kalender kehamilan seputar kehamilan

Kalender Kehamilan

Pilih kalender perkembangan kehamilan ibu berdasarkan :

BULAN
1
MINGGU
2

Mencegah Risiko Hipertensi Dalam Kehamilan

Informasi Penting Mengenai Kehamilan Kembar

Kenali Tiga Jenis Posisi Janin Sungsang

Keywords : Kesehatan

Di akhir masa kehamilan, tubuh janin di dalam rahim sudah bertambah besar dan posisinya yang berubah-ubah dapat menyebabkan terjadinya posisi sungsang. Kenali tiga jenis posisi janin sungsang dan bagaimana cara mencegahnya.

Posisi Janin Sungsang
Posisi janin dapat berubah-ubah pada usia awal kehamilan. Sebelum mencapai usia kehamilan 28 minggu, ukuran janin masih cukup kecil bila dibandingkan dengan ruang rahim. 

 

Oleh karena itu, janin mudah untuk berputar berganti posisi. Namun semakin lama ukuran janin bertambah besar, sehingga rahim Ibu terkesan menjadi sempit. Janin menjadi lebih sulit untuk berputar.

 

Untuk  memahami posisi janin sungsang, perlu diketahu terdapat empat istilah yang digunakan untuk mendeskripsikan kondisi janin dalam hubungannya dengan jalan lahir yaitu presentasi, posisi, letak, dan sikap.

 

Janin sungsang atau kepala di bawah mengacu pada presentasi. Posisi bergantung pada presentasi, semisal presentasi bokong/sungsang maka posisi dilihat dari acuannya yaitu tulang ekor. Contohnya posisi pada presentasi sungsang bisa menghadap depan tulang ekor atau menghadap belakang tulang ekor. Kebanyakan janin pada akhir masa kehamilan menunjukkan posisi presentasi kepala (kepala di posisi terbawah).

 

Posisi kepala di bawah merupakan hasil adaptasi janin. Bagian puncak rahim lebih lapang dibandingkan dengan bagian bawah rahim. Hal ini menyebabkan bagian puncak rahim lebih cocok terisi dengan bagian janin yang berukuran lebih besar, yaitu bokong dan kaki.

 

Presentasi sungsang adalah kondisi di mana bagian bokong atau anggota gerak bawah janin berhubungan dengan lingkar panggul Ibu. Berbicara mengenai "sungsang", sebenarnya tidak sesederhana "posisi bokong sebagai posisi terbawah". 

 

Tiga Variasi Sungsang
Ada tiga macam variasi sungsang, antara lain:
1) Sungsang murni, ketika bokong sebagai posisi terbawah dan kedua lutut dalam posisi lurus mendekati kepala.
2) Sungsang komplit, ketika bokong sebagai posisi terbawah dan salah satu atau kedua lutut tertekuk.
3) Sungsang sebagian, ketika salah satu atau kedua kaki berada di bawah bokong.
Jumlah kejadian sungsang menurun sesuai usia kehamilan. Pada usia kehamilan dua puluh empat minggu, posisi sungsang ditemukan pada hampir 45% kehamilan. Jumlah ini akan terus menurun hingga di bawah 5% pada usia kehamilan tiga puluh enam minggu.

 

Did you know?

”Ada beberapa gerakan yang bisa Ibu coba untuk memutar posisi janin secara alami dari posisi sungsang ke posisi normal, seperti bersujud, berenang, melakukan pijat ringan, dan yoga. Ketahui selengkapnya di sini.“

LIHAT LENGKAP

 

Penyebab Posisi Janin Sungsang
Ada beberapa keadaan yang dapat menyebabkan posisi janin menjadi sungsang, seperti cairan ketuban yang terlalu banyak atau terlalu sedikit, janin lebih dari satu (janin kembar dua atau lebih), hidrocephalus (kepala membesar karena ada bendungan cairan otak), anencephalus (tidak terbentuk otak) dan riwayat sungsang pada persalinan sebelumnya.

 

Presentasi sungsang terjadi karena ada gangguan pada gerakan putar janin dalam rahim. Misalkan akibat ukuran janin yang sudah cukup besar atau dapat pula terjadi karena proses persalinan sebelum waktunya; saat janin belum sempat berputar. Kelainan bentuk rahim juga dapat memengaruhi posisi janin.

 

Posisi janin dapat diketahui melalui:
- Pemeriksaan dinding perut dari luar.
- Pemeriksaan dalam.

 

Bila janin berada dalam posisi sungsang, maka dapat dipertimbangkan untuk melakukan versi luar. Tindakan ini dilakukan dengan memijat perut Ibu dengan teknik tertentu, sehingga perlahan-lahan merubah posisi janin. 

 

Versi luar hanya dilakukan bila usia kehamilan telah mencapai 36 minggu, karena setelah usia kehamilan demikian, kemungkinan janin berputar sendiri terbilang kecil, yakni 1:20. Bila tidak ada penyulit (misalkan panggul Ibu sempit dan plasenta menutupi jalan lahir), maka tindakan ini dapat dilakukan dengan penuh kehati-hatian untuk menghindari komplikasi yang mungkin dapat terjadi. 

 

Sebelumnya harus dipastikan ada monitor denyut jantung janin dan tersedia akses segera untuk operasi Caesar bila sewaktu-waktu terjadi komplikasi. Teknik ini oleh sebagian ahli masih dinilai kontroversial karena mengandung risiko yang dapat sangat membahayakan.

 

Jika hingga akhir kehamilan posisi janin tetap sungsang, maka Ibu dapat mendiskusikan rencana cara persalinan dengan dokter spesialis kandungan. Perlu diketahui bahwa posisi sungsang bukan berarti mutlak harus operasi Caesar. 

 

Proses persalinan normal dapat dilakukan pada kondisi tanpa penyulit. Tentunya diperlukan keahlian khusus dalam proses persalinan normal ini. Keputusan akhir mengenai cara persalinan sepenuhnya berada di pihak ibu. 

 

Sebagaimana operasi Caesar yang memiliki risiko, proses persalinan normal terhadap bayi sungsang juga memiliki risiko, seperti gangguan nafas (asfiksia), pendarahan otak, patah dan salah posisi (dislokasi) tulang dan memar pada bagian kelamin bayi. Selalu konsultasikan dengan dokter mengenai kehamilan Ibu

 

Penulis: dr. Kristian WG
Review Expert: dr. Jimmy Panji W, Sp.OG

 

Sumber:
- DeCherney A. Current diagnosis and treatment: obstetics and gynecology. 10Th ed. New York: McGraw-Hill Medical; 2006.
- Cunningham F, Williams J. Williams obstetrics. 23rd ed. New York: McGraw-Hill Medical; 2010.
- Stables D, Rankin J, Stables D. Physiology in childbearing. 3rd ed. Edinburgh: Baillière Tindall; 2010.
- Dewhurst J, Edmonds D. Dewhurst's textbook of obstetrics & gynaecology. 8Th ed. Chichester, U.K.: Wiley-Blackwell; 2012.
- James D. High risk pregnancy. 4Th ed. Philadelphia, PA: Saunders/Elsevier; 2011.
Sumber:

Dengan Layanan Expert SMS, Nikmati Ragam Informasi Langsung ke Ponsel Ibu

JOIN NUTRICLUB MEMBERSHIP