tumbuh kembang bayi seputar bayi

Tumbuh Kembang Bayi

Dapatkan beragam informasi penting seputar perkembangan si Kecil dengan pilih kalender pertubuhan bayi berdasarkan :

PERKEMBANGAN BULAN KE
1

Penyakit Alergi pada Awal Kehidupan Bayi

Bayi Sering Kentut Belum Tentu Pertanda Adanya Gangguan Pencernaan

Mengenal Susu Formula Terhidrolisis dan Manfaatnya bagi Bayi

Keywords : Kesehatan

Susu terbaik bagi si Kecil tentunya adalah ASI. ASI kaya nutrisi dan mengandung antibodi yang berguna untuk pertahanan si Kecil. Namun jika si Kecil menunjukkan gejala seperti diare, ruam dan gatal pada kulit, atau batuk setelah menyusu, si Kecil mungkin mengalami alergi makanan.

Si Kecil yang mengalami reaksi alergi cenderung rewel, menangis, dan menolak untuk diberikan susu. Alergi ini menyebabkan gangguan pada saluran cerna, pernapasan, hingga syok yang dapat berakibat fatal. Alergi makanan juga dapat menyebabkan gangguan pertumbuhan akibat kekurangan gizi.

 

Alergi makanan yang paling sering dialami si Kecil adalah alergi susu sapi alergi susu sapi (Informasi Lengkap Seputar Alergi Susu Sapi). Penanganan alergi ini dilakukan dengan cara menghindari konsumsi bahan makanan penyebab alergi yang disebut dengan alergen. Jika Ibu menyusui si Kecil yang alergi susu sapi, Ibu dapat memodifikasi diet dengan mengeliminasi susu sapi dan alergen potensial lainnya terlebih dahulu. Sebab, kandungan ASI bergantung pada makanan yang Ibu konsumsi.

 

Reaksi alergi protein susu sapi terutama ditemukan pada si Kecil yang mengonsumsi susu formula, karena sebagian besar susu formula memiliki bahan dasar protein dari susu sapi. Di sisi lain, formula terhidrolisis adalah susu formula yang diindikasikan bagi si Kecil yang alergi susu sapi. Protein pada susu sapi adalah penyebab reaksi alergi susu sapi. Pada formula terhidrolisis, protein casein atau whey dari susu sapi telah dipecah menjadi bentuk protein yang lebih kecil. Hal ini dapat mengurangi risiko tubuh mengenali protein tersebut sebagai alergen dan mencegah terjadinya reaksi alergi.

 

Formula terhidrolisis terdiri dari dua jenis, yaitu formula dengan protein terhidrolisis parsial atau sebagian dan formula dengan protein terhidrolisis. Pada partially hydrolyzed formula, protein dipecah menjadi peptida yang sering kali masih dikenali oleh tubuh si Kecil sebagai protein susu sapi. Si Kecil yang terdiagnosis alergi susu sapi kurang dianjurkan untuk mengonsumsi formula jenis ini, karena sebagian besar anak yang alergi susu masih menunjukkan reaksi alergi terhadap partially hydrolyzed formula. Sedangkan, pada extensively hydrolyzed formula, protein dipecah menjadi peptida yang berukuran lebih kecil sehingga tidak dikenali lagi oleh tubuh sebagai protein susu sapi, sehingga tidak mencetuskan reaksi alergi pada si Kecil yang alergi susu sapi.

 

Extensively hydrolyzed formula juga dikenal dengan sebutan formula hipoalergenik. Formula ini dianjurkan untuk si Kecil yang alergi susu sapi, atau yang sudah timbul gejala. Bila si Kecil masih tetap menunjukkan gejala alergi (Alergi Susu Sapi: Kenali Gejala Awal dan Persiapan Periksa ke Dokter) setelah pemberian formula terhidrolisis, maka formula yang dianjurkan adalah formula asam amino. Formula susu ini mengandung protein yang dipecah menjadi asam amino. Untuk penggunaan susu formula, Ibu perlu selalu mengonsultasikannya terlebih dahulu dengan dokter atau tenaga kesehatan.

 

Perlu Ibu ketahui bahwa rasa formula terhidrolisis tidak seenak susu sapi. Semakin terhidrolisis, semakin berkurang rasanya. Proses pembuatan formula yang rumit juga berpengaruh pada harganya. Semakin terhidrolisis, akan semakin mahal harganya. Meski begitu, kandungan gizi dalam susu formula terhidrolisis umumnya sama dengan susu formula lainnya. Sehingga, substitusi susu sapi dengan susu formula terhidrolisis bermanfaat untuk memenuhi kebutuhan gizi (Nutrisi Tepat untuk si Kecil dengan Alergi Susu Sapi) si Kecil.

 

Hal terbaik yang perlu Ibu lakukan adalah berkonsultasi dengan dokter untuk pemeriksaan alergi dan pemilihan formula yang tepat untuk si Kecil. Perubahan susu yang dikonsumsi dapat menyebabkan penurunan nafsu makan atau keinginan minum susu pada si Kecil. Ibu harus telaten dalam memberikan susu formula sesuai dengan jumlah yang dibutuhkannya.

 

Harapannya, kebutuhan nutrisi si Kecil tetap terpenuhi dengan optimal dan dapat mendukung tumbuh kembangnya.

 

 

Referensi

  • S. Koletzko, B. Niggemann, A. Arato, J.A. Dias, R. Heuschkel, S. Husby, M.L. Mearin, et al. Diagnostic Approach and Management of Cow’s-Milk Protein Allergy in Infants and Children: ESPGHAN GI Committee Practical Guidelines. JPGN. 2012:55(2).
  • Vandenplas Y, Greef ED, Devreker T. Treatment of Cow’s Milk Protein Allergy. Pediatr Gastroenterol Hepatol Nutr. 2014:17(1):1-5
  • Herbert Brill. Approach to milk protein allergy in infants. Can Fam Physician. 2008. 54:12:58-64.
  • Boyle RJ, Lerodiakonou D, Khan T, Chivinge J, Robinson Z, Geoghegan N, Jarrold K, et al. Hydrolysed formula and risk of allergic or autoimmune disease: systematic review and meta-analysis. BMJ. 2016;352.

Buy Now