taboola Pengaruh Kelahiran Sesar dan Antibiotik Terhadap Daya Tahan Tubuh Bayi : Survival Kit
For Professional Healthcare
Home
Webinar
Jurnal Online
Artikel
Produk
Kesehatan

Pengaruh Kelahiran Sesar dan Antibiotik Terhadap Daya Tahan Tubuh Bayi

Persalinan adalah sebuah proses yang berujung pada kelahiran anak. Dimulai dengan timbulnya kontraksi uterus berakhir dengan lahirnya janin dan ekspulsi plasenta. Kehamilan dan kelahiran merupakan proses fisiologis, sehingga persalinan dan melahirkan merupakan hal yang normal untuk kebanyakan wanita.1

Proses melahirkan normal terdiri atas fase laten dan fase aktif. Fase laten adalah periode yang dikarakteristikan dengan kontraksi uterus yang terasa sakit dan perubahan variasi serviks, termasuk penipisan serviks dan dilatasi hingga 5 cm untuk kelahiran pertama dan berikutnya. Fase aktif adalah periode yang dikarakteristikan dengan kontraksi uterus yang terasa sakit, regular, penipisan serviks yang signifikan dan dilatasi serviks dari 5 cm hingga dilatasi penuh, untuk kelahiran yang pertama dan berikutnya.2

Sectio caesaria (SC) adalah proses melahirkan dengan insisi terbuka abdomen (laparotomi) dilanjutkan dengan insisi pada uterus. Pertama, dilakukan insisi pada kulit diikuti dengan jaringan subkutan. Lapisan selanjutnya adalah fasia yang bertempat diatas otot rektus abdomen. Setelah memisahkan otot rektus, yang berjalan dari sefalad ke kaudal, dokter memasuki rongga abdomen melalui peritoneum parietal. Pada wanita gravid, uterus sangat mudah ditemukan saat memasuki abdomen. Setelah mengidentifikasi uterus, dokter dapat mengenali peritoneum vesicouterin, yang bisa diinsisi untuk membuat bladder flap. Uterus terdiri atas lapisan luar serosa (perimetrium), lapisan otot (myometrium) dan lapisan mukosa dalam (endometrium). Ketiga lapisan ini diinsisi untuk membuat insisi uterus atau histerotomi. Penting untuk berhati-hati agar tidak melukai pembuluh darah yang terletak di lateral uterus.3

Terkait dengan dua metode persalinan bayi diatas, terdapat perbedaan antara spesies mikrobiota bayi yang dilahirkan dengan persalinan pervaginam dan SC. Penelitian yang dilakukan untuk membandingan mikrobiota usus dari bayi yang dilahirkan secara normal dan sesar, dimana ibu tidak diberikan antibiotik hingga proses penjepitan tali pusat, menunjukan perbedaan mikrobiota pada bayi hingga satu tahun pertama4. Lazimnya, pemberian antibiotik dilakukan setelah penjepitan tali pusat, disebabkan beberapa hal yang menjadi potensi kekhawatiran; 1) paparan janin terhadap antibiotik dapat menutupi hasil kultur positif bakteri pada neonatus; 2) pajanan antibiotik janin dapat menyebabkan peningkatan kolonisasi atau infeksi oleh organisme yang resisten antibiotik, dan 3) untuk menghindari risiko kompromi janin yang parah dalam kejadian langka anafilaksis ibu5.

Karena bayi terlahir steril, kolonisasi bakteri selama kelahiran dan tak lama setelah itu juga memainkan peran penting dalam membentuk komunitas mikrobiota usus. Dengan demikian, latar belakang genetik, prematuritas, metode persalinan, dan sumber makanan bayi (misal: ASI, susu formula, dll), pajanan terhadap antibiotik, semuanya memiliki dampak besar selama fase akuisisi pengembangan mikrobiota usus 6,7. Mikrobiota usus bayi baru lahir yang dilahirkan pervaginam didominasi oleh mikroba dari genus Bacteroides, Bifidobacterium, Parabacteroides, Escherichia/Shigella (p <0,05), yang juga merupakan anggota mikrobiota usus bayi baru lahir yang paling banyak jumlahnya. Bacteroides, khususnya B. ovatus/B. xylanisolvens, B. thetaiotaomicron, B. uniformis, dan B. vulgatus/B. dorei, kurang lazim atau tidak ditemukan pada bayi baru lahir secara SC dibandingkan dengan bayi yang dilahirkan secara pervaginam dan perbedaan ini konsisten pada usia 4 dan 12 bulan 8.

Mikrobiota yang mendominasi bayi yang lahir secara sesar adalah dari genus Clostridium, Staphylococcus, Propionobacterium, dan Corynebacterium9,10. Penelitian oleh van Niemwegen et al menemukan bahwa rasio Clostridium difficile lebih tinggi ditemukan pada bayi yang dilahirkan secara SC di rumah sakit dibandingkan dengan bayi yang dilahirkan secar normal di rumah dan bayi yang dilahirkan secara normal di rumah sakit (rasio berurutan 43.4%, 19.1%, 27.2%, P<0.001). Keberadaan Clostridium difficile meningkatkan kejadian asma pada anak (aOR, 2.06; 95% CI, 1.16-3.64), mengi (aOR, 1.38; 95% CI, 1.05-1.81) dan eksim (aOR, 1.43; 95% CI, 1.09-1.88)11.

