Riwayat Pencarian

Pencarian Populer

Ibu dan Masa Laktasi

Kesehatan

Ibu dan Masa Laktasi


Setelah melewati proses yang panjang, masa kehamilan dan masa persalinan, tibalah saatnya Ibu masuk dalam masa laktasi. Masa laktasi adalah masa dimana Ibu menyusui sendiri sang buah hati. Melalui menyusui, Ibu dapat mempercepat proses pemulihan rahim serta dapat mengurangi berat badan. Pemberian ASI merupakan hal mutlak yang diberikan pada bayi, bahkan dianjurkan pada Ibu sehat yang baru melahirkan untuk mencoba menyusui bayinya sekitar 30 menit setelah melahirkan.

Manfaat Laktasi bagi Mama

Berikut beberapa keuntungan yang dapat Ibu dan bayi peroleh dari kegiatan menyusui tersebut.

1. Pemulihan Rahim

Pada waktu menyusui, terjadi perintah di otak untuk mengeluarkan hormon tertentu (hormon oksitoksin) yang menyebabkan terjadinya kontraksi otot rahim untuk pemulihan rahim setelah proses persalinan. Mempercepat proses nifas (keluarnya sisa darah di rahim) dan penyembuhan pembuluh darah yang terluka akibat persalinan. Proses kontraksi sebagai pemulihan rahim ini dapat dirasakan pada minggu pertama setelah melahirkan, yaitu ketika bayi menghisap ASI secara otomatis proses tersebut berlangsung.

2. Ekonomis dan Praktis

Melalui pemberian air susu ibu (ASI), Ibu tak perlu repot-repot membuatkan susu jika buah hati merasa haus. Ibu dapat langsung memberikan kapan saja bayi inginkan. Praktis, ekonomis, lebih higienis serta membantu menguatkan ikatan tali ikatan antara Ibu dan sang bayi.

3. Sarana KB Alami

Jika Ibu memberikan ASI eksklusif selama 6 bulan, artinya tanpa ada cairan lain, hal ini juga merupakan suatu cara untuk ber-KB (Keluarga Berencana), karena selama pemberian ASI pengeluaran sel telur dan indung telur bisa terhambat dan tidak terjadi ovulasi. Tidak membatasi pemberian ASI, setiap saat bayi inginkan dan tetap kontinyu. Berapa lama tingkat masa subur wanita kembali normal tergantung pada pola menyusui dan kecenderungan tubuh itu sendiri.

4. Berat Badan Tak Bertambah

Lemak yang menumpuk saat kehamilan akan terbakar dalam pembentukan kalori yang dibutuhkan Ibu untuk menyusui. Jika Ibu mengkonsumsi makanan sebanyak 2.700-2.900 kalori sehari, maka berat badan Ibu akan statis, tidak bertambah.

5. Memperkecil Resiko Kanker

Pemberian ASI yang cukup lama dapat memperkecil kejadian kanker ganas atau karsinoma payudara, dan ovarium atau kandung telur sebanyak 25 %. Pengurangan resiko kanker terjadi proporsional dengan durasi menyusui kumulatif seumur hidup, artinya semakin banyak bulan atau tahun ibu menyusui, semakin rendah resiko terkena kanker payudara. Pada kanker rahim dan ovarium, tingkat estrogen yang lebih rendah selama menyusui menyebabkan resiko kedua kanker itu menurun, penurunan estrogenmenyebabkan berkurangnya rangsangan terhadap dinding rahim dan juga jaringan payudara sehingga memperkecil resiko jaringan menjadi kanker.

Manfaat Laktasi bagi Bayi

1. Mencegah Infeksi

Bayi yang diberikan ASI eksklusif sampai usia 4,5 bulan atau lebih, akan jarang sakit pada setahun pertama usianya dibandingkan dengan bayi yang minum susu formula. Menurut penelitian ilmuwan dari Miami University, Amerika Serikat, para bayi yang mendapatkan ASI lebih jarang sakit dan lebih rendah resiko terinfeksi bakteri candida albicans, yaitu bakteri penyebab gangguan pada mulut bayi yang ditandai dengan adanya lapisan putih pada kerongkongan dan lidah bayi. Biasanya sering menyerang bayi prematur. Air susu memiliki daya proteksi terhadap turunannya karena mengandung antigen. Sistem daya tahan tubuh bayi yang baru lahir belum terbentuk sempurna sehingga pemberian ASI mempunyai peranan penting dalam mencegah infeksi.

2. Mudah Dicerna

ASI dirancang untuk sistem pencernaan bayi manusia yang masih peka dan berkembang. Oleh karena itu, susu pengganti yang terbuat dari susu sapi sebenarnya tidak ideal untuk bayi manusia. Perkembangan awal yang diperlukan oleh bayi adalah otaknya bukan ototnya, seperti yang terdapat pada kandungan susu sapi. Protein pada ASI juga lebih mudah dicerna sehingga bayi tidak menderita sembelit. ASI mengandung protein dan sodium lebih sedikit dari susu sapi, maka beban kerja pada ginjal bayi akan semakin sedikit.

3. Untuk Pertumbuhan Gigi

Pada bayi yang minum susu formula biasanya harus mendorong lidahnya ke depan untuk mengerem lajunya cairan susu formula dari botol. Posisi ini dikhawatirkan menyebabkan gangguan bentuk gigi dan bicara anak. Pemberian ASI juga berguna untuk perkembangan gigi dan rahang bayi. Anak yang tidak minum ASI cenderung lebih sering menghisap jempol.

4. Mencegah Alergi

Pada bayi yang memiliki riwayat alergi, pemberian ASI sangat dianjurkan karena dapat mengurangi terjadinya alergi tersebut. Biasanya alergi akan timbul saat bayi minum susu formula atau susu sapi, karena system imun masing-masing bayi berbeda-beda. Alergi terhadap protein susu sapi atau susu formula yang mengandung susu sapi merupakan suatu keadaan dimana manusia memiliki system reaksi kekebalan tubuh yang abnormal terhadap protein yang terdapat dalam susu sapi. Alergi susu sapi 80% akan menghilang atau menjadi toleran sebelum usia 3 tahun.

Dasar-dasar Menyusui Bayi

comment-icon comment-icon