PARENTING ARTICLES

/

FEED

Article Tablet Article Mobile

Masalah Saat Menyusui

Ibu akan menjumpai beberapa masalah saat menyusui bayi. Penting bagi Ibu mengenal beberapa masalah yang umum terjadi seputar menyusui, agar Ibu bisa menanganinya dengan tepat.

Puting nyeri, pecah-pecah atau berdarah
Puting nyeri, pecah-pecah atau berdarah adalah tanda bahwa si Kecil tidak minum ASI dengan benar atau tidak di posisi yang tepat. Hal ini juga bisa terjadi bila Ibu menggunakan pompa payudara secara keliru. Bidan atau dokter dapat membantu Ibu tentang teknik menyusui.

Saluran tersumbat
Ada dua jenis penyumbatan saluran:
- Titik putih kecil di ujung puting: biasanya Ibu dapat membuangnya dengan kuku yang bersih saat kulit payudara Ibu melembek sehabis menyusui.
- Benjol nyeri di payudara dengan radang kulit di sekelilingnya. Penyumbatan jenis ini bisa jadi merupakan tanda awal mastitis.
*) Jika ada peradangan di payudara, segera konsultasikan dengan dokter agar mastitis tidak menyebar.

Tips Mencegah Penyumbatan:
- Susui si Kecil sesering mungkin untuk mengosongkan ASI yang berlebih.
- Pastikan si Kecil minum ASI di payudara Ibu dengan benar. Susui bayi di payudara secara bergantian, agar kedua payudara kosong.
- Ibu dapat menggunakan pompa untuk mengosongkan payudara setelah menyusui dan minumlah ibuprofen untuk mengurangi nyerinya. Pijat payudara Ibu dengan lembut atau kompres dengan air hangat.


Kandida
Kandida adalah infeksi jamur yang dialami bayi pada alat kelamin dan mulutnya. Infeksi ini dapat menyebar ke payudara Ibu selama si Kecil minum ASI. Jika bayi Ibu mengalami kandida, akan terlihat bintik-bintik putih di mulutnya dan pada payudara Ibu . Bintik-bintik itu tebal, gatal dan membuat payudara nyeri.

Jika terindikasi mengalami kandida, segera konsultasikan ke dokter. Ibu dan bayi perlu dirawat bersamaan untuk mencegah infeksi ulang. Selama itu Ibu masih tetap bisa menyusui, meski mungkin terasa nyeri.

Ibu akan menjumpai beberapa masalah saat menyusui bayi. Penting bagi Ibu mengenal beberapa masalah yang umum terjadi seputar menyusui, agar Ibu bisa menanganinya dengan tepat.

Payudara bengkak
Dua atau tiga hari setelah melahirkan, payudara Ibu mungkin menjadi penuh, terasa empuk, menggembung, dengan bentuk puting pipih. Pembengkakan ini bahkan bisa menyebar ke bawah ketiak dan Ibu merasa sedikit demam. Rasanya mungkin sakit, tetapi tidak berbahaya dan akan cepat hilang.

Untuk meredakan gejala ini, kompres payudara dengan handuk hangat dan shower air hanya untuk mengurangi sakitnya. Selain itu, pijat payudara Ibu saat tidak sedang menyusui.

Payudara 'bocor'
Payudara Ibu bisa bocor jika penuh dengan ASI, atau jika refleks let down Ibu terpicu. Biasanya payudara hanya mengeluarkan ASI jika si Kecil menghisapnya, tetapi kadang dengan mendengar tangisan bayi saja payudara Ibu akan mengalirkan ASI-nya.

Semakin teratur Ibu menyusui, semakin kecil kemungkinan payudara Ibu untuk bocor. Kebanyakan ibu mengenakan penyerap ASI (breast pad) di dalam bra untuk berjaga-jaga bila terjadi kebocoran. Kemungkinan masalah ini akan hilang sepenuhnya setelah tujuh hingga sepuluh minggu menyusui.

Masalah Seputar ASI

- ASI terlalu sedikit
Semakin banyak ASI yang dikonsumsi si Kecil, semakin banyak pula ASI yang dihasilkan. Jadi, terlalu sedikit ASI bisa jadi merupakan tanda bahwa bayi Ibu tidak minum ASI dengan benar, sehingga produksi ASI pada tubuh juga berkurang. Jika Ibu cemas si Kecil tidak mendapat asupan yang cukup, konsultasikanlah dengan bidan atau dokter Ibu.

- ASI terlalu banyak
Produksi ASI yang terlalu banyak adalah wajar selama beberapa hari pertama. Pada awalnya, tubuh memang memproduksi ASI dalam jumlah banyak untuk mengimbangi tingginya frekuensi menyusui.

