PARENTING ARTICLES

/

FEED

Article Tablet Article Mobile

Seberapa Sering Ibu Harus Menyusui

Ketika Ibu mulai menyusui si Kecil, jangan terlalu kaku dalam membuat jadwal menyusui.

Usahakan untuk menyusui sesuai permintaan si Kecil, ia yang akan menentukan sendiri seberapa banyak kebutuhannya. Secara perlahan, pola menyusui akan terbentuk dan sebelum Ibu menyadari, si Kecil akan mulai memiliki jadwal atau rutinitas menyusui.

Menyusui sesering mungkin
Bayi yang baru lahir perlu sering disusui, sekalipun waktu pemberiannya tidak lama. Pada hari-hari pertama si Kecil, jarak waktu antara pemberian ASI kira-kira dua hingga tiga jam sekali. Alasannya, ASI sangat mudah dicerna, sehingga si Kecil cepat merasa lapar kembali. Selain itu perut mereka masih sangat kecil, sehingga ia tidak bisa diberi makanan dalam porsi yang besar.

Tapi, setelah beberapa waktu, ikuti kebutuhan si Kecil. Jangan batasi durasi dan jam sebagai patokan utama. Bahkan di malam hari pun Ibu perlu menyusui untuk memenuhi kebutuhan gizi si Kecil dan menjaga kesinambungan produksi ASI. Sebab, semakin banyak ASI dihisap, produksinya pun akan semakin banyak.

Para ibu biasanya mengkhawatirkan apakah si Kecil sudah mendapatkan cukup ASI. Jika si Kecil tampak bersemangat dan bahagia, berarti tidak ada yang perlu dicemaskan. Tetapi jika Ibu masih khawatir, silahkan konsultasikan kondisi si Kecil kepada dokter.

Kebutuhan bayi Ibu yang makin meningkat
Saat si Kecil mulai tumbuh, ia mungkin perlu diberikan ASI lebih lama namun jarak waktu lebih jarang. Yang perlu diingat, semakin sering Ibu menyusui, semakin banyak susu yang Ibu hasilkan.

Jadi jangan panik jika si Kecil tampak lahap sepanjang waktu. Tubuh Ibu akan beradaptasi untuk mengimbangi kebutuhan si Kecil.