Cegah Alergi Si Kecil dengan Menjaga Keseimbangan Mikrobiota Usus - Nutriclub

Riwayat Pencarian

Pencarian Populer

Nutrisi

Cegah Alergi Si Kecil dengan Menjaga Keseimbangan Mikrobiota Usus

Secara umum, bakteri yang ada di dalam saluran cerna dapat dibagi menjadi dua jenis, yakni bakteri jahat dan bakteri baik. Tahukah Mama bahwa dengan menyeimbangkan kedua jenis bakteri yang merupakan mikrobiota usus tersebut, risiko alergi pada Si Kecil dapat menurun?

Keseimbangan mikrobiota usus memiliki peran penting dalam kesehatan Si Kecil, antara lain untuk menjaga fungsi pencernaannya dan meningkatkan sistem kekebalan tubuhnya. Tolak ukur keseimbangan mikrobiota usus adalah ketika jumlah bakteri baik lebih banyak daripada jumlah bakteri jahat.

Apa Itu Mikrobiota Usus?

Mikrobiota usus adalah kumpulan seluruh mikroba, mulai dari bakteri, virus, hingga jamur yang hidup dalam usus manusia. Meski ada beragam mikrobiota usus, bakteri merupakan jenis mikrobiota yang paling banyak diteliti karena memiliki pengaruh yang sangat penting terhadap kesehatan tubuh.

Seperti telah disebutkan di atas, bakteri di usus dapat dibedakan menjadi bakteri baik dan bakteri jahat.

Ketika jumlah bakteri baik di usus lebih banyak daripada bakteri jahat, kesehatan saluran cerna akan terjaga dan fungsi pencernaan juga optimal. Sebaliknya, jika jumlah bakteri jahat di dalam usus berlebihan, dapat muncul beragam gangguan pencernaan, misalnya diare.

Hubungan Mikrobiota dengan Alergi pada Si Kecil

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara gangguan keseimbangan mikrobiota saluran cerna dengan munculnya penyakit alergi Si Kecil.

Saat zat pemicu alergi (alergen) yang berasal dari lingkungan maupun makanan masuk ke dalam saluran pencernaan, dapat terjadi gangguan pada keseimbangan mikrobiota usus yang memicu respons sistem imun.

Dalam upaya melindungi tubuh, sistem imun ini akan memproduksi antibodi yang disebut imunoglobulin E (IgE). Antibodi ini kemudian melepaskan zat kimia yang disebut histamin ke dalam aliran darah untuk melawan alergen. Efek dari pelepasan histamin inilah yang menyebabkan munculnya reaksi alergi pada Si Kecil.

Oleh karena itu, untuk melindungi Si Kecil dari alergi, Anda dianjurkan untuk menjaga keseimbangan mikrobiota ususnya.

Cara Menyeimbangkan Mikrobiota Usus

Berikut ini adalah beberapa cara yang dapat Mama lakukan untuk menjaga keseimbangan mikrobiota usus Si Kecil:

•       Berikan ASI ekslusif selama 6 bulan pertama kehidupannya. Pemberian ASI secara eksklusif kepada Si Kecil hingga usianya 6 bulan dinilai mampu menjaga keseimbangan mikrobiota ususnya dan mengurangi risiko Si Kecil mengalami alergi. ASI mengandung berbagai komponen bioaktif seperti prebiotik oligosakarida dan bakteri baik (probiotik) yang mendukung perkembangan mikrobiota usus sehingga didominasi oleh bifidobacteria, seperti Bifidobacterium breve M16V

•       Berikan asupan nutrisi yang lengkap dan seimbang saat Si Kecil mulai makan MPASI. Berikan buah, sayur, dan biji-bijian kepada Si Kecil untuk menjaga pertumbuhan bakteri baik dalam ususnya.

•       Berikan Si Kecil makanan yang mengandung polifenol, seperti strawberry, blackberry, apel, kacang-kacangan, dan biji-bijian. Namun ingat, olah makanan tersebut sesuai usia Si Kecil ya. Makanan-makanan ini juga dapat merangsang pertumbuhan bakteri baik di dalam usus.

•       Batasi asupan pemanis buatan karena dapat merangsang pertumbuhan bakteri jahat, seperti Enterobacteriaceae.

Ketika usia si Kecil sudah 1 tahun, pemberian nutrisi yang mengandung sinbiotik yaitu kombinasi antara prebiotik seperti FOS:GOS dan probiotik seperti B.breve dapat meningkatkan keseimbangan mikrobiata ususnya. Probiotik adalah bakteri baik yang bermanfaat bagi kesehatan saluran cerna, sedangkan prebiotik adalah makanan yang menunjang pertumbuhan bakteri baik tersebut.

Jadi, agar Si Kecil terhindar dari alergi, tidak cukup hanya dengan menjauhi paparan alergen. Anda juga perlu menjaga keseimbangan mikrobiota ususnya, yakni memastikan jumlah bakteri baik yang cukup atau dominan, agar kesehatan saluran cerna dan kinerja sistem imun atau daya tahan tubuh Si Kecil lebih baik.

Jika Si Kecil sering mengalami gejala alergi atau gangguan pencernaan, sebaiknya periksakan ke dokter agar pemicu atau penyebabnya dapat diketahui dan ditangani. Bila perlu, tanyakan kepada dokter apakah Si Kecil perlu mendapatkan tambahan prebiotik dan probiotik.

Referensi:

Pascal, M., et al. (2018). Microbiome and Allergic Diseases. Frontiers in immunology. 9, pp. 1584.

Harvard Health Publishing (2016). Can Gut Bacteria Improve Your Health?

Robertson, R. Healthline (2017). Why the Gut Microbiome Is Crucial for Your Health.

Palsdottir, H. Healthline (2018). 11 Probiotic Foods that Are Super Healthy.

Lewis, S. Healthline (2017). Probiotics and Prebiotics: What’s the Difference?

Smallwood, J. C. Kids Health (2016). All about Allergies.

WebMD (2019). How Your Gut Health Affects Your Whole Body.