pertumbuhan balita seputar balita

Pertumbuhan Balita

Dampingi tumbuh kembang si Kecil dengan beragam informasi dengan pilih kalender pertumbuhan balita berdasarkan :

PERKEMBANGAN TAHUN KE
1

Buah dan Sayuran untuk Optimalkan Imunitas Balita

Tips Cerdas Mengatasi Balita Susah Makan

Sehat Memilih Makanan Tepat untuk Anak Usia Satu Tahun

Keywords : Nutrisi

Usia satu tahun pertama si kecil masuk dalam periode emas tumbuh kembangnya. Makanan pendamping ASI (MPASI) merupakan salah satu faktor penting untuk memenuhi kebutuhan gizi anak usia 1-2 tahun untuk mencapai pertumbuhan dan perkembangan yang optimal.

dr. Kristian W G

Reviewer : dr. Daniel Surjadinata, Sp.A

Tepat Memilih Makanan Penunjang Periode Emas Pertumbuhan Anak

Menginjak usia satu tahun, si Kecil akan memasuki tahapan tumbuh kembang yang akan memengaruhi kehidupannya kelak. Masa 1000 hari pertama dihitung sejak awal pembuahan dalam rahim, merupakan masa golden period atau periode emas pertumbuhan anak yang tidak boleh Ibu lewatkan tanpa perhatian ekstra. Pada masa ini, ogan-organ tubuh si Kecil akan dipersiapkan untuk mencapai fungsi-fungsi yang optimal, sehingga asupan nutrisi tepat sebaiknya diberikan pada masa ini.

Pemberian air susu ibu (ASI) pada bayi usia 1-2 tahun hanya mencukupi sebesar 40% dari kebutuhan energi harian dan mencukupi sebesar 55% protein harian si Kecil. Kebutuhan zat besi hanya tercukupi sebesar 10%. Peran makanan pendamping ASI (MPASI) sangat penting pada masa ini.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), MPASI yang baik harus memenuhi syarat-syarat berikut:

  • Kaya energi, protein, dan mikronutrien (terutama zat besi, seng, kalsium, vitamin A, vitamin C, dan folat)
  • Tidak pedas atau asin
  • Mudah dikonsumsi si Kecil
  • Disukai si Kecil
  • Tersedia dan terjangkau

Nasi lembek atau bubur dapat diberikan bersama daging, telur dan ikan. Berikan juga kuning telur yang kaya akan protein dan vitamin A. Pengenalan makanan padat dimulai dari makanan tunggal terlebih dahulu dan disusul dengan makanan campuran, seperti nasi lembek yang bersanding dengan sayuran.  Makanan pendamping ASI tidak harus mahal atau khusus. Perhatikan juga pemberian makanan yang komersial, karena dapat menunda si Kecil belajar membiasakan diri dengan makanan yang sering dikonsumsi oleh keluarga.

Berikan juga asupan susu, keju dan yoghurt yang mengandung kalsium, protein, energi dan vitamin B. Kacang-kacangan seperti kacang hijau dan kedelai dapat memenuhi kebutuhan protein dan zat besi. Temukan kandungan kaya akan karoten dan vitamin C pada buah-buahan berwarna jingga, seperti mangga, dan pepaya, sayur-sayuran, seperti wortel, dan sayur-sayuran berwarna gelap seperti bayam. Selain membuat rasa makanan menjadi lebih enak, lemak dan minyak kaya akan energi dan mengandung lemak-lemak esensial tertentu yang diperlukan si Kecil. 

Did you know?

”Sebaiknya, Ibu memenuhi kebutuhan nutrisi harian si Kecil dengan memberikanan buah-buahan dan sayuran yang dapat meningkatkan imunitas tubuhnya. Ketahui selengkapnya di sini.“

LIHAT LENGKAP

Hati-hati Memberi Makanan yang berkadar Gula Tinggi

Penting memberikan perhatian khusus terhadap asupan gula si Kecil. Gula hanya mengandung energi tanpa zat gizi. Karena itu, gula dan minuman manis, seperti soda, sebaiknya dihindari. Bila si Kecil kenyang dengan makanan atau minuman manis, ia tidak mau lagi memakan makanan bergizi yang seharusnya dikonsumsi. Gula, madu dan garam tidak disarankan ditambahkan dalam makanan si Kecil. Teh dan kopi juga tidak boleh diberikan karena dapat mengganggu penyerapan zat gizi.

Si Kecil dengan usia satu tahun dapat ikut serta mengonsumsi makanan keluarga dengan tekstur yang lunak dan mudah ditelan. Perhatikan juga bumbu yang digunakan dalam hidangan keluarga, agar tidak terlalu merangsang indra pengecap si Kecil.

Mengatur Jadwal Makan yang Tepat

Jadwal makan yang teratur patut menjadi perhatian Ibu. Si kecil yang berusia 1-2 tahun sebaiknya makan tiga sampai empat kali sehari dengan porsi ¾ sampai semangkuk penuh (175-250 cc). Biasakan si Kecil untuk makan tidak lebih dari 30 menit 5.

