PARENTING ARTICLES

/

FEED

Article Tablet Article Mobile

Mekanisme Keluarnya ASI

Untuk mengurangi kehawatiran juga kebingungan Ibu saat menyusui, Tim Ahli Nutriclub berbagi lebih jauh mengenai bagaimana proses mekanisme keluarnya ASI.

Sewaktu bayi menghisap puting areola, maka ujung saraf sensoris yang terdapat pada puting susu terangsang. Rangsangan akan dikirim ke otak (hipotalamus) yang akan memacu keluarnya hormon prolaktin yang kemudian akan merangsang sel-sel kelenjar payudara untuk memproduksi ASI.

Jumlah proklaktin yang akan diproduksi tersebut akan banyak bergantung dari frekuensi dan intensitas isapan bayi.

Rangsangan yang ditimbulkan isapan si Kecil diteruskan ke bagian hipotalamus yang akan melepaskan hormon oksitosin. Oksitosin akan memacu sel-sel otot yang mengelilingi jaringan kelenjar dan salurannya untuk bekontraksi, sehingga memeras air susu keluar.

Keluarnya air susu karena kontraksi otot tersebut disebut let down reflex. Terjadinya refleks aliran dipengaruhi keadaan psikologis Ibu. Rasa khawatir akan menghambat refleks tersebut.

Sementara refleks yang terjadi pada bayi adalah rooting reflex. Bila bayi baru lahir disentuh pipinya, dia akan menoleh ke arah sentuhan. Bila bibirnya dirangsang atau disentuh, dia akan membuka mulut dan berusaha mencari puting untuk menyusu.

Refleks lainnya adalah sucking refleks atau refleks menghisap. Jika puting susu menyentuh langit-langit belakang mulut bayi, terjadi refleks mengisap dan terjadi tekanan terhadap daerah areola oleh gusi, lidah bayi serta langit-langit, sehingga isi dari tempat kantung penyimpanan ASI di dalam tubuh Ibu diperas keluar ke dalam rongga mulut bayi. Bayi pun memiliki refleks menelan bila ada cairan di dalam rongga mulut.