akan membuat Mama menggali dan membaca lebih banyak informasi yang diperlukan terkait metode persalinan, sehingga Mama bisa lebih siap saat waktu tersebut tiba. Selain itu, Mama juga dapat bersiap jika kelak terjadi hal-hal lain yang mungkin muncul menjelang hari persalinan tiba.

Selain menulis rencana persalinan, sebagai persiapan sebelum melahirkan, ada baiknya juga jika Mama berkunjung ke rumah sakit bersalin pilihan Mama untuk mengecek apa saja fasilitas yang mereka miliki. Meskipun Mama sudah berencana untuk melakukan proses persalinan di rumah, kegiatan ini dapat berguna jika ternyata Mama harus melakukan persalinan di rumah sakit.

Mama juga bisa menonton video berikut untuk tahu apa saja yang perlu Mama siapkan menjelang persalinan, termasuk tips merencanakan persalinan dan kebutuhan lainnya.

Check-up secara Teratur

Persiapan untuk melahirkan yang tidak kalah penting adalah melakukan check-up secara teratur. Menjelang akhir masa kehamilan, Mama akan melakukan check up rutin setiap dua minggu sekali, dimulai sejak minggu ke-34 hingga waktu persalinan tiba. Selama check up tersebut, bidan Mama akan melakukan pemeriksaan terkait hal berikut:

  • Ukuran dan berat janin untuk memastikan si Kecil tumbuh dengan baik
  • Tekanan darah Mama
  • Air seni Mama untuk mengecek infeksi, kadar gula dan protein

Selain itu, bidan juga akan mengecek posisi si Kecil di dalam kandungan. Jika si Kecil berada pada posisi belum siap lahir—pantat atau kaki si Kecil berada di bawah mendekati leher rahim, Mama dapat dirujuk untuk melakukan konsultasi dengan dokter kandungan. Jika si Kecil tetap pada posisi tersebut hingga minggu ke-36, berkonsultasilah pada dokter untuk mempertimbangkan opsi persalinan, termasuk persalinan Caesar. Mama mungkin akan disarankan untuk mencoba prosedur External Cephalic Version (ECV) untuk mengubah posisi si Kecil di rahim agar kepalanya berada di bawah dan pada posisi siap lahir.

Tidak perlu khawatir ya, Ma. Apapun kondisinya, dokter akan menjelaskan setiap pilihan persalinan yang bisa Mama lakukan beserta risikonya. Dengan begitu, Mama bisa mengambil keputusan yang tepat.

Nah, untuk mengetahui apakah Mama memiliki potensi untuk melahirkan secara Caesar, Mama bisa mengikuti Tes Potensi Caesar (hyperlink) by Nutriclub. Dengan langkah mudah, Mama dapat mengetahui metode kelahiran yang tepat untuk Mama dengan hasil yang terverifikasi oleh expert agar siap melewati persalinan.

“Di bulan terakhir kehamilan, aku berhenti duduk di sofa untuk sekedar menonton TV. Aku mulai melakukan senam hamil menggunakan birth ball.  Aku yakin dengan cara tersebut, si Kecil akan bergerak pada posisi siap lahir.” – Helen, ibu dari Hamish

 

Persiapkan Metode Kelahiran yang Tepat

Ketahui manfaat dan risiko dari masing-masing metode kelahiran

Sumber: The American Journal of Perinatology, Mayo Clinic

 

Persalinan Normal

Persalinan Caesar

Pro

Mama dapat cepat pulih dan keluar rumah sakit lebih cepat.

Mama dapat merencanakan waktu kelahiran dan mengontrol rasa sakit dengan baik.

Mama dapat segera menyusui dan bonding dengan si Kecil.

Mama punya risiko lebih rendah terserang inkontinensia urine (kesulitan menahan buang air kecil).

Kontra

Mama bisa mengalami kesulitan menahan keinginan buang air setelah persalinan.

Masa pemulihan lebih lama sehingga memperpanjang masa rawat inap.

Kemungkinan merasakan nyeri pada perineum, area kulit antara liang vagina dan anus.

Memiliki risiko terserang ruptur uteri. Tubuh Mama memiliki batas ketahanan terhadap operasi Casear, sehingga persalinan Caesar dapat membatasi jumlah kelahiran anak.

 

Dampak pada Kesehatan Si Kecil

Persalinan Normal

Persalinan Caesar

Si Kecil terpapar lebih banyak bakteri baik.

Kemungkinan si Kecil terpapar lebih banyak bakteri jahat.

Paparan bakteri baik lebih rendah.

 

Tidak hanya memiliki manfaat & risiko untuk Mama, masing-masing metode kelahiran juga memiliki dampak untuk si Kecil. 

