PARENTING ARTICLES

/

FEED

Article Tablet Article Mobile

Pertanyaan Seputar Menyusui

Dalam aktivitas menyusui, tentunya Ibu akan menemukan beberapa masalah, apalagi jika ini adalah kehamilan pertama Ibu.

Ibu juga mungkin memiliki beberapa pertanyan seputar menyusui, berikut adalah pertanyaan umum seputar menyusui.

Bila Saya Sakit. Bisakah Tetap Menyusui?
Masalah menyusui muncul pada keadaan khusus, misalnya, Ibu sakit atau melahirkan dengan bedah cesar. Umumnya, ibu sakit bukan alasan menghentikan menyusui. Karena, ASI justru akan melindungi si Kecil dari penyakit. Hanya saja, Ibu memerlukan bantuan orang lain untuk mengurus si Kecil dan keperluan rumah tangga, karena pada kondisi itu Ibu memerlukan istirahat lebih banyak. Bila Ibu sakit, sebaiknya segera ke dokter dan informasikan bahwa Ibu sedang menyusui. Karena, banyak obat yang bisa mengkontaminasi ASI dan dapat mempengaruhi bayi.

Mengapa ASI Saya Kurang?
Idealnya ASI tidak akan kekurangan, juga tidak berlebihan. Namun Ibu perlu memahami isitilah sindrom ASI kurang. Misalnya, soal ukuran payudara. Sebenarnya, seberapa pun ukuran payudara wanita itu tetap dianggap normal, asalkan sehat. Kemudian kalau payudara tampak mengecil, lunak atau tidak penuh, sebenarnya ini tanda bahwa produksi ASI sesuai keperluan bayi. Lalu jika si Kecil menangis sering kali diduga ia kekurangan ASI, padahal menangisnya si Kecil bisa diakibatkan berbagai faktor.

Selanjutnya si Kecil lebih sering minta disusui, kecuali karena ASI memang lebih mudah dicerna. Si Kecil memerlukan ASI yang cukup untuk tumbuh kembang. Yang penting masalah menyusui bukan hanya memberi makan si Kecil, ingat bahwa si Kecil juga memerlukan belaian, kehangatan dan kasih sayang.

Masalah Payudara Saat Menyusui
Dalam proses menyusui, tentu akan ada masalah. Apalagi jika ini adalah saat pertama Ibu menyusui. Tentu saja banyak kekhawatiran. Tapi percayalah, masa-masa cemas ini akan berlalu, Ibu akan merasakan nikmatnya mengalirkan ASI ke buah hati Ibu dengan penuh kasih-sayang.

Agar semua proses berjalan lancar, selain dukungan keluarga, tidak ada salahnya Ibu memiliki seorang pengasuh untuk membantu Ibu seusai persalinan. Apalagi bagi Ibu yang baru pertama kali memiliki bayi. Carilah pengasuh profesional untuk merawat si Kecil dan memberikan dukungan dalam menyusui. Kehadiran pengasuh juga membantu memastikan Ibu agar tetap percaya diri selama proses menyusui dengan bayi.

Ritual menyusui tidak selalu berjalan lancar. Ada kendala yang kadang mengganggu kelancaran proses menyusui. Tapi Ibu tak perlu khawatir, kenali masalah yang muncul agar penanganannya lebih gampang.

Dalam aktivitas menyusui, tentunya Ibu akan menemukan beberapa masalah, apalagi jika ini adalah kehamilan pertama Ibu.

1. Payudara Bengkak
Pembengkakan terjadi sekitar 2-3 hari setelah melahirkan. Payudara membengkak disebabkan meningkatnya aliran darah ke payudara dan produksi ASI. Bengkak yang terjadi dapat membuat puting susu jadi rata, sehingga mengakibatkan si Kecil sulit untuk menyusu. Karena itu, sering-seringlah menyusui bayi untuk mengosongkan si pabrik ASI. Hindari pemakaian bra yang ketat saat payudara bengkak. Untuk mengurangi rasa kurang nyaman, kompreslah payudara dengan air dingin dan lakukan pijatan lembut sebelum menyusui.

2. ASI Terlalu Deras
Dengan payudara Ibu yang dipenuhi susu, aliran ASI jadi tidak terkendali, karena payudara sedang menyesuaikan produksi ASI dengan kebutuhan si kecil. Mengatasinya bisa dengan selalu memakai breast-pads, mengeluarkan sebagian ASI sebelum menyusui dan sering-sering menyusui.

3. Puting Susu Datar
Kelainan bawaan ini terjadi karena perlekatan yang mengakibatkan saluran susu lebih pendek dan menarik puting susu ke dalam. Ibu bisa tarik puting susu keluar dengan jari tangan, tahan selama beberapa waktu. Lakukan ini sebanyak 2 kali sehari. Atau, gunakan alat bantu, seperti nipple shields. Atau rendam puting susu ke dalam air hangat sebelum menyusui, kemudian tarik perlahan puting susu.

4. Abses Payudara
Abses payudara muncul karena infeksi yang disebabkan oleh masuknya bakteri ke jaringan payudara. Ini juga muncul karena adanya akumulasi nanah pada area menyusui. Abses payudaranya akan diikuti dengan gejala seperti nyeri, demam dan sakit pada payudara.

Apabila abses dan radang cukup parah maka perawatannya hampir sama dengan radang payudara. Tapi untuk bisa mengeluarkan nanah yang ada pada payudara, biasanya akan dilakukan pembedahan kecil, selanjutnya segera hubungi dokter terdekat.

5. Puting Susu Nyeri
Ini karena tidak pasnya posisi mulut bayi saat menyusu. Umumnya terjadi pada hari-hari pertama menyusui. Bila tidak terlalu nyeri, teruskan untuk menyusui si Kecil. Agar nyeri berkurang, oleskan sedikit ASI pada puting susu dan sekitarnya atau kompres payudara dengan air hangat sebelum menyusui. Selesai menyusui, oleskan kembali ASI pada payudara, lalu biarkan kering sebagai pelindung.

6. Radang Payudara
Masalah ini biasa juga dikenal dengan istilah mastitis. Biasanya payudara meradang terjadi 2-6 minggu setelah melahirkan. Hal itu diakibatkan adanya infeksi bakteri serta pemakaian bra yang terlalu ketat. Gejala yang muncul biasanya payudara membengkak, warna agak kemerahan, demam dan merasa kelelahan. Penanganan gangguan ini dengan mengompres payudara dengan air hangat dan menyusui bayi sesering mungkin.