PARENTING ARTICLES

/

FEED

Article Tablet Article Mobile

Fosgos dan Manfaatnya terhadap Pencernaan Si Kecil

Perkembangan kesehatan si Kecil pada awal kehidupannya dipengaruhi oleh air susu ibu (ASI) dan mikrobiota. Selain itu, ASI juga berperan dalam faktor yang menyebabkan lebih rendahnya kejadian penyakit infeksi, alergi pada bayi dan anak, serta faktor perkembangan sistem imun.

Komposisi ASI mengalami perubahan yang dinamis sesuai dengan kebutuhan si Kecil, dan bervariasi tergantung dari asupan yang diterima oleh Ibu. Komposisi terbanyak dari ASI adalah karbohidrat (laktosa dan oligosakarida) dan asam lemak. Sedangkan, komponen lainnya adalah mikroba, nukleotid, imunoglobulin, sel imun, sitokin, lisozim, laktoferin, dan faktor yang memodulasi imun.

Hal yang akan dibahas terkait asupan asi kali ini adalah oligosakarida, yaitu galacto-oligosaccharide (GOS) dan fructo-oligosaccharide (FOS). Oligosakarida pada ASI adalah salah satu prebiotik alami berupa bahan makanan yang tidak dapat dicerna. Oligosakarida mendukung pertumbuhan mikroorganisme yang bermanfaat bagi saluran cerna. Oligosakarida terdiri dari lebih dari 1000 ragam molekul karbohidrat yang mempromosikan pertumbuhan bakteri khusus, terutama bifidobacteria.

Bakteri bifidobacteria  dapat menggunakan oligosakarida ASI sebagai sumber energinya. Fermentasi oligosakarida di usus besar oleh bakteri komensal menghasilkan produk akhir yang berguna bagi tubuh, di antaranya adalah asam lemak rantai pendek. Jadi, prebiotik ini dianggap memiliki manfaat yang besar bagi si Kecil karena membantu pembentukan mikrobiota saluran cerna yang sehat untuk merangsang perkembangan imun dan sistem metaboliknya. Oligosakarida ASI juga dapat mengikat patogen, serta menghambat penempelannya ke permukaan mukosa.

Prebiotik adalah substrat, umumnya karbohidrat, yang bila dikonsumsi akan merangsang pertumbuhan kuman probiotik. Prebiotik yang paling banyak digunakan adalah inulin dan fructo-oligosaccharide (FOS). Keduanya telah terbukti dapat merangsang pertumbuhan bifidobacteria dalam lumen usus, sehingga, efek prebiotik tidak akan terjadi secara langsung. Dengan merangsang pertumbuhan bifidobacteria, pada akhirnya akan menimbulkan efek positif bagi daya tahan saluran cerna. 

Galacto-oligosaccharide (GOS) merupakan kumpulan dari kelompok karbohidrat yang terdiri dari oligo-galactose, laktosa, dan glukosa. GOS bisa didapat secara alami pada sayur-mayur dan sudah diproduksi secara komersial. Sedangkan, fructo-oligosaccharides (FOS) merupakan oligosakarida yang terkandung secara alami pada bawang, asparagus, pisang, dan lain-lain. FOS terdiri dari fruktosa dan glukosa.

Saat GOS dan FOS mencapai usus besar dan tidak tercerna, prebiotik ini menstimulasi pertumbuhan dan aktivitas bakteri komensal yang menguntungkan, yaitu bifidobacteria dan lactobacilli. Selain itu, GOS dan FOS juga meningkatkan kandungan bakteri dan tekanan osmotik pengikat air pada rongga usus. Suplementasi pada susu formula bayi dengan GOS rantai pendek dan FOS rantai panjang menunjukkan hasil peningkatan bifidobacteria pada feses bayi.

Prebiotik ini juga meningkatkan massa dan frekuensi buang air besar, menurunkan risiko konstipasi atau susah buang air besar, kadar kolesterol yang tinggi, serta risiko infeksi dan kondisi alergi tertentu. Fermentasi bakteri dari karbohidrat yang tidak dicerna meningkatkan produksi gas pada usus besar. Maka dari itu, salah satu efeknya adalah buang-buang gas, di mana hal ini biasa terjadi saat konsumsi serat berlebih.

Beberapa percobaan klinis menunjukkan, penggunaan oligosakarida dapat mengurangi gejala dari konstipasi. Pada seseorang yang susah buang air besar, konsumsi GOS akan melunakkan feses, meningkatkan frekuensi buang air besar, dan memfasilitasi buang air besar. Suplementasi dari susu formula yang mengandung prebiotik FOS atau GOS akan memodulasi fungsi rongga saluran cerna dan karakteristik feses dengan cara yang serupa seperti yang terdapat pada ASI.

Mikrobiota pencernaan penting bagi perkembangan saluran cerna si Kecil setelah lahir. Beberapa percobaan klinis menunjukkan, susu formula bayi dengan suplementasi GOS dan FOS bermanfaat bagi rongga saluran cerna bayi, baik prematur maupun cukup bulan. Susu formula yang disuplementasi GOS dan FOS merangsang pertumbuhan bakteri pencernaan  bifidobacteria dan lactobacilli pada si Kecil. Sebagai tambahan, suplementasi susu formula dengan GOS dan FOS diberikan pada bayi-bayi dengan kondisi khusus, di mana bayi tidak mendapatkan ASI. Saat bayi diberi susu formula tersebut, fungsi melunakkan feses dan meningkatkan frekuensi buang air besar pada tingkat yang sama ditemui pada bayi yang mengonsumsi ASI.

Oleh : dr. Primadila

Reviewer : dr. Vicka Farah Diba, Sp.A

Sumber:

  1. Shamir R, Elburg RV, Knol J, Dupont C. 2015. Gut Health in Early Life : Significance of the gut microbiota and nutrition for development and future health. Essential knowledge briefings : United Kingdom.
  2. Niittyenn L, Kajander K, Korpela R. Galacto-oligosaccharides and bowel function. http://www.ncbi.nlm.nih.gov
  3. Sabater-Molina M, Larqué E, Torrella F, Zamora S. 2009. Dietary fructooligosaccharides and potential benefits on health. http://www.ncbi.nlm.nih.gov
  4. Webmd. 2009. Fructo - Oligosaccharides. http://www.webmd.com
  5. Krumbeck JA, Maldonado-Gomez MX, Ramer-Tait AE, Hutkins RW. 2016. Prebiotics and synbiotics : dietary strategies for improving gut health. http://www.ncbi.nlm.nih.gov

Firmansyah A. Terapi Probiotik dan Prebiotik pada Penyakit Saluran Cerna Anak. Sari Pediatri, 2001; 2(4) : 210 - 214