tumbuh kembang bayi seputar bayi

Tumbuh Kembang Bayi

Dapatkan beragam informasi penting seputar perkembangan si Kecil dengan pilih kalender pertubuhan bayi berdasarkan :

PERKEMBANGAN BULAN KE
1

Fosgos dan Manfaatnya terhadap Pencernaan Si Kecil

Makanan Si Kecil Usia 12 Bulan

Keywords : Nutrisi

Si Kecil membutuhkan asupan gizi harian yang cukup dan seimbang agar ia bisa tumbuh sehat dan kuat. (dr. Imelda Mohamad)

Untuk tumbuh kembang yang optimal, si Kecil perlu mendapat asupan nutrisi yang baik. Kami dari Tim Ahli Nutriclub akan menjelaskan kepada Ibu mengenai makanan yang tepat untuk dikonsumsi bayi pada usia 12 bulan.

Kebutuhan Makanan si Kecil

Menu makanan si Kecil yang berusia 12 bulan adalah menu makanan yang biasa dikonsumsi oleh keluarga. Di usia ini, bahan makanan untuk orang dewasa bisa Ibu gunakan untuk membuat makanan si Kecil dengan cara dicincang kasar. Menunya juga dapat disamakan dengan orang dewasa, namun rasanya perlu disesuaikan. Memberikan makan untuk si Kecil bisa dalam frekuensi 3-4 kali sehari. ASI masih diberikan sesuai kehendak si Kecil, atau susu formula sekitar 500-600ml. Selingan dapat diberikan 1-2 kali sehari, berupa camilan seperti buah, sayuran rebus, roti panggang, atau biskuit dan kue buatan sendiri tanpa tambahan gula. Porsi makan si Kecil di usia 12 bulan rata-rata sebanyak ¾ hingga 1 mangkuk (200-240ml) sekali makan.

Saat ini, aktivitas fisik si Kecil semakin bertambah banyak. Sebagian besar anak di usia ini sudah mulai bisa berjalan dengan dituntun atau melangkah sendiri, berguling, memanjat, dan lain-lain. Oleh karena itu, jumlah dan jenis kebutuhan gizi si Kecil yang semakin banyak harus selalu terpenuhi dengan baik, sehingga proses pertumbuhan dan perkembangannya dapat berlangsung optimal.

Porsi Makan si Kecil

Pada prinsipnya, penyajian makanan yang bergizi seimbang dapat didasarkan pada piramida makanan. Di dasar piramida, terdapat sumber karbohidrat yang berperan sebagai sumber energi, dan memiliki porsi paling besar dibandingkan jenis makanan lainnya. Sumber karbohidrat ini di antaranya bisa didapat dari beras, ubi, jagung, kentang, sagu, mi, roti, dan bihun.

Di piramida bagian kedua, terdapat buah-buahan dan sayuran sebagai sumber vitamin dan mineral, dengan porsi sayuran lebih besar dibandingkan buah-buahan. Selanjutnya, di piramida bagian ketiga, terdapat lauk-pauk dan produk susu sebagai sumber protein dan lemak, dengan porsi pemberian lauk-pauk lebih besar dari porsi produk susu. Contoh lauk-pauk yang dibutuhkan antara lain adalah daging sapi, daging ayam, daging ikan, telur, tempe, tahu, dan kacang merah. Porsi sumber protein dan lemak lebih kecil dari porsi sumber karbohidrat dan sumber vitamin dan mineral. Lalu di puncak piramida, terdapat sumber makanan yang relatif tidak banyak dibutuhkan oleh tubuh, seperti gula, minyak, dan garam.

Dengan panduan piramida makanan ini, Ibu dapat memberi makan si Kecil 3-4 kali sehari dengan makanan yang mengandung karbohidrat sebagai sumber energinya. Sayuran dan buah-buahan yang porsinya lebih kecil dari porsi karbohidrat bisa diberikan 3-4 kali, ditambah minimal 1 kali sajian makanan sumber protein. Selain itu, Ibu bisa memberi si Kecil ASI sesuai dengan kehendaknya, atau susu formula sekitar 500-600ml per hari.

Pentingnya Zat Besi

Pada bayi dan anak-anak, zat besi berperan penting dalam pertumbuhan, perkembangan perilaku dan kognitif, dan untuk sistem kekebalan tubuh mereka. Pemenuhan zat besi penting dalam masa golden period, yaitu sejak si Kecil dalam kandungan hingga ia berusia 2 tahun. Kekurangan zat besi bisa mengakibatkan si Kecil tampak pucat, lesu, kurang nafsu makan, sulit berkonsentrasi, mudah lelah, dan rentan terkena penyakit infeksi. Jika tidak diatasi, si Kecil bisa mengalami gangguan tumbuh kembang.

Kebutuhan zat besi si Kecil pada usia batita adalah 8mg per hari. Berdasarkan hal tersebut, Ibu bisa memenuhi kebutuhan zat besi si Kecil dengan makanan yang bergizi. Bahan makanan yang kaya akan zat besi terdapat di dalam daging yang berwarna merah, telur, hati ayam atau sapi, otak, ikan, kerang, bayam, brokoli, labu kuning, kacang hijau, kacang kedelai, kacang tanah, tahu, kentang, sereal yang difortifikasi zat besi, dan buah-buahan kering. Jika Ibu ingin memberikan suplemen zat besi untuk si Kecil, sebaiknya diskusikan terlebih dahulu dengan dokter spesialis anak.

