PARENTING ARTICLES

/

OTHERS

Article Tablet Article Mobile

Kenali Depresi Pasca Melahirkan

Gejala Depresi Pasca Melahirkan 
Biasanya depresi pasca kelahiran terjadi pada enam minggu pertama setelah melahirkan. Namun hal ini juga bisa muncul kapan saja hingga si Kecil mencapai usia balita. Ibu akan rentan mengalami depresi bila Ibu atau keluarga Ibu mempunyai riwayat depresi. 

 

Pengaruh depresi pasca kelahiran pada tiap orang berbeda-beda. Tapi ada beberapa gejala yang yang bisa Ibu waspadai, misalnya:
• Mengalami serangan panik atau kecemasan.
• Terus-menerus khawatir dengan kesehatan atau keamanan Ibu bahkan khawatir dengan orang-orang yang dekat dengan Ibu.
• Merasa bahwa Ibu adalah orang yang jahat.
• Sering merasa ingin menangis tanpa alasan yang jelas.
• Tidak pernah merasa tenang.
• Sulit tidur.
• Merasa seperti harus berpura-pura berani di depan orang lain.
• Tidak mampu membicarakan tentang kelahiran atau terus-menerus membicarakannya karena Ibu merasa tidak terkontrol.
• Merasa bahwa hidup tidak ada gunanya sejak si Kecil lahir.
• Merasa tidak berharga.
• Berpikiran bahwa Ibu belum ada keterikatan dengan si Kecil atau tidak punya perasaan apa-apa terhadapnya.
• Merasa sakit; nyeri dada, masalah pernafasan, sakit kepala dan gangguan perut.
• Tidak bisa mengenali waktu dan tidak bisa membedakan antara beberapa menit dan beberapa jam.

Langkah Bila Ibu Merasa Mengalami Depresi Pasca Melahirkan 
Bila Ibu memang merasa mengalami depresi pasca kelahiran, konsultasikan hal ini kepada dokter. Keahlian dokter akan lebih tepat untuk membantu Ibu. Meski demikian, ada beberapa hal yang bisa Ibu lakukan untuk membantu mengurangi gejala-gejalanya:

 

• Jangan memendam perasaan Ibu. Bicaralah pada suami, teman dekat, keluarga atau ibu lain tentang apa yang ibu alami. 
• Jangan bekerja terlalu banyak dalam waktu sehari. 
• Terima bantuan dari orang-orang di sekeliling Ibu.
• Jangan merasa bersalah tentang apa yang Ibu alami.