PARENTING ARTICLES

/

OTHERS

Article Tablet Article Mobile

Informasi Seputar Penatalaksanaan Ikterus pada Si Kecil

Ikterus neonatorum biasanya dikenal dengan istilah bayi kuning. Ini disebabkan adanya peningkatan kadar bilirubin di dalam darah. Ketahui lebih jauh mengenai informasi seputar penatalaksanaan ikterus pada bayi dari Tim Ahli Nutriclub.

Apa itu Ikterus Neonatorum?

Ikterus neonatorum adalah salah satu kondisi yang memerlukan perhatian pada si Kecil yang baru lahir. Istilah ikterik neonatorum memiliki pengertian penyakit kuning pada bayi baru lahir. Ikterus itu sendiri berarti warna kuning; yang dapat terlihat pada kulit dan bagian putih mata (sclera mata). Kuning pada si Kecil disebabkan oleh peningkatan kadar bilirubin dalam darah, yang secara medis disebut dengan hiperbilirubinemia.

Kuning pada bayi si Kecil umumnya mulai terlihat pada hari ke-3 dan terus berlanjut sampai sekitar 7 hari pada 60% bayi cukup bulan serta 14 hari pada 80% bayi prematur. Sekitar 10% bayi yang mendapatkan ASI eksklusif mengalami breast milk jaundice; yaitu si Kecil tetap kuning bahkan sampai berusia 1-3 bulan karena bayi mengonsumsi ASI. Tetapi jangan khawatir, keadaan ini tidak berbahaya, Ibu tetap boleh memberikan ASI kepada si Kecil, namun membutuhkan pemantauan. Umumnya penyebab ikterus neonatorum tidak berbahaya. Namun, pada si Kecil yang mengalami peningkatan kadar bilirubin cukup tinggi, memerlukan perawatan lebih lanjut di rumah sakit untuk disinar.

Penyebab Bayi Kuning

Kuning pada si Kecil dapat disebabkan oleh beberapa hal:

  • Hiperbilirubinemia fisiologis

    Hiperbilirubinemia fisiologi merupakan penyebab paling sering dari ikterus neonatorum. Terjadi pada lebih dari 50% dari bayi baru lahir. Umumnya terjadi karena pemecahan sel darah pada bayi baru lahir lebih cepat disertai dengan adanya fungsi hati yang belum matang, sehingga proses pemecahan bilirubin terjadi lebih lambat. Umumnya tidak berbahaya, muncul di hari ke-3, lamanya 7-10 hari, dan kadarnyat tidak terlalu tinggi.
  • Breast feeding jaundice

    Breast feeding jaundice
     dapat terjadi ketika si Kecil tidak mendapatkan ASI yang cukup. Hal ini terjadi pada 5-10% bayi yang baru lahir. Gejalanya mirip dengan ikterus fisiologis, hanya umumnya kadar bilirubin pada bayi lebih tinggi dibandingkan hiperbilirubinemia fisiologis.
  • Breast milk jaundice

    Breast milk jaundice
     terjadi pada 1-2% dari bayi yang mendapatkan ASI eksklusif. Hal ini disebabkan oleh adanya zat khusus tertentu yang diproduksi oleh ibu dalam ASI. Zat ini menyebabkan usus bayi menyerap lebih banyak bilirubin kembali ke dalam tubuhnya. Kuning umumnya mulai terlihat pada usia 4-7 hari dan dapat berlangsung selama 3-10 minggu.
  • Ketidakcocokan golongan darah (Rh atau ABO)

    Jika si Kecil dan Ibu memiliki golongan darah yang berbeda dan saat bayi berada didalam perut Ibu terjadi pencampuran darah antara Ibu dan si Kecil, maka tubuh Ibu akan menghasilkan antibody yang kemudian akan menghancurkan sel-sel darah merah bayi baru lahir. Hal ini menyebabkan peningkatan kadar bilirubin bayi yang tinggi. kuning pada bayi akibat ketidak cocokan golongan darah merupakan suatu keadaan yang sangat serius, dimulai dari 24 jam pertama kehidupan, dan harus diatasi dengan benar dan cepat.

Masih ada banyak hal yang juga dapat menyebabkan kuning pada bayi si Kecil seperti adanya kelainan G6PD, sperositosis, kelainan anatomis hati, dan masih banyak lagi.