Produksi ASI akan teratur setelah bayi minum ASI dengan benar. Jika bayi tidak minum ASI dengan benar, maka keteraturan produksi ini tidak terjadi. Akibatnya, Ibu akan terus memproduksi ASI berlebih, terutama karena bayi perlu minum ASI lebih sering. Jadi pastikan bayi Ibu minum ASI dengan benar. ASI berlebih bisa juga disebabkan oleh refleks let down yang terlalu aktif atau ketidakseimbangan antara foremilk (ASI awal) dan hindmilk (ASI akhir) yang Ibu hasilkan.

Sementara itu, foremilk adalah ASI matang (ASI yang keluar setelah masa keluarnya kolostrum) yang keluar lebih dahulu saat kita menyusui. Foremilk lebih bersifat encer, kaya akan laktosa dan protein yang penting untuk pertumbuhan otak. Foremilk berguna untuk menghilangkan rasa haus pada bayi. Sementara hindmilk keluar beberapa saat setelah foremilk, sifatnya lebih kental dan mengandung lebih banyak lemak. Hindmilk yang lebih kaya lemak ini yang memberikan efek kenyang pada bayi.

Jika Ibu terus memproduksi ASI secara berlebih meski pola penyusuan sudah tetap, Ibu dapat memerahnya sebagian dan menyimpannya untuk diminum nanti. Pastikan tidak memerah terlalu banyak atau memerah di sela-sela menyusui, karena hal ini akan membuat tubuh memproduksi lebih banyak ASI untuk memenuhi permintaan ekstra.

- ASI yang menyemprot
Pada sebagian ibu, ASI dapat menyemprot dengan deras, sebagai efek samping dari produksi ASI yang terlalu banyak. Hal ini dapat membuat bayi kaget dan membuat sebagian bayi menolak menghisap payudara. Tipsnya, perahlah sedikit ASI sebelum mengangsurkan payudara kepada si Kecil atau, biarkan dia menghisapnya sampai susunya keluar, kemudian tahan semprotan pertama dengan handuk. Setelah alirannya lebih tenang, berikan ASI kembali pada bayi Ibu.

Masalah Terkait Kebiasaan si Kecil Minum ASI
- Menolak payudara:

Jika si Kecil menolak payudara Ibu, biasanya itu merupakan cara dia untuk memberi tahu ada hal yang salah. Mungkin karena si Kecil nyeri akibat tumbuh gigi atau merasa sesak karena pilek. Hal ini juga bisa terjadi bila posisi putting tidak tepat, sehingga bayi tidak mendapatkan aliran ASI.

Jika si Kecil tetap menolak payudara Ibu, cobalah untuk menyusuinya saat dia mengantuk, jaga agar ruangan tenang dan bebas gangguan. Ibu juga dapat mencoba posisi menyusui yang berbeda, atau bahkan mencoba menyusui sambil berjalan-jalan karena gerakan mengayun dapat menenangkan si Kecil. Jika dibutuhkan, berkonsultasilah ke dokter untuk memastikan tidak ada yang salah, seperti infeksi telinga atau kandida.

- Menyusui dari satu payudara saja
Kadang-kadang si Kecil hanya menyukai salah satu payudara Ibu. Hal ini tidak berbahaya bagi si Kecil, tapi Ibu perlu memberi kesempatan bagi kedua payudara Ibu untuk sama-sama memproduksi susu. Jika si Kecil pilih-pilih, cobalah menyusuinya dengan payudara yang bukan kesukaanya dan gunakan posisi yang sama seperti ketika minum ASI dari payudara pilihannya. Jadi jika biasanya Ibu mengarahkan bayi Ibu ke payudara kiri, sekarang gerakkan menyamping ke payudara kanan (bukan memutar posisinya). Akan lebih nyaman jika Ibu menaruh bantal di bawah lengan penyangga.

- Bayi suka menggigit
Biasanya bayi menggigit karena gusinya gatal, akibat tumbuh gigi baru. Jika bayi akan mulai tumbuh gigi, biarkan dia belajar menggigit memakai mainan khusus untuk digigit. Dan jika dia menggigit Ibu, peluk lebih erat ke tubuh Ibu atau tekan hidungnya. Dengan begitu dia akan kesulitan bernafas lewat hidung, sehingga akan membuka mulut dan melepaskan gigitannya!

Mungkin saja menggigit payudara dianggap permainan yang menyenangkan bagi si Kecil. Membuat Ibu berteriak, menurut si Kecil merupakan permainan yang asyik. Jika memang begitu, bersikaplah tegas, katakan 'jangan!' dan letakkan dia selama beberapa saat.