Tim Ahli Nutriclub
Artikel Lainnya

Kenali Tanda Awal Kehamilan

Perkembangan Otak si Kecil Ketahanan Tubuh si Kecil Pertumbuhan Fisik si Kecil
Page 1 / 2

Kenali Tanda Awal Kehamilan

Kenali Tanda Awal Kehamilan
Perkembangan Otak si KecilKetahanan Tubuh si KecilPertumbuhan Fisik si Kecil

Kenali tanda-tanda awal kehamilan, agar dapat membantu Ibu memahami lebih banyak dan bisa mempersiapkan diri lebih baik untuk menyambut bayi.

Apa Saya Hamil?
Tanda awal kehamilan sering mengecoh karena mirip tanda-tanda menstruasi , seperti payudara terasa membengkak, timbul flek, dan rasa kram di perut. Jika Ibu tidak segera mengetahuinya dengan pasti, dapat saja Ibu tidak mengubah kebiasaan sehari-hari yang bisa membahayakan kehamilan.

1. Terlambat Menstruasi
Terlambat menstruasi merupakan tanda awal kehamilan yang paling jelas dan umum. Jika Ibu biasa mendapatkan menstruasi secara teratur, keterlambatan lebih dari seminggu harus dicermati, coba untuk melakukan tes uji kehamilan. Tes uji kehamilan ini dapat dilakukan dengan alat yang dijual bebas di apotek atau supermarket.

Akan tetapi, bagi Ibu yang memang sering menstruasi tidak teratur, bisa jadi keterlambatan ini akibat stres , pola makan tidak teratur atau terlalu lelah. Namun tidak ada salahnya juga untuk rutin melakukan tes kehamilan jika Ibu terlambat menstruasi, untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.

2. Morning Sickness
Morning sickness adalah perasaan tidak nyaman pada pagi hari, gejala ini dialami oleh sebagian besar ibu hamil. Penyebabnya adalah perubahan hormon dalam darah yang mengakibatkan rasa sakit pada lapisan perut dan menimbulkan rasa mual. 

Rasa mual ini biasanya terjadi pada trimester pertama kehamilan dan akan menghilang sejalan dengan pertambahan usia kehamilan . Meskipun ini dinamakan morning sickness, pada kenyataannya mual dan muntah dapat terjadi pada siang dan malam hari.

3. Sering Buang Air Kecil
Saat hamil, terjadi perubahan hormon dalam darah yang menyebabkan sirkulasi darah dalam tubuh meningkat. Hal ini menyebabkan ginjal bekerja lebih keras sehingga memproduksi air seni lebih banyak.

Semakin besar kehamilan, semakin besar pula ukuran janin , sehingga menekan organ-organ di dalam tubuh Ibu, termasuk kandung kemih. Akibatnya kapasitas kandung kemih menjadi lebih sempit sehingga lebih cepat penuh dan membuat Ibu lebih sering ingin buang air kecil. Akan tetapi, sering buang air kecil bukanlah sesuatu yang membahayakan, jadi Ibu tidak perlu khawatir. Jangan mengurangi konsumsi air agar tidak dehidrasi .