Ikterus neonatorum biasanya dikenal dengan istilah bayi kuning. Ini disebabkan adanya peningkatan kadar bilirubin di dalam darah. Ketahui lebih jauh mengenai informasi seputar penatalaksanaan ikterus pada bayi dari Tim Ahli Nutriclub.

Gejala Bayi Kuning

Gejala yang muncul antara lain:

  • Penumpukan bilirubin akan menyebabkan kulit dan bagian putih mata si Kecil, matanya menjadi terlihat berwarna kuning.
  • Urin berwarna kuning tua (pada bayi dengan bilirubin yang cukup tinggi).
  • Tinja yang berwarna pucat seperti dempul (bukan tinja berwarna kuning atau oranye). Perubahan warna tinja ini terjadi pada kuning yang diakibatkan oleh kelainan hati.
  • Pada kadar yang sangat tinggi dan menembus sawar darah otak bayi akan mengalami kern icterus (kejang akibat bilirubin menembus sawar darah otak).

Kapan diperlukan perawatan medis?

  • Hubungi dokter jika si Kecil yang baru lahir menjadi kuning dalam waktu kurang dari 24 jam.
  • Jika si Kecil tampak kuning sampai ke kaki dan tangan terlebih bila sampai ke telapak kaki.
  • Jika kuning berlangsung lebih dari 7-10 hari.
  • Jika si Kecil tampak sakit (menolak minum, sulit dibangunkan, lengan dan kaki tampak terkulai, suhu mencapai 38 C atau lebih, tampak sesak.


Tatalaksana Ikterus Neonatorum

Hiperbilirubinemia fisiologis akan menghilang dengan sendirinya dalam waktu 7-14 hari. Si Kecil mungkin perlu untuk tinggal lebih lama di rumah sakit untuk mendapatkan terapi sinar bila kadar bilirubinnya lebih dari 12 mg/dl di usia 3 hari.
Beberapa cara yang akan dilakukan untuk menurunkan kadar bilirubin bayi antara lain:

  • Terapi cahaya (fototerapi)

    Bayi akan ditempatkan di bawah lampu khusus yang memancarkan sinar dalam spectrum hijau-biru. sinar ini akan mempercepat konjugasi bilirubin sehingga dapat larut dan dikeluarkan melalui urin dan feses. Saat terapi sinar, bayi hanya akan menggunakan popok dan patch pelindung mata. Semakin banyak sinar terpapar dengan kulit, semakin cepat proses konjugasi berlangsung.
  • Perbanyak minum

    Bayi yang kekurangan cairan akan cenderung menjadi kuning (breast feeding jaundice). Bayi dengan terapi sinar juga akan mengalami penguapan yang lebih tinggi, sehingga kecukupan minum harus dipenuhi.
  • Mengatasi infeksi

    Adanya infeksi pada bayi akan menyebabkan bayi menjadi kuning. Mengatasi infeksi ini akan mengatasi kuning yang muncul pada bayi.
  • Transfusi tukar

    Terapi ini sudah jarang dilakukan. Terapi ini akan dibutuhkan bila kadar bilirubin meningkat sangat tinggi. umumnya dibutuhkan pada kuning yang disebabkan oleh ketidak-cocokan golongan darah si Kecil dan Ibu.

Tatalaksana Kuning yang Dapat Dilakukan di Rumah

  • Sinar matahari sangat membantu untuk memecah bilirubin indirek agar hati si Kecil dapat memprosesnya lebih mudah. Tempatkan si Kecil ditempat yang terpapar langsung dengan matahari atau bila terdapat jendela dimana cahaya matahari dapat masuk. Lama memjemur adalah 30-60 menit. Waktu paling baik untuk menjemur si Kecil adalah antara pukul 07-10.00 pagi.
  • Lebih sering menyusui. Jumlah cairan yang tercukupi akan membantu menurunkan kadar bilirubinnya.
  • Menyusui tambahan. Jika si Kecil mengalami kesulitan minum ASI, kehilangan berat badan atau mengalami dehidrasi, dokter mungkin menyarankan memberikan susu formula bayi untuk melengkapi kebutuhan si Kecil.