Makanan selingan, seperti buah, kue, atau bubur kacang hijau, dapat diberikan satu hingga dua kali per hari tergantung nafsu makan si Kecil. Air susu Ibu dapat terus diberikan hingga si Kecil usia dua tahun.

Sebagai contoh, saat si Kecil berusia satu tahun, ASI dapat diberikan pada pukul 06.00, kemudian dilanjutkan dengan sarapan dua jam kemudian. Dalam selang waktu dua jam, berikan makanan selingan, dan makan siang si Kecil dapat diberikan pada pukul 12.00. Sebelum makanan selingan diberikan pada pukul 16.00, Ibu dapat memberikan ASI pada pukul 14.00. Dan setelah makan malam pada pukul 18.00, ASI dapat diberikan pada pukul 20.00.

Asupan nutrisi yang seimbang akan membantu si Kecil memperoleh potensi yang optimal untuk tumbuh kembangnya kelak.

DAFTAR PUSTAKA

(1)da Cunha A, Leite Á, de Almeida I. The pediatrician's role in the first thousand days of the child: the pursuit of healthy nutrition and development. Jornal de Pediatria. 2015;91(6):S44-S51.

(2)Sibal A, Gopalan S, Kapoor A, Bhatia V. Textbook of Pediatric Gastroenterology, Hepatology and Nutrition. London: JP Medical Publishers; 2015.

(3)World Health Organization. Infant and young child feeding:: model chapter for textbooks for medical students and allied health professionals. Prancis: World Health Organization;.

(4)Queensland Government. A Healthy Start in Line: Introduction to Solids. Queensland: Queensland Government; p. 5.

(5)AsDi, IDAI, PERSAGI. Penuntun Diet Anak. 3rd ed. Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia; 2015.

Tukarkan Poin Royal Rewards dengan Voucher Belanja di Supermarket Terkemuka dan Penuhi Kebutuhan si Kecil

JOIN NUTRICLUB NOW

BACA ARTIKEL LAINNYA

Nutrisi

Makanan Yang Mendukung Perkembangan Otak Balita

Nutrisi

Makanan Tidak Sehat Bagi Anak

Nutrisi

Menu Makanan Anak yang Seimbang

Nutrisi

Kunci Sehat Mengurangi Berat Badan Balita

Nutrisi

Cegah Obesitas Pada Balita

Nutrisi

Kunci Sehat Menambah Berat Badan Balita

Nutrisi

Tips Gizi Tepat Untuk Daya Tahan Tubuh Balita

Nutrisi

Pemberian ASI untuk Batita, Wajarkah?

Nutrisi

Apa yang Menyebabkan Anak Susah Makan?

Nutrisi

Ketika Balita Menolak Makan Sayur

Nutrisi

Kalsium Pada Makanan Sehari-Hari Balita

Nutrisi

Penyebab dan Pencegahan Obesitas Pada Balita

Nutrisi

Balita Mulai Tidak Menyukai Susu

Nutrisi

Nutrisi untuk Tingkatkan Daya Tahan Tubuh Balita

Nutrisi

Mulai Ajari Balita untuk Berpuasa di Bulan Ramadan

Nutrisi

Dampak Obesitas dan Kurang Gizi Pada Balita

Nutrisi

Cegah Terjadinya Kurang Gizi Pada Balita

Nutrisi

Pastikan Nutrisi Balita Tetap Terpenuhi Saat Mudik

Nutrisi

Buah dan Sayuran untuk Optimalkan Imunitas Balita

Nutrisi

Sehat Memilih Makanan Tepat untuk Anak Usia Satu Tahun

Nutrisi

Tips Cerdas Mengatasi Balita Susah Makan

Nutrisi

Pentingnya Omega-6 bagi Anak

Nutrisi

Protein untuk Tumbuh Kembang Balita yang Optimal

Nutrisi

Kalsium bagi Perkembangan Tulang dan Tinggi Badan Anak

Nutrisi

Makanan Anak Usia 2 Tahun

Nutrisi

Makanan Anak Usia 16 Bulan

Nutrisi

Makanan Anak Usia 15 Bulan

Nutrisi

Hindari Penyebab Anak Kurang Gizi Untuk Perkembangan Yang Optimal

Nutrisi

Pola Makan Sehat Untuk Tumbuh Kembang Anak Yang Optimal

Nutrisi

Kebutuhan Nutrisi untuk Anak dengan Gejala Alergi Berat

Nutrisi

Pentingnya Vitamin Untuk Mendukung Kecerdasan Otak Anak

Nutrisi

Anak Susah Makan, Apa yang Harus Dilakukan?

Nutrisi

Anak Terlalu Kurus? Begini Cara Mencapai Berat Badan Anak yang Ideal

Nutrisi

Dampak Berat Badan Kurang Terhadap Perkembangan Anak