PARENTING ARTICLES

/

OTHERS

Article Tablet Article Mobile

Tips Mencegah dan Mengurangi Risiko Alergi Pada Si Kecil

Alergi merupakan salah satu penyakit kronis yang paling umum terjadi dan meningkat jumlah insidennya dari tahun ke tahun. Banyak metode dan pengobatan alergi yang muncul seiring dengan perkembangan dunia kesehatan. Namun, pertanyaan besar yang sering muncul adalah dapatkah kita mencegah terjadinya alergi? Atau, kita harus menunggu gejala muncul terlebih dahulu dan melakukan pengobatan terhadapnya? Tim Ahli Nutriclu akan membantu Ibu menjelaskan faktor risiko alergi pada bayi dan tindakan pencegahan apa saja yang dapat Ibu lakukan.

Faktor Risiko Terjadinya Alergi

Risiko si Kecil memiliki alergi sangat dipengaruhi oleh riwayat keluarga. Ketika ditemukan riwayat alergi dalam keluarga, kemungkinan si Kecil memiliki alergi berada di kisaran 5-15%. Risiko akan meningkat secara signifikan hingga kisaran 50-90% apabila Ibu dan suami memiliki jenis alergi yang sama.
Namun, pengaruh genetik tidak menjadi satu-satunya faktor yang mempengaruhi terjadinya alergi, faktor terbesar kedua terdiri dari faktor lingkungan dan faktor eksternal lain.

Nutrisi untuk Pencegahan Alergi

1.    ASI Eksklusif

Salah satu faktor kunci dalam pencegahan alergi adalah nutrisi yang diberikan kepada si Kecil. Memberikan ASI eksklusif merupakan salah satu perlindungan terbaik terhadap alergi pada si Kecil, karena konsumsi bulan pertama kehidupannya sangat berpengaruh terhadap pembentukan sistem kekebalan tubuh. Menurut rekomendasi dari praktisi kesehatan dan organisasi kesehatan dunia seperti WHO, pemberian ASI eksklusif sebaiknya diberikan hingga si Kecil berusia 4-6 bulan.

2.    Susu Formula Khusus

Apabila terdapat riwayat alergi pada keluarga dan si Kecil tidak dapat mengonsumsi susu formula biasa, Ibu dapat memberikan susu formula khusus yang telah melalui proses hidrolisasi sehingga protein susunya tidak memiliki elemen yang menyebabkan alergi. Ibu juga dapat memilih susu formula yang berbahan dasar soya bagi si Kecil yang tidak bisa mengonsumsi susu formula biasa.

3.    Makanan Pendamping ASI

Pada si Kecil yang memiliki alergi susu sapi, pengenalan makanan pendamping ASI juga disesuaikan dengan komposisi jenis makanan yang berpotensi memicu alergi (allergen). Pengenalan makanan non-susu dan bebas protein susu sapi sebaiknya dikenalkan pada si Kecil di kisaran usia 17-26 minggu. Mengenalkan makanan terlalu awal justru akan meningkatkan risiko si Kecil untuk memiliki alergi. Kenalkan secara perlahan makanan pendamping ASI beriringan dengan kegiatan menyusui.

Faktor Lingkungan

Lingkungan yang sehat akan menjauhkan risiko alergi pada si Kecil. Udara yang sejuk, bebas polusi, jauh dari asap rokok dan kendaraan, serta lingkungan yang bersih dan higienis akan mengurangi resiko terjadinya alergi. Selalu konsultasikan ke dokter apabila terjadi gejala alergi yang muncul. Karena, pencegahan lebih dini akan selalu lebih baik dibandingkan menunggu hingga muncul gejala alergi yang semakin parah.