Welcome, Mama

Inbox Promo Riwayat Struk Riwayat Poin Keluar

Daftar

RAISE THEM READY

Masa depan yang cepat berubah dan sulit diprediksi membuat si Kecil harus siap hadapi tantangan. Siapkan si Kecil agar siap hadapi masa depan.

#BeResilient

Raise Them Ready Raise Them Ready
Raise Them Ready Raise Them Ready
Raise Them Ready Raise Them Ready

Yuk, share videonya agar semakin banyak Mama yang tahu pentingnya #BeResilient untuk si Kecil

Learn More

Tes Resiliensi?
si Kecil disini!

Apa itu karakter Resilient?

Apa itu karakter Resilient?

karakter resilient anak

Seiring dengan perubahan dunia yang semakin sulit diprediksi, menjadi pintar secara akademis saja tidaklah cukup. Untuk bisa menghadapi tantangan di masa depan, si Kecil harus mempunya sifat yang Resilient agar ia siap menghadapi apapun tantangan di depan dan terus bangkit jika menemui kegagalan.

"Resiliensi merupakan kemampuan untuk menghadapi tantangan serta memiliki mental untuk bangkit jika menemui kegagalan”

Carmelia Riyadhni, Rumah Dandelion

Sifat Resilient pada si Kecil harus dibentuk sejak dini karena bukan pembawaan dari lahir. Karena itu, si Kecil perlu mencoba berbagai hal baru yang bisa membentuk rasa percaya diri mereka dan bertanggung jawab pada setiap pilihannya.

Berikut beberapa contoh karakter anak Resilient:

Gigih

Pantang menyerah saat menghadapi kesulitan

Berani

Menghadapi rasa takutnya dan mau mencoba hal-hal baru

Mandiri

Sanggup untuk menghadapi suatu tantangan dan fokus kepada proses

Banyak Akal

Memiliki kreatifitas dalam mengatasi atau memecahkan berbagai masalah

Adaptif

Menghadapi situasi baru dan percaya kepada kemampuannya sendiri dalam kondisi tak terduga

Mengapa si Kecil harus Resilient?

Mengapa si Kecil harus Resilient?

Tantangan di Masa Depan yang Sulit Diprediksi

Karena apapun yang akan terjadi di masa depan, mulai dari perkembangan teknologi yang semakin canggih hingga akselerasi perubahan dunia yang semakin tidak terbatas, semua itu adalah hal yang akan dihadapi si Kecil di era mereka nanti.

Itulah alasannya kenapa si Kecil harus dibekali penanaman karakter Resilient sejak dini agar mereka siap menghadapi semua tantangan itu. Jika karakter Resilient sudah tertanam dalam diri si Kecil, maka ia akan tumbuh dengan mental yang tangguh dan bisa menghadapi apapun perubahan yang akan terjadi di dunia ini.

Yuk, cari tahu lebih lanjut cara membangun karakter Resilient pada si Kecil

Siapa yang harus mengajari si Kecil menjadi Resilient?

Siapa yang harus mengajari si Kecil menjadi Resilient?

Orang tua berperan penting untuk si Kecil yang resilient

Orangtua mempunyai peran yang sangat penting dalam pembentukan karakter Resilient pada si Kecil. Sebagai sosok yang paling dekat dalam hidupnya, orangtua harus mengetahui faktor apa saja yang mempengaruhi tumbuh kembang si Kecil sehingga pola asuh yang diterapkannya pun akan tepat pada sasarannya.

Jangan lupa, terus motivasi si Kecil

Jika si Kecil terlihat unggul di bidang tertentu, janganlah ragu untuk terus mendukungnya. Namun, jangan lupa untuk tetap mendorongnya melakukan hal-hal yang baru, karena dari situlah sifat Resilient akan tertanam, melalui berbagai tantangan baru yang belum pernah ia hadapi.

Apabila si Kecil mengalami kesulitan, janganlah menyerah, biarkan dia maju dan mengatasinya, namun tetaplah menjadi sosok yang selalu membimbingnya dari belakang.

Di mana si Kecil bisa belajar menjadi Resilient?

Di mana si Kecil bisa belajar menjadi Resilient?

Optimalkan Resilience si Kecil dengan Purposeful Exposure

Ketika si Kecil memasuki usia 1 hingga 3 tahun, secara perlahan ia akan memasuki fase di mana ia sudah tidak sabar lagi untuk mengeksplorasi dunia sekitarnya. Itulah kesempatan yang tepat untuk memberikan si Kecil Pureposeful Exposure yang dapat memberikan perubahan positif padanya.

Purposeful Exposure dapat dilakukan secara indoor maupun outdoor. Namun jika dilakukan outdoor, si Kecil dapat mengeksplorasi dunia sekitarnya sehingga akan mendukung perkembangan sosial, emosional, serta fisiknya. Selain itu, dengan beraktivitas di luar rumah, si Kecil akan semakin menghargai lingkungan sekitarnya dan siap menentukan langkah kakinya ke depan saat ia beranjak dewasa.

Bagaimana si Kecil bisa menjadi Resilient

Bagaimana si Kecil bisa menjadi Resilient

Tantangan di Masa Depan yang Sulit Diprediksi

Orangtua mempunyai peranan yang penting dalam proses belajar dan mendorong anak untuk tidak gampang menyerah serta kreatif dalam menghadapi masalah.

Ajak anak untuk mencari solusi

Beri si Kecil ruangan untuk kesalahan sehingga mereka akan mencari solusi untuk menghadapinya. Apabila itu terjadi, tetap dampingi anak untuk mencari solusinya dan tetap berikan dukungan.

Berikan “Purposeful Exposure”

Jika anak sudah mulai terbiasa dengan berbagai aktivitas itu, tingkatkan kesulitannya dengan memberikan Pureposeful Exposure.Tujuannya agar si Kecil terbiasa menghadapi situasi yang tidak terduga.

Perkenalkan sebuah aktivitas baru

Untuk awalnya mungkin bisa dimulai dengan kegiatan yang anak sukai. Setelah itu, mulailah beri kegiatan alternatif lain yang belum pernah anak coba, misalnya seperti bermain flying fox atau aktivitas yang berhubungan dengan robotik.

Ketahui perkembangan perilaku dan karakter si Kecil melalui Tes Resiliensi

Baca Artikel

Apa kata mereka tentang Resiliensi?

Carmelia Riyadhni

Praktisi dan Pendidik Anak

Dengan tantangan yang semakin kompetitif dan terbuka, selain pintar di bidang akademis, anak juga membutuhkan karakter resilient agar Ia tangguh hadapi masa depan.

Carmelia Riyadhni

Praktisi dan Pendidik Anak

Karakter resilient perlu dibentuk sejak dini dan diawali dari lingkungan terdekat, yakni orang tua. (Carmelia Riyadhni, Praktisi dan Pendidik Anak.

Jadilah Bagian dari #BeResilient Family!

Yuk Ma, gaungkan semangat #BeResilient dengan follow akun Instagram & Facebook Nutriclub.
Jangan lupa share foto Mama bersama si Kecil dengan hashtag #BeResilient yah!

Menjadi #BeResilient, si Kecil siap dalam menghadapi masa depan.

Menjadi #BeResilient, si Kecil siap dalam menghadapi masa depan.