PARENTING ARTICLES

/

FEED

Article Tablet Article Mobile

Manfaat Air Susu Ibu

Penulis : dr. Kristian W G

Reviewer : dr. Daniel Surjadinata, Sp.A

ASI sebagai Nutrisi Paling Ideal

Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menyatakan, air susu ibu (ASI) merupakan satu-satunya nutrisi ideal untuk bayi pada masa enam bulan pertama kehidupannya. ASI mengandung banyak komponen yang sesuai dengan kebutuhan bayi. 

ASI sebaiknya mulai diberikan semenjak bayi lahir. Idealnya, si Kecil sudah mulai menyusu dalam kurun waktu 30 menit semenjak lahir. Kemudian, dilanjutkan dengan pemberian ASI eksklusif hingga usia enam bulan, tanpa makanan atau minuman lain, termasuk air putih dan jus buah. Selama masa pemberian ASI eksklusif, Ibu dapat memberikan tambahan asupan vitamin, mineral dan obat-obatan, selama diperbolehkan dengan pertimbangan dari dokter. Setelah usia si Kecil menginjak enam bulan lebih, ASI dapat diberikan bersama makanan pendamping ASI (MPASI) lainnya hingga umur si Kecil mencapai dua tahun

Keunikan ASI, terletak pada komposisinya yang tidak ditemukan pada jenis asupan tambahan lainnya. Laktosa yang terkandung dalam ASI telah terbukti lebih mudah diserap oleh usus bayi. Protein yang terkandung di dalam ASI sebagian besar berbentuk protein whey  yang mudah diserap, berbeda dengan protein caseinyang sulit dicerna bayi. Di samping itu, terdapat banyak kandungan asam amino taurin dalam ASI, yang dapat mendukung perkembangan otak bayi, namun sangat sedikit di dalam susu sapi. 

Did you know?

”Pemberian ASI memberikan rasa nyaman dan rileks pada Ibu, karena menyusui memancing produksi hormon oksitoksin dalam tubuh Ibu yang menimbulkan rasa rileks. Ketahui selengkapnya di sini.“

LIHAT LENGKAP

Keuntungan ASI yang paling dirasakan oleh Ibu dan Si Kecil

ASI dapat menurunkan risiko terjadinya infeksi saluran pernapasan bawah (ISPA) (72%), infeksi telinga tengah (50%), pilek yang serius, infeksi saluran telinga dan tenggorokan (63%), infeksi saluran pencernaan nonspesifik (64%), kanker darah putih atau leukemia (20%), penyakit peradangan usus (31%), asma dan alergi kulit (42%), hingga sindrom kematian bayi tiba-tiba (73%).

Efek positif dari pemberian ASI eksklusif dapat terasa saat si Kecil beranjak dewasa. Hal ini terbukti dengan menurunnya risiko diabetes melitus tipe I dan II, dan obesitas. Saat si Kecil menyusu, tubuh ibu akan mengeluarkan hormon oksitosin. Hormon ini penting untuk mengurangi pendarahan setelah persalinan dan mempercepat proses penyusutan rahim.  Hormon ini juga berperan dalam membangun ikatan emosi Ibu dengan si Kecil.

Selain itu, penelitian menunjukkan bahwa depresi lebih banyak ditemukan pada Ibu yang tidak menyusui atau menyapih lebih dini. Beberapa penelitian lain juga menunjukkan keuntungan-keuntungan pada Ibu menyusui, seperti:

  • Penurunan jumlah kasus pelecehan atau penelantaran anak
  • Penurunan risiko terjadinya diabetes melitus tipe II, hipertensihiperlipidemia, serta penyakit jantung dan pembuluh darah
  • Penurunan risiko kanker payudara dan kanker indung telur 

Lebih luas lagi, ekonomi keluarga dapat diuntungkan dengan melakukan pemberian ASI.  Dana yang dianggarkan untuk membeli berbagai suplemen dan nutrisi tambaan dapat dialihkan ke hal-hal bermanfaat lainnya, seperti persiapan makanan pendamping ASI dan makanan bergizi seimbang untuk sang ibu. Biaya pengobatan juga lebih akan lebih rendah pada si Kecil yang diberikan ASI eksklusif.

Penggunaan ASI eksklusif juga turut menguntungkan lingkungan, karena sifatnya tidak memerlukan kemasan dan bahan bakar berpolusi untuk pendistribusiannya. Berdasarkan alasan-alasan di atas, organisasi-organisasi kesehatan dunia (WHO) sangat menyarankan pemberian ASI eksklusif oleh ibu selama tidak dikontra indikasikan.

DAFTAR PUSTAKA

(1)Mexitalia M. Air Susu Ibu dan Menyusui. In: Sjarif D, Lestari E, Mexitalia M, Nasar S, ed. by. Buku Ajar Nutrisi Pediatrik dan Penyakit Metabolik. 1st-revised ed. Jakarta: Ikatan Dokter Anak Indonesia; 2014. p. 80.

(2)Ikatan Dokter Anak Indonesia. Air Susu Ibu dan Menyusui: Rekomendasi No.: 002/Rek/PP IDAI/XI/2010 [Internet]. IDAI. 2015 [cited 1 June 2016]. Available from: http://www.idai.or.id/professional-resources/rekomendasi/rekomendasi-ikatan-dokter-anak-indonesia-mengenai-air-susu-ibu-dan-menyusui

(3)Hendarto APringgadini K. Nilai Nutrisi Air Susu Ibu [Internet]. IDAI. 2015 [cited 1 June 2016]. Available from: http://www.idai.or.id/artikel/klinik/asi/nilai-nutrisi-air-susu-ibu

(4)American Academy of Pediatrics. Executive Summary: Breastfeeding and the Use of Human Milk. Pediatrics. 2012;129(3):600-3.

(5)U.S. Department of Health and Human Services. The Surgeon General's Call to Action to Support Breastfeeding [Internet]. 1st ed. Rockville: Office of the Surgeon General (US); 2011 [cited 1 June 2016]. Available from: http://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/n/ctabreast/pdf/

(6) Policy Statement: Breastfeeding and the Use of Human Milk. Pediatrics. 2012;129(3):e827-e841.