Contoh menu makanan si Kecil dalam sehari:

-  Makan pagi  : 4-6sdm bubur/roti/sereal dan buah

- Pukul 10.00  : ASI/susu formula dan camilan

- Makan siang : ¾-1 mangkuk kecil nasi tim/nasi lembek, lauk, sayuran cincang, dan buah

- Pukul 15.00  : ASI/susu formula dan camilan

- Makan sore (17.00-18.00): ¾-1 mangkuk kecil nasi tim/nasi lembek/ubi/kentang/pasta, lauk, sayuran cincang, dan buah

Did you know?

”Perut bayi sekitar sepuluh kali lebih kecil dari perut orang dewasa, jadi penting agar makanan yang masuk penuh dengan segala manfaat dan zat gizi yang tepat. Ketahui selengkapnya di sini.“

LIHAT LENGKAP

Contoh Resep Masakan untuk si Kecil

Nasi Tim

Bahan:

- 100gr beras merah, cuci bersih, rendam sebentar

- 600ml air

Cara membuat:

- Campur beras dengan air. Masak beras sambil sesekali diaduk hingga menjadi bubur kental.

Sup Wortel Brokoli

Bahan:

- 320ml kaldu ayam

- 2 kuntum brokoli, rendam sebentar, kukus, potong kecil-kecil

- ½ batang wortel, rebus, potong kecil-kecil

Cara membuat:

- Rebus kaldu ayam hingga mendidih. Masukkan brokoli dan wortel. Rebus hingga mendidih kembali. Angkat.

Telur Dadar

Bahan:

- 2 butir telur ayam kampung, ambil kuningnya, kocok

- ½ sdt mentega tawar atau 1 sdt minyak zaitun

Cara membuat:

- Panaskan mentega. Buat dadar kuning telur hingga matang. Angkat.

Sajikan nasi tim, sup, dan telur dadar secara terpisah untuk memperkenalkan variasi rasa makanan pada si Kecil.

Jika berat badan si Kecil tidak bertambah atau kurang dari semestinya, Ibu bisa menambahkan porsi karbohidrat (bubur atau nasi lembek), porsi protein (daging, ikan, atau kacang-kacangan), atau porsi lemak di makanannya (santan, minyak, atau mentega).

Ibu mungkin sering kali mengeluhkan masalah pemberian makan pada si Kecil. Misalnya, si Kecil menolak makan, hanya mau makan makanan tertentu (picky eater), atau makan hanya sedikit. Menurut Rekomendasi Praktik Pemberian Makan Berbasis Bukti pada Bayi dan Batita di Indonesia untuk Mencegah Malnutrisi yang diterbitkan oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia, Ibu harus menerapkan aturan makan sehari-hari (feeding rules). Aturan makan atau feeding rules ini terdiri dari 3 bagian, yaitu jadwal, prosedur, dan lingkungan.

Jadwal

Biasanya, ada jadwal makan makanan utama dan makanan selingan (snack) yang teratur untuk si Kecil. Jadwal makan ini terdiri dari 3 kali makan makanan utama dan 2 kali makan makanan kecil di antaranya. Untuk susu, Ibu dapat memberikannya ke si Kecil sebanyak 2-3 kali sehari. Selain itu, waktu makan si Kecil tidak boleh melebihi 30 menit dan hanya boleh mengonsumsi air putih di antara waktu makannya.

Lingkungan

Agar si Kecil bisa makan dengan nyaman, lingkungan di sekitarnya harus menyenangkan (tidak boleh ada paksaan untuk makan) dan tidak ada distraksi (mainan, televisi, perangkat elektronik). Selain itu, jangan memberikan makanan sebagai hadiah untuk si Kecil.

Prosedur

Ajak si Kecil untuk makan makanannya sendiri. Jika ia menunjukkan tanda-tanda tidak mau makan (mengatupkan mulut, memalingkan muka, menangis), tawarkan kembali makanan secara netral tanpa memaksa dan membujuk. Bila setelah 10-15 menit si Kecil tetap tidak mau makan, Ibu bisa mengakhiri proses pemberian makannya.

Sumber:

- Partiwi, I Gusti Ayu Nyoman., Sehat Lezat Olah Saji; 2013. 1;70,71,87, 140, 141.

- Mohamad, Imelda., Mencetak Anak Sehat, Cerdas, &Ceria; 2015. 1;46,118.

Sjarif, Rusli Damayanti., Yuliarti, Klara., Lestari, Endang Dewi., et al., Rekomendasi Praktik Pemberian Makan Berbasis Bukti pada Bayi dan Batita di Indonesia untuk Mencegah Malnutrisi, Ikatan Dokter Anak Indonesia; 2015.1;38-40.

Dapatkan Expert Content Berisi Aneka Resep, Tools, dan Artikel yang Disesuaikan dengan Kebutuhan Ibu dan si Kecil

JOIN NUTRICLUB MEMBERSHIP

Buy Now