PARENTING ARTICLES

/

SLEEP

Article Tablet Article Mobile

3 Mitos Seputar Tidur Si Kecil

Kini sebaiknya Ibu pisahkan antara fakta dan mitos seputar tidur si Kecil dengan bantuan dari Dr. Andrew Adesman, MD, penulis buku berjudul BabyFacts: The Truth About Your Child's Health From Newborn Through Preschool, juga beberapa referensi lain yang tim ahli berikan.

Mitos #1
- Mitos: Posisi tidur terbaik si Kecil adalah menghadap ke samping.
- Fakta: Untuk mengurangi terjadinya risiko sindrom kematian mendadak pada bayi atau sudden infant death syndrome (SIDS), di malam hari, bayi yang sehat harus selalu tidur terlentang, tidak telungkup dan tidak menghadap samping.

Bayi pada umumnya akan tidur lebih lelap bila posisi tidurnya telungkup. Namun hindari posisi ini di malam hari, karena khawatir si Kecil membenamkan kepalanya ke bantal atau selimut. Sementara di siang hari, bayi diperbolehkan tidur telungkup atau menghadap ke samping, selama berada di bawah pengawasan Ibu.


*)Penting diperhatikan: Pada posisi tidur telungkup, pastikan kepala si Kecil menghadap ke samping

- Penjelasan Dr. Adesman: "Posisi tidur paling aman untuk si Kecil di malam hari adalah terlentang."

Mitos #2
- Mitos: Memberikan sereal beras pada botol susu si Kecil di malam hari akan membantunya untuk terlelap sepanjang malam.
- Fakta: Tidak ada bukti bahwa metode ini memiliki dampak pada kualitas tidur si Kecil.
- Penjelasan Dr. Adesman: "Faktanya, ini bahkan bisa berdampak buruk. Memperkenalkan sereal beras terlalu dini bisa berbahaya. Si Kecil kemungkinan tidak mampu mencerna dengan baik sereal beras sebelum menginjak usia 4 bulan ke atas.

Mitos #3
- Mitos: Ibu bisa kendalikan kapan dan berapa lama waktu tidur si Kecil. 
- Fakta:
• Bayi yang baru lahir akan tidur kapanpun ia siap dan akan terbangun saat ia merasa lapar atau karena popoknya basah.
• Masih terdapat pro dan kontra soal pengaturan jadwal tidur si Kecil. Karena ada dua pendapat berbeda soal bagaimana Ibu seharusnya menangani jadwal tidur si Kecil sejak dini.
• Pendapat pertama adalah parent-led schedule dimana orang tua yang mengendalikan dan membuat agenda harian berupa jadwal spesifik, untuk si Kecil makan, bermain dan tidur. Para ahli yang sependapat dengan parent-led schedule menjelaskan bahwa orang tua harus sangat konsisten dalam menerapkan jadwal agar si Kecil memiliki struktur dan jam internal sejak dini hingga dewasa. Menurut para ahli, saat si Kecil memiliki pola rutin seperti itu, ia akan mampu untuk tidur lelap sepanjang malam. "Tidur bukanlah opsi yang berbasis pada keinginan si Kecil. Saat waktu tidur datang, artinya si Kecil harus tidur." kata penulis buku bertajuk On Becoming Baby Wise: Giving Your Infant the Gift of Nighttime Sleep, Gary Ezzo.
• Pendapat yang kedua adalah baby-led schedules di sini orang tua yang mengikuti kebutuhan si Kecil untuk makan, bermain maupun tidur. Rutinitas pada gaya pengasuhan jadwal ini lebih longgar. Para ahli yang sepakat dengan pendapat ini menjelaskan bahwa di sini orang tua percaya bahwa tiap anak memiliki kebutuhan berbeda dan mereka perlu mengetahui kebiasaan unik anaknya. "Bayi datang dalam bentuk dan ukuran yang berbeda. Tugas kita sebagai orang tua adalah untuk mengenal kebutuhan si Kecil, bukan memaksa mereka untuk mengenal kebutuhan kita," kata Cheryl Hausman, Direktur Medis University City Primary Care Center di Children's Hospital of Philadelphia.

- Penjelasan Dr. Adesman: "Banyak orang tua yang akan coba membuat jadwal tidur bagi si Kecil, namun bayi terlalu muda untuk itu. Ibu dan ayah perlu memberi respon saat si Kecil terbangun dari tidurnya."

-Penjelasan Jo Tantum (penulis buku berjudul Baby Secret: How To Know Your Baby's Needs): "Rutinitas bisa cepat diraih, dengan panduan yang Ibu terapkan. Saat rutinitas yang diterapkan sudah berjalan dengan baik maka si Kecil akan menikmati waktu rutin untuk makan dan tidur, ini akan membuatnya merasa nyaman dan aman."