Selain efek langsung pada paparan mikroba, metode persalinan SC membutuhkan paparan antibiotik dan dapat menunda proses menyusui, yang bisa menyebabkan gangguan ekologis lebih lanjut. Studi retrospektif telah melaporkan penggunaan antibiotik pada awal kehidupan berkaitan dengan peningkatan risiko asma, meskipun hubungan sebab-akibat keduanya bisa terbalik atau terkacaukan oleh indikasi8. MB Azad et. al melakukan penelitian pada bayi aterm dengan ibu yang diberikan Intrapartum Antibiotic Prophylaxis (IAP), dengan hasil melimpahnya bakteri genus Enterococcus dan Clostridium, serta kurangnya jumlah bakteri genus Bacteroides dan Parabacteroides konsisten pada jenis kelahiran pervaginam, SC emergensi maupun elektif12.

Perkembangan pada periode perinatal merupakan masa yang penting karena terjadi modifikasi yang mempengaruhi sistem imun dan penyakit yang berhubungan dengan inflamasi. Periode neonatus adalah masa kritis karena sistem imun bayi masih dalam tahap pematangan dan dipengaruhi oleh mikrobiota usus, maka disbiosis sebagai akibat dari faktor lingkungan seperti proses persalinan dan/atau penggunaan antibiotik dapat menyebabkan efek kesehatan jangka panjang. Sebuah studi baru-baru ini mengemukakan bahwa mengusap bayi yang lahir secara sesar dengan sekresi vagina segera setelah lahir (vaginal seeding) dapat mengembalikan sebagian mikrobiota ibu yang hilang12. Alternatifnya, suplementasi dengan prebiotik, probiotik atau sinbiotik bisa diupayakan sebagai solusi nutrisi untuk mengatur kekebalan tubuh melalui modulasi mikrobiota usus 12.

 

Hanya Untuk Kalangan Medis

** ASI adalah Nutrisi terbaik

 

REFERENSI:

  1. Cunningham F, Leveno KJ, Bloom SL, et al. Williams Obstetrics. 25th ed. New York, NY: McGraw-Hill; 2018
  2. WHO Reproductive Health Library. WHO recommendation on definitions of the latent and active first stages of labour. (February 2018). The WHO Reproductive Health Library; Geneva: World Health Organization.
  3. Sung S, Mahdy H. Cesarean Section. [Updated 2020 May 5]. In: StatPearls [Internet]. Treasure Island (FL):StatPearls Publishing; 2020 Jan-. Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK546707/
  4. Reyman, M., van Houten, M.A., van Baarle, D. et al. Impact of delivery mode-associated gut microbiota dynamics on health in the first year of life. Nat Commun 10, 4997 (2019).
  5. Prophylactic antibiotics in obstetrics and gynaecology. The Royal Australian and New Zealand College of Obstetricians and Gynaecologists. 2019; pp 1-9.
  6. Martin R, Nauta AJ, Ben Amor K, et al. Early life: Gut Microbiota and Immune Development in Infancy. Benef Microbes 2010; 1:367-82.
  7. Wu, Hsin-jung dan Wu, Eric. 2012. The role of gut microbiota in immune homeostasis and autoimmunity. Gut Microbes 3:1, 4–14; http://dx.doi.org/10.4161/gmic.19320
  8. West, Christina E., et al. The gut microbiota and inflammatory noncommunicable diseases: associations and potentials for gut microbiota therapies. Journal of Allergy and Clinical Immunology 135.1 (2015): 3-13.
  9. Hasibuan, Fitri Elizabrth Br dan Kolondam, Beivy Jonathan. 2017. Interaksi Antara Mikrobiota Usus dan Sistem Kekebalan Tubuh Manusia. Jurnal Ilmiah Sains Vol. 17 No. 1
  10. Bäckhed, Fredrik, et al. Dynamics and stabilization of the human gut microbiome during the first year of life. Cell host & microbe 17.5 (2015): 690-703.
  11. van Nimwegen, Frederika A., et al. Mode and place of delivery, gastrointestinal microbiota, and their influence on asthma and atopy. Journal of Allergy and Clinical Immunology 128.5 (2011): 948-955.
  12. Azad, M. B., Konya, T., Persaud, R. R., Guttman, D. S., Chari, R. S., Field, C. J., & Becker, A. B. (2016). Impact of maternal intrapartum antibiotics, method of birth and breastfeeding on gut microbiota during the first year of life: a prospective cohort study. BJOG: An International Journal of Obstetrics & Gynaecology, 123(6), 983-993. 11

Artikel Terkait