Si Kecil yang lahir melalui operasi Caesar dapat kehilangan kesempatan untuk mendapatkan bakteri baik yang biasanya diterima oleh si Kecil bila melalui jalan lahir ibunya. Metode kelahiran Caesar ini menyebabkan gangguan keseimbangan kolonisasi bakteri di saluran pencernaan si Kecil. Sedangkan, bakteri pencernaan yang baik seperti Bifidobacteria berperan penting pada perkembangan sistem daya tahan tubuh si Kecil sampai kedepannya. Gangguan kolonisasi bakteri inilah yang dapat menyebabkan si Kecil yang lahir melalui operasi Caesar memiliki sistem imun yang lebih sensitif.

Namun Mama jangan khawatir, karena ASI dapat mengembalikan kolonisasi dan maturasi bakteri baik ke dalam saluran cerna si Kecil yang berperan penting pada perkembangan sistem daya tahan tubuh.

ASI mengandung banyak sekali zat gizi (karbohidrat, protein dan lemak), vitamin (vitamin B, C, A, D, E, dan K), mineral (zat besi, selenium, serta zinc) maka ASI sangat penting sebagai sumber energi untuk tumbuh kembang Si Kecil, perkembangan otak, kecerdasan, saraf serta panca indra Si Kecil. Selain itu, ASI juga mengandung prebiotik dan probiotik yang bersatu menjadi sinbiotik pada sistem pencernaan Si Kecil, sehingga berfungsi untuk membentuk sistem daya tahan tubuh Si Kecil dari bakteri, virus maupun zat penyebab alergi terutama untuk Si Kecil yang lahir dengan Caesar yang secara tidak langsung terpapar baik oleh bakteri maupun virus saat proses persalinannya.

Jadi jangan khawatir ya Ma, apapun kondisi & pilihan metode kelahiran, dokter akan menjelaskan setiap pilihan persalinan yang bisa Mama lakukan beserta risiko dan solusi penanganannya. Dengan begitu, Mama bisa mengambil keputusan dan persiapan yang tepat.

Nah, untuk mengetahui apakah Mama memiliki potensi untuk melahirkan secara Caesar, Mama bisa mengikuti Tes Potensi Caesar (hyperlink) by Nutriclub. Dengan langkah mudah, Mama dapat mengetahui metode kelahiran yang tepat untuk Mama dengan hasil yang terverifikasi oleh expert agar siap melewati persalinan.

Tanda-Tanda Melahirkan dari Tubuh Mama

Semakin mendekati waktu persalinan, Mama akan mendapati tanda-tanda yang diberikan tubuh Mama. Mama dapat mengalami keputihan disertai keluarnya lendir. Selain itu, di masa ini Mama juga mungkin mengalami Braxton Hicks atau kontraksi palsu, di mana rahim mulai mengencang atau melonggar secara berkala.  Kondisi ini dapat terjadi sepanjang masa kehamilan, namun biasanya lebih terasa di trimester akhir. Berbeda dari kontraksi asli yang terjadi terus menerus dengan intensitas, frekuensi dan durasi yang kian meningkat, Braxton Hicks atau kontraksi palsu terjadi secara tidak teratur selama beberapa jam, lalu berhenti dengan sendirinya.

Pada trimester akhir kehamilan ini, Mama juga jadi lebih jarang merasakan sesak di dada karena rahim Mama sudah tidak lagi menekan diafragma. Namun, di masa ini rahim mulai menekan kandung kemih sehingga membuat Mama kerap ingin buang air kecil setiap dua menit.

Bersiap untuk Sabar

Minggu-minggu terakhir menjelang waktu kelahiran si Kecil dapat terasa sangat lama dan menegangkan bagi Mama. Namun, perlu Mama ingat bahwa hari perkiraan lahir (HPL) si Kecil merupakan estimasi yang bisa saja terjadi 14 hari sebelum ataupun sesudahnya. Pada kenyataannya, hanya 5% bayi yang benar-benar lahir sesuai HPL. Jadi, bersabarlah menunggu si Kecil dan berusahalah untuk tetap rileks ya, Ma.

Bila si Kecil belum lahir sementara usia kehamilan sudah cukup lama, bidan atau dokter kandungan Mama akan menyarankan prosedur induksi. Ada Mama yang setuju, ada juga yang tidak. Karena itu, utarakan pendapat Mama tentang hal ini pada Papa dan dokter kandungan saat membahas rencana persalinan. Namun Mama perlu ingat, jika si Kecil belum lahir di usia kehamilan 40 minggu, dokter akan menawarkan prosedur induksi atau membrane sweep di usia 41 atau 42 minggu untuk mempercepat proses kelahiran.

Langkah Selanjutnya

Setelah selesai menuliskan rencana persalinan, berdiskusilah dengan Papa dan dokter kandungan Mama agar mereka dapat memahami keinginan Mama saat waktu persalinan tiba.

comment-icon comment-icon